Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengelolaan Gulma Alang Alang

Pengelolaan Gulma Alang Alang

Ratings: (0)|Views: 45 |Likes:

More info:

Published by: tunjung bayu hernawan on Oct 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2012

pdf

text

original

 
TUGAS MATA KULIAH PERLINDUNGAN TANAMAN
PENGELOLAAN GULMA ALANG-ALANG (
 Imperata cylindrica
)PADA LAHAN PERKEBUNAN
Oleh :
Dewi Ma’rufah
H0106006
FAKULTAS PERTANIANUNIVERSITAS SEBELAS MARETSURAKARTA2008
 
PENGELOLAAN GULMA ALANG-ALANG (
 Imperata cylindrica
)PADA LAHAN PERKEBUNANA.
 
Pendahuluan
Padang alang-alang tersebar di seluruh Indonesia. Luas padang tersebutdi Indonesia mencapai 8,5 juta ha atau sekitar 4,47% dari luas wilayahIndonesia. Padang alang-alang semakin bertambah luas seiring denganpertambahan penduduk. Meningkatnya jumlah penduduk, menuntutketersediaan lahan pertanian dan pemukiman, sehingga mendorong adanyaperpindahan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang masih jarangpenduduknya misalnya dari Pulau Jawa ke daerah Lampung.Untuk memenuhi kebutuhan akan lahan pertanian, perkebunan danpemukiman, para pendatang atau transmigran membuka hutan. Pembukaanhutan tersebut menyebabkan perubahan lingkungan dari keadaan tertutupmenjadi lingkungan yang terbuka, sehingga mendorong tumbuhnya alang-alang.Tumbuhan alang-alang dapat berbiak dengan cepat, dengan benih-benihnya yang tersebar cepat bersama angin, atau melalui rimpangnya yanglekas menembus tanah yang gembur. Berlawanan dengan anggapan umum,alang-alang tidak suka tumbuh di tanah yang miskin, gersang atau berbatu-batu. Rumput ini senang dengan tanah-tanah yang cukup subur, banyak disinari matahari sampai agak teduh, dengan kondisi lembab atau kering. Ditanah-tanah yang becek atau terendam, atau yang senantiasa ternaungi, alang-alang pun tak mau tumbuh.Gulmaini dengan segera menguasai lahan bekashutanyang rusak dan terbuka, bekasladang, sawahyang mengering, tepi jalan dan lain-lain. Di tempat-tempat semacam itu alang-alang dapat tumbuh dominan dan menutupiareal yang luas. Alang-alang termasuk tanaman C4 yang membutuhkan sinarmatahari penuh untuk pertumbuhannya, dengan kata lain alang-alang dapattumbuh dengan baik pada lahan yang terbuka.
 
Karakteristik dari alang-alang yang mampu bersaing dengan baik jikadihadapkan dengan tanaman budidaya menyebabkan alang-alang merupakangulma yang relatif sulit untuk dikendalikan. Alang-alang juga mempunyaikemampuan untuk menghambat pertumbuhan tanaman lain denganmengeluarkan zat alelopati yang berpengaruh buruk bagi tanaman. Olehkarena itu pengelolaan alang-alang di lahan perkebunan maupun tempatbudidaya yang lain harus dilakukan mengingat alang-alang merupakan gulmatahunan yang mempunyai rimpang dan relatif sulit untuk dikendalikan.
B.
 
Isi
Pengelolaan lahan perkebunan yang ditumbuhi alang-alang bertujuanagar tanaman budidaya tidak terganggu oleh alang-alang dari segi kompetisiakan hara dan cahaya maupun dari segi alelopati. Pengelolaan ini dilakukandengan menitikberatkan pada tindakan preventif yaitu mencegah adanyaalang-alang di lahan perkebunan dan jika populasi alang-alang sudahmencapai tingkat yang merugikan maka pengelolaan ditujukan untuk mengurangi jumlah populasi dengan menekan laju pertumbuhan dari alang-alang maupun dengan mematikannya.1.
 
Pengaturan jarak tanamUntuk mencegah adanya alang-alang di lahan perkebunan maka kitadapat menggunakan jarak tanam yang tepat bagi tanaman budidayasehingga cahaya yang masuk di bawah tajuk tanaman rendah. Karena padadasarnya alang-alang tidak menyukai naungan. Hasil penelitian yang telahdilakukan menunjukkan bahwa apabila sinar matahari yang masuk kelahan alang-alang sekitar 10%, maka pertumbuhan alang-alang dapatdikendalikan dalam waktu 4 bulan. Apabila sinar yang masuk 50%, makaperlu waktu yang lebih lama yaitu sekitar 8 bulan. Naungan 25% (sinaryang masuk sekitar 75%) tidak dapat digunakan untuk mengendalikanalang-alang, hanya dapat menurunkan viabilitas rhizomanya(Hairiah et al., 2000).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->