Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Harapan Dan Tujuan Konseling

Harapan Dan Tujuan Konseling

Ratings: (0)|Views: 461|Likes:
Published by Ayub Indra Syafi'i

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Ayub Indra Syafi'i on Oct 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/18/2012

pdf

text

original

 
HARAPAN DAN TUJUAN KONSELINGA.
 
Harapan dan tujuan konseling1.
 
Harapan-harapan terhadap konselingHarapan secara umum konseling adalah beragam, bertentangan,dan tidak mungkin.Harapan-harapan dalam konseling meliputi:a.
 
UmumHarapan-harapan itu yakni, dapat memecahkan masalah, waktuyang singkat, dites atau dianalisis, dan yang terakhir adalah advis.b.
 
Harapan-harapan konseliKebanyakan konseli mengharapkan bahwa dengan konselingmereka akan memperoleh pemecahan-pemecahan terhadap masalah-masalah pribadi yang dihadapinya. Juga banyak yang menyangkabahwa konseling itu bisa dilaksanakan dalam waktu yang singkat.Konseli biasanya mengharap supaya dites, dianalisis, dan malahanlebih dari itu, ia mengharap supaya diarahkan atau diberi tahu apa yangharus dilakukan untuk memperoleh apa yang mendorongnya mencarikonseling.Beberapa penelitian telah dilakukan untuk meneliti harapan-harapankonseling. Penelitian ini dikelompokkan menurut tipe populasi yangditeliti sebagai berikut (Shetzer & Stone, 1980, ch-4).1)
 
Siswa-siswa di sekolahVan Riper meneliti persepsi para isswa sekolah menengah pertamaterhadap peranan konselor, seberapa jauh bantuan yang diberikankonselor berguna kepada para siswa, dan seberapa jauh para konselordimanfaatkan oleh para siswa. Ia melaporkan bahwa para siswamengharap para konselor membantu mereka dalam merencanakanpendidikan, dan lebih sedikit mengharap bantuan dalam masalah-masalah sekolah lainnya. Para siswa tidak begitu menghargai tinggibantuan konselor, tetapi mereka melaporkan bahwa para konselor lebih
 
sering menolong kepadanya daripada para guru atau kepala sekolah,tetapi para konselor dinilai lebih rendah kadar bantuannya daripadapara siswa lainnya.2)
 
Mahasiswa-mahasiswa perguruan tinggiPersepsi berbagai kelompok di kampus mengenai konselingdievaluasi oleh Warman. 100 item questionaire diberikan kepada 250mahasiswa. Hasilnya dianalisis dengan analisis faktor danmenghasilkan satu faktor umum dan tiga faktor spesifik. Questionaireitu kemudian diberi score pada faktor khusus (college routine,vocational choice, dan adjustment to self), dan dibuatlah perbandinganantara mahasiswa-mahasiswa tersebut. Membantu dalam pemilihandinilai sangat sesuai dibicarakan pada pusat-pusat konseling diperguruan tinggi, diikuti oleh masalah-masalah rutin di perguruantinggi. Penyesuaian terhadap diri dan orang lain dinilai paling kurangpantas. Warman menyarankan bahwa jika para konselor mestimenyiapkan pelayanan konseling yang pantas, mereka harus memberipengarahan dan penjelasan mengenai apakah konseling itu dan apayang dapat dilakukannya.c.
 
Harapan-harapan orang tuaJanet Worthington percaya bahwa para konselor membantupara orang tuan dan sebagai fasilitator belajar. Dimensi penting daritugasnya, menurut dia, adalah bahwa konselor menerima setiap siswasebagaimana adanya.Menurut informasi dari banyak hasil survai, para orang tuamengharap bahwa konseling dapat membantu siswa dalam memilihbidang studi dan membantu memformulasi rencana pendidikan dankerjanya kelak.d.
 
Harapan-harapan guruBanyak konselor sekolah percaya bahwa guru-guru hanya punyapengertian sedikit tentang konseling. Tetapi banyak juga laporanpenelitian yang menunjukkan kebalikannya. Kandor dan kawan-
 
kawannya melaporkan bahwa para guru praktek, konselor-konselorpraktek, siswa sekolah guru, dan siswa konseling banyak kesesuaiannya dalam hal fungsi yang harus dilaksanakan konselor.e.
 
Harapan-harapan daripada administrator sekolahDalam kaitan dengan hal ini, Shertzer & Stone (1980), punyaempat kesan mengenai harapan para administrator sekolah terhadapkonseling. Pertama, mereka beranggapan bahwa akan membawasekolah kearah organisasi sekolah yang efisien. Kedua, adalah bahwapara administrator sekolah terutama memandang konseling sebagaipenasehat pendidikan dan vokasional. Ketiga, adalah bahwaadministrator sekolah kurang atau tidak mengharapkan pada konseling.Keempat, adalah bahwa para administrator menghaprap agar konselingdapat memecahkan setiap kesulitan pendidikan dan penyembuhansetiap penyakit masyarakat baik yang riil maupun yang tidak.f.
 
Harapan-harapan instansi pemerintahInstansi pemerintah nampaknya mengharap dua hal mengenaikonseling. Pertama, konseling dapat mengidentifikasi orang-orangyang berbakat. Kedua, konseling digunakan untuk menempatkanpemuda-pemuda pada jabatan-jabatan bilamana manpower kurang.Konseling dipandang sebagai alat untuk mengarahkan individu-individu kepada pekerjaan-pekerjaan penting.Hasil penelitian-penelitian di atas menggambarkan bahwakehadiran layanan konseling terutama di sekolah, disertai denganharapan-harapan tertentu dari berbagai pihak. Meskipun penelitianseperti itu belum banuak dilakukan di Indonesia akan tetapi sampaibatas tertentu dapat diperkirakan akan memberikan gambaran serupa.Informasi tentang harapan ini sangat berguna dalam menetapkantujuan dan program bimbingan dan konseling di sekolah.2.
 
Tujuan-tujuan konselinga.
 
Perubahan tingkah laku, yang meliputi :a)
 
Lebih produktif dan memuaskan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->