Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Fix Jurnal Penelitian RIFKY

Fix Jurnal Penelitian RIFKY

Ratings: (0)|Views: 146 |Likes:
Published by Rifky Lubis

More info:

Published by: Rifky Lubis on Oct 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/29/2013

pdf

text

original

 
 
1
 
THE APPLICATION OF FIVE-BLADE TURBIN AND PITCHED-BLADETURBIN IMPELLERS IN IMPROVING THE YIELD AND QUALITY OF BIODIESEL FROM RESIDUAL OIL CONTAINED IN SPENT BLEACHING EARTH 
(SBE)
  PRODUCED BY IN SITU PROCESS
 
Ani Suryani, Suprihatin, dan M Rifky Rachmad Lubis
 
Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology and Engineering Bogor Agricultural University, Dramaga Campus, P.O. Box 220 Bogor 16002 West Java, Indonesiae-mail: mrifkylubis@gmail.com 
 ABSTRACT 
 
The high content of crude palm oils in spent bleaching earth (SBE) represents a high potential as rawmaterial in biodiesel and production. The suitable technique used in the oil extraction process is in situesterification and transesterification. The advantages of this technique are more efficient and requires a short time than conventional techniques because the conversion of raw materials takes place simultaneously with the process of extracting the oil into biodiesel. In situ esterification and transesterification proceses influenced byseveral factors such as reaction time, temperature, methanol/heksane/material, stirring speed, catalyst type, and impeller model. The correct design of imepeller model can be optimized mixing that results in optimal conditionduring the in situ esterification and transesterification. It lead to improving the yield of biodiesel. The researchwas carried out to obtain the best impeller performance (five-blade turbine and pitched-blade turbine) and ratiovariation of solvent methanol/hexane/material with focus on obtaining the best yield and quality of biodiesel. Insitu esterification process was performed for 3 hours followed by in situ transesterification for 1 ours. The best result of in situ process is the use of pitched-blade turbine and ratio variation of methanol/hexane/materials6:0:1 (A2/B1) with a stirring speed of 650 rpm at a temperature of 65
o
C. This condition could produce biodiesel yield of 90.17% and with the best characteristic such as density of 0.85 mg/ml, viscosity of 6 cSt, acid number of 0.77 mg KOH/gram, saponification number 287.59 of mg KOH/gram, total glycerol content of 0.21% and ester alkyl content of 99.76%.Keywords: biodiesel, five blade turbin impeller, pitched blade turbin, in situ esterification and transesterification process, spent bleaching earth (SBE).
ABSTRAK
Tingginya kandungan minyak sawit pada tanah pemucat bekas (SBE) sangat potensial dimanfaatkandalam produksi biodiesel. Teknik yang sesuai digunakan dalam proses ekstraksi minyak ini adalah esterifikasidan transesterifikasi
in situ.
Keuntungannya lebih efisien dan waktu proses lebih singkat dibandingkan denganteknik konvensional karena konversi bahan baku terjadi simultan dengan proses ekstraksi minyak menjadibiodiesel. Proses esterifikasi situ dan transesterifikasi dipengaruhi beberapa faktor seperti waktu reaksi, suhu,variasi metanol/heksan/bahan baku, kecepatan pengadukan, jenis katalis, dan model impeler. Perhitungan tepatdalam mendesain impeler dapat mengoptimalkan pengadukan selama esterifikasi dan transesterifikasi
in situ.
Halini dapat menyebabkan peningkatkan rendemen biodiesel. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh kinerjaimpeller mana yang terbaik (
 five-blade
turbin dan
 pitched-blade
turbin) dan variasi rasio pelarutmetanol/heksan/bahan dalam mendapatkan rendemen dan kualitas biodiesel yang terbaik. Proses esterifikasi
insitu
dilakukan selama 3 jam lalu dilanjutkan dengan transesterifikasi
in situ
selama 1 jam. Kondisi proses
in situ
yang terbaik adalah dengan menggunakan impeller model
 pitched-blade
turbin dan variasi rasiometanol/heksan/bahan 6:0:1 pada suhu 65
o
C dengan kecepatan 650 rpm. Kondisi ini menghasilkan rendemen90,17 %, densitas 0,85 mg/ml, viskositas 6 cSt, bilangan asam 0,77KOH/gram, bilangan penyabunan 287,59 mgKOH/gram, gliserol total 0,21 %, kadar ester alkil 99,76%.Kata kunci: biodiesel, impeler
five-blade
turbin,
 pitched-blade
turbin, proses esterifikasi dan transesterifikasi
insitu,
tanah pemucat bekas (SBE).
 
the application of five-blade turbin and pitched-blade turbin impellers in improving the yield and quality of biodiesel fromresidual oil contained in spent bleaching earth
(sbe)
produced by in situ process
 
2
J. AII. Vol. 01 (XX), 1-10
 
PENDAHULUAN
Biodisel secara umum adalah bahan bakarmesin diesel yang ramah lingkungan dan terbarukanatau secara khusus merupakan bahan bakar mesindiesel yang terdiri atas ester alkil dari asam-asamlemak. Biodiesel dapat dibuat dari minyak nabati,minyak hewani atau dari minyak goreng bekas/daurulang. Bahan baku biodiesel yang berpotensi besardi Indonesia untuk saat ini adalah CPO. ProduksiCPO khususnya di Indonesia sangat besar sehinggamemicu para penggerak industri hilir yangmemanfaatkannya menjadi produk yang lebihbermanfaat salah satunya adalah minyak goreng.Proses pembuatan minyak goreng adalah denganmelakukan pemurnian pada CPO dimana CPOkasar yang masih mengandung bahan-bahanpengotor yang tidak diinginkan harus dikenakanproses pemurnian meliputi
degumming
, netralisasi,
bleaching
dan dilanjutkan dengan deodorisasi lalufraksinasi hingga akhirnya diperoleh fraksi olein(minyak goreng) dan stearin (margarin). PadaProses
bleaching
(pemucatan) CPO menggunakan
bleaching earth.
Proses ini bertujuan untuk memucatkan warna CPO menjadi lebih bening.Jenis
bleaching earth
yang biasa digunakan adalahbentonit dengan kadar antara 0,5% hingga 2% darimassa CPO (Young, 1987). Diasumsikan padatahun 2011 CPO yang digunakan untuk membuatminyak goreng dan turunannya sebesar 4,51 jutaton, maka dalam proses pemurnian CPO diperlukan
bleaching earth
sebesar 113.490 ton per tahun.Seiring berkembangnya industri minyak nabati, kebutuhan akan
bleaching earth
khususnyabentonit setiap tahun meningkat. Namun disisi lainbentonit tidak dapat diperbaharui dan akanmenimbulkan limbah yang banyak dan bepotensisebagai bahan pencemar lingkungan. Pada dasarnya
spent bleaching earth
(bentonit bekas) masihmengandung 20-30% minyak nabati (Young, 1987).Tingginya kandungan minyak nabati pada
spent bleaching earth
sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai biodiesel.Esterifikasi atau transesterifikasi
in situ
adalah proses ekstraksi minyak dan reaksiesterifikasi atau transesterifikasi dilangsungkansecara simultan. Selain lebih efisien proses ini jugaakan mempersingkat waktu karena proses konversibahan baku menjadi biodiesel dilakukan secarasimultan dengan proses ekstraksi minyak.Esterifikasi dan transesterifikasi
in situ
 yang berlangsung juga dipengaruhi oleh beberapafaktor seperti bahan baku, jenis pelarut, rasiopelarut, jenis dan konsentrasi katalis, waktu reaksi,suhu reaksi, kecepatan pengadukan dan modelimpeler. Model desain impeler yang digunakanmempunyai peranan penting selama prosesekstraksi dan konversi berlangsung. Untuk mendapatkan pengadukan dan pencampuran efektif dan efisien, model impeler harus disesuaikanterhadap sifat fisik bahan yang diaduk dan jugadimensi impeler disesuaikan terhadap reaktor yangdigunakan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan model impeler turbin (
 five-blade
 turbin dan
 pitched-blade
turbin) dan variasi rasiometanol/heksan/bahan (6:0:1; 5:1:1, 4:2:1) terbaik untuk menghasilkan rendemen dan mutu biodieselyang diproduksi secara
in situ
pada reaktor 10 liter.
METODE PENELITIANAlat dan Bahan
Peralatan yang dibutuhkan pada prosespembuatan biodiesel adalah reaktor 10 liter,impeller
 five-blade
turbin dan
 pitched-blade
turbin,pemanas, kondensor, termometer, pompa vakum,labu pemisah, kertas saring, oven, buret, cawanporselen, S
oxhlet apparatus
, peralatan gelas,
rotaryevaporator 
, dan labu Erlenmeyer, viskometerOstwald, piknometer, dll.Bahan baku utama yang digunakan dalampenelitian ini adalah
spent bleaching earth
(bentonitbekas)diperoleh dari PT. Asian Agri Jakarta.Bahanlainnya antara lain metanol, KOH, heksan, aquades,HCl, etanol dan indikator phenophtalein, indikatorbromophenol blue, larutan kanji, KI, larutan asamperiodat, kloroform, dll.. 
Pelaksanaan Penelitian1.
 
Karakterisasi
Spent Bleahing Earth
(SBE)
Tahap untuk mengetahui karakteristik SBEsebelum dilakukan proses produksi biodieselsekaligus untuk menentukan tahapan produksi
 
 Ani Suryani, Suprihatin, dan M Rifky Rachmad Lubis
 
 J. Tek. Ind. Pert. Vol. 22 (1), 1-10
 
3
 
metode
in situ
yang dilakukan. Analisis yangdilakukan meliputi kadar air, kadar asam lemak bebas dan kadar lemak. 
2.
 
Tahap Persiapan Impeller
Pada penelitian ini digunakan model impeleryang berbeda
.
Jenis impeler yang digunakan adalah jenis impeler turbin dengan model
 five-blade
dan
 pitched-blade
. Letak perbedaan antara kedua jenisimpeller tersebut yakni pada bentuk, dimensi, dankemiringan dari pisau (
blade
) impeler. Impelermodel
 five-blade
turbin adalah impeler yang sudahsiap pakai tersedia di laboratorium teknologi kimia,sedangkan pada model
 pitched-blade
turbin adalahimpeler yang sengaja dirancang sesuai dengan sifatfisik dari bahan yang akan diaduk seperti viskositasataupun tingkat kepadatan bahan. Setelah itudilakukan perhitungan dimensi tabung reaktor yangakan disinkronisasi dengan data dimensi impeleryang akan dibuat.
3.
 
Tahap Proses Produksi Biodiesel 
Proses produksi biodiesel dilakukan dengandua tahap yaitu esterifikasi-transesterifikasi
in situ
.Esterifkasi
in situ
dilakukan dengan mereaksikan1000 gram SBE dengan metanol, heksan, danH
2
SO
4
metanolik. Proses ini berlangsung di dalamreaktor berkapasitas 10 liter. Perbandingan jumlahmetanol/heksan/bahan yang digunakan adalah6/0/1; 5/1/1; dan 4/2/1 (v/v/b). Jumlah katalisH
2
SO
4
yang ditambahkan sebanyak 1,5% (v/b).Campuran ini akan diaduk menggunakan modelimpeler
 five-blade
turbin dan
 pitched-blade
turbinsecara bergantian yang dilakukan dengan kecepatanpengadukan sebesar 650 rpm pada suhu 65
0
C.Selama esterifikasi
in situ
berlangsung 3 jamdilakukan pengambilan sampel pada dua titik waktu(90 menit dan180 menit esterifikasi).Setelah esterifikasi
in situ
selesai,dilanjutkan transesterifikasi
in situ
1 jam dengankondisi suhu dan kecepatan sama seperti kondisiproses esterifikasi
in situ
sebelumnya. Pada prosesini ditambahkan katalis basa NaOH sebanyak 1,5%(b/b) terhadap bobot bahan. Setelah proses selesaireaksi dihentikan dengan menghentikan prosespemanasan dan pengadukan. selanjutnya dilakukanpenyaringan untuk memisahkan ampas dari filtrat.ampas SBE akan diekstrak kembali menggunakans
oxhlet apparatus
untuk menghitung kadar lemak ampas dan komponen
non
-trigliserida yang tidak terekstrak.
4.
 
Tahap Karakterisasi Biodiesel
Biodiesel kemudian dianalisis untuk mengetahui karakteristik biodiesel tersebut.Analisis yang dilakukan adalah densitas, viskositas,bilangan asam, bilangan penyabunan, kadar gliseroltotal, kadar ester alkil, dan kadar air dan sedimen.
HASIL DAN PEMBAHASAN1.
 
Karakteristik
Spent Bleaching Earth
(SBE)
Karakteristik SBE yang akan di analisis,meliputi kadar air, kadar asam lemak bebas dankadar lemak. Hasil analisis karakteristik SBE dapatdilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Karakteristik SBEKarakteristik Mutu Nilai (%)Kadar air (% bb) 1,53Kadar sam lemak bebas(% bk) 2,2Kadar lemak (% bk) 17,86Kadar air sangat berpengaruh terhadaptahapan proses produksi biodiesel. Kadar air yangterkandung pada SBE dapat menyebabkanpeningkatan kadar asam lemak bebas pada residuminyak dalam SBE karena kondisi ini akan terjadireaksi hidrolisis yaitu reaksi dimana terjadinyapenguraian lemak atau trigliserida oleh molekul airmenjadi asam-asam lemak bebas dan gliserol. 
2.
 
Tahap Persiapan Impeller
Salah satu model impeler turbin yangdigunakan dalam penelitian ini adalah model f 
ive-blade
turbin.pada impeler
 five-blade
dilakukanperhitungan untuk menentukan apakah model inisesuai dengan standar atau tidak. Perhitungandilakukan terhadap dimensi impeler
 five blade
 turbin yakni dengan melakukan penyesuaianterhadap dimensi reaktor yang digunakan. Gambar12 merupakan dimensi dari reaktor yang digunakanselama proses produksi. Gambar 2 merupakandimensi dari reaktor yang digunakan selama prosesproduksi.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->