Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jurnal Lailatul Mutmainah 010810616B

Jurnal Lailatul Mutmainah 010810616B

Ratings: (0)|Views: 200 |Likes:
Published by Laila Asma'
skripsi
skripsi

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Laila Asma' on Oct 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/30/2013

pdf

text

original

 
INOVASI
OUTBOUND
DALAM MENINGKATKAN PERKEMBANGANMOTORIK KASAR ANAK USIA PRASEKOLAHDI TK DWI WARNA JAYA KOTA SURABAYA
(The Inovation Of Outbound To Increase Gross Motor Development On Preschool Children)
Lailatul Mutmainah
Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas AirlanggaKampus C Mulyorejo Surabaya 60115 Telp. (031)5913752, 5913754, Fax.(031)5913257Email: qolbunsalim28@yahoo.com
 ABSTRACT  Introduction:
 Preschool children need some stimulation for environment for gross motor development. Stimulation in the children period can influence gross motor abilitiesdevelopment in movement skill. Lack of fundamental movement skills has been shown todecrease physical activity. Outbound games is experiental learning which is given tochildren to practice gross motor skill. The objective of this research is explaining the effect of outbound to the gross motor development for preschool age (5-6 year).
 Methods:
 Designused in this study was Pra Experimental with one group pre-post test design. Sample wasobtained through purposive sampling. It was conducted at Dwi Warna Jaya Kindergarten,Surabaya which there were 22 children aged 5-6 years old. The independent variable inithis research was outbound games and the dependent variavle was gross motor development. The data were collected trought observation. They were analyzed byWilcoxon Signed Rank Test, with significance α ≤ 0,05.
 Result and Analysis:
 Result of thisresearch revealed that 54,5% respondents which have increase gross moto skill. Results of Wilcoxon indicated significant level to increase movement skills ( p = 0.001) , it means that the impact outbound games to gross motor development.
 Discussion:
 It can be concluded that outbound games has effect gross motor development on preschool ages. Giving regularly outbound for children can increase gross motor skill. This games can be applied by nurse, parent, and teacher to give stimulation for gross motor development in preschool children. Its can also used to give stimulation for further research which related with preschool children development. Keywords : gross motor development, preschool, outboun
PENDAHULUAN
Sebagaimana yang tertuangdalam hasil konferensi Genewa tahun1979 bahwa aspek-aspek yang perludikembangkan pada anak prasekolahatau usia dini yaitu, motorik, bahasa,kognitif, emosi, sosial, moralitas, dankepribadian (Dani, 2011). Anak padausia prasekolah mempunyai potensiyang sangat besar untumengoptimalkan segala aspe perkembangannya termasuk motorik kasar (Sari, 2011). Potensi motorik kasar dikembangkan dengan melatih fungsiotot besar secara optimal melaluigerakan-gerakan fisik. Anamembutuhkan stimulasi rangsanganyang datang dari lingkungan luar individu untuk perkembangan motorikasar anak. Stimulasi merupakan halyang sangat penting dalam pertumbuhandan perkembangan anak karena denganmemberi stimulasi secara bertahap,terus-menerus sesuai dengan tingkat usiaanak diyakini dapat mengoptimalkan perkembangan anak (Soetjiningsih,1998). Stimulasi yang kurangmenyebabkan perkembangan motorik anak tidak berkembang optimal. Anamembutuhkan stimulus yang cukupdengan metode yang tepat agar mampumengembangkan aspek motorik kasar secara optimal.Hildayani (2005) bahwa lebihkurang dari 80% dari sejumlah anak mengalami gangguan perkembangan, juga mengalami kesulitan pada
1
 
 pengaturan keseimbangan tubuh. Dalam pengambilan data awal, penelitian inimenggunakan sampel siswa kelompok Asemester I di TK Dwi Warna Jayasebanyak 46 orang. Salah satu upayayang telah dilakukan untumeningkatkan aspek motorik kasar diTK Dwi Warna Jaya meliputi senam,tari, dan latihan fisik yang dilakukan duakali dalam satu minggu. Berdasarkandokumentasi hasil belajar selamasemester I, ditemukan beberapa anak yang belum mampu melakukan gerakankaki dan keseimbangan denganmaksimal. Sebanyak 12 anak (26%) belum mampu melakukan gerakanmelompat dengan kaki bergantian danlari dengan rintangan, 32 anak ( 69,5 %) belum mampu melempar danmenangkap bola dengan baik, 21 anak (46%) menjaga keseimbangan dengan baik, sedangkan pada gerakan memanjatdan menggantung sebanyak 12 anak (26%) belum mampu melakukan.Berdasarkan data diatas diketahui bahwa perkembangan motorik kasar anak di TK Dwi Warna belum optimal.Menurut Wong (2003), tumbuhkembang anak terdiri dari beberapatahapan dan tiap-tiap tahapanmempunyai ciri tersendiri. Salah satuaspek penting pada proses tumbuhkembang anak prasekolah ialah perkembangan motorik kasar karenamerupakan awal dari kecerdasan danemosi sosialnya (Hidayati, 2008). Aspek motorik kasar pada usia prasekolahterkait dengan kata motor, sensory-motor atau perceptual-motor. Ranahmotorik kasar erat kaitannya dengankerja otot yang menjadi penggerak tubuhdan bagian-bagiannya, mulai dari gerak yang paling sederhana. Perkembanganmotorik beriringan dengan proses pertumbuhan secara genetis ataukematangan fisik anak (Gesell, 1934dalam Santrock, 2007). Menurut Adolphdan Berger (2005) pandangan kuno bahwa pertumbuhan dan perkembanganmotorik yang hanya mencerminkan hasilkematangan yang berhubungan denganusia, bagaimanapun, tidak lengkap.Sebalikanya perkembangan motoriseperti berjalan pada balita dipengaruhioleh stimulus dari lingkungan dunianyata yang penuh dengan objek dan permukaan. Adolph (1997)menyimpulkan bahwa pengalaman bergerak lebih utama ketimbang usiasebagai prediktor respon adaptif.Seperti halnya pada bayi yang belajar  bergerak, bayi akan mempelajari jenistempat dan permukaan apa yang sesuaiuntuk gerakan (Adolph, 2005 ;Adolph&Berger, 2006). Pengalaman bergerak ini akan membentuk kekuatanotot pada anak. Kekuatan otot dapatmenunjang anak dalam berjalan,merangkak, berenang, berbagai variasiaktivitas motorik lain, serta dalam hal penyesuaian dengan lingkungan sekolah.Menurut (
 American
 
Collage of Spor Medecine
) latihan fisik dengan durasiwaktu lebih dari 20 menit, 3-5 kali per minggu dengan intensitas sedang dapatmeningkatkan kebugaran (
 AmericanCollage of Sport Medecine
). Pada tahun2000 The National Association for Sportand Physical Education (NASPE)merekomendasikan aktivitas fisik yangdilakukan anak usia prasekolah 60 menit per hari Apabila anak jarangmendapatkan pengalaman gerak ataulatihan fisik, otot akan menjadi lemah.Masa prasekolah jugamerupakan masa bermain bagi anak.Siagawati (2007) menyatakan bahwa permainan merupakan esensi darigambaran kehidupan nyata. Strukturnyamerefleksikan proses kehidupan nyatayang mana perancangnya berharap bisamengajarkan atau mendapatkan data. Iamenambahkan, dalam bermain anak-anak cenderung mengembangkanefektivitas dan kontrol peran merekakarena aksi yang mereka lakukan darisebuah permainan menghasilkankesimpulan. Permainan atau bermainadalah kata kunci pada pendidikan anak usia dini. Permainan berfungsi sebagaimedia sekaligus substansi pendidikan itusendiri. Sebagai salah satu upaya yangdapat dilakukan perawat sebagaiedukator dan konselor adalahmemberikan terapi bermain yang efektif dalam meningkatkan perkembangan
2
 
motorik kasar anak pada usia prasekolah. Terapi bermain merupakansalah satu stimulus yang baik untumendukung perkembangan motorianak, karena permasalahan gangguan perkembangan motorik anak salahsatunya disebabkan oleh kurangnyastimulus. Salah satu stimulus yangefektif untuk mengembangkan motorik kasar adalah
outbound 
(Danuminartodan Santoso, 2007).
Outbound 
 padadasarnya dilaksanakan melalui pembelajaran pengalaman (
experiential learning 
) yang disajikan dalam bentuk  permainan.
 Experiential learning 
merupakan dukungan yang konkretterhadap hubungan teori dan praktik didalam dunia nyata, yang aman pesertayang mengikuti kegiatan ini akanmendapatkan hasil yang terbaik (Danuminarto & Santoso, 2007). Dariuraian di atas, penulis tertarimelakukan penelitian untuk mengetahuisejauh mana pengaruh
outbound 
terhadap peningkatan perkembanganmotorik kasar anak usia prasekolah diTK Dwi Warna Mulyorejo.
BAHAN DAN METODE
Desain penelitian yangdigunakan adalah Pra-Experimentdengan rancangan penelitian pre-posttest. Sampel pada penelitian ini adalahsiswa kelas A TK Dwi Warna JayaSurabaya. Sampel diambil sesuai dengankriteria inklusi yang telah ditentukan,dengan jumlah sampel sebanyak 22anak. Penelitian ini menggunakan
 purposive sampling 
. Penelitian dilakukan28 Mei 9 Juni 2012. Intervensi
outbound 
dilakukan dalam 2 siklus.Masing – masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Intervensi dilakukan satu pekan 2 kali selama 2 pekan dengandurasi setiap kali intervensi 30 menit.Variabel independen dalam penelitianini adalah inovasi
outbound,
sedangkanvariabel dependen dalam penelitian iniadalah motorik kasar anak prasekolah.Instrumen yang digunakan untumengukur pengetahuan tentangkebersihan perorangan adalah DDST(Denver II) dengan hasil intepretasinormal,
 suspect,
dan
untestable.
Seoranganak dikatakan normal apabila mampumelakukan tugas perkembangan motorik kasar dengan baik, sedangkan apabilaseorang anak belum mampu melakukangerakan sesuai tugas perkembangannyamaka anak dimasukkan kedalamkategori
 suspect. Untestable
merupakaninterpretasi untuk anak yang menolak ketika dilakukan test. Data yang telahdikumpulkan kemudian diolah dandianalisa dengan menggunakan ujistatistik 
Wilcoxon Sign Rank Test 
(ujikomparasi 2 sampel berpasangan)dengan derajat kemaknaan p≤0,05.
HASIL
Pada bagian ini akan disajikanhasil penelitian yang menunjukkan pengaruh Inovasi
outbound 
terhadapmotorik kasar anak usia prasekolah diTK Dwi Warna Jaya Kota Surabaya.
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->