Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Latar Belakang

Latar Belakang

Ratings: (0)|Views: 287|Likes:
Published by Zaenuri

More info:

Published by: Zaenuri on Oct 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/19/2012

pdf

text

original

 
 
Latar Belakang
Di Indonesia, ammonia sudah dikenal luas sebagai bahan baku yang merupakankomoditas yang penting dalam perindustrian. Namun, di lain pihak ammonia juga merupakansalah satu polutan yang berbahaya. Pada berbagai limbah pabrik, terutama pada pabrik pupuk, industri gasifikasi batu bara, dan limbah pertanian, ammonia banyak ditemukan dalam jumlah yang cukup besar. Ammonia dalam air pada konsentrasi tertentu dapatmembahayakan kehidupan akuatik, mendorong terjadinya eutrofikasi, menimbulkan korosipada logam tertentu, bahkan dapat menyebabkan keracunan yang berakibat kerusakan paru-paru dan kematian.Hingga saat ini, berbagai cara dilakukan untuk mengolah limbah yang mengandungammonia. Beberapa cara yang telah dilakukan untuk mengolah limbah ammonia antara laindengan pengolahan secara biologis (memanfaatkan mikroba),
air stripping, breakpoint chlorination
dan pertukaran ion. Akan tetapi, cara-cara tersebut memiliki keterbatasan, diantaranya tidak dapat mengurangi jumlah ammonia sampai level yang jauh lebih rendah danmembutuhkan biaya yang besar
(Li dan Liu, 2008).
Salah satu metode pengolahan limbah ammonia yang dapat menurunkan konsentrasiammonia dalam limbah hingga jumlah yang jauh lebih rendah adalah elektrolisa. Daripenelitian terdahulu, elektrolisa ammonia dengan elektroda Pt dalam kondisi alkali akanmenghasilkan nitrogen dan hidrogen, dimana hidrogen dapat dimanfaatkan sebagai sumberenergi. Artinya, selain dapat mengurangi konsentrasi ammonia, elektrolisa juga menghasilkanhidrogen sebagai salah satu bahan bakar fuel cells
(Bonnin, 2006).
 
 
Amonia
, NH
3
, adalah gas beracun dan tak bewarna dengan bau mengiritasi yang khas.Walaupun gas ini digunakan dalam banyak kasus sebagai larutan amonia dalam air, yaknidengan dilarutkan dalam air, amonia cair juga digunakan sebagai pelarut non-air untuk reaksikhusus. Sejak dikembangkannya proses Harber-Bosch untuk sintesis amonia di tahun 1913,amonia telah menjadi senyawa yang paling penting dalam industri kimia dan digunakansebagai bahan baku banyak senyawa yang mengandung nitrogen. Amonia juga digunakansebagai refrigeran (di lemari pendingin), selain itu dalam pembuatan polimer dan bahanletupan.Gas yang tidak bewarna ini bau yang menyengat dapat dengan mudah dicairkan. Bahkanbentuk cair senyawa ini digunakan sebagai pupuk nitrogen. Amonia juga digunakan untuk memproduksi urea (NH
2
CONH
2
), yang juga digunakan sebagai pupuk dalam industri plastik,dan dalam industri peternakan sebagai suplemen makanan ternak. Amonia sering merupakansenyawa pertama untuk banyak senyawa nitrogen.Dasar teori pembuatan amonia dari nitrogen dan hydrogen ditemukan oleh Fritz Haber(1908), seorang ahli kimia dari Jerman. Sedangkan proses industri pembuatan amonia untuk produksi secara besar-besaran ditemukan oleh Carl Bosch, seorang insinyur kimia juga dariJerman. Persamaan termokimia reaksi sintesis amonia adalah :N
2
(g) + 3H
2
(g)
2NH
3
(g)
∆H
= -92,22 Kj Pada 25
o
C : Kp = 6,2×105Fritz Haber, ya, dialah ilmuwan terkenal di balik pesatnya industri amonia. Fritz Haberadalah orang pertama yang berhasil memfiksasi amonia di laboratorium. Bersama rekannyaCarl Bosch, seorang ahli teknik kimia, mereka mendesain industri amonia yang dapatmemproduksi amonia dalam jumlah besar. Atas kontribusi yang besar dalam bidang sintesisamonia, Fritz Haber dianugrahi hadiah Nobel kimia pada tahun 1918.Pada awal pengembangan industri amonia, Fritz Haber bekerja sama dengan Carl Boschmendesain suatu pabrik amonia untuk memproduksi amonia dalam skala besar. Carl Bosch
 
menyarankan Fritz Haber agar tidak menggunakan temperatur reaksi yang terlalu rendah. Jikatemperatur reaksi terlalu rendah maka reaksi akan berjalan dengan lambat dan tentunya halini tidak efisien dalam industri kimia. Bosch juga mengusulkan untuk menggunakan tekananyang tidak terlalu tinggi. Tekanan yang terlalu tinggi dapat meningkatkan resiko kecelakaanakibat ledakan dan meningkatkan biaya konstruksi pabrik. Karena itu Bosch berusahamerancang pabrik yang dapat memproduksi amonia dengan tekanan 10 sampai 100 Mpa dansuhu 100-500
o
C. Setelah lima tahun bekerja sama, mereka berhasil membuat desain industriamonia yang diserahkan kepada perusahaan BASF. Sayangnya pembuatan industri amoniaitu bertepatan dengan dimulainya Perang Dunia I. Di bawah tekanan dan blokade pihak sekutu, suplai Natrium Nitrat dari Chili terhenti. Akhirnya industri amonia Jerman lebihdiarahkan untuk memproduksi bahan peledak daripada pupuk buatan. Tanpa industri amoniaHaber-bosch, pasukan Jerman dan Austro-Hungaria pastilah sudah menyerah di awal 1918karena kehabisan bahan peledak.
Pembuatan Amoniak
 
Amoniak (NH3) merupakan senyawa nitrogen yang banyak digunakan sebagai bahandasar pembuatan pupuk (Urea dan ZA), serat sintetik (nilon dan sejenisnya), dan bahanpeledak TNT (trinitro toluena). Pembuatan ammoniak yang dikemukakan oleh
Fritz Haber 
(1905), prosesnya disebut
Proses Haber-Bocsh.
Reaksi yang terjadi adalahkesetimbangan antara gas N2, H2, dan NH3 ditulis sebagai berikut.N
2
(g) + 3H
2
(g)
2NH
3
(g)
∆H
= -92,22 KjUntuk proses ini, gas N2 diperoleh dari hasil penyulingan udara, sedangkan gas H2diperoleh dari hasil reaksi antara gas alam dengan air. Pada suhu kamar, reaksi iniberlangsung sangat lambat maka untuk memperoleh hasil yang maksimal, reaksi dilakukanpada suhu tinggi, tekanan tinggi, dan diberi katalis besi. Reaksi pembentukan amoniak merupakan reaksi eksoterm. Menurut
 Le Chatalier 
kesetimbangan akan bergeser ke arahNH3 jika suhu rendah. Masalahnya adalah katalis besi hanya berfungsi efektif pada suhutinggi, akibatnya pembentukan ammoniak berlangsung lama pada suhu rendah.Berdasarkan pertimbangan ini prosesnya dilakukan pada suhu tinggi ± 450°C (suhuoptimum) agar reaksi berlangsung cepat sekalipun dengan risiko kesetimbangan akanbergeser ke arah N2 dan H2. Untuk mengimbangi pergeseran ke arah N2 dan H2 oleh suhutinggi, maka digunakan tekanan tinggi antara 200-400 atm. Untuk membuat molekul-molekul

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->