Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
8Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ketahanan Pangan Nasional Dan Pertanian Berkelanjutan

Ketahanan Pangan Nasional Dan Pertanian Berkelanjutan

Ratings: (0)|Views: 1,073|Likes:

More info:

Published by: Vivandra Prima Budiman on Oct 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/03/2014

pdf

text

original

 
i
DAFTAR PUSTAKA
 
DAFTAR TABEL
 
Tabel 1. Ketersediaan Lahan untuk Pengembangan Pertanian IndonesiaSetiap Provinsi ................................................................................... 3Tabel 2. Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha................................... 7Tabel 3. Luas Panen dan Produksi untuk Komoditas Padi, Jagung danKedelai Tahun 2007-2011................................................................... 8Tabel 4. Penyerapan Tenaga Kerja Tahun 2009-2011...................................... 9
DAFTAR GAMBAR
 
Gambar 1. Pola hubungan lintas sektoral dalam pembangunan pertanian........ 18Gambar 2. Kuadran Keberhasilan Pembangunan............................................. 23Gambar 3. Contoh Model Arus Input dan Output Pertanian LEISA................ 26Gambar 4. Diagram alir pembanguan pertanian berkelanjutan yang berke-arifan komoditas lokal.................................................................... 28
 
 
1 
I.
 
PENDAHULUAN
 
Indonesia sebagai negara agraris dengan luas lahan pertanian mencapai30,61 juta Ha (Litbang Kementan 2011), menempatkan pertanian sebagai salahsatu sektor primer yang mendukung pembangunan nasional. Variabel pentingterhadap pembangunan nasional tidak hanya ditunjukkan atau dibuktikan dariaspek ekonomi, namun bersentuhan secara langsung dalam aspek pembangunannasional lainnya yakni politik, sosial, dan budaya yang semuanya diarahkan padaupaya mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Dalam rangka menjagaketersediaan pangan
 – 
hasil pertanian
 – 
dalam jangka panjang, dibutuhkan produksipertanian yang berkelanjutan (
sustainable agriculture
). Pertanian berkelanjutanmerupakan pengelolaan sumber daya alam serta perubahan teknologi dankelembagaan sedemikian rupa untuk menjamin pemenuhan dan pemuasankebutuhan manusia secara berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang(FAO 1989).
Istilah “pertanian” yang disandingkan dengan istilah “keberlanjutan”
mencakup beberapa aspek penting. Ada tiga aspek pokok pertanian berkelanjutan,yaitu: kesadaran lingkungan, bernilai ekonomis, dan berjiwa sosial. SelanjutnyaLibunao (1995) dalam Salikin (2007), menyatakan bahwa paling tidak terdapatdelapan ciri spesifik agar suatu pertanian dikatakan berkelanjutan, meliputi: 1)bernuansa ekologi; 2) berjiwa sosial; 3) bernilai ekonomis; 4) berbasis ilmuholistik; 5) berketepatan teknik; 6) berketepatan budaya; 7) dinamis; dan 8) pedulikeseimbangan gender.Semangat untuk menjaga pertanian dalam koridor keberlanjutan semakinmasif ketika terjadi degradasi tanah khususnya lahan pertanian dan air baik darisegi kualitas maupun kuantitas. Hal ini menurut Gliessman (2007), terjadi karenaselama ini pertanian konvensional hanya ditempatkan dalam konteks peningkatanproduksi (orientasi ekonomi) tanpa memperhatikan aspek lingkungan (ekologi).Fokus keberhasilan pertanian hanya menggunakan indikator produktivitas untuk mencapai keuntungan sebesar-besarnya dalam tempo yang cepat bagaimanapuncaranya, seperti penggunaan pupuk kimia, pestisida, sistem irigasi dan mesin-mesin pertanian modern.
 
 
2 
II.
 
WAJAH PERTANIAN KITA SAAT INI
 
 A.
 
Ketersedian Sumberdaya Pertanian
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, pertanian berkelanjutansecara sistemik menyangkut tiga aspek pokok yaitu ekologi, ekonomi dansosial budaya. Ketiga aspek tersebut merupakan mata rantai yangseharusnya tidak terpisahkan dalam membentuk dan menjaga kesinam-bungan pertanian nasional.Uraian mengenai aspek ekologi pertanian lebih difokuskan padakondisi lahan pertanian. Metrotvnews.com mengutip komentar ProfesorIswandi Anas, bahwa hampir 75 % lahan pertanian di Indonesia sudah kritiskarena penurunan kualitas kesuburan tanah. Penurunan kualitas tanah ituakibat pemakaian pupuk kimia dengan dosis tinggi dalam kurun waktu yangpanjang dan terus-menerus. Penggunaan bahan kimia untuk menghindarigagal panen dan serangan hama dan penyakit, padahal bahan kimia tersebutakan menyebabkan residu pada tanah dan hasil produksi pertanian.Dari total luas lahan Indonesia, tidak terrnasuk Maluku dan Papua,sekitar 64.783.523 ha lahan digunakan untuk pekarangan, tegalan / kebun / ladang / huma, padang rumput, lahan sementara tidak diusahakan, lahanuntuk kayu-kayuan, perkebunan dan sawah (BPS 2001). Data lahanpertanian dari BPS sejak tahun 1986
 – 
2000, memperlihatkan bahwaperluasan lahan pertanian berkembang sangat lambat. Terutama lahan sawahsebagai penghasil utama pangan; hanya berkembang dari 7,77 juta ha padatahun 1986 menjadi 8,52 juta ha pada tahun 1996 bahkan cenderungmenyusut menjadi 7,79 juta ha pada tahun 2000.Berdasarkan hasil evaluasi lahan pada skala eksplorasi untuk seluruhwilayah Indonesia, diperoleh data bahwa lahan-lahan yang sesuai untuk pertanian seluas 100,7 juta ha, terdiri dari lahan sesuai untuk tanamanpangan seluas 24,6 juta ha lahan basah dan 25,3 juta ha lahan kering, sertaseluas 50,9 juta ha sesuai untuk tanaman tahunan (Puslitbangtanak, 2002).Sementara data potensi lahan pertanian Indonesia sebagaimana yangdirilis oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, KementerianPertanian (2011) menyebutkan luas areal pertanian Indonesia adalah seluas

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
melanieputri liked this
Citok De'Galau liked this
dodolmantab liked this
Nurwanti Imazt liked this
Frengki Hutasoit liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->