Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Virus

Virus

Ratings: (0)|Views: 21 |Likes:
Published by Chamie Cumi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Chamie Cumi on Oct 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2012

pdf

text

original

 
VirusDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasVirus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virusbersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi didalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virustidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandungsejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungisemacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasiketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuatbahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota(organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofageatau fage digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri danorganisme lain yang tidak berinti sel).Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankanfungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada dalam sel inang. Karena karakteristik khasnyaini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virusinfluenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaiktembakau/TMV).
Etimologi
Kata virus berasal dari bahasa latin virion yang berarti racun, yang pertama kali digunakan diBahasa Inggris tahun 1392.[1] Definisi "agen yang menyebabkan infeksi penyakit" pertama kalidigunakan tahun 1728,[1] sebelum ditemukannya virus sendiri oleh Dmitry Iwanovsky tahun1892.
Sejarah penemuan
Virus telah menginfeksi sejak jaman sebelum masehi, hal tersebut terbukti dengan adanyabeberapa penemuan-penemuan yaitu laporan mengenai infeksi virus dalam hieroglyph diMemphis, ibu kota Mesir kuno (1400SM) yang menunjukkan adana penyakit poliomyelitis,selain itu, Raja Firaun Ramses V meninggal pada tahun 1196 SM dan dipercaya meninggalkarena terserang virus Smallpox.Pada jaman sebelum masehi, virus endemik yang cukup terkenal adalah virus Smallpox yangmenyerang masyarakat cina pada tahun 1000. Akan tetapi pada pada tahun 1798 , EdwardJenner menemukan bahwa beberapa pemerah susu memiliki kekebalan terhadap virus pox. Haltersebut diduga karena Virus Pox yang terdapat pada sapi, melindungi manusia dari Pox.Penemuan tersebut yang dipahami kemudian merupakan pelopor penggunaan vaksin.Pada tahun 1880, Louis Pasteur dan Robert Koch mengemukakan suatu "germ theory" yaitubahwa mikroorganisme merupakan penyebab penyakit. Pada saat itu juga terkenal PostulatKoch yang sangat terkenal hingga saat ini yaitu :
 
1.
 
Agen penyakit harus ada di dalam setiap kasus penyakit2.
 
Agen harus bisa diisolasi dari inang dan bisa ditumbuhkan secara in vitro3.
 
Ketika kultur agen muri diinokulasikan ke dalam sel inang sehat yang rentan maka ia bisamenimbulkan penyakit4.
 
Agen yang sama bisa di ambil dan diisolasi kembali dari inang yang terinfeksi tersebutPenelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yangmenghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memilikibercak-bercak. Pada tahun 1883, Adolf Mayer, seorang ilmuwan Jerman, menemukan bahwapenyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprotdengan getah tanaman yang sakit. Karena tidak berhasil menemukan mikroba di getah tanamantersebut, Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebihkecil dari biasanya dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop.Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan bahwa getah daun tembakau yangsudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit mosaik.Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa bakteri penyebab penyakittersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati saringan, atau bakteri tersebutmengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan.[2] Kemungkinan kedua ini dibuang padatahun 1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi di dalamgetah yang sudah disaring tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkanpenyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antartanaman.[2] Patogen mosaiktembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri, melainkan merupakan contagium vivum fluidum,yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit.[2]Setelah itu, pada tahun 1898, Loeffler dan Frosch melaporkan bahwa penyebab penyakit mulutdan kaki sapi dapat melewati filter yang tidak dapat dilewati bakteri. Namun demikian, merekamenyimpulkan bahwa patogennya adalah bakteri yang sangat kecil.[2]Pendapat Beijerinck baru terbukti pada tahun 1935, setelah Wendell Meredith Stanley dariAmerika Serikat berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik yang kini dikenalsebagai virus mosaik tembakau.[3] Virus ini juga merupakan virus yang pertama kalidivisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh ilmuwan Jerman G.A.Kausche, E. Pfankuch, dan H. Ruska.[4]Pada tahun 1911, Peyton Rous menemukan jika ayam yang sehat diinduksi dengan sel tumordari ayam yang sakit, maka pada ayam yang sehat tersebut juga akan terkena kanker.[5] Selainitu, Rous juga mencoba melisis sel tumor dari ayam yang sakit lalu menyaring sari-sarinyadengan pori-pori yang tidak dapat dilalui oleh bakteri, lalu sari-sari tersebut di suntikkan dalamsel ayam yang sehat dan ternyata hal tersebut juga dapat menyebabkan kanker.[5] Rousmenyimpulkan kanker disebabkan karena sel virus pada sel tumor ayam yang sakit yangmenginfeksi sel ayam yang sehat.[5] Penemuan tersebut merupakan penemuan pertama virusonkogenik, yaitu virus yang dapat menyebabkan tumor. Virus yang ditemukan oleh Rousdinamakan Rous Sarcoma Virus(RSV).[5]Pada tahun 1933, Shope papilloma virus atau cottontail rabbit papilloma virus (CRPV)yangditemukan oleh Dr Richard E Shope merupakan model kanker pertama pada manusia yag
 
disebabkan oleh virus.[6] Dr Shope melakukan percobaan dengan mengambil filtrat dari tumorpada hewan lalu disuntikkan pada kelinci domestik yang sehat, dan ternyata timbul tumor padakelinci tersebut.[6]Wendell Stanley merupakan orang pertama yang berhasil mengkristalkan virus pada tahun1935.[7] Virus yang dikristalkan merupakan Tobacco Mozaic Virus (TMV).[7] Stanleymengemukakan bahwa virus akan dapat tetap aktif meskipun setelah kristalisasi.[7]Martha Chase dan Alfred Hershey pada tahun 1952 berhasil menemukan bakteriofage.[8]Bakterofage merupakan virus yang memiliki inang bakteri sehingga hanya dapat bereplikasi didalam sel bakteri.[8]
Struktur dan anatomi virus
Virus adalah organisme subselular yang karena ukurannya sangat kecil, hanya dapat dilihatdengan menggunakan mikroskop elektron. Ukurannya lebih kecil daripada bakteri sehinggavirus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri. Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm(lebih kecil daripada ribosom), sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat denganmikroskop cahaya.[9]Genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA.[10] Genom virus dapat terdiri dari DNA untaiganda, DNA untai tunggal, RNA untai ganda, atau RNA untai tunggal.[10] Selain itu, asamnukleat genom virus dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler.[10] Jumlah gen virusbervariasi dari empat untuk yang terkecil sampai dengan beberapa ratus untuk yangterbesar.[10][9] Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA, dan padavirus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal.[10]Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu lapisan pelindung.[10] Protein yang menjadi lapisanpelindung tersebut disebut kapsid.[10] Bergantung pada tipe virusnya, kapsid bisa berbentukbulat (sferik), heliks, polihedral, atau bentuk yang lebih kompleks dan terdiri atas protein yangdisandikan oleh genom virus.[10] Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebutkapsomer.[9][10]Bakteriofag terdiri dari kepala polihedral berisi asam nukleat dan ekor untuk menginfeksi inang.Untuk virus berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid) terikatlangsung dengan genom virus.[11] Misalnya, pada virus campak, setiap protein nukleokapsidterhubung dengan enam basa RNA membentuk heliks sepanjang sekitar 1,3 mikrometer.[11]Komposisi kompleks protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid.[11] Pada virus campak,nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang, dan glikoproteinyang disandikan oleh virus melekat pada selubung lipid tersebut.[11] Bagian-bagian iniberfungsi dalam pengikatan pada dan pemasukan ke sel inang pada awal infeksi.[11]Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara keseluruhan dan tidak terlalu berikatandengan asam nukleat seperti virus heliks.[12] Struktur ini bisa bervariasi dari ukuran 20nanometer hingga 400 nanometer dan terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuksimetri ikosahedral.[12] Jumlah protein yang dibutuhkan untuk membentuk kapsid virus sferikditentukan dengan koefisien T, yaitu sekitar 60t protein.[12] Sebagai contoh, virus hepatitis B

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->