Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
153Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Akal Menurut Al-Quran & Neurosains

Akal Menurut Al-Quran & Neurosains

Ratings:

4.47

(19)
|Views: 17,711 |Likes:
Kata al-aql (akal) dalam al-Quran tidak akan kita temukan, melainkan tampil dalam bentuk kata kerja yang bertebaran dalam beberapa ayat dan surat, sedangkan secara konsep, akal mengandung pengertian semakna dengan 'qalbu, ar-ruuh, fuad, al-luub, al-fikr, dsb.'. Dari sisi neurosains, hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita bekerja secara integratif pada daerah-daerah (lobus) untuk berfikir, menyimpan data/memory, mengolah data, mengidentifikasi pada belahan otak kanan dan kiri serta pada area otak yang berbeda, dsb. Penemuan baru neurosains semakin terus menunjukkan adanya relasi dengan fungsi otak, akal, kalbu dan ruh, yang dibuktikan dengan hasil temuan Donah Zohar dan Ramachandran tentang 'God Spot'. Melanjutkan hasil-hasil penelitian sebelumnya tentang adanya wilayah otak yang menangkap 'sinyal-sinyal ghaib dan mistis' berkaitan dengan dimensi spiritualitas manusia.
Kata al-aql (akal) dalam al-Quran tidak akan kita temukan, melainkan tampil dalam bentuk kata kerja yang bertebaran dalam beberapa ayat dan surat, sedangkan secara konsep, akal mengandung pengertian semakna dengan 'qalbu, ar-ruuh, fuad, al-luub, al-fikr, dsb.'. Dari sisi neurosains, hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita bekerja secara integratif pada daerah-daerah (lobus) untuk berfikir, menyimpan data/memory, mengolah data, mengidentifikasi pada belahan otak kanan dan kiri serta pada area otak yang berbeda, dsb. Penemuan baru neurosains semakin terus menunjukkan adanya relasi dengan fungsi otak, akal, kalbu dan ruh, yang dibuktikan dengan hasil temuan Donah Zohar dan Ramachandran tentang 'God Spot'. Melanjutkan hasil-hasil penelitian sebelumnya tentang adanya wilayah otak yang menangkap 'sinyal-sinyal ghaib dan mistis' berkaitan dengan dimensi spiritualitas manusia.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Hasanudin Arinta Kusrin on Jan 22, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2014

 
 
Konsep Akal ;
Tinjauan Al Quran dan Neurosains
.
 
1
 
AKAL:
menurut
 
Tinjauan
Al Quran & Neurosains
1
 
Oleh : Hasanudin, Mahasiswa Program Magister Kajian Islam & Psikologi
-
Universitas Indonesia
 
Muqaddimah
:
 
Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan 
 
(QS. Adz Dzaariyaat [51]: 21).
 Syahdan tersebutlah sebuah kota di Phacis, Yunani Tengah, pada zaman purba, di lereng gunungParnassos, dikenal dengan nama : Delphi, pusat ibadat Apollo, tempat orakel Delphi yang terkenal.Pada orakel dipahatkan sebuah kalimah berhikmah, yang konon berasal dari ucapan SOKRATES
(470
-399 SM), seorang filsuf besar Yunani. Kalimah berhikmah itu berbunyi
Gnothi Seauthon! (Kenalilah Dirimu).
Sokrateslah filosof Yunani yang pertama mengundang perhatian manusia untuk
memperhatikan dirinya sendiri. Dengan perkataan lain, SOKRATES mengundang perhatian padasegala yang dimasalahkan oleh manusia itu dengan dimulai dari manusia sendiri sebagaimasalah
2
.Man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu : Barang s
iapa yang mengenal dirinya sendiri (Kenalilah
Dir
imu), berarti dia
mengenal Tuhannya
3
1
Neurosain
s, secara sederhana adalah ilmu yang khusus mempelajari Neoron (sel saraf). Sel-sel saraf ini menyusun sistemsaraf, baik susunan saraf pusat (orak dan saraf tulang belakang) maupun saraf tepi (31 pasang saraf spinal dan 12 pasangsaraf kepala). Sel saraf sendiri bukan unit terkecil lagi dari sel saraf, unit terkecil dari sel saraf (neuron) adalah sinapsisyaitu titik pertemuan 2 sel saraf yang memindahkan dan meneruskan informasi
neurotransmitter 
-. Pada tingkat biologimolekuler, unit terkecilnya adalah seperti gen-gen (kajian genetika). Umumnya para neurosaintis memfokuskan pada
 sel 
 saraf yang ada di otak.
Sebagai ilmu yang masih terus akan berkembang cakupan dan relasinya dengan disiplin ilmu lain,
-termasuk dengan ilmu psikologi- cakupannya cukup luas sebagaimana digambarkan dalam kamus wikipidia (internetsearching) di berikut ini : Neuroscience is a field that is devoted to the scientific study of the nervous system. Suchstudies span the
structure
,
function,
evolutionary history
, development
,
genetics
,
biochemistry
,
physiology,pharmacology, informatics
,
 computational neuroscience
and
pathology
 
of the
nervous system
. Traditionally it is seen as
a branch of 
biological sciences
. However, recently there has been a surge in the convergence of interest from many allied
disciplines, including
 cognitive
 
 and 
 neuro
-
 psychology
,
computer science
,
statistics
,
physics
, and
medicine
. The scope of neuroscience has now broadened to include any systematic scientific experimental and theoretical
investiga
tion of thecentral and peripheral nervous system of biological organisms.
The empirical methodologies employed by
neuroscientists
 
have been enormously expanded, from biochemical and genetic analysis of dynamics of individual
nervecells
and their molecular constituents to
imaging
 
representations of perceptual and motor tasks in the brain.
Many recent
theoretical advances in
neuroscience have been aided by the use of computational modeling.
 
2
Endang Saifuddin Anshari,
 Ilmu, Filsafat dan Agama
, Jakarta : PT. Bina Ilmu, 1983, h.
34.
 
3
Sebenarnya bukan hadits, Seyyed Hossein Nasr mengutipnya dalam
 Ensiklopedi Tematis Spiritualitas Islam
 
hal.385,
 
dengan
mengatakan bahwa penjelasan hadis ini dinisbahkan kepada Ibn Arabi, tetapi ssungguhnya ditulis oleh
Auhad Al
-
Din Balyani,
Whose Knoweth himself 
...... terj. T.H.Weir (London: Beshara, 1976).
 
 
 
Konsep Akal ;
Tinjauan Al Quran dan Neurosains
.
 
2
 
Fenomena Otak dan Akal
 
Sebelum sampai kepada pengertian konsep al aql secara utuh, dalam kehidupan atau
percakapan sehari
-
hari
terdapat
suatu fenomena tentang otak dan akal ibarat dua sisi dari
mata
uang
logam, sulit dipisahkan baik kata maupun makna - ada keterikatan dan keterkaitan kuat diantara
keduanya
-
sehingga perlu dijelaskan.
 Otak adalah organ tubuh manusia yang
posisinya
ditempatkan
Tuhan secara terhormat dibagian atas tubuh manusia dan terlindungi dengan kokoh
di bagian
dalam tengkorak (batok) kepala
.
Posisi otak i
ni
merupakan simbol yang menunjukkan bahwa manusia lebih mulia terhadap makhlukciptaan Tuhan lainnya,
misalnya
hewan yang lokasi dan posisi otaknya sejajar dengan bagian tubuhterhina dan tempat meyimpan dan mengeluarkan kotorannya (perut dan dubur atau tumbuhan yang
tidak mempunyai otak dan tidak diketahui dimana posisi otaknya jika ada
.Dengan meng-
otak
atik kata OTAK
, kata
OTAK
 juga
bisa merupakan kependekan kata
(singkatan) dari kalimat
:
Organ Tubuh terpenting yang Ada di Kepala manusia.
 
Muhammad Izuddin Taufiq (2006)
dalam bukunya Dalil Anfus Al Quran dan Embriologi (Ayat-ayat tentang Penciptaan Manusia) mengatakan :
Bagian tubuh yang paling ambigu yang masih menyelimuti tubuh manusia adalah OTAK karena ia merupakan tempat berfikir yang berkaitan 
dengan roh atau jiwa, sedangkan roh atau jiwa 
itu merupakan sesuatu yang ambigu.
 
Maka tidak heran, jika ada yang menyamakan makna antara otak dan akal, begitu juga yang
membedakannya.
Harun Nasution termasuk orang yang membedakan, dan menyatakan bahwaakal dalam pengertian Islam bukanlah otak,
melainkan daya berfikir yang terdapat dalam jiwa manusia; daya sebagaimana digambarkan Al Quran, memperoleh pengetahuan dengan 
memperhatikan alam sekitarnya 
.
Otak adalah organ tubuh yang bukan hanya manusia, binatangpun memilikinya. Ketika otakbekerja dan salah satu kerja otak itu adalah berpikir, maka otak yang bekerja atau berfungsi tersebut
disebut
AKAL.
Orang yang tidak berotak adalah orang yang tidak menggunakan otaknya berfungsiatau berpikir. Otak yang berfungsi
dan
disebut akal inilah yang membedakan manusia denganbinatang melata, dan manusia dengan manusia, -
al insanu hayawanun nathiqun, manusia adalah hewan yang berp 
ikir 
man as the animal that reasons 
 
-
sebagaimana
 juga terpapar
secara tersirat dan tersurat sejak 14 abad yang lampau di dalam QS. Al Anfaal [8]: 22, dimana
Allahberfirman :
4
Muhammad Izzududdin Taufik,
 Dalil Anfus Al Quran dan Embriologi, Solo :
Tiga Serangkai, 2006, h.209
 
5
Harun Nasution,
 Akal dan Wahyu Dalam Islam
, Jakarta : UI Press, 1986, h.13. Dikutip dalam Taufik Pasiak,Revolusi IQ/EQ/SQ Antara Neurosains dan Al Quran, Bandung : Penerbit PT.Mizan Pustaka, 2004, h.190.
 
 
 
Konsep Akal ;
Tinjauan Al Quran dan Neurosains
.
 
3
 
Sesungguhnya, seburuk- 
buruk makhluk melata di sisi Allah ialah mereka (manusia) yang tuli dan bisu,
yang tidak menggunakan akalnya (la yaqiluun).
[QS.Al
-
Anfaal/6 : 22]
 
Menurut Allah SWT kelebihan manusia dengan binatang, tumbuhan dan manusia lainnya
adalah terletak p
ada berfung
si atau tidaknya otak untuk berp
ikir
.Ibnu Sina (980-
1037)
, filosof muslim yang terkenal di timur dan di barat menyatakan bahwamanusia mempunyai tujuh kemampuan, yaitu :
1) makan, 2) tumbuh, 3) berkembang biak, 4)pengamatan hal-hal yang istimewa, 5) pergerakan di bawah kekuasaan, 6) ketahuan (mengetahui)dari hal-hal yang umum, 7) memiliki kehendak memilih yang bebas 
. Tumbuh-tumbuhan hanya
memili
ki kemampuan 1, 2 dan 3, sedangkan hewan memiliki kemampuan 1, 2, 3, 4, dan 5.Kemampuan 6 & 7 inilah yang sangat potensial membudi dayakan otak untuk berfikir yang tidak
dimiliki
oleh makhluk ciptaan Allah lainnya dan membedakannya, bahkan juga membedaka
n antar
sesama manusia ketika manusia tidak mau mempergunakan otaknya untuk berfikir seperti yangdijelaskan Allah SWT dalam firmanNya tersebut di atas. Bahkan Allah SWT menjelaskan bahwa
kedudukan
manusia yang tidak mau mempergunakan otaknya untuk berp
ikir
lebih rendah/hina dari
binatang ternak sebagaimana disebutkan dalam
QS.
Al Araaf
[7]: 179 ;
 
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka
mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat
-
ayat Allah) dan mereka mempunyai mata
(tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda
-
tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi)tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat
-
ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mere
ka lebih
sesat lagi. Mereka itulah orang
-
orang yang lalai
.
 
Ibnu Khaldun (
1332
-1406), cendekiawan muslim yang sangat ahli dalam ilmu sejarah
,
sosiologi dan politik
adalah
sosilog muslim
pertama
yang sang
at
terkenal dan fenomenal dengankaryanya Muqaddimah, mengatakan : bahwa Allah membedakan manusia dan lain-
la
in hewandengan kesanggupan berpikir, sumber dari segala kesempurnaan, dan puncak dari segala kemuliaan

Activity (153)

You've already reviewed this. Edit your review.
Tia Utami added this note
Assalamualaikum pak hasanudin... saya tertarik dengan pembahasannya untuk dijadikan sebagai referensi tugas akhir saya. jika berkenan bisakah dikirimkan ke email saya tia_utami18@yahoo.com . syukron pak :)
1 thousand reads
1 hundred thousand reads
1 hundred reads
yenying liked this
Was'an Mas liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->