• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
Hari Minggu, 10 Agustus 2008 pukul 16.30Sepulang dari ITC, aku menyempatkan diri untuk membeli makan malam, s eka ligusmakanan buat sahur. Niatnya sih mau puasa Senin-Kamis seperti biasa. Karena bosandengan lauk yang itu-itu saja (aku harus beli lauk yang bisa tahan sampe besok pagi,jadi biasanya ya paduan ayam goreng ma perkedel atau ayam goreng ma orektempe ), aku ingin mencoba ayam goreng kremes (baca: KFC-KFCan atawa KFC palsuyang dijual di pinggir jalan) deket kosku. Memang selama 10 bulan lebih tinggaldisana, aku tidak pernah beli di situ (kalo dulu sih gara-gara duitnya mepet). Makaaku membeli satu potong dada atas Rp 3800,- dan satu potong punggung Rp 2000,-.Rencananya bagian punggung kupakai buat lauk makan malam sedang bagian dadayang dipakai buat lauk sahur.Aku sempat bertanya pada penjualnya, " Ada sayap ga Mas?" karena di daftarterantum menu tersebut. Masnya menjawab, "Sudah habis, Mbak".Sempat terbersit curiga, siang-siang kok udah habis, padahal kayanya sepi-sepi aja.Jangan-jangan memang ga jual. Ah, sudahlah, aku tak terlalu memusingkan haltersebut.Pukul 17.30Sehabis sholat ashar, karena masih males mandi, aku ingin mencicipi "makanan" yangsudah kubeli. Keadaan kamar waktu itu remang-remang karena lampunya belumkunyalakan. Kubuka kantong kertas pembungkus dan kulongok ke dalamnya.Tampaknya baik-baik saja. Rupa ayam goreng tepung biasa. Aku mengambil potonganyang lebih kecil, karena menurut dugaanku, itulah yang bagian punggung. Mencobamencuil sedikit, tapi kok susah. Ya sudah, kugigitlah sedikit daging itu. Kukunyah, kokrasanya agak kenyal ya? Berlemak dan aneh. Jangan-jangan ayam mati?Aku mulai deg-degan. Apalagi setelah melihat samar, potongan b eka s yang kugigitberbentuk bulat, yang bisa kubayangkan bahwa semula dia berbentuk gilig. Emangada bagian tubuh ayam yang berbentuk gilig? Di punggung pula?Dengan panik kunyalakan lampu kamar. Dalam keadaan yang lebih terang, aku periksalagi potongan daging itu. Benar, bentuknya seperti pipa, dengan diameter sedikitlebih besar dari 0,5 cm. Masa bagian tenggorokan saluran napas –yang biasanya ada dileher- kebawa sampe punggung? Jadi, "ekor"?! Itulah kesimpulan yang akhirnyamuncul.Deg..deg... Aku mengambil piring dan bersiap mengoperasi "daging punggung" itu.Untuk sekedar mengingatkan, selama 10 tahun lebih aku bergaul dengan ayam, dansempet bergaul akrab dengan angsa dan burung puyuh. Bagi yang mengenalku denganbaik, tak disangkal, Nur adalah seorang penggemar unggas. Berb eka l latar belakangitu, meski bukan lulusan kedokteran hewan, aku cukup mengenal dengan baikanatomi tubuh dan segala seluk beluk hewan ini.Waktu beli tadi, aku membayangkan "punggung" adalah "rongkong" dalam bahasa
 
Jawa. Ini adalah salah satu bagian favoritku setelah sayap.Jika anda meminta bagian ini, anda akan mendapatkan banyak s eka li tulang (tulangrusuk dan taju pedang kalo di manusia), sedikit daging yang menempel di tulang, dansedikit s eka li kulit. Namun waktu ayam goreng itu kubelah dan kuhilangkan bagiantepungnya, AKU SAMA SEKALI TIDAK MENEMUKAN TULANG! Yang ada malah bagiankulit yang lebar s eka li, dengan lemak dan sedikit daging putih yang menempel. Biladihubungkan dengan bagian yang kupikir sebagai "ekor", maka bisa dibayangkan kaloitu adalah bagian pantat dari… SEEKOR TIKUS!! Memang beberapa hari sebelumnyaaku mendapat email dari Mbak Kosku tentang daging tikus yang diolah sedemikianrupa agar mirip daging ayam, lalu dijual bebas di masyarakat. Tapi ga pernahkusangka, kejadian serupa akan secepat ini kualami sendiri. Hiks!Udah mulai mual-mual, aku meneruskan pembedahan. Kuteliti kulit luas itu. Daripengalaman, aku sangat ragu kalo kulit kasar itu pernah ditumbuhi bulu. Sebaliknya,dengan keyakinan 80% aku bisa bilang bahwa jejak pori disana adalah b eka s tumbuhrambut!Dengan lemas, kumulai pembedahan ke potongan daging kedua: potongan dada atas.Jika anda makan bagian dada ayam, anda akan menemukan sebuah tulang rawanberbentuk segitiga yang khas. Namun setelah memutilasi dan menghancurkannya, akutidak menemukan tulang itu. Yang ada malah sebentuk tulang kecil yang aneh (berasatidak pernah liat di tubuh ayam, dan susah membayangkan bagian tubuh ayam yangmana yang memilikinya). Di bagian daging, biasanya daging dada ayam itu berserat,yang bila kita khancurkan akan menjadi serpihan (susah bilangnya, bayangin ajadaging yang biasa ada di soto ayam deh). Namun setelah kuambil selembar, kut eka npake jari, daging itu tetap utuh karena terikat oleh lemak. Padahal setahuku dagingbagian dada adalah yang paling sedikit lemaknya.Yaiks, intinya, hari itu hampir saja aku makan daging tikus!! (udah gigit ekornya dikitsih, astaghfirullah!!) Hiiii, sampai s eka rang masih merinding kalo inget..Yah, meskipun mungkin daging tikus bisa bikin kulit cantik ( kan Sandra Dewi tumakannya aneh-aneh, jadi kulitnya mulus), tiada niatanku mendapatkan kulit cantikdengan cara itu. Buhuhu…Jadi temans, aku sarankan agar hati-hati bila beli ayam goreng, apalagi yang dibaluttepung tebal, karena tepung itu menyamarkan bentuk aslinya. Mending yang digorengbiasa atau ayam bakar, atau beli di tempat yang terjamin kebersihannya.Kesimpulan: sedikit tips yang bisa membantumu mbedain daging ayam dengan dagingtikus1.Dari segi daging, sama-sama putih dan rasanya benar-benar mirip, tapi dagingtikus lebih banyak lemaknya dan seratnya halus (kalo ayam sedikit lebih kasar).
2.
Periksa kulitnya, apakah berpori besar atau kecil. Kalau kecil, kemungkinanyang pernah tumbuh adalah rambut, bukan bulu!
 
3.Cek tulangnya (agak susah ya kalo ini), misal bagian dada ya ada situlangrawan, kalo di paha ya tulang paha yang besar itu, kalo punggung ya tulangrusuk, dsb.4.Jangan tertipu dengan harga murah (itu kan buatmu sendiri…mwehehehe).
5.
Coba cek apakah si penjual tersebut pernah jual sayap apa ga. Kalo ga pernahjual, anda patut curiga karena seperti kita tahu, salah satu ciri khas unggasadalah bagian sayap, yang tentunya tidak mungkin bisa dipalsukan. ?????
ز 
)?h?g?
ini nich perlu diperhatiin yg suka ayam goreng jgn sembarangan makan dipinggiran jalan.
Adakalanya kita harus berhati-hati apabila memutuskan untuk makan di pinggir jalan, sekedar menepikan mobil untuk mengisi perut. Mungkin ini perludiketahui. Juga untuk kawan2 yang sering ke lapangan.
 Hati-hati... ..kelihatannya seperti daging ayam.... 
INI DIA PROSES MASAKNYA
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...