sudah lebih dulu datang. Sementara itu, pedagang Inggris juga mulai bermunculan di perairan Nusantara, setelah lebihdahulu menduduki Calcuta (India). Persaingan bahkan peperangan yang terjadi di antara mereka telah mendorongterbentuknya kongsi-kongsi dagang yang mendapat dukungan dan perlindungan dari pemerintah negaranya masing-masing. Belanda pada tahum 1602 membentuk VOC
(Vereenidge Oost Indische Coinpagnie
atau PerkumpulanDagang Hindia Timur). Inggris membentuk EIC (East Indian Compagnie).
B.Kolonialisme dan Imperialisme Kuno Indonesia
1. Maluku
Pada masa sebelum kedatangan Portugis, di Maluku terdapat dua kekuatan yang saling bersaing, yaituTernate (Uli lima / persekutuan lima) dan Tidore (uli siwa / persekutuan sembilan). Kedatangan bangsaPortugis tahun 1512 dimanfaatkan oleh Ternate untuk bersekutu melawan Tidore. Portugis meminta imbalanberupa monopoli perdagangan cengkih di Maluku. Ternate mengizinkan Portugis mendirikan benteng SaoPaulo, yang kemudian digunakan sebagai basis kekuatan untuk menguasai seluruh Maluku. Adanya usahamonopoli perdagangan cengkih dan pala, penyebaran agama dan keinginan. untuk menjajah Malukumenyebabkan peperangan antara Ternate dengan Portugis. Ternate semakin kuat setelah Sultan Hairun yangdibunuh oleh Portugis diganti oleh Sultan Baabullah. Sultan Baabullah dapat mengusir Portugis setelahmenyerang benteng Sao Paulo, dan mengusirnya dari Maluku pada tahun 1575.
2. Banten
Belanda datang di Banten pada tahun 1596, pada tahun 1602 terbentuk VOC, dan pada tahun 1619Belanda dapat menguasai pelabuhan Jayakarta dan menyebabkan terjadinya perlawanan dari rakyat Bantenyang dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa . Dengan politik adu domba antara Sultan Ageng dengan anaknyaSultan Haji, Belanda dapat mengalahkan perlawanan rakyat Banten dan menawan Sultan Ageng.Pada tahun 1682 Sultan Haji menandatangani perjanjian dengan VOC yang isinya :a. Bangsa asing terutama Inggris dilarang berdagang di Banten,b. Belanda mendapat hak monopoli perdagangan lada dari Banten
3. Mataram
Usaha Sultan Agung untuk menguasai seluruh Jawa tidak berhasil, karena terhalang oleh kekuasaan VOCdi Batavia. Serangan Mataram terhadap Belanda di Batavia sebanyak dua kali, yaitu tahun 1628 dan 1629mengalami kegagalan. Sebabnya adalah masalah logistik yaitu kekurangan bahan makan, karena lumbungpadi yang disediakan untuk pasukan perang Mataram dibakar habis oleh Belanda. Setelah Sultan Agungwafat, digantikan oleh Sultan Amangkurat I yang pemerintahannya sangat lemah, dan politiknya mau bekerjasama dengan VOC. Pada tahun 1646 Amangkurat I mengadakan perjanjian dengan VOC, berisi:a. Mataram mengakui kekuasaan VOC di Batavia clan VOC mengakui kekuasaan Amangkurat di Mataram,b. Mataram tidak boleh mengadakan perdagangan dengan Malaka,c. Kapal-kapal Mataram boleh melaluf Malaka,d. utusan Mataram yang akan ke luar negeri menggunakan kapal VOC.