Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Budidaya Caisim

Budidaya Caisim

Ratings: (0)|Views: 40 |Likes:
Published by Tenten Tekad

More info:

Published by: Tenten Tekad on Oct 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2012

pdf

text

original

 
Posted May.06, 2012 under Academic, Agribisnis, Agronomy, Announcement, Budidaya Tanaman, Discussion Forum, hortikultura, Sayuran, Tanaman Sayuran  A. LATAR BELAKANG.Jagad Indonesia ini memungkinkan dikembangkan tanaman sayur-sayuran yang banyak bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan bagi manusia. Sehingga ditinjau dari aspek klimatologis Indonesia sangat tepat untuk dikembangkan untuk bisnis sayuran.Di antara tanaman sayur-sayuran yang mudah dibudidayakan adalah caisim. Karena caisim inisangat mudah dikembangkan dan banyak kalangan yang menyukai dan memanfaatkannya.Selain itu juga sangat potensial untuk komersial dan prospek sangat baik.Ditinjau dari aspek klimatologis, aspek teknis, aspek ekonomis dan aspek sosialnya sangatmendukung, sehingga memiliki kelayakan untuk diusahakan di Indonesia.Sebutan sawi orang asing adalah mustard. Perdagangan internasional dengan sebutan greenmustard, chinese mustard, indian mustard ataupun sarepta mustard. Orang Jawa, Maduramenyebutnya dengan sawi, sedang orang Sunda menyebut sasawi.B. MANFAAT.Manfaat sawi sangat baik untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk.Penyembuh penyakit kepala, bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, sertamemperbaiki dan memperlancar pencernaan.Sedangkan kandungan yang terdapat pada sawi adalah protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe,Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C.JENIS SAWIA. KLASIFIKASI BOTANI.Divisi : Spermatophyta.Subdivisi : Angiospermae.Kelas : Dicotyledonae.
 
Ordo : Rhoeadales (Brassicales).Famili : Cruciferae (Brassicaceae).Genus : Brassica.Spesies : Brassica Juncea.B. JENIS-JENIS SAWI.Secara umum tanaman sawi biasanya mempunyai daun panjang, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop. Petani kita hanya mengenal 3 macam sawi yang biasa dibudidayakan yaitu : sawi putih(sawi jabung), sawi hijau, dan sawi huma. Sekarang ini masyarakat lebih mengenal caisim aliassawi bakso. Selain itu juga ada pula jenis sawi keriting dan sawi sawi monumen.Caisim alias sawi bakso ada juga yang menyebutnya sawi cina., merupakan jenis sawi yangpaling banyak dijajakan di pasar-pasae dewasa ini. Tangkai daunnya panjang, langsing, berwarnaputih kehijauan. Daunnya lebar memanjang, tipis dan berwarna hijau. Rasanya yang renyah,segar, dengan sedikit sekali rasa pahit. Selain enak ditumis atau dioseng, juga untuk pedanganmie bakso, mie ayam, atau restoran cina.SYARAT TUMBUHSawi bukan tanaman asli Indonesia, menurut asalnya di Asia. Karena Indonesia mempunyaikecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga dikembangkan di Indonesia ini.Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin,sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian padakenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi.Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meterdi atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyaiketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl.Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Pada musimkemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. Berhubung dalampertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk. lebih cepat tumbuh apabiladitanam dalam suasana lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yangmenggenang. Dengan demikian, tanaman ini cocok bils di tanam pada akhir musim penghujan.Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur,serta pembuangan airnya baik. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 sampai pH 7.BUDIDAYA TANAMAN SAWICara bertanam sawi sesungguhnya tak berbeda jauh dengan budidaya sayuran pada umumnya.Budidaya konvensional di lahan meliputi proses pengolahan lahan, penyiapan benih, teknik penanaman, penyediaan pupuk dan pestisida, serta pemeliharaan tanaman.Sawi dapat ditanam secara monokultur maupun tunmpang sari. Tanaman yang dapatditumpangsarikan antara lain : bawang dau, wortel, bayam, kangkung darat. Sedangkanmenanam benih sawi ada yang secara langsung tetapi ada juga melalui pembibitan terlebihdahulu.Berikut ini akan dibahas mengenai teknik budidaya sawi secara konvensional di lahan.A. BENIH.Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Benih yang baik akan
 
menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektarlahan tanam sebesar 750 gram.Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warnakulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yangbaik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dantempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasanyang baik adalah dengan alumunium foil.Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benihitu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Danpenanaman sawi yang akan dijadikan benih terpisah dari tanaman sawi yang lain. Jugamemperhatikan proses yang akan dilakukan mesilnya dengan dianginkan, tempat penyimpanandan diharapkan lama penggunaan benih tidak lebih dari 3 tahun.B. PENGOLAHAN TANAH.Pengolahan tanah secara umum melakukan penggemburan dan pembuatan bedengan. Tahap-tahap pengemburan yaitu pencangkulan untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi udaradan pemberian pupuk dasar untuk memperbaiki fisik serta kimia tanah yang akan menambahkesuburan lahan yang akan kita gunakan.Tanah yang hendak digemburkan harus dibersihkan dari bebatuan, rerumputan, semak ataupepohonan yang tumbuh. Dan bebas dari daerah ternaungi, karena tanaman sawi suka padacahaya matahari secara langsung.Sedangkan kedalaman tanah yang dicangkul sedalam 20 sampai 40 cm. Pemberian pupuk organik sangat baik untuk penyiapan tanah. Sebagai contoh pemberian pupuk kandang yang baik yaitu 10 ton/ha. Pupuk kandang diberikan saat penggemburan agar cepat merata dan bercampurdengan tanah yang akan kita gunakan.Bila daerah yang mempunyai pH terlalu rendah (asam) sebaiknya dilakukan pengapuran.Pengapuran ini bertujuan untuk menaikkan derajad keasam tanah, pengapuran ini dilakukan jauh-jauh sebelum penanaman benih, yaitu kira-kira 2 sampai 4 minggu sebelumnya. Sehinggawaktu yang baik dalam melakukan penggemburan tanah yaitu 2
 – 
4 minggu sebelum lahanhendak ditanam. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit(CaMg(CO3)2).C. PEMBIBITAN.Pembibitan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk penanaman. Karenalebih efisien dan benih akan lebih cepat beradaptasi terhadap lingkungannya. Sedang ukuranbedengan pembibitan yaitu lebar 80
 – 
120 cm dan panjangnya 1
 – 
3 meter. Curah hujan lebihdari 200 mm/bulan, tinggi bedengan 20
 – 
30 cm.Dua minggu sebelum di tabur benih, bedengan pembibitan ditaburi dengan pupuk kandang laludi tambah 20 gram urea, 10 gram TSP, dan 7,5 gram Kcl.Cara melakukan pembibitan ialah sebagai berikut : benih ditabur, lalu ditutupi tanah setebal 1
 – 
2cm, lalu disiram dengan sprayer, kemudian diamati 3
 – 
5 hari benih akan tumbuh setelahberumur 3
 – 
4 minggu sejak disemaikan tanaman dipindahkan ke bedengan.D. PENANAMAN.Bedengan dengan ukuran lebar 120 cm dan panjang sesuai dengan ukuran petak tanah. Tinggibedeng 20
 – 
30 cm dengan jarak antar bedeng 30 cm, seminggu sebelum penanaman dilakukan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->