Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sistem Ketatanegaraan Indonesia

Sistem Ketatanegaraan Indonesia

Ratings: (0)|Views: 95 |Likes:
Published by Rio Nugroho

More info:

Published by: Rio Nugroho on Oct 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2012

pdf

text

original

 
SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Pemerintahan Indonesia Kelas I Yang DiBimbing Oleh Ibu Ikewanusmawati
Disusun Oleh
Rahmawan Satriyo N (115030100111050)
Universitas Brawijaya MalangFakultas Ilmu AdministrasiJurusan Ilmu Administrasi Publik September 2012
 
Sistem Ketata Negaraan Republik Indonesia
1.Pengertian Sistem Pemerintahan
Sistem
berasal dari bahasa inggris system berarti suatu keseluruhan yang terdiri atas beberapa bagian yang mempunyai hubungan fungsional. Sedangkan pemerintahan awalnya berasal dari kata pemerintah. Pemerintah merupakan alat negara yang dapat menetapkan aturanserta memiliki kekuatan untuk memerintah.
Pemerintahan
dalam arti luas adalah lembaga-lembaga Negara yang menjalankan segalatugas pemerintah baik sebagai lembaga eksekutif, legislatif maupun yudikatif dalam rangkamencapai tujuan penyelenggaraan negara. Sedang dalam arti sempit, pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan lembaga eksekutif beserta jajarannya dalam rangkamencapai tujuan penyelenggaraan negara.
Sistem pemerintahan
diartikan sebagai tatanan yang terdiri dari komponen pemerintahanyang saling mempengaruhi dalam pencapaian tujuan dan fungsi pemerintahan. Kekuasaandalam suatu Negara menurut Montesquieu diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu KekuasaanEksekutif yang berarti kekuasaan menjalankan undang-undang atau kekuasaan menjalankan pemerintahan, kekuasaan Legislatif yang berati kekuasaan membentuk undang-undang, danKekuasaan Yudikatif yang berati kekuasaan mengadili terhadap pelanggaran atas undang-undang. Komponen-komponen tersebut secara garis besar meliputi lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif.Adapun sistem pemerintahan indonesia sebelum merdeka sampai sekarang yaitu sebagai berikut :a. Masa penjajahan BelandaPada masa ini Indonesia ( yang selanjutnya disebut Hindia Belanda ) dikonsturksikanmerupakan bagian dari Kerajaan Belanda. Hal ini nampak jelas tertuang dalam Pasal 1UUD Kerajaan Belanda ( IS 1926 ). Dengan demikian kekuasaan tertinggi di HindiaBelanda ada di tangan Raja. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya Raja / Ratu tidak melaksanakan kekuasaannya sendiri di Hindia Belanda, melainkan dibantu oleh Gubernur Jenderal sebagai pelaksana. Ratu Belanda sebagai pelaksana Pemerintahan kerajaanBelanda harus bertanggung jawab kepada parlemen. Ini menunjukkan sistem pemerintahanyang dipergunakan di Negeri Belanda dalam sistem Parlementer Kabinet.Adapun peraturan perundang-undangan dan lembaga negara yang ada pada masa HindiaBelanda adalah :a. Undang Undang Dasar Kerajaan Belanda 1938Pasal 1 : Indonesia merupakan bagian dari Kerajaan Belanda.Pasal 62 : Ratu Belanda memegang kekuasaan pemerintahan tertinggi atas pemerintahIndonesia, dan Gubernur Jenderal atas nama Ratu Belanda menjalankan pemerintahanUmum.Pasal 63 : Ketatanegaraan Indonesia ditetapkan dengan undang-undang, soal-soal intern
 
Indonesia diserahkan pengaturannya kepada badan-badan di Indonesia, kecuali ditentukanlain dengan Undang-Undang. b. Indische Staatsregeling ( IS ) pada hakekatnya adalah Undang-undang, tetapi karenasubstansinya mengatur tentang pokok-pokok dari Hukum Tata Negara yang berlaku diHindia Belanda ( Indonesia ), maka secara riil IS dapat dianggap sebagai Undang-UndangDasar Hindia Belanda.Berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan tersebut di atas, dapat ditarik  pemahaman bahwa sistem ketatanegaraan dan pemerintahan yang dilaksanakan olehPemerintah Kerajaan Belanda adalah dengan menggunakan asas dekonsentrasi. Dengandemikian secara umum, kedudukan dari Gubernur Jenderal dapat disetarakan sebagaiKepala wilayah atau alat perlengkapan Pusat ( Pemerintah Kerajaan Belanda ). Adapun bentuk-bentuk peraturan perundang-undangan yang dikenal pada masa berlakunya ISadalah :1. WETYang dimaksud dengan WET adalah peraturan yang dibuat oleh Mahkota Belanda dalamhal ini adalah Ratu / Raja Kerajaan Belanda bersama-sama dengan Parlemen ( DPR diBelanda ). Dengan kata lain WET di dalam pemerintah Indonesia disebut Undang-Undang.2. AMVB ( Algemene Maatregedling Van Bestuur )Yang dimaksud dengan Algemene Maatregedling Van Bestuur adalah peraturan yangdibuat oleh Mahkota Belanda dalam hal ini adalah Ratu / Raja Kerajaan Belanda saja, tanpaadanya campur tangan dari Parlemen. Dengan kata lain Algemene Maatregedling VanBestuur di Indonesia disebut Peraturan Pemerintah ( PP ).3. OrdonantieYang dimaksud dengan Ordonantie adalah semua peraturan yang dibuat oleh Gubernur Hindia Belanda bersama-sama dengan Voolksraad ( dewan rakyat Hindia Belanda ).Ordonantie sejajar dengan Peraturan daerah ( perda ) di dalam pemerintahan Indonesia saatini.4. RV ( Regering Verardening )Regering Verardening adalah semua peraturan yang dibuat oleh Gubernur Hindia Belandatanpa adanya campur tangan Volksraad. Regering Verardening setara dengan KeputusanGubernur Keempat peraturan perundang-undangan ini disebut Algemene Verordeningen ( peraturanumum ). Disamping itu juga dikenal adanya Local Verordeningen ( peraturan lokal ) yangdibentuk oleh pejabat berwenang di tingkat lokal seperti Gubernur, Bupati, Wedana danCamat.Pada masa Hindia Belanda ini sistem pemerintahan yang dilaksanakan adalah Sentralistik.Akan tetapi agar corak sentralistik tidak terlalu mencolok, maka asas yang dipergunakan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->