Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Cobaan Sebelum Ujian

Cobaan Sebelum Ujian

Ratings: (0)|Views: 7|Likes:
Published by Alwi Zain Shsw

More info:

Published by: Alwi Zain Shsw on Oct 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2013

pdf

text

original

 
Cerpen By
Zet.@
COBAAN SEBELUMUJIAN
  Aku telah mempersiapkan segala yang aku perlukan. Sebuahpertempuran besar menunggu. Besok akan ada ujian matematika. Pelajaranyang umumnya dibenci kalangan remaja. Tapi bagiku, matematika adalahhidupku. Ini adalah pelajaran favoritku. Bukannya sombong. Nilaiku selaludiatas angka 80. Matematika tidak bisa dihadapi dengan menghapal rumus.Dia harus dihadapi dengan latihan yang rutin. Setelah berlatih soal selamadua jam sejak pukul 06.00 sore, aku beranjak tidur. Aku menyetel alarm diponselku. Aku memilih tone Decade ultimate form untuk pukul 05.00 pagi.Tidur sangat diperlukan agar otak siap bertempur. Itulah pesan dari nenekkkuyang telah tiada.Tepat pada pukul 05.00 pagi, alarm ku berbunyi. Kuuga... Agito...Ryuuki... Faiz... Blade... Hibiki... Kabuto... Den-O... Kiva...Final Kamen Ride...DECADE... bunyi tone itu cukup untuk membangunkan seluruh keluargaku. Aku bergegas mandi sedangkan ibuku menyiapkan nasi goreng, makananwajib setiap pagi. Setelah berpakaian, aku menyantap hadangan denganlahap. Aku perlu amunisi yang cukup sebelum bertempur. Namun jikakebanyakan bisa berbahaya.Aku berpamitan pada kedua orang tuaku dan meminta do’a restunya. Aku pun berjalan ke depan gang menuju jalan raya. Jaraknya sekitar 200meter. Aku akan menunggu angkot yang akan mengantarku sampai disekolah. Biasanya memakan waktu sekitar 20 menit untuk sampai karenaangkot sering berhenti untuk mencari penumpang. Jika tanpa berhenti tentusaja akan lebih cepat. Masih ada sekitar 30 menit sebelum sekolah dimulai.Ayahku juga sudah berangkat kerja. Beliau adalah teknisi komputer disuatu perusahaan komputer yang bernama Smart Brain. Jalur kami berbedaarah sehingga kami tidak berangkat bersama. Namun jika aku minta, beliausiap mengantarku. Beberapa sepeda motor dan truk lewat di depanku. Trukitu mengeluarkan asap tebal dari knalpotnya. Udara yang segar berubahmenjadi buruk. Lima menit sudah berlalu. Aku mulai merasa aneh. Tidakterlihat angkutan kota yang biasanya hilir mudik tak terhingga. Perasaankumulai kacau. Bisa telat kalau begini caranya.Tiba-tiba, aozora, langit biru yang cerah berubah menjadi mendung. Awan kumolonimbus bergulung-gulung dan menurunkan air denganderasnya. Aku terpaksa mencari tempat untuk berteduh. Aku berteduh disebuah teras rumah makan yang belum beroperasi. Rumah makan ini miliksebuah keluarga bangsawan ningrat yang bernama Discabil Family.Rencananya, rumah makan ini akan menjadi rumah makan terbesar di kotaMartapura.Waktu terus berjalan tanpa bisa dihentikan. Aku mengambil ponseldari dalam tas. Aku mencoba menghubungi ayahku. Mungkin saja beliau
1
 
Cerpen By
Zet.@
punya waktu untuk mengantarku. Celakanya, pulsaku tidak cukup untukmelakukan panggilan. Ternyata ponsel legendarisku tidak berguna jika tidakmemiliki pulsa. Aku menyebutnya legendaris karena ponsel itu merupakantipe ponsel yang digunakan Takumi untuk berubah wujud menjadi KamenRider 555.Kembali ke situasi semula. Hujan mulai reda hingga akhirnya berhentitotal. Namun waktuku semakin menipis. Tidak akan sempat jika naik angkotmeskipun dengan kecepatan penuh. Aku hanya pasrah dan berdo’a semogaada keajaiban yang terjadi. Tiba-tiba, sebuah suara memanggil namaku. Akupun melihat ke arah datangnya suara itu. Dia adalah sahabatku sejak kecilmeski sekarang kami beda sekolah.Setelah lulus SLTP, kami pisah sekolah. Dia memilih sekolah kejuruandan aku sekolah umum. Kedatangannya bagaikan malaikat penolong bagiku.Dia menawarkan tumpangan sambil menyodorkan sebuah helm padaku. Diasudah memperkirakan hal ini. Menurutnya, para sopir angkot sedang berunjukrasa karena terjadi kerancuan pada rencana trayek yang baru. Aku hanyamengangguk tanda mengerti.Dia lalu memacu motor yang dinamainya HardBoilder, nama motor milik Cyclone Joker. Kami pun melesat dengan kecepatan yang tentunyadiperbolehkan oleh peraturan lalu lintas. Kami bukanlah makhluk yangmemiliki nyawa double untuk dipertaruhkan di atas jalan raya. Hanya ada satumasalah. Sahabatku ini belum punya SIM karena belum cukup umur.Akhirnya, kami tiba di depan gang yang menuju sekolahku. Sahabatkuitu minta maaf karena tidak bisa mengantarku sampai ke gerbang sekolah.Dia Cuma punya waktu tiga menit untuk sampai ke sekolahnya. Aku mengerti.Bagiku, ini sudah lebih dari cukup. Aku melepas kepergiannya denganlambaian tangan. Setelah sosoknya menjauh, aku langsung melesat. Akucuma punya waktu 2,5 menit sebelum gerbang sekolahku ditutup. Jarak yangperlu ditempuh 150 meter. Aku berlari dengan penuh perhitungan. Jika tidak, aku bisa terperosokke dalam lubang yang berserakan di tengah jalan. Ternyata bukan aku sendiriyang terlambat. Puluhan anak muncul dari gang yang ada di depanku.Terjadilah adu lari antara kami. Aku tidak mempedulikan perutku yang mulaiterasa sakit. Syukurlah, kami semua berhasil memasuki finish saat injury time.Jika terlambat, kemungkinan terburuk, kami akan diminta untuk pulang. Jikapenjaga gerbang sedang berbaik hati, kami hanya diberi sedikit hukuman,misalnya berlari 20 keliling lapangan basket.Mataku langsung melihat ke arah ruang guru. Guru matematika yangakan memberi ujian muncul. Beliau memiliki aturan yang ketat. Beliau tidakakan memberi ijin masuk pada anak yang masuk ke kelas setelah beliau adadi dalam kelas. Alasan ke kamar kecil tidak akan mempan. Aturan ini cumaberlaku pada beliau. Jadi, anak yang terlambat itu masih bisa mengikutipelajaran berikutnya.Aku segera melesat berlari menuju kelasku yang ada di lantai dua,sudut sekolah. Aku tidak ingin perjuangan yang tadi kuhadapi menjadi sia-sia. Aku mengambil jalan pintas atau istilah kerennya Short Cut. Akhirnya aku tibadengan selamat di kelas. Teman-temanku heran melihatku yang bisanya
2

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->