Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
11GD-Edisi 21

11GD-Edisi 21

Ratings: (0)|Views: 208 |Likes:
Published by R Priyono Priyono

More info:

Published by: R Priyono Priyono on Oct 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2013

pdf

text

original

 
GENTA DEMOKRASI
PENDIRI
: Juharto. HSURAT KABAR UMUM | 24 HALAMAN |
www.gentademokrasi.com
19 JUNI - 30 JUNI 2012EDISI 21 |
Rp 3.000,-
(Daerah Rp 3.500,-)
TEGAS DAN TAJAM
Indeks...
Jakarta-GD
CITRA Dewan Perwakilan Rakyat(DPR) kian terpuruk. Survei terbaruSoegeng Sarjadi Syndicate (SSS)menye but lembaga wakil rakyatini menjadi lembaga terkorup diIndonesia.Peneliti SSS, Ari Nurcahyo me-nyatakan, survei yang dilakukan ter-hadap 2.192 responden dari berbagaidaerah baru-baru ini menempatkanDPR RI sebagai lembaga terkorupdi Indonesia dengan persentase 47persen responden. Menurut Ari, budaya korupsi di DPR telah berlang-
Riau-GD
PENANGANAN kasus dugaan korupsi dana APBD tahun anggaran 2011 yangterjadi di Sekretariat Pemkab Bengkalis Provinsi Riau, hasilnya tak memuaskanmasyarakat. Pasalnya, Drs Asmaran Hasan Sekretaris Daerah (Sekda)Bengkalis yang diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi Riau pada bulan April lalu,hingga kini masih menghirup udara segar atau kebal hukum. Bahkan BupatiBengkalis Ir. H Herliyan Saleh Msc yang dinilai ikut serta bertanggungjawab, belum dipanggil dan diperiksa. Kendatipun demikian, apakah kasus korupsi yang diduga jelas-jelas berpotensi merugikan keuangan Negara tersebut, hanyasebatas pemeriksaan saja? Sementara dugaan korupsi tersebut berasal darisumber dana APBD Bengkalis yang merupakan uang rakyat.
 Bersambung ke Hal. 23
DPR Terpuruk dan Terkorup
POJOK GEDE
 Akhir tahun ajaran mulai, ortupusing tujuh keliling.
 Lha’aa... itu mah udah hal biasa, gak perlu dipusingiiin!!!
Isu yang menerpa ...”Demokratkorupsi’???
We’’’eh..... SBY menjawab “itubukan untuk partai’ 
Karawang-GD
KEJAKSAAN Negeri Karawang diminta segeramelakukan penyelidikan atau pemeriksaan terhadapsejumlah oknum pejabat di Dinas PKP KabupatenKarawang, terkait dalam penyerapan Dana Alokasi
 Bersambung ke Hal. 23
 
 berita terkait ada di hal. 23
sung sejak lama. “Korupsi itu budayadari zaman dulu. Ketika kekuasaan yang besar pindah di DPR, pada balasdendam,” kata Ari dalam diskusi bertema “Kata Survei DPR PalingKorup”, di Warung Daun Cikini,Jakarta Pusat, Sabtu kemarin.Hasil survei ini juga diamini oleh Anggota DPR Komisi VII, Dewi Aryani. Politisi PDI Perjuangan inimengakui bahwa sebagian anggotaDPR memang berperilaku korup.“Anggota DPR korup? Iya memangkorup, tapi tidak semua. Makanyaharus muncul sosok wakil rakyat yang berani memangkas rantai-rantai budaya korup tersebut. Sebab jika haltersebut tak dilakukan, budaya koruptersebut akan semakin menjadi-jadi,”ujar Dewi.Sementara itu anggota Fraksi PANDPR, Taslim Chaniagio, menganggap budaya korup tidak terlepas darisebuah kebutuhan yang mendesak.“Korupsi by need karena kebutuhan yang mendesak dan dirasa aman, yahmakanya dilakukan korupsi,” jelasTaslim yang juga anggota Komisi IIIDPR.Sedangkan mantan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, TaslimChaniago mengakui bahwa ke jang-galan dan keanehan sering munculdalam pembahasan anggaran diBanggar DPR. Bahkan keanehan itupula yang membuat dirinya memu-tuskan keluar dari Banggar beberapa waktu lalu.”Saya tidak nyamanruangan yang anggarannya menurutpendapat dan hitungan saya tidak masuk akal, banyak yang dikorup.Maka saya pilih tidak berada di sana.Saya lihat ada yang aneh-aneh diBanggar, merubah dari dalam terlalusulit, makanya saya pilih berusahamengubah dari luar,” tutur Taslim.
 Bersambung ke hal. 23
Diminta Periksa Bupati dan Sekda Bengkalis?
Ir. H Herliyan Saleh MscDrs. Yayat S
Terkait Kebocoran Dana APBD tahun 2011
Kejaksaan Minta Usut Dugaan KKNdi Dinas PKP Karawang
Tere Pardede Mundur dari DPR 
 berita terkait ada di hal. 22 berita terkait ada di hal. 22 WAKIL Bupati Karawang,dr. Cellica Nurrachadiana...di hal 6 WAKIL Bupati Karawang,dr. Cellica Nurrachadiana...di hal 6
Indeks...
H. Marhaban Sigalingging:2 Tahun, Kota Bekasi Jadi Bersih.... hal. 12227 Ruas Jalan Rusak di Jakut.... hal. 19Beberkan Dugaan Korupsi di Balai WS Sumatera VI dan PU Jambi.... hal. 9
 
GENTA DEMOKRA
SI
G2
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012
www.gentademokrasi.com
G2
OPINI
SURAT PEMBACA
Kapan Diperbaiki Jalan Natsir?
Kami pengguna jalan Natsir, Bojong Kulur Gunung Putri, Bogor memintaPemerintah agar segera memperbaiki jalan yang telah berlubang-lubang, danitu terutama di depan Pom Bensin, dari Jatiasih Bekasi ke Cikeas Bogor.Kita harapkan bahwa jalan tersebut segera diperbaiki, dan pihak PemdaBogor jangan hanya segera memperbaiki jalan yang dekat-dekat kediamanPresiden, yang cepat mulus jalannya, sementara di sekitarnya atau laindesa/kelurahaanya sangat jauh bedanya, yang mana jalan di sepanjangJalan Natsir tersebut sudah parah kerusakannnya dan jangan sampaimengundang angka kecelakaan bagi pengguna jalan tersebut. Terimakasih.
 Maman SugimanWarga Bojong Kulur.
Bank Danamon Plagiat Identitas
Suatu hari saya mengajukan permohonan untuk kredit motor ke BPRS Al Salam. Setelah surveyor dari BPRS Al Salam mengunjungi rumah sayadan mengambil data-data yang diperlukan sebagai syarat pengajuan kreditkendaraan bermotor roda dua, saya menunggu proses selanjutnya yaitupengecekan SID di Bank Indonesia. Keesokan harinya, saya diberitahu bahwa pengajuan kredit saya ditolak oleh BPRS Al Salam karena sayamempunyai masalah SID di Bank Indonesia pada level 5 (lima). Sayaterkejut dengan pemberitahuan tersebut karena saya tidak pernah merasa bermasalah terhadap SID. Setelah saya telusuri kembali, ternyata sayatercatat mempunyai masalah tunggakan pembayaran kartu kredit Bank Danamon. Saya langsung naik pitam karena selain membuang-buang waktusaya, saya juga merasa dirugikan karena pencemaran nama baik dan citrasaya sebagai debitur menjadi jelek.Selain itu saya juga merasa dirugikan karena telah membuang-buangpulsa saya menelpon customer service Bank Danamon untuk klarifikasi yangpada akhirnya tidak ada penyelesaiannya. Saya tidak pernah mengajukan
Oleh : Muhyiddin El-Febiens
POPULARITAS Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kian meredup. Kepemimpinannya dinilaitidak memberikan kepuasan dalam beberapa aspek kehidupan. Ketidakpuasan publik terhadap kinerja SBY tercermin di aspek-aspek ekonomi, politik, dan penegakan hukum yang sampai saat ini masih cacat.Era kepemimpinan SBY-Boediono memang bisa membuktikan bahwa negeri ini sangat subur, suburkoruptor. masalah pemberantasan korupsi masih belum ditegakkan karena selalu membawa kepentingankelompoknya masing-masing.Hukum dinegeri ini masih bisa dibeli dengan uang. Tidak heran jika negara ini kita sebut sebagai negeriamplop Bahkan, kasus korupsi yang terjadi pada salah satu kader partainya saja masih belum tuntas-tuntas.Lagi-lagi SBY kurang tegas dalam mengambil suatu kebijakan.Coba kita bertanya pada orang tua terdahulu mengenai mana yang lebih baik antara kepemimpinansoeharto atau SBY, pasti mereka akan menjawab lebih baik pada masa Soeharto. Karena pada masa soehartosangat tegas dalam mengambil kebijakan. Sedangkan sekarang, lembek.Kemudian, sampai ini kita belum bisa melihat bangsa ini tersenyum, an SBY malah iseng mengusik perihalstatus keistimewaan Yogyakarta yang sudah lama berjalan di jalan NKRI. sehingga menambah catatan burukya dalam memimpin. Padahal rakyat Yogyakarta mempunyai kehendak politik sendiri. Bukan kehendak institusi keraton. Lantas siapa yang bermasalah? Siapa yang suka membuat masalah?Perjalanan bangsa ini akan terus diwarnai oleh permasalahan yang tak pernah ketemu titik penyelesaiannya.Permasalahan-permasalahan yang telah terjadi ditutup-tutupi dalam rangka untuk menjaga citra baiknya.Padahal, tujuan memimpinpada hakikatnya adalah untuk mensejahterakan rakyatnya. Jika tujuannya untuk membangun negeri, mengapa harus sibuk dengan popularitas? Jangan sampai karena sebuah popularitas,lantas lupa pada hakikat seorang pemimpin yang wajib mensejahterakan rakyatnya tersebut.Selama ini, yang saya lihat dalam masa kepemimpinannya justru lebih sibuk dalam menciptakan citra baik dari pada sibuk mengurusi rakyatnya. Suara rakyat sudah tidak menjadi pertimbangan lagi dalammelahirkan suatu kebijakan. Suara rakyat bukanlah suara Tuhan lagi jika melihat realita saat ini. Apakahmemang demokrasi sudah tidak cocok lagi untuk diterapkan di negeri ini? Atau memang para pemimpinnya yang tidak bisa menjalan sistem demokrasi sebagaimana mestinya?SBY sudah saatnya untuk berbenah diri dalam memimpin, tidak hanya jago berapologi saja. Sudah menjadirahasia umum bahwa caranya memimpin negeri ini kurang tegas dalam mengambil suatu kebijakan. Sehinggapermasalahan-permasalahan negeri ini sulit untuk dilesaikan dan cenderung bertele-tele.Introspeksi atas popularitas yang sudah buruk di mata publik itu penting untuk memperbaiki kinerja.Namun, jangan sekali-kali tergila-gila dengan sebuah popularitas. Karena rakyat butuh pemimpin yang bisamemenuhi kebutuhannya dan bisa mensejahterakannya. Rakyat tidak membutuhkan sebuah popularitas yang hanya bisa dilihat luarnya saja. Yang dibutuhkan adalah kinerjanya sesuai dengan kinerja pemimpin yang sebenarnya.Jadi, sibuk dalam mengabdi pada rakyat itu, jauh lebih penting dari sebuah popularitas. Bangsa ini pastimempunyai faktor dasar mengapa banyak timbul problem untuk saat ini? Faktor yang paling mendasar adalahpara pemimpin negeri ini kurang kesadaran dalam membangun negeri, sehingga timbullah permasalahanseperti korupsi dan sebagainya. **
*Penulis adalah Putra Bawean yang kuliah di Yogyakarta
permohonan pembuatan kartu kreditBank Danamon. Tidak pernah juga mem-punyai kartu kredit Bank Danamon,apalagi menggunakan kartu kredit Bank Danamon. Tetapi kenapa nama saya bisadijadikan sebagai tameng dan kambinghitam untuk menutupi orang yang sebe-narnya terlibat maalah tersebut? Apakah pihak Bank Danamon tidak mempunyai verifikasi yang ketat dalampengajuan kartu kredit? Saya sudah me-nelpon pihak Bank Danamon dan me-reka bilang saya sendiri harus kesanamengambil surat pernyataan bahwa sayatidak pernah terlibat penunggakan kartukredit Bank Danamon. Sungguh mem- buang waktu, tenaga, dan uang saya.Mungkin pihak Bank Danamon sudahmempunyai nasabah yang sangat banyak dan mempercayai Bank Danamon 100%(seratus persen) sehingga hal-hal sepertiini tidak dihiraukan dan dianggap se-pele?Seharusnya pihak Bank sendiri yangmengecek ke SID di Bank Indonesia apakahlaporan yang saya kemukakan benar atautidak. Apabila tidak benar, pihak Bank Danamon dapat meminta maaf langsungkepada saya dan memberikan langsungsurat pernyataan bahwa saya tidak pernahmempunyai masalah tunggakan kartukredit Bank Danamon di kantor atau dirumah saya.
 Neutrino Fermi Komplek Batan Indah,Tangerang Selatan
EDITORIAL
Negeri Ini, Korupsi Sudah Kronis?
PENGADAAN barang dan jasa masihpaling rawan korupsi di Negeri ini. Bahkanpihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)menegaskan, dalam proyek pengadaan barangdan jasa oleh pemerintah adalah sektor yangrawan terjadinya praktik tindak pidana ko-rupsi. Terbukti, mayoritas kasus korupsi yangditangani KPK berasal dari pengadaan barangdan jasa. Dan kasus yang ditangani KPK, 60persen sampai 70 persennya terkait denganpengadaan barang dan jasa, sehingga jelas- jelas rawan terjadinya korupsi.Sebut saja, beberapa kasus yang ditanganiKPK terkait dengan Kementerian Kesehatan(Kemenkes). Sebagai contoh, kasus dugaan ko-rupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) pem- bekalan terkait flu burung tahun 2006 dengantersangka RDU (Ratna Dewi Umar). Kedua,kasus dugaan korupsi pengadaan medis sisadana pengadaan flu burung di Ditjen PelayananMedis tahun 2006 dengan tersangka MAH(Mulya A Hasjim). Terkahir, kasus dugaankorupsi pengadan alkes untuk pengadaanpusat krisis di Depkes tahun 2007 dengan ter-sangka RP (Rusman Pakaya) dan beberapa ka-sus pembangunan sarana olahraga. Seperti,pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011dan pembangunan sport center Hamabalang.Serta yang terbaru adalah kasus dugaan suapperubahan Peraturan Daerah (Perda) terkaitpelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON)di Pekanbaru, Riau yang terkait pembangunan venue menembak.Dan bukan saja terjadinya korupsi daripengadaan barang dan jasa, tetapi sudah men- jadi kronis yang menjadi masalah utama diIndonesia, termasuk juga di beberapa negaralain di Asia Tenggara. Desentralisasi politik setelah 2001 dalam kenyataan menjadi loka-lisasi korupsi, dimana korupsi menyebar daripusat ke daerah. Thank you-money menjadipraktik lumrah tapi tidak dianggap korupsi.Demikian guru besar Asia Tenggara dariUniversitas Humboldt, Jerman dan pengamatpolitik dari Universitas Indonesia (UI) BoniHargens, yang kini lagi belajar di HumboldtUniversität, Jerman, dalam surat elektronik.Profesor Houben mengatakan, dalam Politicaland Economy Risk Consultancy (PERC) yang berbasis di Singapura ditegaskan posisiIndonesia tahun 2011 sebagai negara terkorupdi antara 16 negara yang dikajinya di AsiaPasifik. “Tahun 2008, Indonesia masih urutanketiga (indeks 7,9) setelah Filipina (indeks 9,0)dan Thailand (indeks 8.0). Tapi sejak 2009,Indonesia memecah rekor sebagai negaraterkorup,”.Hasil yang sama juga diungkap Trans-parency International (TI) tahun 2011, dimanaIndonesia termasuk dalam 8 negara yang berada pada peringkat ke-100 dalam urusankorupsi di dunia, bersama dengan Argentina,Benin, Burkina Faso, Djibouti, Gabon, Mada-gaskar, dan Malawi. Banyak Masalah BoniHargens menambahkan, sudah tujuh ta-hun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjalan. “Kita masih ingat,antikorupsi adalah agenda yang dijual di awalpemerintahan. Ya, sedikit kerja baik dari KPK telah membantu mempertahankan citra peme-rintahan ini, dengan ditangkapnya sejumlahmantan menteri, gubernur, bupati/walikotaatau wakil rakyat. Fakta ini seringkali dilebih-lebihkan oleh para pembela presiden. Padahal,masalah masih serius. Megakorupsi seperti ter-cermin dalam kasus Gayus Tambunan, skan-dal Bank Century, atau permainan kotor BLBItidak selesai-selesai juga. RED
Pemimpin Kita Gila Popularitas
 
www.gentademokrasi.com
GENTA DEMOKRA
SI
EDISI 21 | 19 JUNI - 30 JUNI 2012
G3
RAGAM
Bandung-GD
PROGRAM Kesejahteraan Sosial Anak yang Berhadapan dengan Hukummerupakan salah satu bagian dari Program Kesejahteraan Sosial Anak yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hak dasar anak. Berupaya membangunsystem pelayanan berbasis masyarakat sebagai wujud pelibatan dukungan sosialmasyarakat dalam pemenuhan hak anak.Sesuai yang diamanahkan dalan Surat Kesepakatan Bersama, penguatandukungan sosial pada anak yang berhadapan dengan hukum dapat dilakukan
Ogan Ilir-GD
TAMAN Kanak-kanak Nuru lIman yang bertempat di Desa Talang AurKecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Sumsel kondisinya saat ini terbilangmemprihatinkan.Betapa tidak fasilitas belajar mengajar bagi anak-anak yangnotabene cermin penerus Bangsa ini terlihat sangat minim dari harapan.Dikhawatirkan mengganggu perkembangan psikologis bagi anak-anak yangterbilang masih belia.Kondisi terakhir yang terpantau oleh Genta Demokrasi, pada tanggal 12/6/2012lalu, terlihat bangku dan meja belajar yang dipakai alakadarnya. Dalam satukelas hanya terdapat 4-5 meja dan kursi. Sedangkan peserta didik yang adadi TK/TPA tersebut berjumlah lebih kurang 85 orang.Dengan tenaga pengajarseanyak 2 orang.Sedangkan keadaan bangunan sampai berita ini dimuat belum sepenuhnyamemadai. terlihat kusen belum mempunyai pintu dan jendela dan disana sinimasih terdapat begitu banyak kekurangan.Kepala Desa Talang Aur,Izhari Bedu ketika di konfirmasi terkait hal tersebutmengatakan memang bangunan yang ditempati TK/TPA tersebut baru saja direhab,namun kondisinya masih sangat membutuhkan perhatian semua pihak.Ditambahkannya lagi pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin bahkansudah melaporkan ke Dinas Pendidikan setempat dan pihak lainnya, Untuk itumasih menunggu proses.Mustilah, salah satu guru yang mengajar di TK/TPA tersebut mengatakan, bahwa sampai saat ini tenaga pengajar di sana masih minim tunjangan. Kalaudulu menurutnya dirinya masih mendapat tunjangan sebesar seratus ribuperbulan.Namunsaat ini tidak ada lagi. Maka dengan berat hati untuk menutupitiap murid dimintai empat ribu rupiah permurid. ”ya sekedar untuk gantitransport saja mas”, itupun hanya sebagian yang bayar, yang tidak mampu tidak kita paksa, hal ini ikhlas kami lakukan demi kecintaan kami pada anak-anak”.ujarnya. **UC
Rehabilitasi dan Perlindungan SosialBagi Anak Yang Berhadapan dengan Hukum
dengan menyelenggarakan suatu wadah yang mengakomodir kesertaan da-ri semua pemangku kepentingan dalam perlindungan anak berhadapandengan hukum, berupa Komite Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak  yang Berhadapan dengan Hukum ( KPRS ABH ). Perluasan program tersebutdalam masyarakat secara sistemik berupa penumbuhan kelembagaan berbasismasyarakat. PKS ABH telah berupaya mengembangkan mengembangkan danmereplikasi program tersebut ke tataran akar rumput ( berbasis masyarakat ),mendorong pelibatan masyarakat secara aktif dalam membangun partisipasi bersama antara pelaku, korban, dan kelompok masyarakat dalam menyelesaikansuatu peristiwa atau tindak pidana. Menempatkan pelaku, korban dan masyarakatsebagai aktor utama yang bekerja bersama dan langsung berusaha menemukanpenyelesaian yang dipandang adil bagi semua pihak.Sehubungan dengan hal tersebut, Subdit Anak Berhadapan dengan Hukummengundang 3 daerah yang telah lolos verifikasi untuk mengikuti penumbuhanPRSABH BM yang berlangsung di Bandung pada akhir Mei lalu. Pembukaankegiatan yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan Direktorat ODK di tempat yang sama itu, kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan ke tiga PRSABH BMoleh Dirjen Rehabilitasi Sosial, Samsudi. Ke 3 daerah itu adalah Kota Cimahidengan nama PRSABH BM “ Mekar Mandiri ”, Kota Bandung dengan PRSABHBM “ Bebaskan ” dan kabupaten Majalengka dengan PRSABH BM “ Perisai “ yangdisertai oleh Dinas Sosial Propinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Kota Cimahi danDinas Sosial Kabupaten Majalengka. Tujuannya adalah memberikan tambahanpengetahuan dan pemantapan secara teknis tentang Anak yang Berhadapandengan Hukum dengan arahan Tim TA dari Subdit ABH.Dalam sambutannya di penutupan kegiatan, Direktur Kesejahteraan Sosial Anak, Nahar, mengharapkan masyarakat memanfaatkan setiap bantuan yangdiberikan oleh Kementerian Sosial demi kepentingan penguatan dukungan sosialmasyarakat untuk dapat secara tepat mengakomodir penyelenggaraan anak yang berhadapan dengan hukum sesuai dengan pengetahuan lokal dan pihaknya tidak akan mentolerir sedikitpun bila ada penyimpangan dalam penyaluran bantuantersebut. **ti/pen
Terjadi di Ogan Ilir Sumsel
TK TPA Nurul Iman
Butuh Perhatian
Pemimpin Umum:
Juharto H
Pemimpin Perusahaan : RicardoSitinjak 
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab:
Pendi P Sihombing,SLBn
 Wakil Pemimpin Redaksi :
Sutedjo DP
Redaktur Pelaksana: Priyono ST
Penasehat Hukum : Zico Fernando, SH, MH
DewanRedaksi :
Pendi PS, Priyono, Sutedjo DP
Redaktur Eksekutif :
M.Silalahi
Redaktur:
Maman Sulaiman, Joko Lantong
Korlip :
MarpanSiahaan
 
Sekrataris Redaksi :
P. Indra Siburian
 
Staf Redaksi :
Nurul, Marpan, Ganda Parulian S, Kriston Panggabean, Jannus M Siagian,Butti Hutasoit, Edward, Biston A, SH
Design Grafis :
Faisal Riza
Biro – biro : Bogor :
P. Mohan (Kabiro)
Tangerang : Bekasi :
 
Depok :
 Veronika
Banten :
Enthus
Karawang/ Purwakarta :
Budiman Sihombing (Kabiro)
Subang :
 Anton Simbolon (Kabiro), Harry Pamudji
Tasikmalaya/Sumedang/Ciamis :
 Asep Nasa (Kabiro), AsepIrawan
Cirebon :
Riston Pakpahan, Penjat Siringo-ringo
Sukabumi:
Tatang Sudradjat
Cianjur:
 Aini Sumarni
Kuningan :
M. Hudayat
Bandung : Semarang :
Zaenuddin
Surabaya : Medan :
Hotmanogar SihSilaban (Kabiro)
Tobasa :
Hendra Mangunsong
Taput/Tapsel :
PangeranGultom, Napolion Simanjuntak Humbang Hasundutan :
Sumatera Barat:
Jambi /Muara Bungo :
Indra
Riau :
B.Naso Laia (Kep Perwakilan),Faozan Laia. Bengkalis : Toro. Z Laia (Kabiro)
Kepulauan Meranti :
H.Ramli Ishak 
Kepulauan Riau: David Hutahaean
Bangka Belitung : Swandi(Kabiro)
Lahat :
 
Lubuk Linggau/Muras :
 Alex (Kabiro)
SumSel :
Ujang Candra (Kep.Perwakilan)
Bandar Lampung : Kalimantan Barat:
Jamaluddin
Kalimantan Timur :
Marlin Hutasoit (Kep Perwakilan)
 Alamat Redaksi :
Jl Swasembada Timur XI No. 57 Jakarta Utara 14320 Telp. 021-43909425,Fax 021- 43909425 dan Email : genta.demokrasi@yahoo.co.idNo. Rek. 0072980393, BCA Cab. Tanjung Priok a/n. Davidca Silaban
Penerbit :
CV. Genta Mandiri.No. SIUP: 517/49/PK/BPPT/VIII/2009
GENTA DEMOKRA
SI

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Genta Demokrasi liked this
Putra Wee liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->