Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kepemimpinan Dan Perkembangan Teori Kepemimpinan

Kepemimpinan Dan Perkembangan Teori Kepemimpinan

Ratings: (0)|Views: 396|Likes:
Published by Fendhi Pandu

More info:

Published by: Fendhi Pandu on Oct 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/12/2012

pdf

text

original

 
NAMA : FENDI PANDU ADITYAKELAS : 2KA31NPM : 17111971PENGERTIAN KEPEMIMPINAN DAN TEORI PERKEMBANGAN KEPEMIMPINANPENGERTIAN KEPEMIMPINANKepemimpinan
adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpinkepadapengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari
kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada
seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkansebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lainuntuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi prosesmempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untukmencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Sedangkankekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan papyang diinginkan pihak lainnya.
”The
art of influencing and directing meaninsuch away toabatain their willing obedience, confidence, respect, and loyal cooperation in order toaccomplish the mission
”. Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhidan
menggerakkan orang
 –
orang sedemikian rupa untuk memperoleh kepatuhan, kepercayaan,respek, dan kerjasama secara royal untuk menyelesaikan tugas
 –
Field Manual 22-100.Stogdill (1974) menyimpulkan bahwa banyak sekali definisi mengenai
kepemimpinan
, dandiantaranya memiliki beberapa unsur yang sama.Menurut Sarros dan Butchatsky (1996), istilah ini dapat didefinisikan sebagai suatu perilakudengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untukmencapai tujuan bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat individu danorganisasi.Sedangkan menurut Anderson (1988),
leadership means using power to influence thethoughts and actions of others in such a way that achieve high performance
.
 Berdasarkan definisi-definisi di atas, kepemimpinan memiliki beberapa implikasi, antara lain:
 
Kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain, yaitu para karyawan ataubawahan (
 followers
). Para karyawan atau bawahan harus memiliki kemauan untukmenerima arahan dari pemimpin. Walaupun demikian, tanpa adanya karyawan ataubawahan, tidak akan ada pimpinan.
 
 
Seorang pemimpin yang efektif adalah seseorang yang dengan kekuasaannya (
his or herpower 
) mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yangmemuaskan. Para pemimpin dapat menggunakan bentuk-bentuk kekuasaan ataukekuatan yang berbeda untuk mempengaruhi perilaku bawahan dalam berbagaisituasi.
 
Kepemimpinan harus memiliki kejujuran terhadap diri sendiri (
integrity 
), sikapbertanggungjawab yang tulus (
compassion
), pengetahuan (cognizance), keberanianbertindak sesuai dengan keyakinan (
commitment 
), kepercayaan pada diri sendiri danorang lain (
confidence
) dan kemampuan untuk meyakinkan orang lain(
communication
) dalam membangun organisasi.
PERKEMBANGAN TEORI KEPEMIMPINAN
Dalam perkembangannya, studi tentang kepemimpinan berkembang sejalan dengankemajuan zaman yang dikategorikan Yukl (2005:12) menjadi lima pendekatan yaitu : (1)pendekatan ciri, (2) pendekatan perilaku; (3) pendekatan kekuatan
 –
pengaruh; (4)pendekaan situasional; dan (5) pendekatan integrative.
Teori Genetik (
Genetic Theory 
).
 Penjelasan kepemimpina
n yang paling lama adalah teori kepemimpinan “genetic” denganungkapan yang sangat populer waktu itu yakni “a leader is born, not made”. Seorang
dilahirkan dengan membawa sifat-sifat kepemimpinan dan tidak perlu belajar lagi. Sifat-sifatutama seorang pemimpin diperoleh secara genetik dari orang tuanya.
Teori Sifat (
Trait Theory 
).
 Sesuai dengan namanya, maka teori ini mengemukakan bahwa efektivitas kepemimpinan
sangat tergantung pada kehebatan karakter pemimpin. “Trait” atau sifat
-sifat yang dimilikiantara lain kepribadian, keunggulan fisik dan kemampuan social. Penganut teori ini yakindengan memiliki keunggulan karakter di atas, maka seseorang akan memiliki kualitaskepemimpinan yang baik dan dapat menjadi pemimpin yang efektif. Karakter yang harusdimiliki oleh seseorang menurut Judith R. Gordon mencakup kemampuan yang istimewadalam (1) Kemampuan Intelektual (2) Kematangan Pribadi (3) Pendidikan (4) Status Sosial
dan Ekonomi (5) “Human Relations” (6) Motivasi Intrinsik dan (7) Dorongan untuk maju
(achievement drive).
Teori Perilaku (
The Behavioral Theory 
).
 
Mengacu pada keterbatasan peramalan efektivitas kepemimpinan melalui teori “trait”, para
peneliti pada era Perang Dunia ke II sampai era di awal tahun 1950-an mulaimengembangkan pemikiran untuk menelit
i “behavior” atau perilaku seorang pemimpin
sebagai cara untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan. Fokus pembahasan teorikepemimpinan pada periode ini beralih dari siapa yang memiliki kemampuan memimpin kebagaimana perilaku seseorang untuk memimpin secara efektif.
 
Situasional Leadership.
Pengembangan teori situasional merupakan penyempurnaan dan kekurangan teori-teori
sebelumnya dalam meramalkan kepemimpinan yang paling efektif. Dalam “situationalleadership” pemimpin yang efektif akan melakukan
diagnose situasi, memilih gayakepemimpinan yang efektif dan menerapkannya secara tepat. Seorang pemimpin yangefektif dalam teori ini harus bisa memahami dinamika situasi dan menyesuaikankemampuannya dengan dinamika situasi yang ada. Empat dimensi situasi yakni kemampuanmanajerial, karakter organisasi, karakter pekerjaan dan karakter pekerja. Keempatnyasecara dinamis akan memberikan pengaruh terhadap efektivitas kepemimpinan seorang
Transformational Leadership.
 Pemikiran terakhir mengenai kepemimpinan yang efektif disampaikan oleh sekelompok ahli
yang mencoba “menghidupkan” kembali teori “trait” atau sifat
-sifat utama yang dimilikiseseorang agar dia bisa menjadi pemimpin. Robert House menyampaikan teorikepemimpinan dengan menyarankan bahwa kepemimpinan yang efektif mempergunakandominasi, memiliki keyakinan diri, mempengaruhi dan menampilkan moralitas yang tinggiuntuk meningkatkan kadar kharismatiknya (Ivancevich, dkk, 2008:213)
Dengan mengandalkan kharisma, seorang pemimpin yang “transformational” sel
alumenantang bawahannya untuk melahirkan karya-karya yang istimewa. Langkah yangdilaksanakan pada umumnya adalah dengan membicarakan dengan pengikutnya,bagaimana sangat pentingnya kinerja mereka, bagaimana bangga dan yakinnya merekasebagai anggota kelompok dan bagaimana istimewanya kelompok sehingga dapatmenghasilkan karya yang inovatif serta luar biasa.
Menurut pencetus teori ini, pemimpin “transformational” adalah sangat efektif karenamemadukan dua teori yakni teori “behavioral” dan “situational”
dengan kelebihan masing-masing. Atau, memadukan pola perilaku yang berorientasi pada manusia atau pada produksi(employee or production-oriented) dengan penelaahan situasi ditambah dengan kekuatankharismatik yang dimilikinya. Tipe pemimpin transformational ini sesuai untuk organisasiyang dinamis, yang mementingkan perubahan dan inovasi serta bersaing ketat denganperusahaan-perusahaan lain dalam ruang lingkup internasional. Syarat utamakeberhasilannya adalah adanya seorang pemimpin yang memiliki kharisma.
TIPE,GAYA DAN PERILAKU KEPEMIMPINAN
Pemimpin seyogyanya memiliki sifat kepemimpinan dalam memiliki wewenang sehingga iaberhak melaksanakan kepemimpinannya. Dalam melakukan praktik kepemimpinan,sesungguhnya pemimpin melakukan penerapan teori kepemimpinan dan juga menerapkanseni kepemimpinan agar ia berhasil memimpin. Keberhasilan memimpin itu merupakanbentuk pertanggungjawaban perilaku kepemimpinannya.Seseorang yang memiliki keistimewaan sifat kepemimpinan, baik itu sifat fisik maupunrohaniah, juga telah memiliki kuasa dan wewenang, bahkan penuh bertanggung jawab,namun belum menjamin kepemimpinannya mencapai keberhasilan. Mengapa itu terjadi ?

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->