Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Desain Besar Penataan Daerah Di Indonesia

Desain Besar Penataan Daerah Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 22 |Likes:
Published by Oswar Mungkasa
Diterbitkan oleh Partnership for Governance Reform in Indonesia Tahun 2011
Diterbitkan oleh Partnership for Governance Reform in Indonesia Tahun 2011

More info:

Published by: Oswar Mungkasa on Oct 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

 
Desain BesarPenataan Daerahdi Indonesia
Partnership for Governance Reform in Indonesia
www.kemitraan.or.id
Partnership Policy Paper No 1/2011
Policy Brief PSG layout.indd 14/19/2011 6:18:37 PM
 
Untuk menyelaraskan,memperjelas danmenyebarluaskanberbagai kebijakanpublik yangdiadvokasikan olehKemitraan BagiPembaruan TataPemerintahan (Partnership or GovernanceReorm), mulai tahun ini kami secaraberkala menerbitkan serangkaian “makalahkebijakan” yang disebut Partnership PolicyPaper.Partnership Policy Paper No. 1/2011yang ada di tangan pembaca budimanini dihasilkan dari serangkaian kegiatanyang terkait dengan kerjasama antaraPartnership dan Kementerian Dalam NegeriRepublik Indonesia, khususnya dalam upayamemperbesar manaat yang dirasakanpublik dari kebijakan desentralisasi sertadalam merespon maraknya pemekarandaerah di era otonomi daerah.Sesuai dengan visi misi Kemitraan/Partnership untuk mewujudkan Indonesiayang adil, demokratis dan sejahtera yangdibangun atas dasar prinsip-prinsip danpraktik-praktik tata pemerintahan yangbaik, policy ini mengajukan serangkaianrekomendasi berkaitan dengan desainbesar penataan daerah yang diyakinidapat mewujudkan penataan daerah yangeekti. Rekomendasi ini dihasilkan melaluitelaah secara mendalam serta melibatkanberbagai pihak yang berkompeten.Harapan kami Partnership Policy Paperini dapat memberikan kontribusi positi didalam upaya mewujudkan kehendak rakyatsesuai dengan janji demokrasi.Akhir kata, saya sangat berterimakasihkepada saudara Nico Harjanto, Ph.D sebagaipenulis dan Tim Public Service GovernanceCluster sebagai pengawal programkerjasama Kementerian Dalam NegeriRepublik Indonesia, serta pihak-pihak yangtelah terlibat serta menyumbangkan ide-idedan pikirannya dalam penyusunan policypaper ini.Wicaksono SarosaDirektur Eksekuti Partnership or Governance Reorm
... ... ... .. 
Partnership Policy Paper No. 1/2011
Desain Besar Penataan Daerah di IndonesiaTahun 2010 – 2025
 
1Partnership Policy Paper No 1/2011www.kemitraan.or.id
Policy BriefPSG layout.indd 2-14/19/2011 6:18:38 PM
 
3Partnership Policy Paper No 1/2011 www.kemitraan.or.id
Grak 1. Pertambahan Provinsi dan Kabupaten/Kota di IndonesiaMengapa terjadi banyak pemekarandaerah semenjak era reormasi bermulatahun 1999? Mengapa keinginan untuk membentuk provinsi, kabupaten, dan kotabaru masih sangat tinggi meski banyak dari daerah otonom baru memiliki kinerjapemerintahan yang buruk sehingga tidak bisa membawa perbaikan bagi kesejahteraanwarga? Bagaimana pemekaran terjadi, danapa saja persyaratan-persyaratan untuk terbentuknya daerah otonom baru? Siapayang paling diuntungkan dari pembentukanratusan daerah otonom baru? Apa strategidan rencana pemerintah untuk mengelolaaspirasi pemekaran daerah ini? Bagaimanalingkungan politik dan pemerintahanmenyikapi desentralisasi dan upayapenataan daerah? Berbagai pertanyaantersebut menjadi dasar perlunya suatuupaya sistematis oleh pemerintah pusatuntuk menata pemerintahan di daerah gunamengeektikan ungsi-ungsi pelayananpublik dan penyediaan kebutuhan dasarwarga masyarakat.Kemitraan bagi Pembaruan TataPemerintahan (Kemitraan) memandangbahwa penataan daerah merupakan salahsatu prioritas agenda nasional. Tanpaadanya suatu desain besar untuk penataandaerah, dikuatirkan pemekaran daerahakan terus berlangsung dan segenap eksesdan dampaknya justru akan mengancamdemokrasi dan kesatuan Indonesia. Denganbertambahnya daerah otonom baru,meningkat pula beban keuangan negarauntuk membiayai operasional wilayah-wilayah administrasi baru tersebut. Demikianpula potensi konfik sosial dan politik dapat mengalami eskalasi karena banyak pemekaran daerah dilandasi oleh sentimenkedaerahan/primordialisme, politik identitas-etnis, maupun kepentingan ekonomi-politik segelintir elit.Melalui kajian ilmiah dari berbagai aspek,Kemitraan mendukung adanya desain besarpenataan daerah supaya pemerintah memilikirencana jangka menengah dan panjangyang lebih jelas dalam menyikapi aspirasipemekaran daerah yang terus bermunculan.Berhubung kompleksitas permasalahan yangada, maka desain besar penataan daerah inisetidaknya dapat menjadi rujukan batas atasuntuk menyaring aspirasi masyarakat dalampembentukan daerah otonom baru.Desentralisasi dan Kelemahan KebijakanPenataan Daerah Saat IniPembentukan daerah otonommerupakan bagian dari pelaksanaan prinsipdesentralisasi dalam suatu pemerintahannegara. Desentralisasi menjanjikan banyak hal bagi kemanaatan dan kesejahteraankehidupan masyarakat di tingkat lokal. Melaluiprinsip ini, diharapkan akan berkembangsuatu cara pengelolaan kewenangan dansumber daya. Dalam telaah konseptual,desentralisasi dipahami secara berganda,yakni meningkatkan esiensi dan eektivitasadministrasi pemerintahan nasional danmengaktualisasi representasi lokal.Satu hal yang nyata dari kedua aspek desentralisasi itu adalah keinginan untuk mendekatkan pemerintahan kepadamasyarakat. Dengan kedekatan jarak,diharapkan pemerintah daerah dapatlebih berarti bagi masyarakat. Pemerintahdaerah akan semakin mempunyai tingkatakuntabilitas yang tinggi di samping tingkatdaya tanggap yang tinggi dalam menyikapiperkembangan di masyarakat. Desentralisasiakan memungkinkan terselenggaranyapemerintahan yang demokratis danpartisipati.
2
Ringkasan Eksekuti Saat ini penataan daerah di Indonesiamenjadi masalah besar saat ini karenasemakin bertambahnya daerah otonom baru.Sejak terbitnya Undang-undang tentangPemerintahan Daerah tahun 1999, jumlahdaerah otonom di Indonesia sampai tahun2010 telah bertambah sejumlah 205 daerah,yang terdiri dari 7 provinsi, 164 kabupaten,dan 34 kota, dan jumlah tersebut akan terusbertambah. Untuk itu, diperlukan suatuperencanaan penataan daerah agar tuntutanaspirasi masyarakat dan kelayakan suatudaerah untuk dimekarkan dapat dijembatani.Desain Besar Penataan Daerah (Desartada)yang telah disetujui oleh Pemerintah danDPR-RI ini pada intinya mencakup empatelemen dasar, yakni: 1) pembentukan daerahpersiapan sebagai tahap awal sebelumditetapkan sebagai daerah otonom; 2)penggabungan dan penyesuaian daerahotonom; 3) penataan daerah yang memilikikarakteristik khusus; dan 4) penetapanestimasi jumlah maksimal daerah otonom(provinsi, kabupaten, kota) di Indonesia tahun2010 – 2025.Mengingat arti strategisnya, Kemitraanbagi Pembaruan Tata PemerintahanIndonesia (Kemitraan) mendukung programdan proses pembentukan Desartada sebagaisuatu kebijakan nasional yang nantinya dapatdimasukkan dalam revisi Undang-Undang No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.Kemitraan merekomendasikan sejumlahhal berikut, seperti perubahan paradigmapemekaran wilayah, pemantapan kapasitaspelayanan publik, revisi sejumlah peraturandan undang-undang, dan pengendalianpertambahan daerah otonom baru. KajianDesartada yang ada saat ini hanyalah untuk mencari jumlah ideal provinsi, sedangkanuntuk jumlah ideal kabupaten/kota dimasing-masing provinsi di Indonesia perlukajian lebih lanjut.Pertambahan daerah otonom barutelah menimbulkan banyak masalah, sepertimembengkaknya pembiayaan pemerintahan,kesenjangan pembangunan antar-daerah,hingga rapuhnya penjagaan wilayah dariancaman dan gangguan dari luar. Beberapadaerah otonom baru bahkan secara fnansialtelah diterpa kebangkrutan. Oleh karenanya,Desartada secara umum bertujuan untuk mengakselerasi pengembangan potensinasional yang diarahkan bagi penguatanintegrasi nasional, akselerasi pengembanganekonomi dan meningkatkan kualitaspelayanan publik bagi masyarakat seluruhdaerah di Indonesia. Berbagai pendekatandigunakan untuk menyusun Desartada,mulai dari pendekatan administrasi publik,administrasi pemerintahan, manajemenkeuangan, hingga pertahanan-keamanan.Kajian ini dilakukan berdasarkan tiga prinsippokok berikut, yaitu (1) menjaga integrasi NKRIsebagai amanat konstitusi, (2) mengakselerasipeningkatan kualitas pelayanan publik, (3)mengukuhkan kapasitas Indonesia dalamkonteks persaingan global.Pendahuluan: Berapa Jumlah Provinsi,Kabupaten dan Kota yang Ideal?Sebagai negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesiasenantiasa menghadapi pertanyaan besartentang berapa jumlah ideal dari provinsi,kabupaten, dan kota yang dibutuhkan untuk dapat mewujudkan cita-cita kesejahteraanrakyat. Permasalahan jumlah pemerintahandaerah ini semakin penting untuk diperhatikan terutama semenjak Indonesiamemasuki era demokrasi dengan salah satupilarnya adalah kebijakan desentralisasi.Setelah kebijakan memberikan otonomiyang lebih luas ke pemerintah daerah inidimulai pada tahun 1999, selama kurunwaktu 10 tahun telah terbentuk 205 daerahotonom baru yang terdiri dari 7 provinsi, 164kabupaten, dan 34 kota. Jumlah ini akan terusbertambah seiring masih kuatnya keinginanbanyak kalangan untuk membentuk daerahotonom baru meski Presiden RI di depanSidang Paripurna DPR-RI pada tanggal 3September 2009 telah menyatakan perlunyamoratorium atau penghentian sementarapemekaran daerah sampai ada prosesevaluasi untuk mengetahui keberhasilan,kegagalan dan permasalahannya.
 
32Partnership Policy Paper No 1/2011www.kemitraan.or.id
Policy BriefPSG layout.indd 2-34/19/2011 6:18:38 PM

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->