Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Lecture Note 5 agroforestri

Lecture Note 5 agroforestri

Ratings: (0)|Views: 21 |Likes:
Published by noddme

More info:

Published by: noddme on Oct 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

 
Bahan Ajar 5
RADIASI DALAM SISTEM AGROFORESTRI
S.M. Sitompul
1. Pendahuluan
Produksi biomasa tanaman termasuk bagian yang bernilai ekonomis (bagian yang dipanen)tersusun sebagian besar dari hasil fotosintesis. Sementara radiasi matahari, sebagai sumberutama cahaya bagi tanaman, menjadi salah satu syarat utama kelangsungan prosesfotosintesis. Pengaruh dari radiasi matahari pada pertumbuhan tanaman dapat dilihatsangat jelas pada tanaman yang tumbuh dibawah naungan. Pertumbuhan tanaman dibawah naungan semakin terhambat bila tingkat naungan semakin tinggi. Apabila semuafaktor pertumbuhan tidak terbatas, tingkat pertumbuhan tanaman atau produksi biomasatanaman pada akhirnya akan dibatasi oleh tingkat energi radiasi matahari yang tersedia.Dalam sistem agroforestri, keberadaan tanaman pelindung dari jenis tanaman tahunan(pohon) akan mengurangi tingkat radiasi yang diterima oleh tanaman sela khususnya dari jenis tanaman setahun (semusim) seperti tanaman pangan yang tumbuh diantara tanamanpelindung (Gambar 1 A dan B). Pada sistem pertanaman (budidaya)
 
(
hedgerow-intercroppingsystems
), pengaruh tanaman pagar pohon seperti
Gliricidia
sangat jelas tampak pada sebaranpertumbuhan tanaman padi gogo dan jagung, semakin dekat letak tanaman sela dengantanaman pagar pertumbuhannya semakin terhambat. Hal ini dapat dikaitkan sebagiandengan adanya kompetisi cahaya disamping kompetisi akan air dan unsur hara walaupunusaha pemangkasan pohon telah dilakukan untuk mengurangi naungan pohon danmenyediakan bahan organik (Gambar 2 A dan B). Keadaan ini berhubungan denganhabitus tanaman pelindung yang tinggi disertai dengan tajuknya yang lebat yangmenghalangi pancaran radiasi yang jatuh pada tanaman sela yang tumbuh di sekitarnya.Semakin tinggi habitus tanaman pelindung dan semakin lebat (padat dan besar/lebar)tajuknya, semakin sedikit radiasi yang dapat berpenetrasi pada permukaan tanaman sela.Tingkat penetrasi radiasi dapat dimaksimumkan dengan pengelolaan tanaman yang tepatyang meliputi pengaturan jarak tanam, ukuran kepadatan tanaman, dan manipulasipertumbuhan tanaman seperti pemangkasan tajuk.
TUJUAN
Membahas sifat radiasi matahari sebagai sumber energi untuk pertumbuhan tanamandan sebagai faktor utama yang mengendalikan tingkah-laku sistem tanaman yangdipertimbangkan dalam model tanaman
Membahas tingkat radiasi yang tersedia pada tanaman khususnya tanaman selasemusim berdasarkan faktor yang mengendalikannya dalam sistem agroforestri
 
– 84 –
Gambar 1. Pengaruh pohon jati (
Tectona grandis 
) dalam penyediaan energi cahaya pada tanaman selapadi gogo (A) dan jagung (B) dalam sistem agroforestri di Lodoyo, Blitar (Foto: SM Sitompul).Gambar 2. Pengaruh tanaman pagar (
Gliricidia sepium 
) dalam penyediaan energi cahaya pada tanamansela padi gogo (A) dan jagung (B) dalam sistem budidaya pagar (
Hedgerow-intercropping system 
) (Foto:SM Sitompul).
2. Konsep Dasar Radiasi
2.1 Emisi Radiasi
Bagaimana radiasi timbul mungkin perlu disimak untuk melengkapi pemahaman akanradiasi dan sistem agroforestri. Ini didasarkan atas pemikiran bahwa suatu ketikapertanyaan mengenai hal itu bisa saja timbul. Pada dasarnya, setiap benda diatas temperaturnol absolut memancarkan energi dalam bentuk radiasi akibat perubahan kedudukanelektron yang mengorbit dalam atom atau molekul yang menyusun benda tersebut. Tingkatradiasi yang dipancarkan tergantung pada suhu benda tersebut. Persamaan Stefan-Boltzmaan dapat digunakan untuk menaksir tingkat pancaran radiasi sebagai suatu fungsidari suhu seperti berikut.
R =
ε
 
σ
T
4
(1)dimana R = pancaran (flux) radiasi (W.m
-2
= J.m
-2
.s
-1
),
ε
= konstanta emissivitas (0
≤ε≤
1), ,
σ
= konstanta Stefan-Boltzmann (5,67032 x 10
-8
W.m
-2
.K
-4
) dan T = suhu absolut (273 +
0
C).Konstanta
ε
menggambarkan kapasitas suatu benda mengabsorbsi dan memancarkanradiasi misalnya daun mempunyai nilai
ε
= 0,95.
 
– 85 –
Pada kondisi alami, sumber energi untuk pertumbuhan tanaman adalah matahari yangmemancarkan radiasi yang sangat besar akibat suhunya yang sangat tinggi. Bagian terpanasdari matahari, sebagai hasil dari reaksi nuklir (fisi dan fusi), adalah intinya dengan suhusekitar 19.450.000
0
C. Permukaan matahari (photosphere) yang memancarkan panas danradiasi mempunyai suhu 5500
0
C. Jika matahari dianggap berkelakuan sebagai suatu bendahitam sempurna dalam mengabsorbsi dan memancarkan radiasi (
ε
= 1), tingkat radiasi yangdipancarkan adalah 5,67032 x 10
-8
x (5500 + 273)
4
= 62,98 MW.m
-2
= 62,98 MJ m
-2
.s
-1
.Tetapi hanya sebagian kecil dari radiasi yang dipancarkan matahari yang sampai padapermukaan bumi. Apabila bumi berada pada jarak rata-rata dari matahari, pancaran (flux)radiasi yang jatuh secara tegak lurus pada suatu permukaan luar atmosfir bumi adalah 1,99
±
0.02 ly. min
-1
(ly = Langley) atau 1389,02
±
13,96 J.m
-2
.s
-1
(1 ly. min
-1
= 1 cal.cm
-2
= 698W.m
-2
atau J.m
-2
.s
-1
) yang disebut sebagai konstata radiasi (Munn, 1966). Tingkat konstantaradiasi yang sering digunakan berkisar diantara 1353 - 1367 J.m
-2
.s
-1
(Munn, 1966; Driessen& Konijn, 1992; Goudriaan & Van Laar, 1994).
2.2 Teori Gelombang dan Kuanta
Pada mulanya radiasi dipandang sebagai pancaran gelombang listrik dan magnit yangmembawa timbulnya teori gelombang atau teori gelombang elektromagnetik. Karena ituciri gelombang (Gambar 3) dapat digunakan untuk menggambarkan energi radiasi yaitupanjang gelombang (
λ
), jarak diantara dua dasar atau puncak gelombang yang berdekatan,frekuensi (
 ν
), dan kecepatan kegombang (c). Frekuensi adalah jumlah gelombang yangmelintasi suatu titik per satuan waktu, dan kecepatan gelombang adalah jarak yangditempuh per satuan waktu yang kemudian dikenal menjadi kecepatan cahaya. Karenakecepatan cahaya tetap (2,997.10
8
m.s
-1
), tingkat frekuensi suatu spektrum radiasi tergantungpada panjang gelombangnya seperti ditunjukkan persamaan berikut.
 ν
= c /
λ
(2)Perkembangan studi radiasi selanjutnya menunjukkan bahwa teori gelombang tidak dapatmenjelaskan berbagai fenomena radiasi seperti emisi radiasi dari benda padat sebagai suatufungsi dari suhu yang diamati antara lain oleh Lummer dam Pringsheim pada tahun 1899.Teori kuanta kemudian dikembangkan oleh Newton dan Einstein yang mendefinisikanradiasi sebagai pancaran partikel yang disebut foton (photon). Pancaran partikel ini tidak terjadi secara terus-menerus, tapi dalam satuan deskrit berupa bilangan integer dengankandungan energi sebesar kuanta (quantum) per foton. Berbagai teka-teki sebelumnyamengenai radiasi kemudian dapat dijelaskan oleh teori kuanta seperti pengaruh cahayaterhadap emisi elektron dari suatu benda (photoelectric effect). Fenomena ini terjadi hanyapada panjang gelombang tertentu,
λ
0, (photoelectric-threshold wavelength). Betapapuntingginya intensitas cahaya, emisi elektron tidak akan terjadi bila panjang gelombang lebihbesar dari
λ
0.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->