Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Studi Perbandingan Pemerintahan Islam Dan Demokrasi

Studi Perbandingan Pemerintahan Islam Dan Demokrasi

Ratings: (0)|Views: 95 |Likes:
Published by bayu endragupta

More info:

Published by: bayu endragupta on Oct 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2013

pdf

text

original

 
PERBANDINGAN SISTEM PEMERINTAHAN ISLAM DANDEMOKRASI INDONESIA
Disusun Oleh BAYU ENDRAGUPTA(Staf Administrasi PTA.Palu)
BAB IPENDAHULUAN
 
A. Demokrasi dan Partisipasi Politik
Demokrasi adalah satu konsep tentang bentuk bernegara dari sistemliberalisme, yang merupakan suatu sistem hak turut menentukan secara politik,yang memungkinkan setiap warga negara mempunyai pengaruh kepada keputusan- keputusan politik.
1
 Setiap masyarakat, bangsa dan negara dapat berbeda pandang dalammelihat dan mengamalkan partisipasi politik. Masyarakat sangat bergantung padalatar belakang budaya, agama, pendidikan dan sosial ekonomi masyarakatnya.Partispasi politik yang tinggi, tidak selamanya baik untuk demokrasi. Oleh karenaitu, cara melaksanakan partisipasi politik dan kualitas partisipasi itu sendiri amatpenting, sehingga tujuannya untuk mempengaruhi berbagai keputusan politik dapat terwujud.Demokrasi sebagai sebuah sistem untuk membentuk pemerintahan, adalahsuatu sistem yang rumit dan mahal. Maka berbagai pemikiran mengenaidemokrasi dan kekuasaan tidak bisa dilakukan dengan sederhana. Oleh karena itu,sistem demokrasi tidak sepatutnya sama persis di setiap negara. Setiap negara bisamengembangkan sebuah sistem demokrasi yang sesuai dengan budaya, agama dansosio ekonomi masyarakatnya. Ragam demokrasi banyak, tidak ada satupunkesimpulan yang dapat mencakup untuk semua. Yang perlu diperhatikan, dalammengamalkan demokrasi, jangan sampai syarat - syarat minimal demokrasi tidak dijalankan seperti partisipasi politik yang otonom, pemilu yang demokratis,kebebasan berpendapat, berkumpul, dan berserikat. Maka, arti demokrasi dapat
1
Eberhard Puntsch, Politik dan Martabat Manusia, Occasional Papers and Documents,Friedrich-Naumann-Stiftung, Jakarta, 1998, hal. 26.
 
merujuk kepada dua kata dalam bahasa Yunani yaitu “demos” (rakyat) dan“kratein” (pemerintahan). Secara umum berarti ‘pemerintahan oleh rakyat’, yaitusatu sistem pemerintahan yang bertanggungjawab kepada rakyat melalui wakil -wakil mereka yang dipilih dalam pemilihan umum, karena kegiatan pemerintah dilapangan umum dan pemerintahan.
2
 Unsur yang amat penting dalam partisipasi politik ialah para anggotamasyarakat ikut serta secara sukarela untuk menyeleksi para calon pemimpinlangsung ataupun tidak langsung, terlibat dalam pembuatan kebijakan publik, dansebagainya.Tetapi walaupun banyak negara yang berpindah ke sistem pemerintahandemokrasi, tidak demikian dengan negara Muslim, Belum ada negara Islamdemokrasi yang dapat dijadikan model negara demokrasi, tidak juga Indonesiaatau bisa disebut belum, karena Indonesia sebenarnya juga bukan negara Islam,tetapi negara yang penduduknya mayoritas Muslim.Sekarang Indonesia telah memakai sistem demokrasi seutuhnya, ataudisebut dengan Demokrasi Pancasila. Setelah menjalani sistem pemerintahandemokrasi terpimpin pada masa Orde Lama dan sistem pemerintahan yangotoriter pada rezim Orde Baru Presiden Soeharto, Indonesia merasa terlahirkembali dan memiliki jiwa yang baru yang berasal dari reformasi.Disini timbul permasalahan, Indonesia sebagai negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, menganut sistem pemerintahan demokrasi, yang jelas - jelas berasal dari dunia barat. Timbul pertentangan, apakah Islam yang dianutsebagian besar penduduk Indonesia kompatibel dan sejalan dengan demokrasi?.
B. Demokrasi dalam Islam
 Demokrasi sering diartikan sebagai penghargaan terhadap hak - hak asasimanusia, partisipasi dalam pengambilan keputusan dan persamaan hak di depanhukum. Dari sini kemudian muncul idiom-idiom demokrasi, seperti
egalite
 (persamaan),
equality
(keadilan),
liberty
(kebebasan),
human right 
(hak asasimanusia) dan lain - lain.
2
C. Schmitter and Terry Lynn Karl, “What Democary is Philippe … and is not”. DalamJournal of Democarcy, Vol. 2, No. 3 (summer 1991), hal. 20.
 
Dalam tradisi Barat, demokrasi didasarkan pada penekanan bahwa rakyatseharusnya menjadi “pemerintah” bagi dirinya sendiri dan wakil rakyatseharusnya menjadi pengendali yang bertanggung jawab atas tugasnya. Karenaalasan inilah maka lembaga legislatif di dunia Barat menganggap sebagai pionerdan garda depan demokrasi. Lembaga legislatif benar - benar menjadi wakilrakyat dan berfungsi sebagai agen rakyat yang aspiratif dan distributif.Keberadaan wakil rakyat didasarkan atas pertimbangan, bahwa tidak mungkinsemua rakyat dalam suatu negara mengambil keputusan karena jumlahnya yangterlalu besar. Oleh sebab itu kemudian dibentuk dewan perwakilan. Di sini lantasprinsip amanah dan tanggung jawab (
credible and accoOntable
) menjadikeharusan bagi setiap anggota dewan. Sehingga jika ada tindakan pemerintahyang cenderung mengabaikan hak - hak sipil dan hak politik rakyat, maka harussegera ditegur. Itulah perlunya perwakilan rakyat yang kuat untuk menjadipenyeimbang dan kontrol pemerintah.Secara normatif, Islam menekankan pentingnya ditegakkan amar ma’ruf nahi munkar bagi semua orang, baik sebagai individu, anggota masyarakatmaupun sebagai pemimpin negara. Doktrin tersebut merupakan prinsip Islamyang harus ditegakkan dimana pun dan kapan saja, supaya terwujud masyarakatyang aman dan sejahtera.Jika dilihat basis empiriknya, menurut Aswab Mahasin (1993:30), agamadan demokrasi memang berbeda. Agama berasal dari wahyu sementara demokrasiberasal dari pergumulan pemikiran manusia. Dengan demikian agama memilikidialeketikanya sendiri. Namun begitu menurut Mahasin, tidak ada halangan bagiagama untuk berdampingan dengan demokrasi.Membedah wacana Islam dan demokrasi tentu saja tidak bisa lepas daripanggung pergulatan politik, negara, kekuasaan dan pemerintahan di satu sisi,serta relasi antara Islam dengan entitas lain di luar Islam, pada sisi yang lain.Islam yang dimaksudkan bukanlah sebuah basis nilai dan ajaran yang sama dantunggal. Islam hanya bisa dilihat dan dirasakan dari ekspresi para pemeluknya.Justeru karena Islam hanya bisa dilihat dan dirasakan dari ekspresi parapemeluknya, maka Islam pun sudah pasti berwajah banyak. Jika Islam berwajah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->