Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
hidrogen peroksida

hidrogen peroksida

Ratings: (0)|Views: 363|Likes:
Published by Muhammad Effrin
hidrogen peroksida
hidrogen peroksida

More info:

Published by: Muhammad Effrin on Oct 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/04/2012

pdf

text

original

 
Sitotoksisitas, Bahan Pemutih Gigi, Esei
 MTT 
(Asti Meizarini)
 
8
PERBEDAAN KONSENTRASI BAHAN PEMUTIH GIGI TERHADAP SITOTOKSISITAS MENGGUNAKANESEI MTT 
THE DIFFERENCES CONCENTRATION OF TOOTH WHITENING MATERIAL TOWARD CYTOTOXICITY USING MTT ASSAY 
Asti Meizarini
(1)
 
ABSTRACT 
The aim of this study was to evaluate the cytotoxicity of several tooth whitening material, carbamide peroxide 10%, 15%, 20% and hydrogen  peroxide 38% toward BHK-21 cell using MTT assay.Each well of microplates which used for the test were aliquotted BHK- 21 cell suspension, after that the test solution were added to eight well each group, respectively. Microplates were incubated at 37°C in 5% CO 
incubator  for 20 hour. MTT stock was added to each well, incubate again for 4 hours,after that DMSO was added. The microplate were detected using ELISA reader at 630 nm. The cytotoxicity was evaluated by the 50% cytotoxic dose (CD 
50 
), which was determined by calculating the proliferation percentages of cells treated with various concentrations of tooth whitening gel, and comparing the results with that of the positive and the negative control.The result showed that percentages of the living cell at 10% carbamide  peroxide group = 86,73%; 15% = 81,22%; 20% = 81,82%; 38% hidrogen  peroksida = 64,08%, respectively. Anova test and LSD showed no significant difference between 10%, 15%, 20% groups, but there are significant toward 38% group and controle. The 38% hydrogen peroxide group is expectable to be more cytotoxic than those containing 10% carbamide peroxide. which is equivalent to 3.6% hidrogen peroxide. Hydrogen peroxide releases oxygen.Exposure to higher concentrations of hydrogen peroxide can increased the oxidative reactions and damages by free radicals. The oxidative reactions and subsequent damage in cells are the major mechanisms responsible for the toxicity of peroxide compounds.Conclusion. The10%, 15%, 20% carbamide peroxide and 38% hydrogen  peroxide tooth whitening agents conclusion were not detected cytotoxic toward BHK-21 cell line using MTT assay within CD 
50 
.
Keywords 
: cytotoxicity, tooth whitening material, MTT assay 
(1)
 
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga
 
J. Penelit. Med. Eksakta. Vol. 8, No. 1, April 2009: 8-15
9
PENDAHULUAN
Prosedur untuk pemutihan gigiada berbagai macam cara. Pemutihangigi dapat dikerjakan di klinik olehdokter gigi secara langsung ataudilakukan di rumah dengan pantauandokter gigi. Kandungan utama bahanpemutih gigi tergantung dari produsenpembuatnya, hidrogen peroksida
,
karbamid peroksida atau ureaperoksida, atau sistim non hidrogenperoksida yang mengandung sodiumklorida, oksigen dan natrium fluorida.Konsentrasi bahan pemutih gigibermacam-macam tergantungkegunaan, di rumah atau di klinik.Bahan pemutih gigi yang seringdigunakan di rumah bervariasikonsentrasinya antara 10, 15 dan20% karbamid peroksida. Bahanpemutih gigi hidrogen peroksidauntuk penggunaan di klinik biasanyamenggunakan konsentrasi 35% ataulebih.ADA (2005) menyebutkanpemakaian bahan pemutih yangmengandung karbamid peroksida 10%aman dan efektif untuk penggunaandi rumah. Bahan dasar pemutih gigikarbamid peroksida 10% terdiri dari3,6% hidrogen peroksida (SCCP,2005)dan urea.
 
Hidrogen peroksida menjadibahan aktif pemutih gigi.Urea dalam
 
karbamid peroksida berperan sebagaistabilisator untuk memperpanjang
shelf life 
dan memperlambatpelepasan hidrogen peroksida(O’Brien, 2002). Kandungan laindalam bahan pemutih peroksidaadalah gliserin, karbopol, sodiumhidroksida dan bahan perasa. Bahanpemutih gigi profesional yangdiijinkan oleh ADA adalah 35%hidrogen peroksida, penggunaannyamemerlukan isolasi jaringan ginggivadengan
rubber dam 
atau gelpelindung. Beberapa produkmengandung bahan tambahanpotasium nitrat dan ion fluoridauntuk membantu mengurangisensitivitas gigi (Hatrick, 2003 danMatis, 2004).Secara umum efek sampingpenggunaan bahan pemutih gigi,menyebabkan gigi sensitif dan iritasiginggiva (ADA, 2005). Aplikasi bahanpemutih gigi harus diusahakan tidakkontak dengan mukosa membranrongga mulut terutama ginggiva,tetapi hal tersebut sulit dihindarkan,oleh sebab itu perlu memastikanbahan pemutih gigi tidak toksik. Tidak ada alat atau bahan kedokterangigi yang sepenuhnya aman, termasukbahan pemutih gigi. Pemilihan danpenggunaan alat atau bahankedokteran gigi didasarkan asumsibahwa keuntungan penggunaan jauhmelebihi efek biologis yangmerugikan. Uji sitotoksisitas adalahbagian dari evaluasi bahankedokteran gigi dan diperlukan untukprosedur skrining standar. Tujuan ujiini untuk mengetahui efek toksiksuatu bahan secara langsungterhadap kultur sel.
Cell lines 
telahbanyak digunakan untuk mengujitoksisitas berbagai bahan dan obat-obatan di bidang kedokteran gigi,antara lain sel
Baby Hamster Kidney- 21
(
BHK-21
). Salah satu metodeuntuk menilai sitotoksisitas suatubahan adalah esei tetrazolium
MTT 
 (Fazwishni dan Hadijono, 2000).Uraian pada latar belakangmasalah di atas menimbulkanpermasalahan: Apakah perbedaankonsentrasi bahan pemutih gigikarbamid peroksida 10%, 15%, 20%dan hidrogen peroksida 38%berpengaruh terhadap sitotoksisitassel
BHK 
-21 dengan menggunakan esei
MTT 
. Sejauh ini efek berbagaikonsentrasi bahan pemutih gigiterhadap sitotoksisitas pada sel
BHK- 21
dengan menggunakan esei
MTT 
 belum diketahui. Tujuan penelitian ini untukmengetahui sitotoksisitas bahanpemutih gigi karbamid peroksida 10%,15%, 20% dan hidrogen peroksida
 
Sitotoksisitas, Bahan Pemutih Gigi, Esei
 MTT 
(Asti Meizarini)
 
10
38% terhadap sel
BHK 
-
21
menggunakan esei
MTT 
. Manfaatnyasebagai bahan pertimbangan dalammemilih bahan pemutih gigi yangtidak sitotoksik dan memberiinformasi ilmiah kepada dokter gigitentang variasi konsentrasi bahanpemutih gigi serta sitotoksisitasnyamenggunakan esei
MTT 
.
METODE PENELITIAN
 Jenis penelitian experimentallaboratoris, rancangan penelitian
Post test only controle group 
. Subyekpenelitian bahan pemutih gigikarbamid peroksida 10%, 15%, 20%dan hidrogen peroksida 38%. Lokasipenelitian Laboratorium PengendalianMutu Peningkatan Produksi – PusatVeterinaria Farma Surabaya.Bahan yang digunakan padapenelitian ini adalah karbamidperoksida merek Opalescence PF 10%,15%, 20% (Ultradent-USA), hidrogenperoksida merek Opalescence XtraBoost 38% (Ultradent-USA), kultur
cell line BHK-21
pasase 60 (Pusvetma-Surabaya), media kultur
Eagle's minimum essential medium (MEM) 
  yang diperkaya dengan
Fetal Bovine Serum (FBS) 
10%, glutamin, asamamino, vitamin,
Kanamycin- Streptomycin – Penicillin - Fungizone 
 (Pusvetma- Surabaya), pereaksi
MTT 
 (Sigma Aldrich-Germany), alkohol70%,
 phosphat buffer saline 
,
dimethyl- sulfoxide 
(BDH-England). Alat yangdigunakan adalah
laminar flow 
 (Oliphant-Australia), filter
millipore Minisart 
0,20
μ
m dan 0,45
μ
m(Sartorius),
 flask Nunc 
,
microplate 
96
well 
 
Nunc 
(Nunclon-Denmark), pipetmikro, pipet
Pasteur 
, inkubator 5%CO
2,
 
shaker 
 
Vari Shaker 
(Dynatech-England),
Elisa reader Opsysmr 
(Dynex-USA).Cara kerja penelitian adalahsebagai berikut. Kelompok Imenggunakan bahan uji gel karbamidperoksida konsentrasi 10%. KelompokII menggunakan bahan uji gelkarbamid peroksida konsentrasi 15%.Kelompok III menggunakan bahan ujigel karbamid peroksida konsentrasi20%. Kelompok IV menggunakanbahan uji gel hidrogen peroksidakonsentrasi 38%. Setiap kelompokmenggunakan 10 mg bahan uji yangdilarutkan dalam 50 ml
PBS 
sesuaidengan perbandingan bahan uji yangdipakai Li
et al.,
(2000). Besar sampelsetiap kelompok 8 buah, jumlahseluruhnya 32 sampel. Disiapkankultur sel fibroblas
BHK-21
dengankepadatan 2,4x104 sel/ml dalammedia kultur
Eagle’s MEM 
,
microplate 
 dengan 96
well 
(sumuran) steril danbekerja di dalam
laminar flow 
.Sumuran pada
microplate 
diisi selfibroblas sebanyak 100
μ
l.setiapsumuran. Bahan uji sampel yangtelah dilarutkan dengan PBS, di filtermenggunakan
millipore 
0,45
μ
m,kemudian ditambahkan ke dalam tiapsumuran sebanyak 20
μ
l, sesuaidengan kelompok sampel. Disiapkanpula kontrol sel dan kontrol media.Kontrol sel adalah tiap sumuran berisisel fibroblas
BHK-21
dalam mediakultur
Eagle's 
sebagai kontrol positif,dilakukan 8 kali pengulangan. Kontrolmedia adalah tiap sumuran yangberisi media kultur
Eagle's 
sajasebagai kontrol negatif, dilakukan 8kali pengulangan.
Microplate 
 dimasukkan ke dalam inkubator 5%CO2 suhu 37
°
C selama 20 jam.
MTT 
 5 mg/ml dalam
PBS 
, disiapkan dan difilter menggunakan
millipore 
0,20
μ
m.
Microplate 
dikeluarkan dari inkubator.Media di dalam sumuran dikeluarkanmenggunakan
syringe 
, sel melekat didinding dalam sumuran. Pereaksi
MTT 
 ditambahkan sebanyak 10
μ
l untuksetiap sumuran (Li
et al,
2000),kemudian di inkubasi kembali selama4 jam. Total waktu inkubasi dalaminkubator 37
°
C selama 24 jam.Setelah masa inkubasi selesai,
MTT 
 pada
microplate 
dikeluarkanmenggunakan
syringe 
, kemudianditambahkan larutan
DMSO 
sebanyak

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->