Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ckr

ckr

Ratings: (0)|Views: 27 |Likes:
Published by Dianiita Priibawati

More info:

Published by: Dianiita Priibawati on Oct 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/17/2013

pdf

text

original

 
BAB I
 
KONSEP TEORI
A. PENGERTIAN
 Cidera kepala adalah trauma yang mengenai otak disebabkan oleh kekuataneksternal yang menimbulkan perubahan tingkat kesadaran dan perubahankemampuan kognitif, fungsi fisisk, fungsi tingkah laku, dan emosional.( Widagdo Wahyu, 2008, hal 103 )Cidera kepala adalah suatu gangguan traumatic dari fungsi otak yang disertai atautanpa disertai perdarahan interstitial dalam subtansi otak tanpa diikuti terputusnyakontinuitas otak.( Tarwoto&Wartonah, 2007, hal 125 )
B. ETIOLOGI
Cidera kepala dapat disebabkan karena:1. Kecelakaan lalu lintas,2. Terjatuh,3. Kecelakaan industry,4. Kecelakaan olahraga,5. Luka, dan6. Persalinan.( Tarwoto&Wartonah, 2007, hal 125 )
C. KLASIFIKASI
1. Berdasarkan kerusakan jaringan otak :a. Komosio Serebri ( Gagar Otak ) : gangguan fungsi neurologi ringan tanpaadanya kerusakan struktur otak, terjadi hilangnya kesadaran kurang dari 10 menitatau tanpa disertai amnesia retrograt, mual, muntah, nyeri kepala.
 
b. Kontusio Serebri ( Memar ) : gangguan fungsi neurologi disertai kerusakan jaringan otak tetapi kontinuitas otak masih utuh, hilangnya kesadaran lebih dari 10menit.c. Laserasio Serebri : gangguan fungsi neurologi disertai kerusakan otak yangberat dengan fraktur tengkorak terbuka. Massa otak terkelupas keluar dari ronggaintracranial.2. Berdasarkan berat ringannya cidera kepala :a. Cidera Kepala Ringan : jika GCS antara 15-13, dapat terjadi kehilangankesadaran kurang dari 30 menit, tidak terdapat fraktur tengkorak, kontusio atauhematom.b. Cidera Kepala Sedang : jika nilai GCS antara 9-12, hilang kesadaran antara30 menit-24 jam, dapat disertai fraktur tengkorak, disorientasi ringan.c. Cidera Kepala Berat : jika GCS antara 3- 8, hilang kesadaran lebih dari 24 jam, biasanya disertai kontusio, laserasi atau adanya hematom, edema serebral.( Tarwoto&Wartonah, 2007, hal 127-128 )
D. PATOFISIOLOGI
 Adanya cidera kepala dapat mengakibatkan gangguan atau kerusakan strukturmisalnya kerusakan pada parenkim otak, kerusakan pembuluh darah, perdarahan,edema dan gangguan biokimia otak seperti penurunan adenosine tripospat dalammitokondria, perubahan permeabilitas vaskuler.Patogisiologi cidera kepala dapat digolongkan menjadi dua proses yaitu ciderakepala otak primer dan sekunder. Cidera kepala otak primer merupakan suatuproses biomekanik yang dapat terjadi secara langsung saat kepala terbentur danmember dampak cidera jaringan otak. Pada cidera kepala sekunder terjadi akibatcidera primer misalnya adanya hipoksia, iskemia, perdarahan.Perdarahan serebral menimbulkan hematom, misalnya pada epidural hematomyaitu berkumpulnya darah antara lapisan periosteum tengkorak dengan duramater,subdural hematom diakibatkan terkumpulnya darah pada ruang duramater dengan
 
subarachnoid dan intracerebral hematom adalah berkumpulnya darah pada jaringan serebral.Kematian pada cidera kepala banyak disebabkan karena hipotensi karenagangguan pada outoregulasi. Ketika terjadi gangguan outoregulasi akanmenimbulkan hipoperfusi jaringan serebral dan berakhir pada iskemia jaringanotak, karena otak sangat sensitive terhadapa oksigen dan glukosa.( Tarwoto&Wartonah, 2007, hal 127 )
E. MANIFESTASI KLINIS
1. Komusio serebri :a. Muntah tanpa nauseab. Nyeri pada lokasi ciderac. Mudah marahd. Hilang energye. Pusing dan mata berkunang-kunangf. Orientasi terhadap waktu, tempat, dan orang.g. Tidak ada deficit neurologih. Tidak ada ketidaknormalan pupili. Ingatan sementara hilang. j. Scalp tenderness2. Kontusio serebri :a. Perubahan tingkat kesadaranb. Lemah dan paralisis tungkai,c. Kesulitan berbicara,d. Hilangnya ingatan sebelum dan pada saat trauma,e. Sakit kepala,f. Leher kaku,g. Perubahan dalam penglihatan,h. Tidak berespon baik rangsang verbal dan nyeri ,i. Demam diatas 37°C j. Peningkatan frekuensi nafas dan denyut nadi,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->