Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kedudukan Filologi Diantara Ilmu

Kedudukan Filologi Diantara Ilmu

Ratings: (0)|Views: 2,666|Likes:
Published by Adhi S.

More info:

Published by: Adhi S. on Oct 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2013

pdf

text

original

 
 BAB IIKEDUDUKAN FILOLOGI DIANTARA ILMU-ILMU LAIN
Jika kita memperhatikan kedudukan Filologi diantara ilmu-ilmu lain yang erat hubungannyadengan objek penelitian Filologi maka akan tampak adanya hubungan timbal balik, salingmembutuhkan. Untuk kepentingan tertentu, Filologi memandang ilmu-ilmu yang lain sebagaiilmu bantunya; sebaliknya ilmu-ilmu yang lain, juga untuk kepentingan tertentu, memandangFilologi sebagai ilmu bantunya. Dibawah ini dikemukakan ilmu-ilmu yang dipandang sebagaiilmu bantu Filologi dan ilmu-ilmu yang memandang Filologi sebagai ilmu bantunya.
 2.1 Ilmu Bantu Filologi
Pada uraian tentang pengertian Filologi telah dikemukakan bahwa objek Filologi ialahterutama naskah-naskah yang mengandung teks sastra lama atau sastra tradisional, yaitusastra yang dihasilkan masyarakat yang masih dalam keadaan tradisonal, masyarakat yangbelum memperlihatkan pengaruh Barat secara intensif. Satra yang demikian ini mempunyaihubungan erat dengan masyarakat yang menghasilkannya. Dengan demikan, pengatahuantentang masyarakat zaman lampau, masyarakat yang menghasilkan sastra tradisional itu,merupakan syarat mutlak untuk memahaminya. Kesusatraan Melayu lama, misalnya,sebagian besar adalah warisan zaman Kemelayuan Sriwijaya, Pasai, Malaka, Aceh, Johor,Riau, maka untuk dapat memahaminya kehidupan Kemelayuan tersebut perlu dikaji.Selanjutnya untuk dapat memahami teks itu sendiri, yaitu mengerti arti setiap kata danistialah dalam teks tersebut, suasana bahasa teks juga harus dipahami. Pemahaman suasanabahasa teks tidak dapat lepas dari pemahaman terhadap masyarakatnya. Dengan demikian,naskah itu harus dilihat dalam konteks bangsa dan masyarakat yang bersangkutan. Barusetelah itu dapat dipertimbangkan penelitian yang terperinci, misalnya mengenai ciri-ciribahasanya, nilai sastranya, kandunga isinya, dan lain sebagainya.Dari hal-hal tersebut diatas jelaslah bahwa Filologi memerlukan ilmu-ilmu bantu yangerat hubungannya dengan bahasa, masyarakat serta budaya melahirkan, dan ilmu sastra untuk mengungkapkan niai-nilai sastra yang terkandung didalamnya. Selain itu, diperlukan jugailmu bantu yang dapat memerikan keterangan tentang pengaruh-pegaruh kebudayaan yangterlihat dalam kandugan teks. Dengan demikian maka untuk menangani naskah dengan baik,ahli Filologi memerlukan ilmu bantu, antara lain Linguistik, pengetahuan bahasa-bahasa yang
 
tampak pengaruhnya dalam teks, Paleografi, ilmu sastra, ilmu agama, sejarah kebudayaan,antropologi, dan folklor. Selanjutnya karena kajian Filologi terhadap teks lama banyak yangdisajikan dalam bahasa asing, untuk melengkapi penggarapan naskah, diperlukan jugapengetahun bahasa asing yang menjadi alat penyampaian hasil kajian naskah, dalam hal initerutama Bahasa Belanda dan Inggris. Dibawah ini ilmu-ilmu bantu yang dimaksud akandiuraikan secara singkat satu persatu.
2.1.1 Linguistik
Mempelajari bahasa naskah bukanlah tujuan Filologi yang sesungguhnya. Meskipundemikian, karena kebanyakan bahasa naskah sudah berbeda dengan bahasa sehari-hari makasebelum sampai kepada tujuan yang sebenarnya, seorang ahli Filologi harus terlebih dahulumengkajinya. Untuk pengkajian bahasa nahak inilah diperlukan bantuan linguistik.Bantuan linguistik kepada Filologi sudah terliat sejak perkembangan awalnya. Padaawal perkembangannya, linguistik sangat mengutamakan bahasa tulis, termasuk didalamnyabahasa naskah, bahkan studi bahasa sampai abad ke-19 dikenal dengan nama Filologi. Dalamperkembangannya yang kemudian, linguistik lebih mengutamakan bahasa lisan, bahasa yangdipakai sehari-hari. Meskipun demikian diharapkan kemajuan metode-metodenya dapatditerapkan juga dalam pengkajian bahasa-bahasa naskah.Ada beberapa cabang linguistik yang dipandang dapat membantu filologi, antara lain,yaitu etimologi, sosiolinguistik, dan stilistika. Etimologi, ilmu yang mempelajari asal usuldan sejarah kata, telah lama menarik perhatian ahli filologi. Hampir dapat dikatakan bahwapada setiap pengkajian bahasa teks, selalu ada yang bersifat etimologis. Hal ini mudahdimengerti karena bahasa-bahasa naskah Nusantara banyak yang mengandung kata serapandari bahasa asing, yang dalam perjalanan hidupnya mengalami perubahan bentuk dankadang-kadang juga perubahan arti. Itulah sebabnya maka kata-kata semacam itu, untuk pemahaman teks, perlu dikaji sejarahnya. Pengkajian perubahan bentuk dan makna katamenurut pengetahuan tentang Fonologi, Morfologi, dan Semantik, yaitu ilmu-ilmu yangmempelajari bunyi bahasa, pembentukan kata, dan makna kata. Ketiganya juga termasuk linguistik. Timbulnya kata "pungkir" dan "ungkir", misalnya, adalah sebagai akibatkurangnya pengetahuan tentang fonologi dan morfologi dalam pengkajian etimologis. Keduakata ini secara etimologis yang benar ialah "mungkir", diserap dari bahasa Arab
mungkir.
Kata "cinta" dalam teks-teks sastra lama sering berarti "sedih", "susah", misalnya dalam
 Hikayat Ibrahim Ibn Adam
. Kata
masyghul
(bahasa Arab) yang bentuk serapannya dalam
 
bahasa Indonesia "masgul", dalam naskah-naskah karangan Nuruddin Arraniri berarti"sibuk", yaitu arti yang masih asli dari bahasa Arab, bukan berarti "sedih","gundah", sepertiarti yang terdapat dalam teks-teks sastra Hikayat yang kemudian diserap dalam bahasaIndonesia sekarang. Kata-kata semacam itulah yang perlu dikaji secara etimologis denganalat analisis berupa pengetahuan tentang fonologi, morfologi, dan semantik.Sosiolinguistik, sebagai cabang linguistik yang mempelajari hubungan dan salingpengaruh antara perilaku bahasa dan perilaku masyarakat sangat bermanfaat untuk menekunibahasa teks, misalnya ada tidaknya
undha usuk 
bahasa, ragam bahasa, alih kode yang eratkaitannnya dengan konvensi masyarakat pemakai bahasa. Hasil kajian seperti ini diharapkandapat membatu mengungkapkan kedaan sosio budaya yang terkandung dalam naskah.Selanjutnya stilistika, yaitu cabang ilmu linguistik yang menyelidiki bahasa sastrakhususnya gaya bahasa, diharapkan dapat membantu filologi dalam pencarian teks asli ataumendekati aslinya dan dalam penentuan usia teks. Telah disinggung dalam pembicaraanpengertian filologi bahwa naskah-naskah yang sampai kepada kita (naskah saksi)mencerminkan adanya tradisi penyalinan yang longgar, artinya penyalin dapat ,mengubahdan mengurangi naskah yang disalinnya apabila dirasa perlu. Selain itu, naskah-naskah aslimemperlihatkan penyalinan secara horisontal, penyalinan menggunakan beberapa naskahinduk. Hal-hal ini sangat menyulitkan pelacakan naskah asli dengan menekuni gaya bahasasuatu teks mungkin akan tampak adanya suatu episode yang memperlihatkan kelainan gayabahasanya. Besar kemungkinannya bahwa episode yang demikian itu bukan termasuk teksasli. Selanjutnya pengetahuan stilistika diharapkan dapat membantu penentuan usia teks.Telah dikemukakan bahwa banyak naskah lama yang tidak mencantumkan jatah waktupenulisan atau penyalinannya dan nama pengarangnya. Perbandingan gaya bahasa naskahyang demikian dengan gaya bahasa naskah-naskah yang diketahui usianya meskipun hanyasekedar perkiraan zaman penulisannya. Dalam sastra Jawa misalnya
 Barahmandapurana
 yang tanpa menyebut angka tahun penulisan dan nama penulisnya oleh Poerbatjaraka (dalamBaroroh dkk, 1985: 12) ditempatkan sejaman dengan
Sang Hyang Kamahayanikan
atasdasara
dhapukanipun saha lelewaning basa
struktur dan gaya bahasanya.
2.1.2 Pengetahuan Bahasa-Bahasa yang Mempengaruhi Bahasa Teks
Bahasa yang mempengaruhi bahasa-bahasa naskah nusantara yaitu bahasa Sansekerta,Tamil, Arab, Persi, dan bahasa daerah yang serumpun dengan bahasa naskah. Pada naskahyang semula berupa teks lisan, tampak adanya pengaruh Barat. Oleh karena pengaruh bahasa

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
khoirbiah liked this
Juragan Gombal liked this
Mawar Nasution liked this
Drs Miskuddin liked this
vbhisoujo liked this
Anggia Sari liked this
Has Yuni liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->