Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
1Activity
P. 1
Kebijakan Akuntansi Pemkab Gorontalo Final

Kebijakan Akuntansi Pemkab Gorontalo Final

Ratings: (0)|Views: 55 |Likes:
Published by Zoephiirah Arachman

More info:

Published by: Zoephiirah Arachman on Oct 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

 
Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Gorontalo
KATA PENGANTAR 
Terbitnya paket Undang-undang Keuangan Negara yaitu Undang-undang Nomor 17 Tahun2003 tentang Keuangan Negara, Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negaradan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung JawabKeuangan Negara merupakan titik tolok reformasi keuangan di negara kita. Dari sisi pengelolaankeuangan daerah, paket undang-undang ini merupakan awal bagi lahirnya peraturan-peraturan pengelolaan keuangan daerah yang lebih harmonis dengan pengelolaan keuangan negara secara umum.Hal ini ditandai dengan lahirnya Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang PengeloaanKeuangan Daerah yang diikuti oleh peraturan yang lebih teknis tentang pengelolaan keuangan Daerahyaitu Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 (yang baru saja disempurnakan dengan terbitnyaPermendagri Nomor 59 Tahun 2007) serta Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentangStandar Akuntansi Pemerintahan.Lahirnya paket peraturan perundang-undangan memberi dampak yang boleh dikatakanmengejutkan khususnya bagi penyelenggara pemerintahan di daerah. Beberapa perubahan dalam tatakelola keuangan daerah yang sangat menonjol adalah sebagai berikut:
Laporan Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dulunya hanya berupaPerhitungan APBD dan Perhitungan Kas berikut lampiran-lampirannya, dengan adanya paketundang-undang keuangan telah berubah menjadi Laporan keuangan yang terdiri atas LaporanRealisasi Anggaran, Neraca, laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan.
Pencatatan transaksi atau kejadian/peristiwa ekonomis yang dulunya bersifat pencatatantunggal yang mencatat penerimaan dan pengeluaran saja diubah menjadi pencatatan ganda yang berdampak pada diakuinya aset atau kewajiban atas suatu transaksi penerimaan dan pengeluaran;
Pencatatan atas suatu transaksi yang dulunya hanya berbasis kas yaitu mengakui suatukejadian ekonomis berdasarkan diterima atau keluarnya kas dari kas daerah, dengan berlakunya paket undang-undang keuangan diubah menjadi berbasis kas dan berbasis akrual yaitu pencatatanakuntansi dilakukan pada saat terjadinya transaksi tanpa harus menunggu masuk atau keluarnyakas dari kas daerah.Tujuan dari lahirnya peraturan-peraturan keuangan ini jelas, yaitu terciptanya tata kelolakeuangan negara yang transparan dan akuntabel baik di tingkat pemerintah pusat maupun pemerintahdaerah.Jika Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006memberikan pedoman bagi tata kelola keuangan daerah, maka Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun2005 lebih difokuskan pada penyediaan pedoman tentang pencatatan akuntansi dan pelaporankeuangan atas keuangan daerah dan keuangan negara. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Pasal 32menekankan perlunya laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD untuk mengacu padaStandar Akuntansi Pemerintahan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa baik pemerintah pusat
1
 
Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Gorontalo
maupun pemerintah daerah dalam menyusun laporan keuangan harus berpedoman pada PeraturanPemerintah Nomor 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.Dalam pengelolaan keuangan daerah, pengejawantahan dari kewajiban penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan,termaktub di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Pasal 239 ayat (1) yangmenyatakan bahwa Kepala daerah menetapkan peraturan kepala daerah tentang kebijakan akuntansi pemerintah daerah yang berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintahan.Penyusunan kebijakan akuntansi pada pemerintah Kabupaten Gorontalo ini merupakan suatuupaya untuk merealisasikan maksud dari Peraturan Menteri Dalam Negeri di atas. Dengan demikiandiharapkan bahwa penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD KabupatenGorontalo yang mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan dapat terwujud yang pada akhirnyadapat meningkatkan tata kelola keuangan daerah Kabupaten Gorontalo yang lebih transparan danakuntabel.Limboto, Desember 2007Tim Penyusun
2
 
Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Gorontalo
DAFTAR ISI
HalamanKata Pengantar .........................................................................................................iDaftar Isi....................................................................................................................iii1.Kebijakan Akuntansi – Gambaran Umum ....................................................12.Ikhtisar Kebijakan Akuntansi .......................................................................143.Kebijakan Akuntansi Pendapatan .................................................................224.Kebijakan Akuntansi Belanja .......................................................................245.Kebijakan Akuntansi Persediaan ..................................................................286.Kebijakan Akuntansi Investasi .....................................................................317.Kebijakan Akuntansi Aset Tetap ..................................................................368.Kebijakan Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan ....................................429.Kebijakan Akuntansi Kewajiban ..................................................................48
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->