Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hak Dan Kewajiban Pekerja Atau Karyawan

Hak Dan Kewajiban Pekerja Atau Karyawan

Ratings: (0)|Views: 407|Likes:
Published by Nana Nene

More info:

Published by: Nana Nene on Oct 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/03/2012

pdf

text

original

 
Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Moderen (Muhammad Ali) Kewajibanadalah sesuatu yang harus diamalkan / dilakukan. Hak adalah milik , wewenang , benar ,sungguh ada , kekuatan yang besar untuk menuntut sesuatu , kekuasaan untuk melakukansesuatu .Ada tiga kewajiban karyawan yang penting. Yaitu kewajiban ketaatan, kewajibankonfidensialitas, dan kewajiban loyalitas.1. Kewajiban ketaatanSeorang karyawan yang memasuki sebuah perusahaan tertentu memiliki konsekuensiuntuk taat dan patuh terhadap perintah dan petunjuk yang diberikan perusahaan karenamereka sudah terikat dengan perusahaan. Namun demikian, karyawan tidak harusmematuhi semua perintah yang diberikan oleh atasanya apabila perintah tersebut dinilaitidak bermoral dan tidak wajar.Seorang karyawan di dalam perusahaan juga tidak harus menaati perintah perusahaantersebut apabila penugasan yang diberikan kepadanya tidak sesuai dengan kontrak yangtelah disepakati sebelumnya.2. Kewajiban konfidensialitasKewajiban konfidensialitas adalah kewajiban untuk menyimpan informasi yangsifatnya sangat rahasia. Setiap karyawan di dalam perusahaan, terutama yang memilikiakses ke rahasia perusahaan seperti akuntan, bagian operasi, manajer, dan lain lainmemiliki konsekuensi untuk tidak membuka rahasia perusahaan kepada khalayaumum. Kewajiban ini tidak hanya dipegang oleh karyawan tersebut selama ia masih bekerja disana, tetapi juga setelah karyawan tersebut tidak bekerja di tempat itu lagi.Sangatlah tidak etis apabila seorang karyawan pindah ke perusahaan baru denganmembawa rahasia perusahaannya yang lama agar ia mendapat gaji yang lebih besar.3. Kewajiban loyalitas
 
Konsekuensi lain yang dimiliki seorang karyawan apabila dia bekerja di dalam sebuah perusahaan adalah dia harus memiliki loyalitas terhadap perusahaan. Dia harusmendukung tujuan-tujuan dan visi-misi dari perusahaan tersebut. Karyawan yang sering berpindah-pindah pekerjaan dengan harapan memperoleh gaji yang lebih tinggidipandang kurang etis karena dia hanya berorientasi pada materi belaka. Ia tidamemiliki dedikasi yang sungguh-sungguh kepada perusahaan di tempat dia bekerja.Maka sebagian perusahaan menganggap tindakan ini sebagai tindakan yang kurang etis bahkan lebih ekstrim lagi mereka menganggap tindakan ini sebagai tindakan yang tida bermoral.
Hak karyawan menurut hukum Islam :
Hak pekerja menurut hukum islamDalam hubungan antara pemilik usaha dengan pekerja, Nabi Shallallahu’alaihi wasallammenganjurkan disegerakannya pemberian hak pekerja, beliau bersabda :“berikanlah upah pekerja sebelum kering keringatnya” [HR Ibnu Majah, 2/817; Shahihul Jami’1493]Lebih bijaksana jika dikomentari tentang derajat hadits, sebab ia termasuk Hadits dhaif – ket :Syaikh bin Baz.Salah satu bentuk kezhaliman di tengah masyarakat muslim adalah tidak memberikanhak-hak pegawai, pekerja, karyawan atau buruh sesuai dengan yang semestinya. Bentuk kezhaliman itu beragam di antaranya :1. sama sekali tidak memberikan hak-hak pekerja, sedang si pekerja tidak memiliki bukti.Dalam hal ini, meskipun si pekerja kehilangan haknya di dunia, tetapi di sisi Allah pada harikiamat kelak, hak tersebut tidak hilang. Orang zhalim itu karena telah memakan harta orangyang dizhaliminya, diambil daripadanya kebaikan yang pernah ia lakukan untuk diberikankepada orang yang dizhalimi. Jika kebaikannya telah habis, maka dosa yang ia zhalimi itudiberikan kepadanya, lalu ia dicampakkan di neraka.2. mengurangi hak pekerja dengan cara yang tidak dibenarkan. Allah Subhanahu wata’ala berfirman :
 
“kecelakaan besarlah bagi mereka yang curang” (Al Muthaffifin :1)Hal itu sebagaimana banyak dilakukan pemilik usaha terhadap para pekerja yang datangdari daerah. Di awal perjanjian, mereka sepakat terhadap jumlah upah tertentu. tetapi jika si pekerja telah terikat dengan kontrak dan memulai pekerjaannya, pemilik usaha mengubahsecara sepihak isi perjanjian lalu mengurangi dan memotong upah pekerjaannya dengan berbagai dalih. Si pekerja tentu tidak bisa berkutik dengan posisinya yang serba sulit; antarakehilangan pekerjaan dan upah di bawah batas minimum. Bahkan terkadang si pekerja tak mampu membuktikan hak yang mesti ia terima, akhirnya si pekerja hanya bisa mengadukanhalnya kepada Allah Subhanahu wata’ala.Jika pemilik usaha yang zhalim itu seorang muslim sedang pekerjanya seorang kafir,maka kezhaliman yang dilakukannya termasuk bentuk menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, sehingga dialah yang menanggung dosa orang tersebut.3. memberi pekerjaan atau menambah waktu kerja (lembur), tetap hanya memberikan gaji pokok dan tidak memperhitungkan pekerjaan tambahan dan waktu lembur.4. mengulur-ulur pembayaran gaji, sehingga tidak memberikan gaji kecuali setelah melaluiusaha keras pekerja, baik berupa pengaduan, tagihan, hingga usaha lewat pengadilan.Mungkin maksud pengusaha menunda-nunda pemberian gaji agar si pekerja bosan, lalumeninggalkan haknya dan tidak lagi menuntut. Atau selama tenggang waktu tertentu, ia inginmenggunakan uang pekerja untuk suatu usaha. Dan tidak mustahil ada yang membungakanuang tersebut, sedang pada saat yang sama, para pekerja merana tidak mendapatkan apa yangdimakan sehari-hari, juga tak bisa mengirim nafkah kepada keluarga dan anak-anaknya yangsangat membutuhkan, padahal demi merekalah para pekerja itu membating tulang jauh dinegeri orang. Sungguh celakalah orang yang zhalim itu, kelak pada hari kiamat mereka akanmendapat siksa yang sangat pedih dari Allah Subhanahu wata’ala.Dalam riwayat dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu disebutkan, bersabda RasulullahShallallahu’alaihi wasallam : Allah Subhanahu wata’ala berfirman :Tiga jenis (manusia) yang aku menjadi musuhnya kelak pada hari kiamat, laki-laki yangmemberi dengan namaKu lalu berkhianat, laki-laki yang menjual orang merdeka (bukan budak)lalu memakan harga uang hasil penjualannya dan laki-laki yang mempekerjakan, sedang ia

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->