Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PPGD

PPGD

Ratings: (0)|Views: 195|Likes:
Published by Nora Ramkita

More info:

Published by: Nora Ramkita on Oct 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/30/2013

pdf

text

original

 
1
Created by :
Noor Assyifa Zulhijayanti (010516566)Rachmaniar Pramanasari (010516552)
 
PPGD II
 –
ADVANCED LIFE SUPPORT (REVISI)
PBL
 –
SEMESTER V
Basic Life Support
 Algorithm
ALS (ADVANCED LIFE SUPPORT)Exposure, Evaluasi & Secondary Survey (
bleeding
, bebat-bidai)
Pasien tidak sadar
Call for help
Bernafas Tidak bernafas/
Gasping
 pertahankan jalan nafas bebasberi oksigen/nafas bantuan
raba arteri radialis
 Pijat jantung 1 siklus 
raba carotis
10”
 ada tidak ada tidak ada adaposisi shockpasang infusekstra cairanCPR 30 : 2, 2 menitpasang monitorNafas buatan,teruskan,evaluasimanajemen shock shockable un-shockableBebaskan jalan nafas(head tilt, chin lift, jaw thrust)
Look :
pengembangan dada, retraksi intercosta
Listen :
dengarkan, suara tambahan (sumbatanparsial:
snoring, gargling, crowing
)
Feel :
rasakan hawa nafasnya
 
2
Created by :
Noor Assyifa Zulhijayanti (010516566)Rachmaniar Pramanasari (010516552)
 
Advanced Life Support
A : AIRWAY & CERVICAL SPINE CONTROL
-
 
Menggunakan prinsip Airway BLS (Ingat : Head Tilt, Chin Lift, Jaw Thrust, Suction/Finger Swap,back blow, abdominal thrust, chest thrust)-
 
Lihat adakah jejas di atas bahu
trauma di kepala, leher, dsb
Multiple trauma?-
 
Curiga cedera cervical, bila:
o
 
Jejas di atas clavicula
o
 
Multiple trauma
o
 
Mode of injury
o
 
Defisit neurologis fokal-
 
Alat :
o
 
Sementara:
 
Nasopharyngeal tube (bila masih ada reflex muntah). Ukuran: diameter sesuaidengan jari kelingking kanan pasien
 
Oropharyngeal tube (Mayo®)
mempertahankan jalan nafas tetap terbuka &menahan pangkal lidah agar tidak jatuh ke belakang yang dapat menutup jalannafas pada orang tidak sadar, GCS <8 (reflex muntah menurun/tidak ada).Ukuran: dari sudut bibir ke tragus/submental ke angulus mandibula
o
 
Definitif:
 
Endotracheal tube (ETT)
untuk intubasi (pemasangan dibantu
STATICS
-
S
cope/Laringoskop & stetoskop,
T
ube,
A
irway tools,
T
ape,
I
ntroducer/stilet,
C
onnector to O
2
,
S
uction &
s
puit)
 
Laryngeal mask
lebih mudah pemasangannya, mahal
 
Krikotiroidotomi dengan jarum/pisau
metode: Jet insuflasi (memakai spuit
pump yang dilubangi dindingnya, berguna sebagai ‘klep’ yang dapat dibuka &
 ditutup. Hitungan membuka: 1 (inspirasi), menutup 4 (ekspirasi). Metode inidapat menarik lebih banyak O
2
, namun sedikit mengeluarkan CO
2
, oleh karenaitu hanya dapat bertahan ± 10 menit)
 
Surgical cricothyroidotomi & trakeostomi
melebarkan lubangkrikotiroidotomi dengan pembedahan
o
 
Collar brace
 
Soft :
hanya untuk menopang saja, masih dapat digerakkan; px rawat jalanCara mengukur : ukur dari angulus mandibula ke clavicula (diukur sebelahsamping Collar brace)
 
Semi-rigid :
untuk immobilisasi; bisa cek
carotid pulse
 
masih bisa ukur/geraksedikit (biasanya untuk orang kecelakaan)Cara mengukur : dibuat garis imajiner dari dagu menyamping; lalu ukur darigaris imajiner tadi ke clavicula
 
Stabilisasi/fiksasi : Bantal pasir
 
3
Created by :
Noor Assyifa Zulhijayanti (010516566)Rachmaniar Pramanasari (010516552)
 
B : BREATHING & PNEUMOTHORAX MANAGEMENTS
-
 
Menggunakan prinsip Breathing BLS (Ingat : Nafas bantuan bila nafas px tidak adekuat;
Guideline 2010 
 
berikan pijat jantung 1 siklus bila px tidak bernafas/
apnea
, kemudian cek nadicarotis.
Guideline 2005
 
beri nafas buatan 2x nafas efektif/asal dada mengembang,memberikan O
2
 
sebesar 21%, namun hanya memberi oksigen optimal 16%)-
 
Tetap lakukan Airway management-
 
Alat bantuan nafas :
o
 
BVM (Bag-Valve-Mask)/Ambu Bag® : 21 % (udara bebas), syarat: px tidak bernafas
o
 
Nasal canule/nasal pronk : 24
 –
32% (Oxygen flow rate <1
 –
4 L)
o
 
Simple Mask : 40
 –
60% (Oxygen flow rate 6
 –
8 L)
o
 
BVM + sumber O
2
: 40
 –
60% (Oxygen flow rate 6
 –
8 L)
o
 
Simple Mask + Reservoir : 60
 –
80% (Oxygen flow rate 8
 –
10 L)
o
 
Jackson-Rees : 100% (Oxygen flow rate >10 L)
o
 
BVM + Reservoir + sumber O
2
: 100% (Oxygen flow rate >10 L)-
 
Prinsip:
berikan oksigen terbesar yang kita punya!!!
 -
 
Evaluasi : frekuensi dan terangkatnya dada-
 
Pneumothorax :
o
 
Adanya udara di dalam rongga paru/cavum pleura
o
 
Ciri-ciri :
 
Adanya gerakan salah satu sisi dada yang tertinggal (sisi yang tertinggal
 pneumothorax)
 
Trakhea bergeser ke arah yang normal
 
Perkusi : hipersonor (sisi pneumothorax)
 
Auskultasi : bunyi nafas tidak terdengar
o
 
Jenis :
 plester 3 sisi 
 
 
Open pneumothorax
plester 3 sisi
 
Ventile/Tension pneumothorax
siap tindakan
 
Close pneumothorax
bisa diserap sendiri/jadikan open
o
 
Tindakan : Thoracosentesis
 
Syringe/spuit, isi setengah volumenya dengan air, tutup dengan piston
 
Letak tusukan di midclavicular line dex/sin ICS 2, di atas costa 3
 
Tusukkan sampai tembus kulit (di bawah kulit)
 
Lepaskan piston, tusukkan lebih dalam ± 4
 –
5 cm sampai ada gelembung udara
 
Ganti spuit dengan selang yang dihubungkan dengan botol yang diisi air. Selangdimasukkan sampai 2 cm dibawah permukaan air. Botol diletakkan ± 50-80 cmdibawah posisi px
 
Ganti dengan WSD (water sealed drainage)
 
Biarkan sampai gelembung habis/berhenti
kresek 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->