Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Potensi Burung Hantu Putih Dalam Mengendalikan Hama Tikus

Potensi Burung Hantu Putih Dalam Mengendalikan Hama Tikus

Ratings: (0)|Views: 427|Likes:
Published by Desi Almonika

More info:

Published by: Desi Almonika on Oct 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/04/2012

pdf

text

original

 
POTENSI BURUNG HANTU PUTIH (
Tyto alba
) DALAMMENGENDALIKAN HAMA TIKUS
OLEH:DESI ALMONIKA0905101050005
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGIFAKULTAS PERTANIAN-UNIVERSITAS SYIAH KUALADARUSSALAM, BANDA ACEH2012
 
A.
 
PENDAHULUAN
Tikus merupakan hewan yang kerap kali menimbulkan masalah dankerugian para petani. Tikus merupakan hama penting berbagai jenis tanaman.Tikus bisa menimbulkan kerugian yang dahsyat karena perkembanganpopulasinya yang sangat cepat. Hama ini sering sekali menggigit atau mengeratbenda apa saja yang ia temukan sehingga ia sering menimbulkan masalah diberbagai tempat, seperti sawah, kebun, gudang, rumah, perkantoran dan lain-lain.Kebutuhan makanan tikus sekitar 10 persen dari berat tubuhnya dan hewan yangaktif malam hari. Hama ini juga sangat sulit dikendalikan karena hewan mamaliaini memiliki otak yang berkembang baik. Tikus memiliki sifat neo fobia ataumudah curiga dan ini menjadikan dia dapat memberikan tanda peringatan padakawanannya bila merasakan makanan yang mengandung racun atau menghadapibahaya.Sehingga penggunaan perangkap atau pemberian umpan beracun seringtidak berhasil menurunkan populasinya. Hama ini juga mampu beradaptasidengan baik terhadap lingkungan juga dalam mencari makan. Oleh sebab itu lahtikus sangat sulit dikendalikan.Berbagai upaya telah dilakukan untuk memberantas tikus. Berdasarkanpengalaman, tikus hanya bisa ditekan populasinya jika masyarakat, utamanyapetani, melakukan gerakan pengendalian secara serentak dan terorganisir(Widagdo, 2010). Namun demikian, kadangkala, gerakan pengendalian serentak dan terorganisir terkendala oleh kondisi geografi atau kondisi demografi. Padawilayah-wilayah di mana jumlah petaninya sedikit, atau lahannya terlalu luas,pengendalian serentak dan terorganisir sering tidak bisa berjalan dengan efektif.Apalagi jika lahan pertanian tersebut di wilayah geografi yang menyulitkan untuk aksi pengendalian; misalnya di daerah dekat hutan atau dekat padang. Tikusmempunyai banyak tempat untuk melarikan diri dan bersembunyi.Cara yang efektif untuk mengendalikan tikus di wilayah dekat hutan danpadang adalah dengan melakukan rekayasa ekologi di wilayah di mana lahanpertanian tersebut berada. Rekayasa ekologi dilakukan dengan mengintroduksimusuh alaminya. Musuh alami tikus antara lain, ular sawah dan burung hantu.Sayang sekali introduksi ular sawah belumlah banyak hasilnya dibanding dengan
 
introduksi burung hantu. Sehingga dengan demikian tidak akan ada makhluk hidup non target yang akan mati dan populasi tikus dapat diturunkan sampai padatingkat yang tidak merugikan. Ada beberapa jenis burung hantu yang menjadipemangsa tikus secara efektif. Salah satunya adalah burung hantu putih (
Tytoalba
). Jika bisa didapatkan jenis lokal, maka akan lebih berhasil. Sedangkan
Tytoalba
adalah jenis yang sekarang sudah dibudidayakan untuk mengendalikan tikus.
B.
 
BIOLOGI
Tyto alb
a
Burung Hantu pada umumnya merupakan pemangsa hama tikus.
Tyto alba
(Serak Jawa)-mudah dikenali sebagai burung hantu putih-merupakan salah satu jenis burung hantu yang cukup potensial untuk mengendalikan tikus. Diantaramakanannya 99% adalah berupa tikus. Dalam siklus hidupnya setiap tahunmampu bertelur dua kali dengan jumlah telur 4
 – 
11 butir. Potensi burung hantu juga didukung oleh kedua mata pada satu sisi, pendengaran yang tajam, kaki yangkuat dan kuku yang tajam serta paruh yang kuat dan lebar untuk menelan tikusutuh.Burung hantu tersebar hampir di seluruh bagian dunia. Di Indonesiasendiri, selain
Tyto alba
yang berasal dari Famili Tytonidae, juga terdapatbeberapa genus dari Famili Strigidae, seperti: Otus, Bubo, dan Ninox. Walaupuntelah dikenal jauh sebelumnya,
Tyto alba
baru dideskripsikan secara resmi pada
tahun 1769
oleh seorang naturalis berkebangsaan Italia bernama
GiovanniScopoli
.
1.
 
Klasifikasi
Tyto alba
 
Kerajaan:AnimaliaFilum:Chordata
Kelas:Aves
Famili:Tytonidae
Upafamili:Tytoninae

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->