Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB I

BAB I

Ratings: (0)|Views: 3 |Likes:
Published by Ardhi Sumartono

More info:

Published by: Ardhi Sumartono on Oct 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2014

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan kesepakatan politik para
 founding fathers
ketika negara Indonesia didirikan. Namun dalam perjalanan panjangkehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila sering mengalami berbagai deviasi dalamaktualisasi nilai-nilainya. Deviasi pengamalan Pancasila tersebut bisa berupa penambahan, pengurangan, dan penyimpangan dari makna yang seharusnya. Walaupun seiring dengan itusering pula terjadi upaya pelurusan kembali.Pancasila sering digolongkan ke dalam
ideologi tengah
di antara dua ideologi besar duniayang paling berpengaruh, sehingga sering disifatkan bukan ini dan bukan itu. Pancasila bukan berpaham komunisme dan bukan berpaham kapitalisme. Pancasila tidak berpahamindividualisme dan tidak berpaham kolektivisme. Bahkan bukan berpaham teokrasi dan bukan perpaham sekuler. Posisi Pancasila inilah yang merepotkan aktualisasi nilai-nilainya ke dalamkehidupan praksis berbangsa dan bernegara. Dinamika aktualisasi nilai Pancasila bagaikan pendelum (bandul jam) yang selalu bergerak ke kanan dan ke kiri secara seimbang tanpa pernah berhenti tepat di tengah.
1
 
BAB IIPERMASALAHAN
2.1 RUMUSAN MASALAH
1.Pemahaman tentang nilai-nilai Pacasila2.Masalah mengenai penerapan Pancasila3.Perlunya aktualisasi nilai-nilai Pancasila
2
 
BAB IIIPEMBAHASAN
3.1. Nilai Nilai Pancasila 
Meskipun nama “Pancasila” tidak secara eksplisit disebutkan dalam UUD 1945sebagai dasar negara, tetapi pada alinea keempat Pembukaan UUD 1945 itu secara jelasdisebutkan bahwa dasar negara Indonesia adalah keseluruhan nilai yang dikandung Pancasila.Dengan demikian tepatlah pernyataan Darji Darmodihardjo (1984) bahwa secara yuridiskonstitusional, “Pancasila adalah Dasar Negara yang dipergunakan sebagai dasar mengatur menyelenggarakan pemerintahan negara.Mengingat bahwa Pancasila adalah Dasar Negara, maka mengamalkan danmengamankan Pancasila sebagai Dasar Negara mempunyai sifat imperatif/ memaksa, artinyasetiap warga negara Indonesia harus tunduk-taat kepadanya. Siapa saja yang melanggar Pancasila sebagai Dasar Negara, ia harus ditindak menurut hukum, yakni hukum yang berlaku di Negara Indonesia.Pernyataan tersebut sesuai dengan posisi Pancasila sebagai sumber tertinggi tertibhukum atau sumber dari segala sumber hukum. Dengan demikian, segala hukum di Indonesiaharus bersumber pada Pancasila, sehingga dalam konteks sebagai negara yang berdasarkanhukum (Rechtsstaat), Negara dan Pemerintah Indonesia „tunduk kepada Pancasila sebagaikekuasaan tertinggi. Dalam kedudukan tersebut, Pancasila juga menjadi pedoman untumenafsirkan UUD 1945 dan atau penjabarannya melalui peraturan-peraturan operasional lain di bawahnya, termasuk kebijaksanaan-kebijaksanaan dan tindakan-tindakan pemerintah di bidang pembangunan, dengan peran serta aktif seluruh warga negara. Oleh karena itudapatlah dimengerti bahwa seluruh undang-undang, peraturan-peraturan operasional dan atauhukum lain yang mengikutinya bukan hanya tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.Pada saat berdirinya negara Republik Indonesia, kita sepakat mendasarkan diri pada
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->