Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Faktor keturunan

Faktor keturunan

Ratings: (0)|Views: 37 |Likes:
Published by Mutiarani Elizah

More info:

Published by: Mutiarani Elizah on Oct 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2013

pdf

text

original

 
Faktor keturunan.
 Faktor keturunan dapat mempengaruhi terjadinya kegemukan. Pengaruhnya sendiri sebenarnya belum jelas, tetapi memang ada bukti yang mendukung fakta bahwa keturunan merupakan faktor penguatterjadinya kegemukan. Dari hasil penelitian gizi di Amerika Serikat, dilaporkan bahwa anak-anak dariorang tua normal mempunyai 10% peluang menjadi gemuk. Peluang itu akan bertambah menjadi 40-50% bila salah satu orang tua menderita obesitas, dan akan meningkat menjadi 70-80% bila kedua orangtua menderita obesitas. Oleh karena itu, bayi yang lahir dari orang tua yang obesitas akan mempunyaikecenderungan menjadi gemuk. Gemuk di saat bayi atau anak-anak mempunyai kemungkinan sulitmenjadi kurus pada waktu dewasa, disebabkan pada anak-anak sudah membentuk sel yang jumlah nyalebih dari normal.http://forum.vivanews.com/kesehatan/20256-penyebab-utama-kegemukan.html.radhofa.9 June 2010. 
Penyebab Utama KEGEMUKAN
Penyebab Obesitas
Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh. Penyebab terjadinya ketidakseimbangan antara asupan dan pembakaran kalori ini masih belum jelas.Terjadinya obesitas melibatkan beberapa faktor:
 
Faktor genetik .Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dankebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik. Penelitian terbaru menunjukkanbahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33% terhadap berat badanseseorang.
 
Faktor lingkungan. Gen merupakan faktor yang penting dalam berbagai kasus obesitas,tetapi lingkungan seseorang juga memegang peranan yang cukup berarti. Lingkungan initermasuk perilaku/pola gaya hidup (misalnya apa yang dimakan dan berapa kaliseseorang makan serta bagaimana aktivitasnya). Seseorang tentu saja tidak dapatmengubah pola genetiknya, tetapi dia dapat mengubah pola makan dan aktivitasnya.
 
Faktor psikis.Apa yang ada di dalam pikiran seseorang bisa memengaruhi kebiasaan makannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan.Salah satu bentuk gangguan emosi adalah persepsi diri yang negatif. Gangguan ini merupakanmasalah yang serius pada banyak wanita muda yang menderita obesitas, dan bisa menimbulkankesadaran yang berlebihan tentang kegemukannya serta rasa tidak nyaman dalam pergaulansosial.Ada dua pola makan abnormal yang bisa menjadi penyebab obesitas yaitu makan dalam jumlah sangat banyak (binge) dan makan di malam hari (sindroma makan pada malam hari). Kedua polamakan ini biasanya dipicu oleh stres dan kekecewaan. Binge mirip dengan bulimia nervosa,dimana seseorang makan dalam jumlah sangat banyak, bedanya pada binge hal ini tidak diikuti
 
dengan memuntahkan kembali apa yang telah dimakan. Sebagai akibatnya kalori yangdikonsumsi sangat banyak. Pada sindroma makan pada malam hari, adalah berkurangnya nafsumakan di pagi hari dan diikuti dengan makan yang berlebihan, agitasi dan insomnia pada malamhari.
 
Faktor kesehatan. Beberapa penyakit bisa menyebabkan obesitas, diantaranya:
o
 
Hipotiroidisme
o
 
Sindroma Cushing
o
 
Sindroma Prader-Willi
o
 
Beberapa kelainan saraf yang bisa menyebabkan seseorang banyak makan.
 
Obat-obatan.Obat-obat tertentu (misalnya steroid dan beberapa anti-depresi)bisa menyebabkan penambahan berat badan.
 
Faktor perkembangan. Penambahan ukuran atau jumlah sel-sel lemak (atau keduanya)menyebabkan bertambahnya jumlah lemak yang disimpan dalam tubuh. Penderitaobesitas, terutama yang menjadi gemuk pada masa kanak-kanak, bisa memiliki sel lemak sampai 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal.Jumlah sel-sel lemak tidak dapat dikurangi, karena itu penurunan berat badan hanyadapat dilakukan dengan cara mengurangi jumlah lemak di dalam setiap sel.
 
Aktivitas fisik .Kurangnya aktivitas fisik kemungkinan merupakan salah satu penyebab utama dari meningkatnya angka kejadian obesitas di tengah masyarakat yang makmur.Orang-orang yang tidak aktif memerlukan lebih sedikit kalori. Seseorang yang cenderungmengonsumsi makanan kaya lemak dan tidak melakukan aktivitas fisik yang seimbang,akan mengalami obesitas.
Jakarta,
Sudah takdirnya menjadi gemuk, tapi apakah itu berarti pasrah begitu saja? Gemuk memangada yang disebabkan karena bawaan atau genetik, tapi latihan fisik dan olahraga terbukti klinis mampumelawan pengaruh tersebut.Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa sekitar 74% dari semua warga AS keturunan Eropamemiliki variasi genetik FTO yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan meningkatkan risikoobesitas. Gen FTO atau fat mass and obesity-associated adalah gen yang ditenagarai memicu obesitaspada orang dewasa."Tidak ada keraguan bahwa gen FTO berkaitan dengan peningkatan berat badan, tapi kita dapatmencegah pengaruh gen ini dengan melakukan sesuatu. Gen ini bukanlah takdir. Jika memiliki gen ini,bukan berarti semuanya sudah berakhir," kata Louis Aronne, MD, pendiri dan direktur dari ProgramPengendalian Berat Badan Komprehensif di New York-Presbyterian Hospital / Weill Cornell MedicalCenter.Aronne mengatakan bahwa orang yang memiliki gen FTO harus berjuang lebih keras, dan olahragaadalah salah satu upaya yang paling wajib dilakukan. Menurut penelitian baru-baru ini, efek gen
 
penyebab obesitas ini akan melemah 30% jika tubuh menjadi aktif secara fisik.Para peneliti juga sepakat bahwa aktivitas fisik merupakan cara efektif untuk mengontrol berat badan,terutama pada individu yang memiliki kecenderungan genetik mengalami obesitas. Temuan inibertentangan dengan pandangan penganut aliran determinis yang meyakini bahwa pengaruh genetiktidak dapat diganggu gugat.Penelitian yang dipimpin oleh Ruth Loos JF dari Medical Research Council Epidemiology Unit diCambridge, Inggris, menganalisis data lebih dari 218.000 orang dewasa untuk mengkonfirmasi bahwagen ini meningkatkan risiko seseorang menjadi gemuk. Orang dewasa yang berolahraga secara teraturmemiliki kemungkinan 33% lebih rendah mengalami obesitas dibandingkan dengan orang dewasa yangtidak aktif secara fisik."Ini merupakan kajian yang sangat menarik untuk menunjukkan bahwa pengaruh gen dapat diatasi,"kata Paul Thompson, PhD, profesor neurologi di David Geffen School of Medicine di University of California di Los Angeles. Thompson tidak terlibat dalam penelitian ini, tapi pernah melakukan penelitianpada gen ini."Jika memiliki gen obesitas yang sangat parah, risiko gemuk dapat dilawan dengan berolahraga. Gen inimembuat tubuh menginginkan asupan lebih dari 200 kalori per hari, dan itu dapat diimbangi denganberjalan dua mil sehari," imbuhnya seperti dikutip dari
WebMD,
Jum'at (4/11/2011).Thompson juga berpikir bahwa agaknya penelitian ini dapat membantu membuka jalan bagi obat baruyang dapat memblokir efek gen FTO. Pengujian untuk gen tersebut akan dapat bermanfaat memotivasisebagian orang agar lebih banyak berolahra(
ir/ir
)
http://health.detik.com/read/2011/11/04/131202/1760271/766/kegemukan-yang-dipicu-oleh-gen-bisa-dilawan-dengan-olahraga?ld991107763. Kegemukan yang Dipicu Oleh Gen Bisa DilawanDengan Olahraga. 04/11/2011.
Senin, 09 Maret 2009 11:00 WIBDiet Sehat Kalahkan Gen ObesitasPenulis : Ikarowina TariganAnak-anak yang dilahirkan dengan gen yang dikaitkan dengan obesitas tidak harus menjadigemuk. Diet yang sehat bisa mengalahkan dampak negatif gen obesitas.Orang-orang yang mewarisi berbagai versi gen FTO cenderung makan lebih banyak daripadayang mereka perlukan. Sebagai akibatnya, mereka mengalami kelebihan lemak. Oleh karena itu

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->