Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ALPUKAT

ALPUKAT

Ratings: (0)|Views: 58 |Likes:
Published by Emka Andira

More info:

Published by: Emka Andira on Oct 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
 Alpukat merupakan buah yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Indonesia.Hasil olahan alpukat
sering kita temui pada produk” seperti jus alpukat, sup buah, es alpukat,
dan lain-lain. Selain sebagai bahan makanan alpukat juga bisa dimanfaatkan sebagai bahankosmetik untuk kecantikan kulit, misalkan untuk masker wajah. Alpukat dianggap mampumembuat wajah menjadi lebih kencang. Buah alpukat juga bisa digunakan untuk perawatanrambut, misalnya sewaktu melakukan creambath. Bahkan bagian-bagian tanaman lainnya punmemiliki berbagai manfaat, bagian kayu bisa digunakan sebagai bahan bakar, biji dan daunnyadalam industri pakaian, dan kulit pohonnya bisa digunakan sebagai pewarna.Tapi dibalik banyak manfaatnya itu alpukat memiliki kekurangan, yaitu mudahnyabuahmengalami kerusakan seperti perubahan warna, bintik-bintik yang biasanya diakibatkanoleh cepatnya metabolisme alpukat setelah dipanen. Hal ini harus diminimalisir sebab konsumenpasti ingin mengkonsumsi buah yang masih segar dan baik kualitasnya. Jadi sebisa mungkinharus ada teknologi pasca panen yang dapat mengantisipasi cepatnya metabolisme tersebut.Saat ini teknologi yang telah digunakan walaupun masih sederhana, konsepnya bisadibilang cukup baik. Ada banyak tahapan pasca panen yang dilakukan untuk memperlambatproses metabilisme. Namun konsep baik seperti apapun harus diikuti dengan ketelitian paraoperator/pemanennya juga, sebab masih sering kita lihat banyak buah alpukat yang dijual dipasaran yang mengalami kerusakan-kerusakan. Walaupun banyak juga yang masih berwarnahijau tanpa kerusakan.
1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang proses klimaterik padaalpukat dan teknologi pasca panen alpukat yang umum digunakan saat ini.
 
BAB IIPEMBAHASAN2.1 Pengertian Buah Klimaterik Dan Non-Klimaterik
Buah dapat diklasifikasikan ke dalam 2 kelompok yakni buah klimaterik dan buah nonklimaterik. Pembagian ini berdasarkan laju pernafasan atau respirasi mereka. Buah klimaterik merupakan buah yang mengalami peristiwa respirasi dengan cepat sehingga lebih cepatmembusuk. Selain itu buah jenis ini menghasilkan banyak etilen pada saat matang contohnyaadalah papaya, mangga, alpukat dll. Sedangkan buah non klimaterik mengalami proses respirasiyang lambat dan waktu pembusukannya cukup lama, etilen yang dihasilkan pun sedikitcontohnya adalah nanas, lemon, jeruk bali dll.Pada buah yang tergolong dalam buah klimaterik ketika berada pada periode klimaterik hingga pasca klimaterik buah akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut berupa terjadinyapelunakan serta terjadinya sintesa karotinoid, perubahan warna eksternal seperti pemecahanklorofil, perubahan warna hijau menjadi kuning, penipisan dinding sel dll. Secara kasat mataakan terlihat kondisi buah yang semakin lama semakin membusuk.Kecepatan pemasakan buah terjadi karena zat tumbuh mendorong pemecahan tepung danpenimbunan gula. Proses pemecahan tepung dan penimbunan gula tersebut merupakan prosespemasakan buah dimana ditandai dengan terjadinya perubahan warna, tekstur buah dan bau padabuah atau terjadinya pemasakan buah. Kebanyakan buah tanda kematangan pertama adalahhilangnya warna hijau. Kandungan klorofil buah yang sedang masak lambat laut berkurang. Saatterjadi klimaterik klorofilase bertanggung jawab atas terjadinya penguraian klorofil. Penguraianhidrolitik klorofilase yang memecah klorofil menjadi bagian vital dan inti porfirin yang masihutuh, maka klorofilida yang bersangkutan tidak akan mengakibatkan perubahan warna. Bagianprofirin pada molekul klorofil dapat mengalami oksidasi atau saturasi, sehingga warna akanhilang. Lunaknya buah disebabkan oleh adanya perombakan photopektin yang tidak larut.Pematangan biasanya meningkatkan jumlah gula-gula sederhana yang memberi rasa manis.Salah satu buah yang tergolong dalam buah klimaterik adalah alpukat.
 
2.2 Klasifikasi Alpukat
Kedudukan tanaman alpukat dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan diklasifikasikansebagai berikut:Divisi : SpermatophytaAnak divisi : AngiospermaeKelas : DicotyledoneaeBangsa : RanalesKeluarga : LauraceaeMarga : PerseaJenis :
Persea americana
Mill. (Dasuki, 1991).
2.3 Morfologi Tanaman Alpukat
Tanaman alpukat termasuk jenis pohon kecil dengan tinggi 3 sampai 10 m, berakartunggang, batang berkayu, bulat, warnanya coklat kotor, banyak bercabang, dan rantingberambut halus.Daun pada tanaman alpukat ini berbentuk tunggal dengan tangkai yang panjangnya 1,5-5cm, kotor, letaknya berdesakan di ujung ranting, bentuknya jorong sampai bundar telurmemanjang, tebal seperti kulit, ujung dan pangkal runcing, tepi rata kadang-kadang agak menggulung ke atas, bertulang menyirip, panjang 10-20 cm, lebar 3-10 cm. Daun muda pada 8tanaman alpukat mempunyai warna kemerahan dan berambut rapat, sedangkan daun tuawarnanya hijau dan gundul (Angelina, 2007).Bunga pada tanaman alpukat merupakan bunga majemuk, berkelamin dua, tersusundalam malai yang keluar dekat ujung ranting, warnanya kuning kehijauan. Buah pada tanamanalpukat ini termasuk golongan buah buni, berbentuk bola atau bulat telur, mempunyai panjang 5-

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->