Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Demokrasi Dan Kebebasan

Demokrasi Dan Kebebasan

Ratings: (0)|Views: 254|Likes:
Published by Andi Ardi

More info:

Published by: Andi Ardi on Oct 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/12/2013

pdf

text

original

 
Demokrasi dan Kebebasan Berpendapat
 
Demokrasi adalah sistem pemerintahan kufur yang sangat tidak Islami. Yang palingbanyak itulah yang menjadi kebenaran. Demokrasi memungkinkan membuat tindakanburuk dengan segala cara untuk mendapatkan kemenangan, karena hanya dinilai darisiapa yang paling banyak setuju. Demokrasi sangat mentrigger kecurangan. Istilah
“demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang tepatnya diutarakan di Athena kuno pada
abad ke-5 SM. Negara tersebut dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yangberhubungan dengan hukum demokrasi modern. Namun, arti dari istilah ini telahberubah sejalan dengan waktu, dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18,
bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi” di banyak negara.
 
Kata “demokrasi” berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan
kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagaipemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, olehrakyat dan untuk rakyat. Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistempemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaanwarganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Padaintinya, yang banyaklah yang menang dan yang banyak dianggap sebagai suatukebenaran. 
“Many forms of Government have been tried, and will be tried in this world of 
sin andwoe. No one pretends that democracy is perfect or all-wise. Indeed, it has been saidthat democracy is the worst form of government except all those other forms that have
been tried from time to time.”
 
Winston Churchill (Hansard, November 11, 1947) Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaanpolitik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenislembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yangsejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara inidiperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan salingmengontrol berdasarkan prinsip checks and balances. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. Halini disebabkan karena demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara. Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannyapembagian kekuasaan dalam suatu negara umumnya berdasarkan konsep dan prinsiptrias politica dengan kekuasaan negara yang diperoleh dari rakyat juga harusdigunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Prinsip semacam trias politicaini menjadi sangat penting untuk diperhitungkan ketika fakta-fakta sejarah mencatatkekuasaan pemerintah (eksekutif) yang begitu besar ternyata tidak mampu untukmembentuk masyarakat yang adil dan beradab, bahkan kekuasaan absolut pemerintahseringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. Demikian pula kekuasaan berlebihan di lembaga negara yang lain, misalnya kekuasaanberlebihan dari lembaga legislatif menentukan sendiri anggaran untuk gaji dantunjangan anggota-anggotanya tanpa mempedulikan aspirasi rakyat, tidak akanmembawa kebaikan untuk rakyat. Intinya, setiap lembaga negara bukan saja harus
 
akuntabel (accountable), tetapi harus ada mekanisme formal yang mewujudkanakuntabilitas dari setiap lembaga negara dan mekanisme ini mampu secara operasional(bukan hanya secara teori) membatasi kekuasaan lembaga negara tersebut. Sebuah negara dikatakan demokratis apabila negara tersebut terus berproses menujuke masyarakat demokratis. Salah satu indikasi kuat kreteria negara demokratis adalahadanya pemilihan umum yang jujur dan adil. Seperti diakui oleh pengamat Internasionalbahwa sejak tahun 1999 Indonesia sudah melaksanakan pemilu secara relatif adil dan jujur. Bahkan pada pemilu tahun 1955 pun diakui sebagai pemilu yang adil. Masalahnya sekarang kenapa dari pelaksanaan pemilu ataupun pilkada di banyakdaerah selalu diwarnai oleh keributan yang tidak jarang menjadi kerusuhan? Padahal jika kita menilik nilai-nilai demokrasi sejatinya hal tesebut justru bertentangan dengandemokrasi. Dalam pengamatan selanjutnya ternyata Indonesia masih dalam tataranmelakasanakan demokrasi pada tingkatan prosedural yaitu sesuai dengan prosedur demokratis seperti adanya pemilu, adanya lembaga-lembaga perwakilan danseterusnya. Indonesia belum mencapai pada pelaksanaan demokrasi yang subtansial yaitu sikap-sikap dan prilaku demokratis. Hal ini tampak bukan hanya pada masyarakat sendiri tapi juga terutama pada pemerintah. Karena itu tidak mengherankan jika keributan padapilkada masih mewarnai proses demokrasi Indonesia. Disamping karena tingkatrasionalitas politik masyarakat pada umumya dinilai masih rendah juga karenademokrasi subtansial belum dilaksanakan. Kiranya hal ini mengindikasikan jalanpanjang demokrasi Indonesia masih penuh dengan hambatan dan tantangan justru dariefek dari demokrasi itu sendiri. Oleh karena itu, Indonesia masih belum bisa menerapkan nilai-nilai demokrasi secarautuh, sebagai contoh kasus prita yang baru-baru ini meramaikan stasiun TV diIndonesia dan menggugah hati nurani semua masyarakat Indonesia. Yang dimana kasus itu terjadi karena hal yang sifatnya sepele saja, yaitu Pengalamantidak mengenakkan Prita sebagai seorang pasien dari sebuah rumah sakit,dilampiaskan dengan keluh kesah berkirim email pada temannya. Tidak diduga olehsiapapun ternyata curahan hati itu berdampak hukum, harus mendekam di penjara.Benarkah hanya karena memberi kritik seseorang bisa ditahan? Mengapa sebuahkeluhan seorang pasien lewat media elektronik internet dapat berdampak hukumdemikian besar? Sebenarnya bila ditilik secara cermat, pengalaman seperti ini banyak sekali dialami baikoleh pasien dan pihak rumah sakit. Cukup sering dijumpai seorang pasien mengadukanketidak puasan layanan seorang dokter dan rumah sakit baik di media cetak, elektronikdan internet. Fenomena yang biasa terjadi ini menjadi sesuatu yang sangat besar karena baru pertamakali sebuah rumah sakit berani menuntut dugaan pencemarannama baik yang dilakukan pasien. Mungkin bagi sebagian masyarakat hal itu merupakan sebuah sekedar kritikan untuksebuah pelayanan rumah sakit. Kelompok lain mengatakan sekedar kirim emailmengapa harus mengorbankan seorang Ibu rumah tangga dengan memisahkan duaanak kecil di rumahnya. Tetapi pihak rumah sakit yang berseteru tetap bersikerasbahwa tulisan sang ibu jelas-jelas sebuah pencemaran nama baik. 
 
Bila disimak lebih cermat ternyata asal muasal sengketa adalah dugaan pencemarannama baik oleh bekas pasien kepada rumah sakit yang pernah merawatnya. Dalamtulisan tersebut tersurat bahwa rumah sakit berikut dokternya sebagai penipu danrumah sakit mencari pasien berkedok hasil laboratorium yang fiktif. Jadi sekali lagipermasalah utama adalah dugaan pencemaran nama baik, bukan sekedar penulisanatau berkeluh kesah melalui email. Fokus masalah yang tidak jelas inilah yang akanmengaburkan permasalahan yang sebenarnya ada. Interpretasi pemcemaran namabaik sendiri akan terjadi multitafsir sehingga harus diarahkan pada jalur hukum. Dari sebuah cerita yang kecil tersebut ternyata berdampak besar dan menjadi sesuatukontroversi yang tiada berhenti ujungnya. Dari pengalaman yang seringkali terjaditersebut menjadi melebar tak tentu arah. Karena pelaku dugaan pencemaran namabaik adalah seorang ibu yang tidak berdaya yang mempunyai anak kecil maka opini,simpati, dan dukungan mengalir secara deras tak terbendung tanpa melihat fokusmasalah dan demi kebebasan berpendapat. Dengan suhu politisi yang tinggi ini tidak disia-siakan seorang calon presiden yangmasih aktif menjabat wakil presiden mengatakan dengan lebih cepat dan lebih baik.Bebaskan Prita, polisi harus pelajari kasusnya lagi lebih baik. Sedangkan calonpresiden lain yang biasa berhemat kata,dengan bahasa tubuh langsung mengunjungiPrita ke tempat tahanan. Presiden sebagai calon presiden incumbent seakan tak maukalah menyikapinya secara jelas dan tegas mengatakan bahwa dalam menegakkanhukum harus memakai hati nurani dan rasa keadilan. Dalam pencitraan mungkintindakan para calon pemimpin negeri ini sangat hebat dalam membela wong cilik.Tetapi dari sisi hukum campur tangan terhadap penegakan hukum yang selama inididengungkan mereka, tampaknya akan pudar walau untuk membela kaum lemah.Bukankah di mata hukum semua orang sama tidak ada bedanya. Kalau sudah orang-orang besar di negeri ini mengayuhkan langkahnya, pastimasyarakat dan pejabat di bawahnya akan mengikuti dan bersuara lebih keras lagi.Menteri kesehatan beberapa hari berikutnya dengan lantang mengatakan bahwa namaInternasional harus dicopot karena menyalahi aturan, padahal banyak nama RumahSakit Internasional yang serupa selama ini tidak dipermasalahkan. Kejaksaan Agungdan Polisi sebagai penegakan hukum ikut saling tuding karena desakan masyarakatdan campur tangan pemimpin negeri ini. Bahkan karenanya, dalam waktu singkat Pritalangsung dibebaskan dari tahanan. Begitu yang menjadi pelaku sengketa adalah Rumah Sakit dan dokter, makakesempatan munculnya opini yang tak terkendali menyudutkan tindakan dokter danrumah sakit di manapun berada. Permasalahan menjadi melebar kemana-mana.Permasalahan berlanjut pada dokter yang dianggap tidak manusiawi, rumah sakit mataduitan, dokter tidak professional dan sebagainya. Dokter adalah manusia biasa,sangkaan tersebut adalah hal yang mungkin saja benar terjadi walau tidak bolehdigeneralisasikan. Etika berpendapat Paska reformasi bangsa Indonesia adalah negara demokrasi dan negara hukum yangmelindungi setiap warga negara dalam melakukan setiap bentuk kebebasanberpendapat, menyampaikan gagasan baik secara lisan maupun tulisan, hal inidilindungi peraturan perundang-undangan di Indonesia baik didalam batang tubuh UUD

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->