Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
24468933-makalah-1

24468933-makalah-1

Ratings: (0)|Views: 5 |Likes:
Published by Roch Mat Imposibble

More info:

Published by: Roch Mat Imposibble on Oct 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/12/2014

pdf

text

original

 
PEREODESASI SEJARAH ISLAM{Ali Farhan ibn Ahmadi} A. PENDAHULUAN Keberadaan beberapa aliran dalam sejarahperkembangan Islam, baik secara global maupun lokal tidak bisa terlepas dari fenomena sejarah yang melatarbelakanginya. Hal ini, setidaknya disebabkan oleh faktor kondisi yang sangat berpengaruh pada kelahiran maupun keberlangsungan suatu aliran. Sejauh ini, kronologi sejarah Islam secara global mengalami metamorfosa yang cukup fluktuatif. Masa klasik sebagai cikal bakal perkembangan Islam ditandai dengan upaya pembangunan peradaban yang dimotori oleh Rasulullah hingga raja-raja Abbasiyah. Upaya yang memakan waktu tidak sebentar ini sempat `dihentikan` oleh serangan Holago Khan di Baghdad yang menjadi tanda dimulainya zaman pertengahan. Sebagian sejarawan lebih suka menamai periode ini dengan masa kemunduran yang kemudian dilanjutkan dengan masa kebangkitan kembali pada awal abad 20. Di Indonesia, Islam baru masuk serta tumbuh sekitar abad ke-7. Kendati begitu, hal ini bukanlah suatu halangan berarti bagi perkembangan Islam. Buktinya hingga saatini, perkembangan Islam di Indonesia mengalami progresivitas yang cukup signifikan. Sebagai agama yang dianut mayoritas penduduk, Islam `dianggap` mampu untuk mengubah paradigma berpikir masyarakat Indonesia melalui beberapa tahapan. Lalu seberapa eratkah relevansi antar fenomena sejarah dengan perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam? Benarkah ilmu pengetahuan Islam benar-benar terpuruk ketika dalam masa pertengahan? B.PERIODISASI SEJARAH ISLAM GLOBAL Sebagai agama yang melingkupi seluruh dimensi kehidupan manusia, dinamika dan progresifitas menjadi suatu keniscayaan yang tak terbantahkan. Awal perjalanan sejarah Islam dimulai dikota Mekkah yang saat itu menjadi pusat dakwah Nabi Muhammad saw. Beberapa peristiwa yang bergulir setelah itu, bahkan hingga saat ini menunjukkan suatu fluktuasi yang cukup signifikan. Karena itulah, sejarawan kemudian mengkonsep sebuah periodisasi yang mengklasifikasi sejarah umat Islam. Periodisasi menjadi suatu halyang penting mengingat perjalanan sejarah Islam telah1
 
mengalami beragam proses dan waktu yang cukup panjang. Untuk itu, klasifikasi sejarah Islam dibutuhkan agar ia dapat difahami dengan cara singkat serta dapat memudahkan pemahaman awal para pemerhati sejarah. Hal ini selanjutnya akan memudahkan pemahaman terhadap sejarah Islam secara keseluruhan. Periodisasi sejarah umat Islam ini disusun berdasarkan keadaan (politik, sosia, ekonomi, serta ilmu pengetahuan) umat Islam secara umum dan beberapa peristiwa yang berpengaruh cukup luas terhadap dunia Islam secara keseluruhan. Akan tetapi karena kajian ini lebihterkhusus pada ranah aliran (keilmuan), maka aspek yang paling banyak disorotiadalah aspek keilmuan (aliran). Secara umum, ada tiga periode dalam periodisasiyang diakui sejarawan, yakni masa klasik, pertengahan, serta modern. Berikut penjabarannya secara lebih spesifik. B.1 Islam Masa Klasik (650-1250)Masa ini merupakan masa awal pertumbuhan serta perkembangan Islam dalam seluruhaspek kehidupan. Sebagai pemimpin agama, saat itu Rasulullah masih berada dalammasa dakwah dan penyebarluasan agama Islam. Karena dakwah di Mekkah mendapat tantangan yang cukup berarti, maka Nabi Muhammad saat itu `banting setir` dan hijrah ke Yastrib (Madinah). Pada masa ini, Nabi Muhammad tidak lagi hanya menjadi pemimpin dan pemuka agama, akan tetapi juga memangku jabatan sebagai pemimpin politik atau pemerintahan. Di sinilah peran Nabi Muhammad menjadi semakin luas karena beliau juga menangani masalah ekonomi, sosial, serta ilmu pengetahuan umat. Sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad kerap kali berkumpul dalam suatu majlis untukberdiskusi dan bertukar pikiran dengan sesama muslim. Metode ini diakui sebagaimetode paling efektif dalam upaya internalisasi ilmu pengetahuan Islam. Setelahwafatnya Nabi Muhammad pada tahun 634 M, tampuk kekuasaan dipegang oleh Khulafa` Rasyidin. Bisa dikatakan, akar-akar ilmu pengetahuan yang diajarkan Rasulullahmasih tertanam erat di kalangan muslimin karena masih banyak para sahabat yangmendapatkan pelajaran langsung dari Nabi Muhammad. Dengan demikian, sandi-sandiIslam yang diajarkan Rasulullah secara umum masih `survive` di kalangan umat Islam. Penentu kejayaan Islam selanjutnya dipegang oleh Bani Umayyah. Perpindahan tampuk kekuasaan ini diawali oleh peristiwa tahkim antar kubu Ali dan Muawiyah yang menimbulkan perpecahan besar-besaran dalam umat Islam.
 
Disintegrasi ini tidak banyak berengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuanpada masa Umayah. Bahkan bias dibilang, perkembangan ilmu pengetahuan pada masaini mengalami suatu pencerahan dan pembaharuan besar. Jika pada masa sebelumnya,yakni masa pemerintahan Nabi Muhammad hingga Khulafa` Rasyidin bidang kajian Islam hanya terbatas pada bidang penafsiran al-Qur`an dan Hadist, maka pada masa ini bidang kajian umat Islam sudah meluas pada ranah eksak, kedokteran, sejarah,bahasa, serta filsafat. Kendati begitu, hal yang perlu menjadi catatan adalah bahwa kemajuan bidang ilmu lain tidak seketika menyurutkan semangat muslim untuk terus mengkaji bidang keIslaman, khususnya alQur`an dan Hadist. Perkembangan ilmupengetahuan dunia Islam yang cukup diakui dunia (bahkan disebut golden age) terjadi pada masa pemerinatahan daulah Bani Abbasiyah. Musyrifah Sunanto menggambarkan bahwa penerjemahan pada masa ini sudah mulai digalakkan. Sebelumnya pada masa Umayah, penerjemahan konon pertama kali dilakukan untuk memahami buku-buku kedokteran. Literatur yang diterjemah umumnya merupakan literatur yang berasal dariYunani . Selain itu ia juga menegaskan bahwa selain perkembangan yang cukup masif dalam bidang ilmu aqli (pengetahuan yang berdasarkan logika, akal), perkembangan ilmu naqli juga mengalami kemajuan yang cukup pesat. 1 Bukti kesuksesan daulah Umayah dalam bidang ilmu pengetahuan adalah lahirnya beberapa ilmuwan yang berpengaruh besar terhadap ilmu pengetahuan dunia, khususnya ilmu kedokteran, astronomi, eksakta, ilmu bumi, dan ilmu filsafat. Beberapa ilmuwan tersebut di antaranya adalah ar-Razi, al-Fazari, al-Khawarizmi, alIdrisy.serta al-Ghazali. Hal yang menarik dari masa ini adalah kemajuan dalam bidang keilmuan justru terjadi ketika suhu politik Abbasiyah mulai memanas. Ini menunjukkan bahwa ilmuwan pada masa itu memiliki konsistensi yang tinggi terhadap komitmen keilmuan mereka. Lahirnya beberapa ilmuwan dalam disiplin ilmu yang bermacam-macam ini cukup membuktikan adanya insentifitas yang cukup intens dari pihak pemerintah guna memacu umatIslam untuk serius mempelajari ilmu, misalnya dengan tingginya apresiasi terhadap karya dan penemuan maupun pembenahan fasilitas perpustakaan. Bisa dipastikan,tata letak kota secara fisik juga terbenahi seiring konstruksi keilmuan1 Lih. Musyrifah Sunanto, Sejarah Islam Klasik, Perkembangan Islam Klasik, (Jakarta: Prenada Media, 2003), hlm. 78-89.3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->