Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
6Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ayat tentang hubungan antar beragama

ayat tentang hubungan antar beragama

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 937|Likes:
Published by nhovha seftiana
1

PENDAHULUAN


Dalam sebuah masyarakat yang dicirikan oleh kemajemukan agama, tidak ada hal
yang sedemikian penting dan mendesak seperti hubungan antar umat beragama. Berbicara
tentang hubungan antar agama, wacana pluralisme agama menjadi perbincangan utama.
Pluralisme agama sendiri dimaknai secara berbeda-beda di kalangan cendekiawan Muslim
Indonesia, baik secara sosiologis, teologis maupun etis. Secara sosiologis, pluralisme agama
adalah suatu kenyataan bah
1

PENDAHULUAN


Dalam sebuah masyarakat yang dicirikan oleh kemajemukan agama, tidak ada hal
yang sedemikian penting dan mendesak seperti hubungan antar umat beragama. Berbicara
tentang hubungan antar agama, wacana pluralisme agama menjadi perbincangan utama.
Pluralisme agama sendiri dimaknai secara berbeda-beda di kalangan cendekiawan Muslim
Indonesia, baik secara sosiologis, teologis maupun etis. Secara sosiologis, pluralisme agama
adalah suatu kenyataan bah

More info:

categoriesBusiness/Law
Published by: nhovha seftiana on Oct 29, 2012
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/23/2013

pdf

text

original

 
1
PENDAHULUAN
Dalam sebuah masyarakat yang dicirikan oleh kemajemukan agama, tidak ada halyang sedemikian penting dan mendesak seperti hubungan antar umat beragama. Berbicaratentang hubungan antar agama, wacana pluralisme agama menjadi perbincangan utama.Pluralisme agama sendiri dimaknai secara berbeda-beda di kalangan cendekiawan MuslimIndonesia, baik secara sosiologis, teologis maupun etis. Secara sosiologis, pluralisme agamaadalah suatu kenyataan bahwa kita adalah berbeda-beda, beragam dan plural dalam halberagama. Ini adalah kenyataan sosial, sesuatu yang niscaya dan tidak dapat dipungkiri lagi.Dalam kenyataan sosial, kita telah memeluk agama yang berbeda-beda. Pengakuan terhadapadanya pluralisme agama secara sosiologis ini merupakan pluralisme yang palingsederhana, karena pengakuan ini tidak berarti mengizinkan pengakuan terhadap kebenaranteologi atau bahkan etika dari agama lain.Ajaran agama diterima oleh pemeluknya secara estafet, yang bila ditelusurikebelakang akan ditemukan bahwa sumbernya adalah Tuhan yang diyakini oleh pemelukagama tersebut. Secara pasti, setalah pembawaan agama yang menjadi Tuhan tidak lagiberada di tengah-tengah umatnya, maka pastilah petunjuk-petunjuk yang dibawanya dapatmengalami perubahan interpretasi, bahkan memerlukan petunjuk-petumjuk praktis baru,yang tadinya belum dikenal pada masa utusan tersebut berada ditengah masyarakatnya.
 
2
PEMBAHASAN1.
 
SURAT AL-MUNTAHANAH : 8-9
 
  
  
 
  
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
  
 
  
   
    
 
  
  
  
 
 
  
 

 
  
  
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
  
 
 
 
  
  
  
 
 
 
 
 
 
 

 
 
  
 
 
 
 
  
 
  
 
  
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
  
 
 
 
   
 
  
  
  
 
 
  
  
 
 
 
 
 
  
  
 
 
  
 
 
  
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
  
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
Terjemahan nya.
 
Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak (pula) mengusir kamun dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaju adil.” 
(QS. Al-Muntahanah : 8)
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Baarang siapmenjadikan mereka sebagai kawan,mereka itulah orang yang zalim.
QS. Al-Muntahanah : 9)
 
Tafsiran surat al-muntahanah 8-9Ibnu Abbas menafsirkan QS. Al-Muntahanah 60 : 8-9 denganmengatakan bahwa “ Allah tidak melarang untuk berteman dan menolongmereka (orang-orang makkah) yang berbuat adil dan menepati janji kepadaNabi dan sahabatnya mereka yaitu Bani Khuza’ah, kaum hilal ibn Uwaimir,khuzainah, bani madlaj. Mereka telah berbuat baik kapada Rasul sebelumadanya perjanjian Hudaibiyah yang tidak berusaha membunuhnya, tidakmengeluarkannya dari makkah. Akan tetapi hanya melarang untuk bertemandan menolong mereka (ahli makkah) yang secara terang-terangan mengusirNabi dari mekkah.
 
3
Al-Qusyairi mentafsirkan QS. Al-muntahanah 60: 8-9 denganmengatakan “setelah Allah melarang untuk berteman dengan orang kafirharfi, kemudian Allah menganjurkan untuk berteman dengan kafir dzimmiyang mempunyai akhlak yang bagus, mau berteman dan bermanfaatbagiumat islam, karena sesungguhnya allah menyuai orang-orang yang bertemandalam segala hal”.Semua ulama tafsir sepekat bahwa bertemen dengan orang nonmuslim yang berbut baik, menolong, berbuat adil kepada umat islam itudiperbolehkan bahkan dianjurkan untuk menjalin hubungan dengan merekadalamtataran sosial, akan tetapi tidak boleh untuk berteman dengan merekayang secara terang-terangan memusuhi, memerangi, umat islam, atau yangmengusir paksa penduduk dari suatu negri.
 
Asbabun nuzul (sebab turunnya ayat)Al-Qur’an surat Al-muntahanah 60: 8-9 turun karena adanya sebuahperistiwa sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Ahmad dan ain-lain dariAbdullah Ibn Zubair pada suatu hari Qutailah binti Abdil Uzza (nonmuslim) datang kepeda anaknya Asma’ binti Abi bakar dengan membawabeberapa hadiah. Asma’ menolak hadiah itu, bahkan melarang dia unrukmasuk rumah sebelum Asma’ bertanya kepada Aisyah, bagaimana pendapatRasul berkenaan dengan itu turunlah QS. Al-muntahanah 60: 8-9. Nabimenyuruh Asma’ menerima hadiah dari ibunya, dan menyambutnyasebagaimana mestinya.Akan tetapi ada yang menyatakan bahwa ayat ini turun mengenai Khuza’ahBanil Harts, kinanah, Muzainah, dan beberapa golongan arab yang telahberdamai dengan rasulullah untuk tidak memeranginya dan tidak pulamemihak kepada musuh.

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
mel_maher added this note|
thanks
mel_maher liked this
1 hundred reads
Irfan Sona liked this
Irfan Sona liked this
nhovha seftiana liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->