Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Definisi, Tujuan, Manfaat, Pengaruh Bermain UPI

Definisi, Tujuan, Manfaat, Pengaruh Bermain UPI

Ratings: (0)|Views: 249 |Likes:
Published by Fandy Singgel

More info:

Published by: Fandy Singgel on Oct 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/29/2014

pdf

text

original

 
 8
BAB 1PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah
Bermain merupakan kegiatan yang penting bagi pertumbuhan danperkembangan fisik, sosial, emosi, intelektual, dan spiritual anak sekolah dasar.Dengan bermain anak dapat mengenal lingkungan, berinteraksi, sertamengembangkan emosi dan imajinasi dengan baik.Pada dasarnya anak-anak gemar bermain, bergerak, bernyanyi dan menari,baik dilakukan sendiri maupun berkelompok. Bermain adalah kegiatan untuk bersenang-senang yang terjadi secara alamiah. Anak tidak merasa terpaksa untuk bermain, tetapi mereka akan memperoleh kesenangan, kanikmatan, informasi,pengetahuan, imajinasi, dan motivasi bersosialisasiBermain memiliki fungsi yang sangat luas, seperti untuk anak, untuk guru,orang tua dan fungsi lainnya.bagi anak. Dengan bermain dapat mengembangkan fisik,motorik, sosial, emosi, kognitif, daya cipta (kreativitas), bahasa, perilaku, ketajamanpengindraan, melepaskan ketegangan, dan terapi bagi fisik, mental ataupun gangguanperkembangan lainnya.Fungsi bermain bagi guru dan orangtua adalah agar guru dan orangtua dapatmemahami karakter anak, jalan pikiran anak, dapat intervensi, kolaborasi danberkomunikasi dengan ank. Fungsi lainnya adalah rekreasi, penyaluran energi,persiapan untuk hidup dan mekanisme integrasi (penyatuan) dengan alam sekitarMenurut NAEYC (
 National Association for The Education of YoungChildren,1997)
, bermain merupakan alat utama belajar anak. Demikian jugapemerintah Indonesia telah mencanangkan prinsip, “Bermain sambil belajar ataubelajar seraya bermain”.Bermain yang sesuai dengan tujuan di atas adalah bermainyang memiliki ciri-ciri seperti : menimbulkan kesenangan, spontanitas, motivasi darianak sendiri, dan aturan ditentukan oleh anak sendiri.Permasalahannya hingga saat ini, di sekolah-sekolah terutama di sekolahdasar, kegiatan bermain masih dianggap kurang penting, sehingga belum ada program
 
 8yang terencana dan terstruktur. Pembelajaran terpadu (tematik) yang menggabungkanbeberapa bidang studi di kelas rendah belum memasukkan unsur-unsur permainan,paling-paling kegiatan bermain disisipkan dalam pelajaran olah raga (pendidikan jasmani). Pendidikan jasmani (Penjas) merupakan bagian integral dari systempendidikan secara keseluruhan dan sangat strategis digunakan untuk mendorongperkembangan kemampuan motorik, kemampuan fisik, penalaran dan penghayatannilai (mental, emosional, spiritual, dan social) serta pembiasaan hidup sehat. Penjassebagai bidang studi berorientasi pada kebutuhan gerak siwa juga dapatdiintegrasikan dengan bidang studi lain seperti matematika, IPA, bahasa, IPS danagama. Walau demikian pada kenyataannya kondisi pembelajaran Penjas di sekolah-sekolah sampai saat ini belum efektif meskipun telah dilakukan berbagai upayapembenahan pada kurikulum dan melalui jalur pendidikan dan pelatihan guru (Satya,2006). Di samping hal-hal di atas para guru Penjas juga sulit memperoleh bukurujukan yang refresentatif dan akomodatif juga kurangnya pemahaman masyarakatterhadap kontribusi pendidikan jasmani sebagai salah satu alat dalam mewujudkanterbentuknya manusia seutuhnya (sehat fisik, emosi, kecerdasan serta sosial).Demikian pula halnya dengan kegiatan bermain dan permainan di sekolahutamanya di sekolah dasar, pemahaman orang tua dan masyarakat masih kurang.Bermain dianggapnya main-main, membuang waktu dan memerlukan biaya, padahalbanyak alat permainan yang dapat dipergunakan anak adalah alat permainan darilingkungan anak itu sendiri, dari alam dan permainan yang sengaja di buat guru,orang tua atau perusahaan yang dirancang untuk pendidikan anak. Alat permainanyang terakhir itu disebut alat permainan edukatif. Tempat bermain pun sangatfleksibel,tempat bermain anak di sekolah dapat dilakukan di kelas dan di luar kelas,yang penting lingkungannya aman dan kondusif, pembelajarannya terencana danterstruktur dan tersedianya alat-alat permainan yang memadaiBentuk-bentuk permainan seperti : permainan eksplorasi (penjelajahan),permainan energik, permainan kemahiran (
skillfull play
) dapat dilakukan di luarkelas. Permainan yang lain, seperti permainan sosial dan puzzle dapat dilakukan didalam kelas.
 
 8
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas tentang pentingnya bermainbagi anak-anak, khususnya anak-anak sekolah dasar, maka topik yang dijadikanacuan penelitian adalah: “Model Permainan di Sekolah Dasar BerdasarkanPendekatan DAP (Developmentally Appropriate Practice)”.Pemilihan topik tersebut disesuaikan dengan payung penelitian UPI periode2003-2007 dan Program Payung Penelitian PGSD Kampus induk Bumi Siliwangi2003-2007 yang salah satu programnya adalah, “Pengembangan Model-modelBelajar/Pembelajaran di SD dan Peningkatan Kualitas Pembelajaran bagi Anak SD”.Kerangka payung penelitian (Road Map) pada tahun ini (2007) diarahkan padamodel-model pemebalajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan(PAKEM). Pembelajaran ini dirancang untuk mengaktifkan anak, mengembangkankreativitas secara efektif (sesuai dengan perkembangan dan tujuan pembelajaran) dandiupayakan tetap menyenangkan. Selama ini guru sekolah dasar kurangmemperhatikan pendekatan PAKEM tersebut sehingga proses KBM cenderung satuarah dan membosankan.Dengn demikian fokus penelitian ini diarahkan pada penyusunan modelpermainan di sekolah dasar yang sudah tentu menyenangkan bagi siswa-siswasekolah dasar, utamanya siswa sekolah dasar kelas rendah (kelas I,II dan III) yangmemiliki karakteristik tersendiri dibandingkan dengan karakteristik siswa SD kelastinggi (kelas IV,V dan VI).Sesuai dengan karakteristik siswa SD dan DAP terdapat enam permainan yangdapat dijadikan arternatif untuk membuat model permainan yang sesuai, sehinggapembelajaran akan semakin kreatif, aktif, efektif dan menyenangkan (PAKEM).Bentuk permainan itu terdiri dari 6 (enam) jenis, yaitu : permainan eksplorasi,permainan energik, permainan kemahiran, permainan sosial, permainan imaginativedan puzzle.Dari uraian di atas maka rumusan yang akan diatasi dalam penelitian iniadalah sebagai berikut:

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->