Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MAKALAH EPILEPSI

MAKALAH EPILEPSI

Ratings: (0)|Views: 259 |Likes:
Published by Finna Noviyanti

More info:

Published by: Finna Noviyanti on Oct 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2014

pdf

text

original

 
EPILEPSI
 
I.
 
DEFINISI
o
 
Suatu serangan berulang secara periodik dengan dan tanpa kejang. Serangan tersebut disebabkan kelebihan neuron kortikal dan ditandai dengan perubahan aktivitas listrik seperti yang diukur dengan elektro enselofogram (EEG). Kejang menyatakankeparahan kontraksi otot polos yang tidak terkendali(ISO FARMAKOTERAPI)
o
 
suatu gangguan kronik yang dicirikan oleh adanya
seizure
yang berulang-ulang.
o
 
Seizure: adanya peningkatan aktivitas listrik yang tiba-tiba pada otak yang biasanyamempengaruhi perasaan atau tindakan seseorang untuk waktu yang singkat 
II.
 
INSIDENSI PREVALENSI
Pinzon (2007) mengungkapkan dari 50 juta penyandang epilepsi di seluruh dunia, 37 jutadiantaranya tergolong epilepsi primer dan 80% tinggal di negara berkembang. LaporanWHO pada tahun 2001 memperkirakan rata-rata terdapat 8,2 orang penyandang epilepsiaktif diantara 1000 orang penduduk, dengan angka insidensi 50 per 100.000 penduduk.Angka prevalensi dan insidensi diperkirakan lebih tinggi di negara-negara berkembang.Data lain menyebutkan bahwa pengidap epilepsi di Indonesia diperkirakan sekitar 1,1 jutahingga 1,3 juta penduduk dan angka ini setara dengan 2% dari jumlah pengidap epilepsi didunia yang mencapai 50 juta orang
III.
 
PATOFISIOLOGI
 
Suatu serangan dapat dilacak pada membran sel atau sel disekitarnya yang tidak stabil.Rangsangan yang berlebih menyebar secara lokal (serangan lokal) maupun lebih luas(serangan umum)
 
Terjadinya konduktansi kalium yang tidak normal. Cacat pada kanal kalsium sensitif voltase, atau defesiensi pada membran adenosin trifosfat (ATP-ase) yang berkaitandengan transport ion dapat menghasilkan ketidak stabilan membran neuronal danserangan kejang
 
Aktifitas neuronal normal tergantung pada fungsi normal pemicu rangsang ( yaituglutamat aspartat asetilkolin norepinefrin histamin. Faktor pelepas kortikotropin,purin, peptida, sitokin dan hormon steroid) dan penghambat neuro transmitter (yaitudopamin, GABA) pasokan glukosa oksigen, natrium kalium, klorida kalsium dan asamamino yang cukup pH normal dan fungsi normal reseptor
 
 
Dasar serangan epilepsy ialah gangguan fungsi neuron-neuron otak dan transmisi padasinaps. Tiap sel hidup, termasuk neuron-neuron otak mempunyai kegitiatan listrik yangdisebabkan oleh adanya potensial membrane sel. Potensial membrane neurone bergantungpada permiabelitas selektif membrane neuron, yakni, membrabe sel mudah dilalui oleh ionK dari ruang ekstra seluller ke intraselulet dan kurang sekali ion Ca, Na, dan Cl, sehingga didalan sel terdapat konsentrasu tingi ion K dan konsentrasi rendah ini Ca, Na, dan Cl,sedangkan keadaan sebaliknya terdapat diruang ekstraseluler. Perbedaan konsentrasi ion-ion inilah yang menimbulkan potensial membrane.Ujung terminal neuron-neuoron berhubungan dengan dendrit-dendrite dan badan-badanneuron yang lain. Membentuk sinaps dan merubah polarisasi membrane neuronberikutnya. Ada dua jenis neurotransmitter, yakni neurotransmitter eksitasi yangmemudahkan depolarisasi ata lepas muatan listruk dan neurotransmitter yangmenimbukan hiperpolarusasu sehingga sel neuron lebih stabil dan tidak mudahmelepaskan listri, Diantara neurotransmitter-neurotransmitter ksitasi dapat disebut glutamate, aspartate dan asetilkolin sedangkan neurotransmitter inhibisi terkenal ialahgamma amino butyric acid (GABA) dan glisin. Jika hasil pengaruh kedua jenis lepas muatanlistrij dan terjadi transmisi impuls atau rangsang. Hal ini misalnya terjadi dalam keadaanfisiologi apabila potensial aksi tiba di neuron. Dalam keadaan istirahat, membrane neuronmempunyai potensial listrik tertentu dan berada dalam keadaan polarusasi. Aksi potensialakan memcetuskan depolarisasi membrane neuron dan seluruh sel aka melepas muatanlistrik,Oleh berbagai factor, diantaranya keadaan patologik, dapat merubah atau mengganggufungsi membrane neuron sehingga membrane mudah dilampaui oleh ion Ca Na dariruangan ekstra ke intraseluler. Influk Ca akan mencetuskan letupan depolarisasi
 
membrane dan lepas muatan listrik berlebihan, tidak teratur dan terkendali> Lepas muatanlistrik demikian oleh sejumlah besar neuron secara sinkron merupakan dasar suatuserangan epilepsy. Suatu sifat khas serangan berhenti akibat pengaruh inhibisi. Di dugainhibisi ini adalah pengaruh neuron-neuron sekitar epileptic. Selain itu juga system-sisteminhibisi pra dan pasca synaptic yang menjamin agar neuron-neuron tidak terus-menerusberlepas muatan memegang peranan. Keadaan yang menyebabkan suatu serangan epilepsyterhenti ialah kelelahan neuron-neuron akibat habisnya zat-zat penting untuk fungsi otak.
IV.
 
ETIOLOG
I
 
Idiopatik 
 
Faktor herediter seperti: sklerosis tuberose, neurofibrometosis, angiometosisensefalotrigeminal, fenilketonuria, hypoparatiroidisme, hypoglikemia
 
Faktor genetik ( tapi bukan penyakit keturunan )
 
Kelainan congenital otak 
 
Gangguan metabolik ( hypoglikemia, hypokalasemia)
 
Infeksi: radang yang disebabkan oleh bakteri atau virus pada otak dan selaputnya(brainabscess,meningitis, encephalitis, and AIDS) 
 
Neoplasma otak dan selaputnya
 
Kelainan pembuluh darah ( sroke)
 
Trauma
 
Keracunan
 
Stroke
 
Dementia
 
Other illness that damage or destroy brain tissue
V.
 
FAKTOR RESIKO
 
Bayi yang lahir dengan berat badan rendah
 
Pendarahan di otak 
 
Abnormalitas pembuluh-pembuluh darah otak .
 
Meningitis
 
Esepalitis
 
Cacat mental
 
Penyakit alzhaimer
 
Siklus menstruasi yang tidak normal
 
Kurang tidur
 
Stress
 
Alkohol
 
Obat 
 
Perubahan hormonal
 
Terlalulelah
VI.
 
KLASIFIKASI SERANGAN MENURUT ILEA
 
 Serangan Parsial 
Partial / Focal seizures dimulai dari salah satu sisi di otak dan akan mengakibatkanaktivasi motorik secara asimetrik, sehingga manifestasi dari partial seizures adalahperubahan fungsi motorik, sensorik, somatosensorik, dan automatisme. Kejadian

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Dea N Mk liked this
Dea N Mk liked this
Christin Natalia liked this
Christin Natalia liked this
Topo Susilo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->