Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
13Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Veruka Vulgaris

Veruka Vulgaris

Ratings: (0)|Views: 969|Likes:

More info:

Published by: Dini Anggreini Wahyudi on Oct 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/18/2013

pdf

text

original

 
1
Veruka Vulgaris
A.
 
DEFINISIVeruka vulgaris merupakan kelainan kulit berupa hiperplasi epidermis yangdisebabkan oleh Human Papilloma Virus tipr tertentu
1,2,3
. Virus ini bereplikasi padasel-sel epidermis dan ditularkan dari orang-orang. Penyakit ini juga menular dari satubagian tubuh ke bagian tubuh pasien yang sama dengan cara autoinokulasi. Virus iniakan menular pada orang tertentu yang tidak memiliki imunitas spesifik terhadapvirus ini pada kulitnya. Imunitas pada kutil ini belum jelas dimengerti
1
Pertumbuhan jinak ini disebabkan human papiloma virus, ini terjadi di berbagaipermukaan kulit yang dilapisi epitel. HPV-1, -2, -4, -27, -57, dan -63 menyebabkan
commonwart 
.
1,
Verucca vulgaris
dengan klinis lesi hiperkeratotik, eksopitik dan berbentuk kubah,papula atau nodul terutama terletak pada jari, tangan, lutut, siku atau lainnya pada situstrauma. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan adanya hiperplasia dari semua lapisanepidermis. Perubahan seluler yang disebut
koilocytosis
, merupakan karakteristik infeksiHPV.
1,4
B.
 
ETIOLOGIKutil adalah pertumbuhan jinak yang disebabkan human papiloma virus(HPV), ini terjadi di berbagai permukaan kulit yang dilapisi epitel. Semua genomHPV tersusun dari 8000 pasang basa nukleotida, yang ditampilkan sebagai suatusekuens linear tetapi sebenarnya merupakan lingkaran tertutup dari DNA untai ganda.Kotak-kotak tersebut menggambarkan gen-gen virus, masing-masingnya mengkodesuatu protein. Regio regulasinya ialah segmen DNA yang tidak mengkode protein,tetapi berpartisipasi dalam meregulasi ekspresi gen virus dan replikasi dari DNAvirus.
1
Veruka vulgaris adalah jenis kutil yang banyak ditemukan dan disebabkanterbanyak oleh HPV serotip 2 dan 4.
6
HPV sulit untuk dipahami karena tidak dapatdibiakkan pada kultur jaringan. Namun kemajuan dalam biologi molekulertelahmemungkinkankarakterisasi dari genom HPV dan identifikasi beberapa fungsi genHPV. Infeksi HPV tidak hanya umum ditemukan tetapi juga sulit untuk mengobatidan mencegah. Sering ada periode latenyang panjang dan infeksi subklinis, dan HPVDNA dapat ditemukan pada jaringan normal orang dewasa.
7
 
2
C.
 
PATOGENESISInfeksi HPV terjadi melalui inokulasi virus pada epidermis yang viabelmelalui defek pada epitel. Maserasi kulit mungkin merupakan faktor predisposisiyang penting, seperti yang ditunjukkan dengan meningkatnya insidens kutil plantarpada perenang yang sering menggunakan kolam renang umum. Meskipun reseptorseluler untuk HPV belum diidentifikasi, permukaan sel heparan sulfat, yang dikodeoleh proteoglikan dan berikatan dengan partikel HPV dengan afinitas tinggi,dibutuhkan sebagai jalan masuknya. Untuk mendapat infeksi yang persisten, mungkinpenting untuk memasuki sel basal epidermis yang juga sel punca (sel
stem
) ataudiubah oleh virus menjadi sesuatu dengan properti (kemampuan/ karakter) seperti selpunca. Dipercayai bahwa
single copy
atau sebagian besar sedikit
copy
 
genom virus
 dipertahankan sebagai suatu plasmid ekstrakromosom dalam sel basal epitel yangterinfeksi. Ketika sel-sel ini membelah, genom virus juga bereplikasi dan berpartisimenjadi tiap sel progeni, kemudian ditransportasikan dalam sel yang bereplikasi saatmereka bermigrasi ke atas untuk membentuk lapisan yang berdifferensiasi.
1
Setelah eksperimen inokulasi HPV, veruka biasanya muncul dalam 2 sampai 9bulan. Observasi ini mengimplikasikan bahwa periode infeksi subklinis yang relatif panjang dan dapat merupakan sumber yang tidak terlihat dari virus infeksius.Permukaan yang kasar dari kutil dapat merusak kulit yang berdekatan danmemungkinkan inokulasi virus ke lokasi yang berdekatan, dengan perkembangankutil yang baru dalam periode minggu sampai bulan. Tiap lesi yang baru diakibatkanpaparan insial atau penyebaran dari kutil yang lain. Tidak ada bukti yang meyakinkanuntuk 
disseminasi
melalui darah. Autoinokulasi virus pada kulit yang berlawananseringkali terlihat pada jari-jari yang berdekatan dan di regio anogenital.
1
Ekspresi virus (transkripsi) sangat rendah sampai lapisan Malpigi bagian atas,persis sebelum lapisan granulosum, dimana sintesis DNA virus menghasilkan ratusankopi genom virus tiap sel. Protein kapsid virus disintesis menjadi virion di selnukleus. DNA virus yang baru disintesis ini dikemas menjadi virion dalam nukleusdari sel-sel Malpigi yang berdifferensiasi ini. Protein virus yang dikenal dengan
 E1
-
 E4
(produk RNA yang membelah dari gen-gen E1 dan E4) dapat menginduksiterjadinya kolaps dari jaring-jaring filamen keratin sitoplasma ini. Hal ini
 
3
dipostulasikan untuk memfasilitasi pelepasan virion dari sitoskeleton yang salingberikatan silang dari keratinosit sehingga virus dapat diinokulasikan ke lokasi lainatau berdeskuamasi ke lingkungan.
1
HPV tidak bertunas dari nukleus atau membran plasma, seperti halnya banyak virus seperti virus herpes simpleks atau
human immnodeficiency virus
(HIV). Olehkarena itu, mereka tidak memiliki selubung lipoprotein yang menyebabkankerentanan terhadap inaktivasi yang cepat oleh kondisi lingkungan sepertipembekuan, pemanasan, atau dehidrasi dengan alkohol. Berlainan dengan itu, virionHPV resisten terhadap desikasi dan deterjen nonoksinol-9, meskipun paparan viriondengan formalin, deterjen yang kuat seperti sodium dodesil sulfat, atau temperaturtinggi berkepanjangan mengurangi infektivitasnya. HPV dapat tetap infeksius selamabertahun-tahun ketika disimpan di gliserol dalam temperatur ruangan. Memang,bentuk L1 dan L2 membentuk kapsid protein yang sangat stabil dan terbungkusrapat.
1
Karena replikasi virus terjadi pada tingkatan yang lebih tinggi dari epitel danyang terdiri dari keratinosit yang tidak bereplikasi, HPV harus memblok differensiasiakhir dan menstimulasi pembelahan sel untuk memungkinkan enzim-enzim dankofaktor yang penting untuk replikasi DNA virus.
1
HVP memiliki kebutuhan yangtinggi akan sel-sel epidermis manusia pada tingkat diferensiasi tertentu. Hal iniimenyebabkan proliferasi keratinosit yang sebagian mengalami keratonisasi danakhirnya melindungi virus ini dari eliminasi oleh sistem imun. Lesi ini bisa sporadik,rekuren, atau persisten
8
Veruka biasanya swasirna, mereda secara spontan dalam 6 bulan hingga 2tahun. Lesi ini dapat tumbuh dimana saja tetapi paling sering tumbuh di tangan,terutama permukaan dorsal dan daerah peringual, dan lesi tampakbegai papula putihabu-abu hingga cokelat, datar hingga konveks, berukuran 0,1 hingga 1,0 cm , danberpermukaan kasar seperti kerikil.
9
D.
 
DIAGNOSISAda beberapa jenis
verucca vulgaris
yang memiliki karakteristik klinisdiagnostik nama sesuai dengan fitur klinis, jenis virus dan situs yang terkena.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->