Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
III Ukuran Gejala Pusat2

III Ukuran Gejala Pusat2

Ratings: (0)|Views: 10 |Likes:
Published by Franzo Sijabat

More info:

Published by: Franzo Sijabat on Oct 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/12/2014

pdf

text

original

 
UKURAN GEJALA PUSAT
II. UKURAN GEJALA PUSATDAN UKURAN LETAKPendahuluan
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang sekumpulan datamengenai sesuatu persoalan, baik mengenai sampel ataupun populasi, selaindaripada data itu disajikan dalam tabel dan diagaram, masih diperlukan ukuran-ukuran yang merupakan wakil kumpulan data tersebut yaitu ukuran
gejala pusat 
dan
ukuran letak.
Beberapa macam ukuran pusat adalah : rata-rata atau rata-ratahitung, rata-rata ukur, rata-rata harmonik, dan modus. Ukuran letak meliputi :median, kuartil desil dan persentil
TIK:Setelah mempelajari pokok bahasan ini diharapkan mahasiswa dapat menghitungukuran gejala pusat diantaranya: nilai rata-rata Modus, median dan ukuran gejalaletak lainnya
Apa ituRata-rata Hitung ?
Rata-rata atau lenkapnya rata-rata hitung,
untuk data kuantitatif yang terdapatdalam sebuah sampel dihitung dengan jalan membagi jumlah nilai data oleh banyak data disimpulkan dengan
 x
(baca: x bar) sedangakan rata-rata untuk populasidipakai simbul
 µ 
(baca miu).jadi
 x
adalah statistik sedangkan
 µ 
parameter.
 
Jika ada data x
1
, x
2
, x
3
, …x
n,
maka rata-rata hitungnya (
 x
) adalah :
n xn x x x x
niin
=
=++=
121
xatau...
atau secara sederhana ditulis
n x x
i
=
Contoh Rata dari lima nilai ujian 70, 69, 45, 80, dan 56 ialah :
6455680456970
=++++ =
 x
Jika ada data x
1
, x
2
, x
3
, …x
n
masing-masing muncul sebanyak f 
1
, f 
2
,
3
,…,f 
n
maka rata-rata hitungnya (
 x
) adalah :
n x f   f   x f   x f   x f    x
niiiniinn
==
=+++=
112211
xatau...
atau secara sederhana ditulis : 
=
iii
 f   x f   x
Rumus ini disebut juga rumus
rata-rata dibobot 
.
Contoh:
Rekontruksi Mata Kuliah Statistika
 
UKURAN GEJALA PUSAT
Jika ada lima mahasiswa mendapat nilai 70, enam terdapat nilai 69, tiga 45 danmasing-masing seorang mendapat nilai 80 dan 56, data itu ditulis seperti tabelberikut :x
i
i
706945805656311Untuk contoh diatas, dianjurkan dibuat tabel penolong seperti berikut :Tabel 3.2x
i
i
x
i
i
7069458056563113504141358056Jumlah 161035
Cara kedua untuk menghitung rata-rata dari data dalam daftar distribusifrekuensi ialah cara
koding 
atau
cara singkat.
Untuk itu :
ambil salah satu tanda kelas,
namakan x
o
dan x
o
ini diberi nilai c =0.
Tanda kelas yang lebih kecil dari x
o
berturut-turut diberi harga c =-1, c = -2, c = -3, dan seterusnya dan yang lebih besar dari x
o
berturut-turutmempunyai harga c = +1, c = +2, c = +3 dan seterusnya.
Jikap = panjang kelas interval, maka rata-rata dihitung oleh :
      +=
iiio
 f  c f   p x x
Contoh soal :Tebel 3.3 Data Kelembatan Hidrometeorologidi Singomerto Selama 80 Hari
Kelembaban(x)f
i
x
i
c
i
f
i
c
i
31 - 4041 – 5051 – 6061 –701251535.545.555.565.5-4-3-2-1-4-6-10-15
Rekontruksi Mata Kuliah Statistika
x
i
menyatakan nilai ujian , dan f 
i
menyatakan frekuensi untuk nilaix
i
yang bersesuaian. Misalnya :
1
= 5 untuk x
1
= 70, f 
2
= 6 untukx
2
= 69 dan seterusnya.
 
Dari tabel diatas disampingdidapat :
=
iii
f   x x
dan16
Sehingga :
6,64161030 
i
===
ii
f   x x
Jadi,nilai rata-rata statistika untuk-
 
UKURAN GEJALA PUSAT
71 – 8081 – 9091 – 10025201275.585.595.501202024Jumlah80--9Di atas telah diambil x
o
= 75,5 dan nilai c = 0 telah diberikan untuk hal ini.Harga-harga c = -1, c = -2, dan c = -4 telah diberikan berturut-turut untuk tanda-tanda kelas 65,5; 55,5; 45,5; dan 35,5. Tanda kelas yang lebih besar darix
o
= 75,5 berturut turut diberi harga c = 1 dan c = 2. Karena p = 10, makadengan Rumus IV (5) dengan
1
c f  
i
= 9, didapat :
62,76109)10(5,75
=     +=
 x
.
Sebenarnya rumus secara Coding ini didapat dari rumus sebelumnyadengan menggunakan transformasi
 p x xc
oii
=
berdasarkan sifatnya :
1.
Jika tiap nilai data x
i
ditambah/dikurangi dengan sebuah bilangan tetap d, makarata-rata x untuk data baru bertambah/berkurang dengan d dari rata-rata datalama.2.Jika data x dikalikan dengan sebuah bilangan tetap d, maka rata-rata x untudata baru menjadi d dikali rata-rata data lama.Cobalah selidiki sendiri kebenaran sipat ini!
Perhatian : 
cara koding di atas hanya berlaku jika panjang kelas interval semuanyasama
? RATA-RATA UKUR
Jika perbandingan tiap dua data berurutan tetap atau hampir tetap, rata-rata ukur lebih baik dipakai daripada rata-rata hitung, apabila dikehendaki rata-ratanya. Untuk data bernilai x1, x2, ……xn maka rata-rata ukur U didefinisi sebagai:
nn
 x x x x
.........
321
=
yaitu akar pangkat n dari produk (x
1,
x
2,
x
3,
…x
n
)
contoh
Rata-rata ukur untuk data x
1
=2, x
2
=4, x
3
=8 adalah
4842
3
==
x x
Untuk fenomena yang bersifat tumbuh dengan syarat-syarat tertentu,seperti pertumbuhan penduduk, bakteri dan lain-lain sering digunakan rumus yangmirip rata-rata ukur ialah :
 x P  P 
)1001(
0
+=
Untuk:Po = keadaan awal atau permulaanPt = keadaan akhir
Rekontruksi Mata Kuliah Statistika

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->