Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Profil Desa Sibanggor Julu (Komoditi Karet)

Profil Desa Sibanggor Julu (Komoditi Karet)

Ratings: (0)|Views: 221 |Likes:
Published by petrabersama

More info:

Published by: petrabersama on Oct 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

 
 
PROFIL KELOMPOK DAMPINGAN & DESA SIBANGGOR JULU.KABUPATEN MANDAILING NATALPROFIL KELOMPOK.1.
 
Kabupaten : Mandailing natal ( Madina )2.
 
Kecamatan : Puncak Sorik Marapai.3.
 
Desa : Sibanggor Julu.4.
 
Nama kelompok : Simajambu5.
 
Jumlah anggota : 46 orang.6.
 
Kegiatan : Peningakatan usaha Ekonomi melalaui inisisatif pemasaran bersama hasil karet Rakyat.7.
 
Tujuan : Memperkuat usaha Ekonomi Konservasi melaluihasilkebun karet konservasi8.
 
Keluaran : Kelompok Dampingan menjadi pioner pelaksanapemasaran bersama, hasil karet dari Desa.: Adanya kesadaran kolektif masyarakat desa untukmelindungi sumber penghidupan dari kawasanhutandesa dan Hutan TNBG9.
 
Mitra Kerjasama : Dinas Perekebunan, Koperasi, Kabupaten Madina.: Eksportir/ Pengolahan Remiling Karet.PROFIL DESA1. Gambaran Umum DesaLetak dan Keadaan Alam
Desa Sibanggor Julu terletak dilereng sebelah timur dari Gunung Sorik Marapi. Desa ini adalah salah satu desa yang terdapat dikawasan HutanamaleSibanggor dan merupakan desa yang paling dekat dengan puncak gunung berapitersebut diatas. Berjarak sekitar 9,5 km dari ibukota kecamatan atau sekitar 14 kmdari Panyabungan (ibukota Kabupaten Madina), desa ini dapat dijangkau denganmenggunakan kendaraan bermotor melalui jalan aspal yang kondisinya cukup baik,kira-kira 30 menit dari Panyabungan. Karena posisinya yang berada dilereng bukit,hamper semua lanskap wilayah desa berada dalam kemiringan diatas 25 %, sehinggapengaturan rumah-rumah penduduk juga disusun berbanjar mengikuti kontur tanahperbukitan. Catatan resmi pemerintah (BPS/ Kecamatan Tambangan Dalam Angka2003) menyebutkan bahwa luas Desa Sibanggor Julu adalah 300 ha dengan jumlahpenduduk 1.384 jiwa.Batas wilayah Desa Sibanggor Julu adalah Sibanggor Tonga disebelah utara, GunungSorik Marapi, Tor Aek Silai-lai dan anak Gunung Sorik Marapi disebelah selatan danHuta Lombang disebelah timur.
 
 Permukiman penduduk di Desa Sibanggor Julu dikelilingi oleh lahanpertanian berupa sawah, tegalan, kebun karet dan hutan. Di pekarangan rumahpenduduk ditemukan tanaman palawija, hortikultura dan juga tanaman tua seperti
 jeruk “unte manis” yang sekarang ti
dak produktif lagi. Areal persawahan di desa initerdapat di tiga lokasi utama yang oleh penduduk dinamakan Saba Lombang, SabaJae, dan aek Namilas. Areal sawah diairi dari anak-anak sungai yang berhulu diGunung Sorik Marapi maupun dari beberapa sumber air yang terdapat di kawasandesa. Tidak semua sumber air yang mengalir di daerah Desa Sibanggor Julu dapatdimanfaatkan untuk pengairan sawah, karena sebahagiannya mengandung belerangatau bahan-bahan kimia lain yang tidak cocok untuk pertanian maupun untuk konsumsi manusia. Aliran sungai yang ada di desa ini antaranya adalah Aek Badak,Aek Cunik, Aek Nalomlom dan Aek Sibanggor.Letak Desa Sibanggor Julu yang berada di lereng Gunung Api Sorik Marapi(2.145 m) di satu sisi memiliki keuntungan berupa keberadaan panorama alam yangindah, Kaldera (kawah), beberapa lapangan solfatara (sumber air panas yangmengandung belerang) dan memberikan kesuburan bagi tanah pertanian disekitarnya.Tetapi disisi lain, posisi tersebut juga menjadikan desa initerkategori sebagai daerahbahaya dengan jarak hanyasekitar 4,5 km dari puncak gunung.. Dalam catatan Manalu(1989) disebutkan bahwa bilaterjadi letusan dikawah pusatyang berupa danau, maka laharpanas akan menghantam DesaSibanggor Julu, maupun desa-desa lain di sekitarnya. GunungSorik Marapi pernah meletuspada tahun 1830, 1879, 1892,1893, 1917,1970 dan 1986. Pada peristiwa letusan tahun 1892, hujan lahar menelankorban 180 orang meninggal di Sibanggor. Menurut penuturan sejumlah informan,setelah letusan tahun 1892 dan 1893 itu letak permukiman lama Desa Sibanggor Julu(dulu bernama Singajambu) pindah ke lokasi yang sekarang.
Aksesibilitas dan Sarana Publik
Meskipun secara resminya Desa Sibanggor Julu merupakan bagian dariKecamatan Tambangan yang ibukotanya di Laru, tetapi penduduk desa ini lebihberorientasi ke kota Panyabungan. Hal ini antara lain karena sarana transportasi yangcukup ramai mengisi jalur kawasan Hutanamale Sibanggor dengan Panyabungan.Sedikitnya ada 35 unit angkutan pedesaan (minibus Anatra) yang sehari-harimelewati jalur ini. Ada empat orang penduduk Desa Sibanggor Julu yang memilikiangkutan umum sejenis yang menempuh trayek Sibanggor-Panyabungan.Di Desa Sibanggor Julu terdapat 1 unit SD dan 1 unit Madrasah Ibtidaidah/ Tsanawiyah. Sarana peribadatan terdiri dari 1 mesjid dan 4 suarau, sementara saranakesehatan ada 1 unit. Juga disini terdapat sebuah mesin penggilingan padi.
 
 
Penduduk Desa
Berdasarkan keterangan informan diketahui bahwa jumlah penduduk desa iniadalah 1.495 jiwa yang terdiri atas 270 KK. Hanya sekitar 200 KK yang memilikilahan persawahan sementara sisanya tidak memiliki lahan persawahan. Disebutkanbahwa kelompok marga pembuka huta adalah Nasution, yaitu Raja BagindaMarpayung Aji yang makamnya berada di tengah areal persawahan Saba Aek 
 Namilas dan oleh penduduk setempat biasa disebut dengan “tompat”. Mayoritas
penduduk desa ini sebenarnya bermarga Tanjung, baru disusul oleh penduduk bermarga Nasution, Lubis dan klen Nasution menjadi raja huta di Desa SibanggorJulu mengikuti tradisi kawasan Mandailing Godang yang dipimpin oleh raja-rajabermarga Nasution. Di desa ini terdapat segregasi pemukiman menurut pembagianmarga, khususnya mereka yang bermarga Nasution dan Tanjung yang masing-masingterkonsentrasi di tempat yang terpisah.Lokasi pemukiman yang sekarang adalah pindahan dari tempat sebelumnyayang terjadi setelah peristiwa letusan Gunung Sorik Marapi pada tahun 1886.Pemukiman lama terdapat di sekitar lokasi pemandian air panas, yang sekarang inimenjadi areal persawahan. Oleh karena itulah hingga sekarang penduduk DesaSibanggor Julu mengklaim bahwa sumber air panas yang menjadi asset wisata desayang ramai dikunjungi pada hari-hari libur diklaim sebagai kepunyaan DesaSibanggor Julu, meskipun secara fisik terlihat lebih dekat dengan kampong SibanggorTonga. Kedua desa ini pernah terlibat konflik terkait dengan klaim penguasaan atassumber air panas tersebut.Pada umumnya penduduk Desa Sibanggor Julu memiliki hubungankekerabatan satu sama lain, baik melalui hubungan darah maupun perkawinan.Hubungan kekerabatan itu juga terjalin dengan penduduk desa-desa lain disekitarnya.Selain yang bermukim di desa, banyak pula warga Sibanggor Julu yang merantau,misalnya ke Jakarta dan Malaysia, dan pada waktu-waktu tertentu kembali kekampong halaman. Ikatan batin perantau dengan kampung halaman atau kampungasal nenek moyangnya cukup kuat, salah satunya terlihat dari partisipasi beberapaorang perantau asal sibanggor Julu yang bermukim di Malaysia untuk membantupembangunan di kampong asalnya hingga sekarang.
2. Sosial Ekonomi
Mayoritas penduduk Desa Sibanggor Julu hidup dari sector pertanian. Hasilutama dari desa ini adalah padi, gula aren, karet, sayur-sayuran dan beberapa jenishasil hutan.SawahAreal sawah yang ada di desa ditanami secara bergilir dengan tanaman padidan palawija, khususnya cabe dan kacang tanah. Hasil padi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, sedangkan hasil tanaman palawija seperticabe dan kacang tanah dijual ke pasar dan menjadi sumber pendapatan tunai yangsifatnya musiman. Pergiliran pemanfaatan lahan sawah dengan tanaman padi danpalawija sudah berlangsung lama dan cara ini merupakan salah satu siasat penduduk untuk mengoptimalkan hasil lahan yang ada.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->