Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
keterbukaan

keterbukaan

Ratings: (0)|Views: 1,769|Likes:
Published by Stephanie Wijaya

More info:

Published by: Stephanie Wijaya on Oct 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/19/2013

pdf

text

original

 
Bentuk sikap yang mencerminkan keterbukaan dan keadilan1. Apresiatif terhadap keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu upayauntuk memahami, menilai, dan menghargai keterbukaan dalamkehidupan berbangsa danbernegara, seperti :a. berusaha mengetahui dan memahami hal yang mendasar atau elementer tentrangketerbukaan dan keadilan.b. Aktif mencermati kebijakan dalam kehidupan bangsa dan negara.c. Berusaha menilai perkembangan keterbukaan dan keadiland. Menghargai tindakan pemerintah atau pihak lain yang konsisten dengan prinsipketerbukaane. Mengajukan keritik terhadap tindakan yang bertentangan dengan prinsip keterbukaanf. Menumbuhkan danmempromosikan budaya keterbukaan dan transparansi mulai darikeluarga, masyarakat dan lingkungan kerja.2. Berpartisipasi dalam upaya peningkatan jaminan keadilan dari lembaga yang bertugasuntuk menjamin keadilan dan prilaku positif masyarakat dalam upaya meningkatkan jaminankeadilan, seperti :a. Mengetahui hal-hal yangnmendasar tentang keadilanb. Mencermati fakta ketidakadilan dalam masyarakat dan kebijakan yang berkaitan dengankeadilanc. Memantau kinerja lembaga yang bertugas memberikan keadiland. Menghargai tindakan berbagai pihak yang memperkuat jaminan keadilane. Mengajukan kritik terhadap tindakan yang tidak adil dan mencari solusi jaminan keadilanf. Membiasakan diri bertindak adil dari keluarga, masyarakat dan lingkungan kerja.
C.
Sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa danbernegara.
 
1. Mengapresiasikan Sikap Terbuka dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.
 Di dalam iklim demokrasi saat ini, sikap terbuka penting untuk dilaksanakan. Sikap terbukaini akan mendukung proses demokratisasi di Indonesia. Dalam kehidupan berbangsa danbernegara, sikap terbuka harus dilaksanakan oleh setiap warga negara, termasuk olehpemerintah. Hal ini penting agar keterbukaan tidak hanya terjadi di lingkungan masyarakattetapi lebih jauh lagi keterbukaan harus juga berjalan dalam penyelenggaraan pemerintahan.Setiap penyelenggaraan pemerintahan harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipantau oleh
 
warga negara. Dengan dilakukannya hal ini maka kemungkinan terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam penyelenggaraan negara dapat diperkecil.Sikap terbuka adalah sikap untuk bersdia memberitahukan dan sikap untuk bersediamenerima pengetahuan atau informasi dari pihak lain. Sikap terbuka ini dapat ditunjukkandengan dukungan pemerintah terhadap kebebasan pers. Dengan adanya kebebasan persdiharapkan akses informasi warga negara terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Sebagaicontoh setiap pengambilan keputusan yang diambil oleh pemerintah dapat dipantau terus olehwarga negara. Pers sendiri diharapkan dapat memberikan informasi yang aktual dan tepatkepada warga negara. Selain itu, sikap netral harus terus dipertahankan oleh pers. Persdiharapkan tidak menjadi alat bagi pemerintah untuk mempertahankan kekuasaannya.
2. Pentingnya sikap adil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
 Ketidakadilan dapat menciptakan kecemburuan, pertentangan, kesenjangan dan disintegrasibangsa. Dalam kehidupan berbangsa, ketidakadilan dapat menimbulkan perilaku anarkis danpertikaian antar golongan, bahkan dalam pertikaian antar suku bangsa dapat menyebabkanperpecahan wilayah. Sedangkan dalam kehidupan bernegara, perbuatan tidak adil dapatmenyebebkan negara mengalami hambatan dalam menjalankan roda pemerintahan sehinggamengalami keterpurukan dan berdampak pada penderitaan rakyat. Dengan demikian keadilanadalah persyaratan bagi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan negarakita.
3. Berpartisipasi dalam Upaya Peningkatan Jaminan Keadilan
 Sebagai warga negara, kita harus ikut serta secara aktif dalam upaya meningkatkan jaminankeadilan. Jaminan keadilan bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah. Partisipasiwarga negara juga mutlak diperlukan. Partisipasi secara dua arah diperlukan agar jaminankeadilan dapat berjalan dengan efektif. Partisipasi warga negara dalam upaya peningkatan jaminan keadilan dapat dilakukan dengan melakukan cara-cara berikut ini.1. Menaati setiap peraturan yang berlaku di negara Republik Indonesia.2. Menghormati setiap keputusan hukum yang dibuat oleh lembaga peradilan.3. Memberikan pengawasan terhadap jalannya proses-proses hukum yang sedangberlangsung.4. Memberi dukungan terhadap pemerintah dalam upaya meningkatkan jaminan keadilan.5. Memahami dan menghormati hak dan kewajiban setiap warga negara.Dengan partisipasi pemerintah dan warga negara dalam meningkatkan jaminan keadilandiharapkan rasa keadilan dapat benar-benar dirasakan oleh warga negara. Selain itu,terwujudnya rasa keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara diharapkan dapatmendorong terjadinya pemerataan kesejahteraan di Indonesia. Hal ini sangatlah pentingmengingat masih banyak terjadi kesenjangan ekonomi yang cukup mencolok dalammasyarakat. Tujuan pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial harusterwujud.
 
 
18 June 2010
KETIDAKADILAN DALAM MASYARAKAT MULTIKULTUR: Kasus Papua
KETIDAKADILAN DALAM MASYARAKAT MULTIKULTUR:
 
Kasus Papua
 Oleh: Ruddy AgusyantoPusat Analisa Jaringan SosialInstitut Antropologi IndonesiaNKRI sebagai negara-bangsa dengan masyarakat majemuknya tercermin dalampengelompokan- pengelompokan sosial (berdasarkan orientasi sukubangsa, agama, afiliasipolitik, kebudayaan dan lain-lain) yang berbeda satu sama lain
 – 
yang terikat dan terstrukturke dalam satu jaringan (sistem nasional) dan terstratifikasi secara sosial-ekonomi dan sosial-
 politik. Artinya, „kesatuan
-kesatuan atau golongan-
golongan sosial‟ yang menjadi bagia
nIndonesia itu tidak hanya terdiri dari kesatuan-kesatuan sosial yang berbeda ras, sukubangsa,bahasa, kebudayaan dan agama secara horisontal, melainkan juga dapat dibedakan secaravertikal berdasarkan
 daya saing
 
dan
 
 daya adaptasinya
(daya saing dibedakan dari dayaadaptasi adalah untuk membedakan respons atas lingkungan yang dihadapi. Konotasi konsepadaptasi adalah sebagai respons pasif; sedangkan daya saing lebih kepada respons aktif).Masyarakat yang mempunyai daya saing dan daya adaptasi
rendah
, pemerintah atau negara
sering menyebutnya atau menggolongkannya ke dalam „
masyarakat terasing
‟ atau
masyarakat hutan
‟ dan sejenisnya) terhadap perkembangan
- pekembangan aktual yangterjadi dalam kehidupan mereka masing-masing sehingga ada kesatuan-kesatuan sosial yangtampak lebih
dominan
dari kesatuan-kesatuan sosial yang lain.Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kemajemukan masyarakat Indonesiatidak cukup hanya dipahami dari sudut pandang kemajemukan secara horisontal semata.Justru, yang terpenting, adalah
dimensi
vertikal 
karena perbedaan daya saing dan dayaadaptasi dari masing-masing kesatuan sosial yang satu dapat menjadikan atau mengakibatkankesatuan-kesatuan sosial yang lain termarginalkan.Kesatuan sosial yang memiliki kemampuan daya saing dan daya adaptasi yang lebih
„baik/tinggi‟ bisa mendominasi atau memarjinalkan keberadaan kesatuan
-kesatuan sosial
masyarakat yang memilki kemampuan daya saing dan daya adaptasi yang „kurang atau lebihrendah‟ (secara teknologi, sosial, ekonomi, mau
pun politik) sebab perbedaan dayasaing dandaya adaptasi tersebut akan mengakibatkan adanya perbedaan dalam kemampuan mengaksesberbagai kesempatan yang menjanjikan tingkat kehidupan yang lebih layak di masa depan.Perbedaan daya adaptasi dan daya saing ini dapat mengakibatkan suatu kesatuan sosial ataugolongan sosial tertentu
tidak mungkin
bersaing dengan satu kesatuan sosial yang memilikidaya saing dan daya adaptasi yang lebih tinggi. Dengan demikian, dari sudut pandang ini,sebenarnya, kita tidak perlu terlalu takut pada masalah perbedaan sukubangsa, agama, ras,dan antar golongan (SARA) seperti rezim orba, yang lebih mengacu pada keberadaankemajemukan secara horisontal sebab
 perbedaan
bukanlah sumber konflik [1].Selain itu,

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
zafizack liked this
Fajrie Chakid's liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->