Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ekstraksi pelarut

ekstraksi pelarut

Ratings: (0)|Views: 948|Likes:
Published by putripadi

More info:

Published by: putripadi on Oct 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2013

pdf

text

original

 
Laporan Kimia Analitik KI-2221
PERCOBAAN 5EKTRAKSI PELARUTNama : Kartika TrianitaNIM : 10510007Kelompok : 3Tanggal Percobaan : 27 Februari 2012Tanggal Laporan : 5 Maret 2012Asisten : Asep
Laboratorium Kimia AnalitikProgram Studi KimiaFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamInstitut Teknologi Bandung2012
 
EKSTRAKSI PELARUTI.
 
Tujuan
1.
 
Menentukan konsentrasi (C) Co
2+
dalam lapisan kloroform.2.
 
Menentukan angka banding distribusi (D) dari masing-masing ekstraksi.3.
 
Menentukan nilai n dan K
eks
dari sistem ekstraksi.
II.
 
Teori Dasar
Metoda ekstraksi ini umumnya tidak ditujukan sebagai suatu teknik analisisnamun seringkali merupakan salah satu tahapan yang penting dalam suatu peroseduranalisis. Prinsip metode ini didasarkan pada distribusi zat pelarut denganperbandingan tertentu antara dua pelarut yang tidak saling bercampur , sepertibenzena, karbon tetraklorida atau kloroform. Batasannya adalah zat terlarut dapatditransfer pada jumlah yang berbeda dalam kedua fase pelarut.Dalam ekstraksi, pelarut umum dipakai adalah air dan pelarut organik lainseperti CHCl
3
, eter atau pentana. Garam anorganik, asam-asam dan basa-basa yangdapat larut dalam air bisa dipisahkan dengan baik melalui ekstraksi ke dalam air daripelarut yang kurang polar. Ekstraksi lebih efisien bila dilakukan berulang kali dengan jumlah pelarut yang lebih kecil daripada jumlah pelarutnya banyak tetapi ekstraksinyahanya sekali.Pelarut yang baik untuk ekstraksi adalah pelarut yang mempunyai dayamelarutkan yang tinggi terhadap zat yang diekstraksi. Daya melarutkan yang tinggi iniberhubungan dengan kepolaran pelarut dan kepolaran senyawa yang diekstraksi.Terdapat kecenderungan kuat bagi senyawa polar larut dalam pelarut polar dansebaliknya senyawa non polar larut dalam pelarut non polar atau yang lebih dikenaldengan like dissolves like.Berdasarkan hukum Nerst, jika suatu larutan (dalam air) mengandung zatorganik A dibiarkan bersentuhan dengan pelarut organik yang tidak bercampurdengan air, maka zat A akan terdistribusi baik ke dalam lapisan air (fasa air) danlapisan organik (fasa organik). Dimana pada saat kesetimbangan terjadi, perbandingankonsentrasi zat terlarut A di dalam kedua fasa itu dinyatakan sebagai nilai Kd ataukoefisien distribusi (partisi) dengan perbadingan konsentrasi zat terlarut A di dalamkedua fasa organik-air tersebut adalah pada temperatur tetap. Hukum distribusi Nernstdapat dinyatakan dalam rumusK
D
= [A]
1
 /[A]
2
 dimana K
D
: koefisien distribusi[A]
1
: konsentrasi spesi A pada fasa 1[A]
2
: konsentrasi spesi A pada fasa 2Ion logam dengan pereaksi difeniltiokarbazida atau dithizon akan membentuk senyawa kompleks yang netral sehingga dapat terekstraksi dari fasa air ke fasaorganik. Reaksinya adalah
 
M
n+
+ nHDz M(Dz)
n
+ nH
+
 Besaran K
D
tidak dapat digunakan karena terdapat perbedaan molekuler antaraspesi awal dan spesi yang terekstraksi. Karenanya lebih tepat digunakan besaranangka banding distribusi (D).D = C
M
fasa organik/C
M
fasa air dengan CM: konsentrasi total MDengan mempertimbangkan semua kesetimbangan yang dapat terjadi, dapatditunjukkan adanya hubungan kuantitatif antara D dengan berbagai parameter yangterlibat di dalamnya. Dalam bentuk logaritmanya dapat dinyatakan menurutpersamaanlog D = log K
eks
+ nlog[HDz]
org
+ npHDalam perlakuan ini, terbentuk dua lapisan dalam campuran tersebut, dimanapelarut air berada di lapisan atas sedangkan kloroform berada di lapisan bawah. Halini disebabkan oleh perbedaan sifat polaritas dari kedua larutan, dimana air sebagaipelarut polar sedangkan kloroform (CHCl
3
) bersifat sebagai pelarut non polar. Selainitu, disebabkan oleh massa jenis air lebih kecil dibanding dengan kloroform sehinggamenyebabkan lapisan air berada pada lapisan atas.
III.
 
Data Pengamatan
Tabel 1. Data nilai %TpH %T6 78,27 54,07,5 66,08 62,89 134,6
IV.
 
Pengolahan Data
1.
 
Menentukan nilai absorban (A)Tabel 2. Data nilai ApH A = -log %T6 0,1077 0,2687,5 0,1808 0,2019 -0,1292.
 
Menentukan C dalam lapisan kloroformUntuk larutan nilai %T paling rendah, nilai %E paling mendekati 99% karena jumlahproduk paling besar pada %T paling rendah. %T paling rendah diperoleh pada larutanyang mengandung buffer pH 7.%E =






 
 



=




 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->