Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (Pad) Dalam

Analisis Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (Pad) Dalam

Ratings: (0)|Views: 407|Likes:
Published by Masfan Jauhari

More info:

Categories:Business/Law, Finance
Published by: Masfan Jauhari on Oct 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/03/2013

pdf

text

original

 
1
ANALISIS STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DALAMPELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN MAMUJU PROVINSISULAWESI BARAT
 Analysis on the Increase Strategy of Regional Original Revenue in the Implementation of Local  Autonomy in Mamuju Regency of West Sulawesi Province
 Syaharuddin H, Mappa Nasrun dan AlwiA B S T R A K
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi yang mempengaruhi peningkatan pendapatan aslidaerah di Kabupaten Mamuju tahun anggaran 2005 s.d. tahun 2009. Penelitian ini bersifatdeskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Sampelyang dipilih berdasarkan pertimbangan mereka yang memiliki pengetahuan, pengalaman, dankompetensi yang berkaitan dengan masalah penelitian. Data dianalisis dengan menggunakananalisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis strategi peningkatan pendapat aslidaerah dalam pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Mamuju tahun 2005 s.d. 2009 belumberjalan sesuai dengan harapan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan dalam perumusantarget pendapatan asli daerah masih lemah, pengawasan lemah, sumber daya manusia belummemadai. Hal ini sangat mempengaruhi penerimaan pendapatan daerah. Peraturan daerah yangdigunakan sebagai dasar hukum pemungutan berbagai macam pungutan pajak dan retribusi daerahsudah tidak sesuai dengan kondisi perkembangan daerah atau aturan perundang-undangan yangberlaku.
Kata Kunci :
Peningkatan Pendapatan Asli Daerah
ABSTRACT
 The aim of the research is to analyze the strategies affecting the increase of Regional OriginalRevenue in Mamuju Regency from 2005 to 2009. The research was a descriptive qualitative studyusing survey approach, library study, and interview. The sample was selected based on theconsideration that the respondents had knowledge, experience, and compensation on the research.The results reveal that the analysis of the increase strategy of Regional Original Revenue in theimplementation of Local Autonomy in Mamuju Regency of West Sulawesi Province from 2005 to2009 does not run in line with expectation. The factors affecting it are (1) planning in theformulation of the target of Regional Original Revenue is still weak, (2) controlling is also weak,(3) human resources which greatly influence the increase of regional original revenue are notadequate, and (4) local regulations used as the legal base of retribution to various local taxes andretributions are not in line with the condition of local development or existing legislation.
Key words :
 
 Increase Strategy of Regional Original Revenue
 
 
1
PENDAHULUANA.
 
Latar Belakang Masalah
Krisis ekonomi dan kepercayaan yang melanda Indonesia di satu sisi telah membawadampak pada tingkat kemiskinan, namun di sisi lain krisis tersebut telah membuka jalan bagimunculnya reformasi total diseluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia.Salah satu unsur reformasi total itu adalah tuntutan pemberian otonomi yang munculsebagai jawaban untuk memasuki era baru, keluar dari krisis ekonomi dan kepercayaan yangdiderita bangsa. Untuk itu MPR-RI mengeluarkan Ketetapan Nomor IV/MPR/2000 tentangRekomendasi Kebijakan Dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah.Di samping adanya perubahan Undang-undang Dasar 1945, TAP MPR tersebutmerupakan landasan hukum perubahan undang-undang pemerintahan daerah juga berkali-kalimengalami perubahan yakni Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang PemerintahanDaerah yang telah diganti dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah kemudian dirubah lagi dengan undang-undang Nomor 12 tahun 2008,dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan AntaraPemerintahan Pusat dan Daerah diganti dengan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentangPerimbangan Keuangan antara Pusat dan Pemerintahan Daerah yang akan membawaperubahan dasar pada pola hubungan pemerintahan antar pusat-daerah dan keuangan pusat dandaerah.Kehadiran kedua Undang-undang ini, menimbulkan reaksi yang berbeda-beda daridaerah. Pemerintah Daerah yang memiliki sumber kekayaan alam yang besar menyambutotonomi daerah dengan penuh harapan, sebaliknya daerah yang miskin sumber daya alamnyamenanggapinya dengan rasa khawatir dan was – was.Kekhawatiran beberapa daerah tersebut dapat dipahami, karena pelaksanaan otonomidaerah dan desentralisasi fiskal membawa konsekuensi bagi pemerintah daerah untuk lebihmandiri baik dari sistem pembiayaan maupun dalam menentukan arah pembangunan daerahsesuai dengan prioritas dan kepentingan masyarakat di daerah .Persoalan kemandirian pemerintah daerah Kabupaten Mamuju disebabkan oleh masalahmakin membengkaknya biaya yang dibutuhkan pemerintah daerah untuk pelayanan publik (
 fiscal need)
, sementara laju pertumbuhan penerimaan daerah
(fiscal capacity)
kurangdibanding dengan kebutuhan, sehingga terjadi kesenjangan fiskal di daerah. Oleh karena itupemerintah daerah Kabupaten Mamuju melakukan upaya peningkatan kapasitas fiskal daerah
(fiscal capacity)
untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan dari pusat dalamrangka mengatasi kesenjangan fiskal dan sekaligus mendorong kemandirian.Peningkatan kapasitas fiskal daerah Kabupaten Mamuju pada dasarnya adalahoptimalisasi sumber–sumber penerimaan daerah yang salah satunya adalah peningkatanpendapatan asli daerah (PAD). Langkah penting yang harus dilakukan pemerintah daerahuntuk meningkatkan penerimaan daerah adalah menghitung potensi pendapatan asli daerahyang riil dimiliki daerah Kabupaten Mamuju. Untuk itu diperlukan metode penghitunganpotensi PAD yang sistematis dan rasional dimana PAD kabupaten merupakan indikator bagipengukuran tingkat kemampuan keuangan daerah dan tingkat kemandirian daerah.Masalah kesenjangan fiskal dibalik tuntutan peningkatan kemandirian dalam rangkaotonomi daerah Kabupaten Mamuju dan realitas rendahnya PAD disebabkan lebih banyak pada unsur perpajakan. Lebih jauh mengenai perpajakan dan permasalahannya adalah karenakemampuan menghimpun dana kurang mengoptimalkan pengelolaan
resources endowment 
,tuntutan pembangunan, dan tingkat urbanisasi. Masalah lainnya adalah terlalu banyaknya jenispajak daerah dan sering tumpang tindih satu dengan yang lainnya. Tidak ada perbedaan yang jelas antara pajak dengan pungutan lainnya, dan masalah efesiensi penerimaan pajak.Pada akhirnya keberhasilan otonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya PADatau keuangan yang dimiliki oleh daerah tetapi ada beberapa faktor lain yang dapatmempengaruhi keberhasilannya. Misalnya faktor kualitas sumber daya manusia, sarana danprasarana, faktor sumber endowment, pengelolaan atau manajemen pemerintahan daerah dansistem informasi yang tersedia.
 
2
Salah satu ukuran kemampuan daerah untuk melaksanakan otonomi adalah denganmelihat besarnya nilai PAD yang dapat dicapai oleh daerah tersebut. Dengan PAD yangrelatif kecil akan sulit bagi daerah tersebut untuk melaksanakan proses penyelenggaraanpemerintahan dan pembangunan secara mandiri, tanpa didukung oleh pihak lain (dalam hal iniPemerintah Pusat dan Propinsi). Padahal dalam pelaksanaan otonomi ini, daerah dituntut untuk mampu membiayai dirinya sendiri.Tingkat kemampuan Kabupaten Mamuju sebagai daerah otonom yang baru dibentuberdasarkan Undang – undang Nomor 13 Tahun 2001, bila dilihat dari perolehan PAD tahun2005 sebesar Rp. 7. 945. 825. 377, dengan APBD sebesar 178.671.117.000 jadi sumbanganPAD terhadap APBD hanya 4.45%, pada tahun 2006 PAD sebesar Rp 8.962.542.100, denganAPBD sebesar 279.511.013.700, atau sumbangan PAD terhadap APBD berkisar 3,20%, danpada tahun 2007 sebesar 11.460.674.100, dengan APBD sebesar 313.420.036.249, atausumbangan PAD terhadap APBD berkisar 3,65%, kemudian pada tahun 2008 sebesar Rp14.166.551.839,00 dengan APBD sebesar 341.019.508.306 atau sumbangan PAD terhadapAPBD sebesar 4,15% dan pada tahun 2009 sebesar 19.380.294.898, dengan APBD sebesar Rp384.951.051.704 atau sumbangan PAD terhadap APBD sebesar 5,03% (sumber ; DinasPendapatan Daerah Kabupaten Mamuju) dalam hal ini PAD Kabupaten Mamuju terusmenunjukkan adanya kenaikan. Namun demikian, APBD Kabupaten Mamuju juga terusmeningkat sehingga belum mampu melepaskan ketergantungan pada pemerintah pusat, hal inidi karenakan kontribusi PAD terhadap APBD masih sangat kecil.Masalah kesenjangan fiskal, efisiensi pengelolaan sumber-sumber finansial danendowment lainnya dibalik tuntutan peningkatan kemandirian daerah dalam rangka otonomidaerah menuntut strategi peningkatan pendapatan asli daerah.
B.
 
Perumusan Masalah
Berdasar latar belakang masalah yang terfokus pada masalah Pendapatan Asli Daerah(PAD), maka pertanyaan penelitian dalam tesis ini adalah:1.
 
Bagaimana potensi aktual peningkatan PAD Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat?2.
 
Bagaimana strategi peningkatan PAD Kabupaten Mamuju Propinsi Sulawesi Barat?
C.
 
Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah yang dikemukakan di atas, maka tujuan yang ingin dicapaidalam penelitian ini adalah:1.
 
Mengidentifikasi dan mengetahui potensi peningkatan PAD Kabupaten Mamuju ProvinsiSulawesi Barat.2.
 
Menganalisis potensi dan strategi peningkatan PAD Kabupaten Mamuju Propinsi SulawesiBarat.
D.
 
Manfaat Penelitian
1.
 
Bagi aspek keilmuan, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dansumber pemikiran yang baru berdasarkan pendekatan analisis SWOT guna menambahkhasanah pengetahuan di bidang ilmu pemerintahan daerah khususnya menyangkut kajiankebijakan keuangan daerah.2.
 
Bagi aspek praktis, Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan atauinformasi bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju sebagai acuan dalam pengambilankeputusan atau kebijakan pada masa yang akan datang. Kebijakan yang diambiltersebutpada akhirnya ditujukan untuk peningkatan peranan PAD dalam rangkapelaksanaan otonomi daerah.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->