Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perkap No 9 Tahun 2011 Tentang Manajemen Operasi Kepolisian

Perkap No 9 Tahun 2011 Tentang Manajemen Operasi Kepolisian

Ratings: (0)|Views: 356 |Likes:
Published by bagopsresskd
MANAJEMEN OPERASI KEPOLISIAN
MANAJEMEN OPERASI KEPOLISIAN

More info:

Published by: bagopsresskd on Oct 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/10/2014

pdf

text

original

 
PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIANOMOR 9 TAHUN 2011TENTANGMANAJEMEN OPERASI KEPOLISIANDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAKEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang :
a.
bahwa dalam rangka melaksanakan tugas pokok KepolisianNegara Republik Indonesia, diperlukan manajemen operasikepolisian untuk melaksanakan segala upaya, pekerjaan, dankegiatan serta tindakan yang terarah agar lebih integratif,proporsional, akuntabel, efektif dan efesien, proaktif dan nondiskriminatif guna mewujudkan keamanan dalam negeri;b.bahwa dalam rangka melaksanakan manajemen operasikepolisian diperlukan pengelolaan sumber daya yang dimilikiKepolisian Negara Republik Indonesia;
c.
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksuddalam huruf a, dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan KepalaKepolisian Negara Republik Indonesia Tentang ManajemenOperasi Kepolisian;Mengingat:
1.
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang KepolisianNegara Republik Indonesia (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2002 Nomor 2, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4168);2.Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2010 tentang SusunanOrganisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara RepublikIndonesia;3.Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik IndonesiaNomor 3 Tahun 2009 tentang Sistem Operasional KepolisianNegara Republik Indonesia;
 
2
MEMUTUSKAN…..MEMUTUSKAN:Menetapkan :
PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIKINDONESIA TENTANG MANAJEMEN OPERASI KEPOLISIAN.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:
1.
Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polriadalah alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertibanmasyarakat, menegakkan hukum serta memberikan perlindungan, pengayomandan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalamnegeri.
2.
Manajemen Operasi Kepolisian adalah suatu proses penyusunanperencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian dalam rangkamelaksanakan operasi kepolisian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkansecara efektif dan efisien.
3.
Rencana Operasi yang selanjutnya disingkat Renops adalah suatu produkperencanaan yang akan dijadikan pedoman dalam melakukan operasi kepolisianyang berisi situasi, tugas pokok, pelaksanaan, pengendalian, administrasi,personel, sarana prasarana dan anggaran.
4.
Operasi Kepolisian adalah serangkaian tindakan Polri dalam rangkapencegahan, penanggulangan, penindakan terhadap gangguan keamanan danketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta penanganan bencana yangdiselenggarakan dalam kurun waktu, sasaran, cara bertindak (CB), pelibatankekuatan dan dukungan sumber daya tertentu oleh beberapa fungsi kepolisiandalam bentuk satuan tugas (Satgas).
5.
Sasaran Operasi Kepolisian adalah bentuk potensi gangguan, ambanggangguan dan gangguan nyata tertentu yang ditanggulangi dengan operasikepolisian.
6.
Potensi Gangguan yang selanjutnya disingkat PG adalah situasi/kondisiyang merupakan akar masalah dan/atau faktor stimulan/pencetus yang berkorelasierat terhadap timbulnya AG atau gangguan Kamtibmas.
 
37.
 Ambang Gangguan yang selanjutnya disingkat AG adalah suatusituasi/kondisi Kamtibmas yang apabila tidak dilakukan tindakan kepolisian,dikhawatirkan akan menimbulkan GN.8. Gangguan .....
8.
Gangguan Nyata yang selanjutnya disingkat GN adalah gangguan berupakejahatan, pelanggaran hukum atau bencana yang dapat menimbulkan kerugianharta benda, jiwa-raga maupun kehormatan.9.Target Operasi yang selanjutnya disingkat TO adalah sasaran yangdipertajam berdasarkan skala prioritas dan dapat diukur untuk ditangani, dicapaidalam penyelenggaraan operasi kepolisian.10.Kontinjensi adalah suatu kejadian yang muncul secara tiba-tiba yang tidak dapatdiprediksikan
(unpredictable
), dapat menimbulkan gangguan Kamtibmas yangdisebabkan oleh faktor alam, manusia dan hewan.11.Kuratif adalah CB yang dilakukan dalam operasi kepolisian berbentuk pertolongandan penyelamatan.12.Rehabilitasi adalah suatu upaya yang dilakukan dalam operasi kepolisian untukmemulihkan atau mengembalikan keadaan atau situasi keamanan dan ketertibanseperti keadaan semula.13.Direktif adalah persetujuan, petunjuk dan arahan dari penanggung jawab kebijakanoperasi mengenai bentuk operasi, sandi operasi, waktu operasi dan sumbeanggaran yang akan digunakan untuk menyelenggarakan operasi kepolisian.14.Perintah Operasi yang selanjutnya disingkat PO adalah dokumen administrasioperasi kepolisian yang berisikan jenis, sandi dan waktu dimulainya operasikepolisian.15.Surat perintah pelaksanaan operasi yang selanjutnya disingkat Sprinlakops adalahperintah kepada para petugas yang dilibatkan dalam operasi kepolisian untukmelaksanakan operasi kepolisian dengan sandi, waktu dan rincian tugas tertentu.16.Latihan Praoperasi yang selanjutnya disingkat Latpraops adalah pelatihan yangberupa teori dan praktek dalam rangka kesiapan sebelum pelaksanaan operasikepolisian.
Pasal 2
Tujuan peraturan ini:a.sebagai pedoman bagi pelaksana fungsi operasional Polri dalam operasikepolisian;
b.
agar operasi kepolisian dapat terselenggara secara efektif dan efisien; dan

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->