Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kehidupan Sosial

Kehidupan Sosial

Ratings: (0)|Views: 42 |Likes:
Published by anon_250012805

More info:

Published by: anon_250012805 on Oct 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2013

pdf

text

original

 
Kehidupan Sosial-Ekonomi Masyarakat Melayu
Kehidupan politik kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha membawa perubahanbaru dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia. Struktur sosial dari masa Kutai hingga Majapahit mengalami perkembangan yang ber-evolusi namun progresif. Dunia perekonomian pun mengalamiperkembangan: dari yang semula sistem barter hingga sistem nilai tukar uang.Kehidupan ekonomi dan sosial Kerajaan Melayu tak jauh berbeda denganSriwijaya. Kaum bangsawannya memeluk Buddha, masyarakatnya sebagianbesar memeluk keyakinan tradisionalSriwijaya adalah sebuah negara maritim yang mempunyai hubunganperdagangan internasional. Para pedagang dari berbagai bangsa, sepertiCina, anak benua India (Gujarat, Urdu- Pakistan, dan Tamil), Sri Lanka, danCampa datang ke Sriwijaya. Bukan tidak mungkin terjadi perkawinan campur antara para pedagang asing tersebut dengan penduduk asli Sriwijaya. Hal inidapat kita simpulkan dari berita I-Tsing yang menyebutkan banyaknya kapalasing yang datang ke Sriwijaya. Para pelaut ini tinggal beberapa lama diSriwijaya menunggu datangnya pergantian angin yang akan membawamereka berlayar menuju tempat tujuan. Jelaslah bahwa transportasi laut danSungai Musi di Palembang sangat membantu Sriwijaya dalammengembangkan pertumbuhan ekonominya.Dengan kenyataan ini, masyarakat Sriwijaya diperkirakan sangat majemuk.Mereka juga telah mengenal pembagian (stratifikasi) sosial walaupun tidakbegitu tegas. Hal ini bisa kita lihat dari beberapa istilah dalam Prasasti KotaKapur yang menunjukkan kedudukan para bangsawan terdiri dari para puteraraja dan kerabat istana. Adanya istilah
yuwaraja
(putra mahkota),
 pratiyuwaraja
(putra raja kedua), dan
rajakuman
(putra raja ketiga)menunjukkan hal itu. Ditemukan juga istilah
istilah yang berkaitan denganpekerjaan atau jabatan tertentu seperti jabatan nahkoda kapal yang disebut
 puhavam
atau
 puhawan
,
bupati 
, dan
senopati 
. Prasasti Kota Kapur jugamenggambarkan adanya kelompok masyarakat yang memiliki profesi tertentusebagai tenaga kerja, seperti saudagar, tukang cuci, juru tulis, pembuat pisau,dan budak-belian yang dipekerjakan oleh raja.Sebagai negara maritim, diyakini bahwa perdagangan merupakan bidangandalan Sriwijaya. Hal ini bisa dilihat dari letak geografisnya yang berada ditengah
tengah jalur perdagangan antara India dan Cina. Apalagi setelahSelat Malaka berhasil dikuasai Sriwijaya, banyak kapal asing yang singgah dipelabuhan ini untuk menambah perbekalan (nasi, daging, air minum),beristirahat, dan melakukan perdagangan. Untuk mengontrol aktifitasperdagangan di Selat Malaka, penguasa Sriwijaya membangun sebuahbandar di Ligor (Malaysia). Hal ini diketahui dari Prasasti Ligor yang bertahun775 M.Pengiriman hadiah dari pedagang dan upeti dari raja-raja taklukan kepadaraja Sriwijaya merupakan ketentuan hukum. Sriwijaya sebagai tuan rumah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->