Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Layang PRB Ed 3 Low

Layang PRB Ed 3 Low

Ratings: (0)|Views: 36|Likes:
Published by Didik Humam Zarodi
Layang PRB edisi 3 2012
Layang PRB edisi 3 2012

More info:

Published by: Didik Humam Zarodi on Oct 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2012

pdf

text

original

 
LAYANG PRB 
YOGYAKARTA Warga yang tinggal di Lereng Gunung Ketika hujan abu kembali turun pada Juli lalu, misalnya, Jalin Merapi. Jaringan yang dibangun sejak 2006 iniMerapi memiliki cara sendiri untuk mengabarkan segenap Gema Merapi ikut andil menyebarkan informasi tersebut. digagas bersama oleh tiga radio komunitas yakni Lintasinformasi tentang Gunung Merapi dan dinamika Untuk menjaga keakuratan informasi, mereka Merapi FM (Kemalang, Kabupaten Klaten), MMC FM (Selo,masyarakat yang tinggal di sekelilingnya. Mereka berkonsultasi dengan para ahli gunung api di Balai Kabupaten Boyolali) dan K FM (Dukun, Kabupatenmembangun jejaring yang menampung informasi lalu Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Magelang) bersama beberapa lembaga swadayamenyebarkannya untuk mengajak warga tanggap dan Kegunungapian (BPPTK) Yogakarta.masyarakat (LSM).siaga terhadap bencana.Kadang-kadang berita itu dilebih-lebihkan sehingga Mart Widarto dari Combine Resource Institution (CRI),Sekelompok warga di Dusun Pentingsari, Desa membuat panik warga. Kami yang dekat dengan Merapi salah satu LSM yang turut menginisiasi Jalin MerapiUmbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DIY, kan lebih tahu kondisi di lapangan, jadi apa yang kami lihat menjelaskan, informasi yang disiarkan lewat jaringan inimisalnya, membangun Radio Komunitas Gema Merapi itu kami tanyakan dulu ke BPPTK sebelum disiarkan biar digali oleh warga bersama relawan. Mereka memanfaatkanpada akhir 2010 lalu. Ruang siaran radio ini berada di salah tidak bikin panik,” tutur Totok Hartanto (29), pengurus berbagai alat dan media komunikasi.satu sudut ruang tamu rumah Rahmat Prasetyo (21), Gema Merapi lainnya, Rabu (29/8).Pada 2006, media yang tersedia dan dianggap cocopengurus sekaligus salah satu penyiar Gema Merapi. untuk menyebarkan informasi adalah
handy talky 
(HT),Berbekal seperangkat komputer,
mixer, power 
dan
 yahoo messenger 
dan telepon genggam. Pada erupsi 2010,
 Jaringan
pemancar tanpa
tower 
, mereka sudah bisa menyapa mereka lebih banyak menggunakan media sosial sepertiRadio Komunitas Gema Merapi merupakan salah satupendengarnya setiap hari
twitter 
dan
facebook 
. Informasisimpul baru dalam Jaringan Informasi Lingkar Merapi atauSam Cheng datang terlalu siang, Minggu (2/9) itu.Jarum jam hampir menunjuk pukul 13.00. Mestinya iasudah duduk manis menyapa pendengarnya, namun iaharus menyelesaikan dulu tugas hariannya : mencarirumput.Setelah rutinitas harian tersebut ditunaikan, barulahdia masuk ke ruang siaran. Bersama Neng Chua, pemudaitu membawa pendengar program “Musang (Musik Siang)”Radio Komunitas Lintas Merapi mengudara.Radio Komunitas Lintas Merapi terletak di Dusun Deles,Desa Sidorejo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Radio inidisiarkan dari sebuah ruang sederhana dengan dindingberlapis karpet biru, di lantai dua rumah Sukiman MochtarPratomo (42), yang merupakan salah satu pendiri RadioKomunitas Lintas Merapi.Di ruang siaran itu, terdapat jendela kaca kecil di sisiutara dinding. Dari situlah, para penyiar bisa menengok pucuk Gunung Merapi, lalu mengabarkan perkembangankondisi terkininya. “Selamat siang pendengar RadioKomunitas Lintas Merapi. Merapi siang ini tampak cerah.Selamat mendengarkan Neng
Rahmat Prasetyo (21), penyiar Radio Komunitas Gema Merapi menyapa pendengar dari dalam studio di Desa Umbulharjo,Kecamatan Cangkringan, Sleman, DIY, Rabu (29/8). Dengan peralatan sederhana, Gema Merapi berupaya mengabarkankondisi Merapi pada pendengarnya.
Eling lan waspada ngadhepi bebaya
Halaman
7
Opini
Urgensi Komunikasi danKoordinasi dalamSituasi Bencana
Edisi Agustus-September 2012
Halaman
3
Info Jogja & Jateng
Siswa SD Berlatih MitigasiBencana Gunung Berapi
Halaman
2
Urun Rembug
Subandriyo :Media KomunitasPunya Peran Penting
Radio Komunitas“Gema Merapi”
Upaya Warga Mengabarkan Merapi
(bersambung ke hlm. 7)
Radio yang Memiliki “Roh”
(bersambung ke hlm. 7)
IOM / Sampur
 
2
URUN
 
REMBUG
Di Lereng Gunung Merapi, warga memiliki carasendiri untuk menyikapi aktivitas Merapi dandampaknya bagi kehidupan mereka. Respons itudiwujudkan dengan mendirikan mediakomunikasi untuk menginformasikanperkembangan Merapi.Mereka memaksimalkan fungsi peralatanseperti
handy talky 
(HT), telepon genggam,maupun radio untuk menyiarkan informasi. Darimarkasnya, mereka memantau perkembanganMerapi dari menit ke menit dan melaporkannyasecara langsung.Jika Merapi tiba-tiba menunjukkan gejala yangtidak biasa, mereka akan meminta penjelasan daripara ahli gunung api di Balai Penyelidikan danPengembangan Teknologi Kegunungapian(BPPTK) Yogyakarta sebelum menyiarkan informasitersebut pada warga. Tujuannya agar puluhan ribuwarga yang tinggal tidak jauh dari puncak Merapimendapatkan informasi yang bisadipertanggungjawabkan.Metode ini menjadi alternatif untuk menghadapi simpang siur kondisi Merapi dalamsituasi bencana. Warga di Lereng Merapi sebagaipihak yang akan paling merasakan dampak erupsiharus mendapatkan informasi dari sumberterpercaya agar mereka tidak panik atau salahmengambil sikap dalam merespons situasi.Media semacam itu juga sukses menjadi ruangpenghubung antara warga terdampak denganmasyarakat luar yang ingin menyalurkan bantuan.Informasi warga yang butuh bantuan dari berbagaipelosok desa ditampung, lalu disalurkan melaluiberbagai media : HT, telepon genggam, y
ahoomessenger 
,
website
,
twitter 
,
facebook 
hingga radio.Masyarakat yang ingin membantu bisamenyalurkan bantuannya ke tempat yang tepat.Pascaerupsi, media komunitas itu terusbergerak. Mereka aktif menyampaikan informasitentang kegiatan warga di lingkungan terdekat,termasuk aktivitas perekonomian mereka,sembari tak lupa menyelipkan informasipengurangan risiko bencana. Dengan segalaketerbatasan yang dimiliki, mereka punya andilbesar dalam mengajak dan mengedukasi wargauntuk aktif mengurangi risiko bencana.Lewat media komunitas, warga menjadi subyek dari penyebarluasan informasi tentang kehidupandan lingkungan mereka. Mereka menolong dirinyasendiri. Praktik-praktik semacam itu perlu dicatatagar bisa diingat, juga ditiru dengan segalakemungkinan pengembangannya. Denganmencatat, kita akan lebih siaga terhadap bencana.
Edisi 2012Agustus-September
LAYANG PRB 
Media Komunitas
TAJUK 
MencatatPraktik yang Baik
Subandriyo :
Punya Peran Penting
dipertanggungjawabkan. Dalam kaitannya dengan segalafenomena yang terjadi di Gunung Merapi, BPPTK/BadanGeologi adalah pihak yang mendapat wewenang untuk menginterpretasikan segala fenomena yang terjadi di gunungtersebut. Oleh karena itu, informasi yang disampaikansebaiknya adalah informasi yang sudah dikonfirmasi kesumber BPPTK.Menurut dia, warga memang bisa mengamati gunungMerapi secara visual. Hasil pengamatan semacam itu bisadilaporkan lewat medianya, asal tidak ditambahi denganinterpretasi tertentu. “Sebab yang punya keahlian danperalatan untuk menginterpretasikan fenomena di GunungMerapi itu ya BPPTK,” jelasnya.Ia menjelaskan, interpretasi mengenai aktivitas GunungMerapi itu dilakukan dengan menganalisis laporan dariKeberadaan media komunitas dengan segala bentuknya disejumlah peralatan yang sudah dipasang di Gunung Merapi,lereng Gunung Merapi dinilai memiliki peran penting dalamserta laporan petugas di pos-pos pengamatan. “Kami melihatupaya menyebarkan informasi kesiapsiagaan bencana erupsi
trend 
data yang ada, karena setiap hari juga memang selalu adaMerapi. Badan Penyelidian dan Pengembangan Teknologilaporan aktivitas Merapi. Kalau tidak ada anomali, makaKegunungapian (BPPTK) Badan Geologi Yogyakarta selakuinterpretasinya akan cepat sehingga kalau perlupihak yang berwenang memberikan peringatan dini terkaitdiinformasikan ya bisa cepat diinformasikan,” tambahnya.ancaman erupsi Gunung Merapi membutuhkan mediaLaporan mengenai Merapi akan berdampak besar padakomunitas agar informasi yang ingin disampaikan bisa cepatwarga Lereng Merapi yang mendapatkan informasi tersebut.sampai ke sasaran.Oleh karena itu, informasi yang disampaikan harus bisaKepala BPPTK/Badan Geologi Yogyakarta Subandriyodipertanggungjawabkan agar tidak merugikan warga. Mediamenuturkan, selama ini pihaknya sudah menjalin komunikasikomunitas memiliki tugas penting untuk menyampaikandengan sejumlah radio komunitas yang ada di Lereng Merapi.informasi yang benar kepada warga. (RAS)“Dalam situasi yang insidentil, mereka biasanya berkomunikasidengan petugas kami di pos-pos pengamatan. Petugas di pospengataman itu sudah berkoordinasi dengan kami di BPPTK.Informasi itulah yang kemudian di sampaikan lewat mediakomunitas,” ujarnya, saat ditemui Rabu (5/9).Menurut dia, informasi yang disampaikan lewat mediaseperti radio komunitas bisa lebih cepat sampai dan tepatsasaran karena mereka memiliki sasaran pendengar yangspesifik. Fungsi semacam ini sangat mendukung tugas BPPTK saat harus menyampaikan peringatan dini terkait aktivitasMerapi.Informasi kegunungapian yang dimiliki BPPTK bisadidapatkan pengelola media komunitas lewat petugas di pospengataman,
website
resmi BPPTK, frekuensi radio komunikasiBPPTK, maupun telepon. “Untuk radio itu ada laporan setiap jam 08.00 dan 18.00, rata-rata pengelola radio komunitassepertinya sudah kenal dengan radio komunikasi kami,”katanya.
Bisa dipertanggungjawabkan
Melihat peran penting media komunitas, ia berharap agarinformasi status Merapi yang disampaikan oleh mediakomunitas diambil dari sumber yang bisa
Informasi yang disampaikanlewat media seperti radiokomunitas bisa lebih cepat sampai dan tepat sasarankarena mereka memiliki sasaran pendengar yangspesifik. Fungsi semacam ini sangat mendukung tugasBPPTK saat harusmenyampaikan peringatan dini terkait aktivitas Merapi 
- Subandriyo -
IOM / Idha
 
3
INFO
FORUM PRB
YOGYAKARTA – Sejumlah desa di lereng Gunung Indonesia, dalam hal ini Kota Yogyakarta, terpilih menjadi dusun tersebut dituntut untuk hidup harmonis denganMerapi akan dikunjungi peserta konferensi tentang lokasi konferensi AMCDRR yang ke lima. Konferensi bencana. Dusun-dusun itu antara lain Dusun Srunen, Kalipenanggulangan risiko bencana “The 5th Asian Ministrial tersebut akan berlangsung pada 22 – 25 Oktober Tengah Lor dan Kali Tengah Kidul di Desa Glagaharjo,Conference on Disaster Risk Reduction (AMCDRR)akhir mendatang.Kecamatan Cangkringan, Sleman.Oktober mendatang. Peserta konferensi akan melihat pola Peserta AMCDRR berasal dari 60 negara di kawasan Asia Peserta juga akan diajak melihat proses rehabilitasi danhidup dan ketangguhan warga lereng Merapi di desa-desa Pasifik, yang terdiri dari jajaran petinggi negara Asia Pasifik, rekonstruksi pascabencana di wilayah Sleman. Merekayang hidup di kawasan bencana gunung berapi.kalangan akademisi, penggiat pengurangan resiko akan melihat lokasi hunian tetap (Huntap) yang menjadiRencana kunjungan peserta AMCDRR itu terungkap bencana di tataran regional, media, dunia swasta dan tempat tinggal baru bagi warga terdampak erupsi Merapi,dalam rapat kerja antara kelompok kerja AMCDRR dengan pemangku kepentingan lainnya. Dalam kunjungan ke serta sektor-sektor ekonomi warga yang mulai bangkitBupati Sleman Sri Purnomo, Senin (3/9) di Kantor Bupati lapangan, para peserta akan diajak melihat dusun-dusun pascaerupsi di kawasan tersebut. Selain itu, mereka jugaSleman. AMCDRR merupakan konferensi dua tahunan yang berlokasi sangat dekat dengan Gunung Merapi. akan diajak melihat massifnya dampak erupsi Merapi padapengurangan risiko bencana di kawasan Asia Pasifik. Begitu dekatnya dengan puncak Merapi, warga di dusun-2010 silam. (RAS)atau Disaster Recovery Index (DRI).
YOGYAKARTA
- Tenaga lapangan yang akanSurvei DRI merupakan suatu metode yang dapatmelakukan survei
Longitudinal Study 
Merapi mendapatkandigunakan untuk mengukur kondisi masyarakatpelatihan teori dan praktik. Mereka diharapkan bisapascaerupsi terhadap indikator-indikator kesejahteraan,memiliki kapasitas yang memadai sehingga bisaseperti pendapatan, belanja, kepemilikan aset, aksesmengumpulkan data-data penting di lapangan.terhadap layanan dasar, nutrisi, kesehatan, pendidikan,Pelatihan tenaga lapangan (enumerator) ini diadakanserta indikator-indikator lain termasuk ketahananBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selakukomunitas terhadap bencana.penyelenggara survei
Longitudinal Study 
MerapiHasil survei tersebut akan dipresentasikan BNPB dalambekerjasama dengan Merapi Recovery Response Unitedacara
 Asian Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction
 Nations Development Program (MRR-UNDP), Survey(AMCDRR) ke V di Yogyakarta pada akhir Oktober 2012. JikaMeter, Forum PRB DIY, dan Forum PRB Jateng. Pelatihanpresentasi tersebut berhasil meyakinkan 60 negara pesertatersebut berlangsung pada 27 Agustus – 2 September dikonferensi, survei
Longitudinal Study 
Merapi yangHotel Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.menghasilkan DRI akan menjadi hal baru dalamDalam pelatihan ini, peserta tidak hanya menerima teori dimanajemen penanggulangan bencana. DRI bisa menjadidalam ruangan, namun juga praktik langsung dimasyarakat terdampak bencana. Caranya denganinstrumen untuk menjamin keberlanjutan pelaksanaanmasyarakat dengan tinggal di desa selama dua hari.mengumpulkan informasi secara periodik terhadap rumahrehabilitasi dan rekonstruksi bencana. (Tim ManajemenSurvei
Longitudinal Study 
Merapi dilakukan sebagaitangga dan komunitas di daerah terdampak bencana
Longitudinal Study 
Merapi)salah satu instrumen untuk mengukur tingkat pemulihansehingga bisa menghasilkan indeks pemulihan bencanakehidupan dan ketahanan terhadap bencana pada
Tenaga Lapangan
Longitudinal Study
Mendapat Pelatihan
Edisi 2012Agustus-September
LAYANG PRB 
Info
AMCDRR
Peserta AMCDRR Akan Kunjungi Desa Lereng Merapi
Suasana pelatihan
Longitudinal Sudy 
bagi para tenaga lapangan selamatujuh hari yang berlangsung di Hotel Universitas Islam Negeri SunanKalijaga , Senin (27/8).
Dokumentasi Tim Manajemen
Longitudinal Study 
Merapi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->