Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Prakiraan Kebutuhan Energi untuk Kendaraan Bermotor di Perkotaan: Aspek Pemodelan

Prakiraan Kebutuhan Energi untuk Kendaraan Bermotor di Perkotaan: Aspek Pemodelan

Ratings: (0)|Views: 8 |Likes:
Published by Agus Sugiyono
Agus Sugiyono, Prakiraan Kebutuhan Energi untuk Kendaraan Bermotor di Perkotaan: Aspek Pemodelan, Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, Vol. 14, No. 2, hal. 104-109, ISSN 1410-9409, Biro Umum dan Humas, BPPT, Agustus 2012, Jakarta.
Agus Sugiyono, Prakiraan Kebutuhan Energi untuk Kendaraan Bermotor di Perkotaan: Aspek Pemodelan, Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, Vol. 14, No. 2, hal. 104-109, ISSN 1410-9409, Biro Umum dan Humas, BPPT, Agustus 2012, Jakarta.

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Agus Sugiyono on Nov 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 14, No. 2, Agustus 2012, Hlm. 104-109 
Diterima 25 Juni 2012; diterima dalam revisi 10 Juli 2012; layak cetak 3 Agustus 2012
PRAKIRAAN KEBUTUHAN ENERGI UNTUKKENDARAAN BERMOTOR DI PERKOTAAN:ASPEK PEMODELAN
Agus Sugiyono
Bidang Perencanaan EnergiBadan Pengkajian dan Penerapan TeknologiGedung BPPT II, Lantai 20, Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta 10340agussugiyono@yahoo.com
Abstract
The transportation sector is an important sector to support the national development. As most of the energy demand in the transportation sector is used for motor vehicles in the road transportation, estimating the energy demand for motor vehicles is an important task in energy management. One of the method to predict the energy demand for motor vehicles is based on two main parameters, i.e. the intensity and activities of energy utilization. While the activity reflected growth in the number of motor vehicles and the mileage per unit vehicle for a certain time. By knowing the energy demand forecasts for the motor vehicle, the opportunities to increase energy efficiency can be analyzed by switching transportation mode.
Kata kunci:
kendaraan bermotor, perkotaan, model kebutuhan energi
1. PENDAHULUAN
Undang-Undang nomor 30 tahun 2007 tentangenergi mengatur secara eksplisit mengenaiperan-peran pemerintah, baik pusat maupundaerah dalam pengelolaan energi. Dalampengelolaan energi ini pemerintah pusatmengikutsertakan pemerintah daerah sertamemperhatikan pendapat dan masukan darimasyarakat. Salah satu bentuk partisipasipemerintah daerah adalah menyusun rencanaumum energi daerah (RUED) dengan mengacupada rencana umum energi nasional (RUEN).RUED merupakan dokumen kebijakanpemerintah daerah baik tingkat provinsi,kabupaten atau kota mengenai rencanapengelolaan energi tingkat daerah di wilayahmasing-masing yang bersifat lintas sektor.Melalui RUED ini diharapkan kebutuhan energidi daerah dapat dikelola secara berkelanjutan,berkeadilan dan optimal dalam rangkamencapai ketahanan energi daerah.Salah satu sektor yang penting dalamRUED untuk tingkat pemerintah kota adalahpenggunaan energi di sektor transportasi.Sektor transportasi mempunyai arti yang sangatpenting dalam menunjang dan menggerakkandinamika pembangunan, karena transportasiberfungsi sebagai katalisator dalam mendukungpertumbuhan ekonomi dan pengembanganwilayah. Sistem transportasi merupakanelemen dasar infrastruktur yang berpengaruhpada pola pengembangan perkotaan. Makalahini tidak membahas sistem transportasi secarakeseluruhan, namun hanya membahaskebutuhan energi di sektor transportasi, khusustransportasi darat untuk kendaraan bermotor.Pada umumnya di wilayah perkotaanpenggunaan energi dari kendaraan bermotor mempunyai pangsa yang cukup dominan biladibandingkan dengan sektor lain. Disampingitu, penggunaan energi yang dominan di sektor ini adalah penggunaan bahan bakar minyak(BBM), baik berupa bensin maupun solar. Dibeberapa kota penggunaan bahan bakar nabati(BBN), seperti biodiesel dan bioetanol, danbahan bakar gas (BBG) sudah mulaidikembangkan, namun masih sangat sedikitpangsanya. Dalam makalah ini selanjutnyahanya dibahas penggunaan BBM dan prakiraanuntuk jangka panjang dengan menekankanpada aspek pemodelan. Perkotaan yangdijadikan kasus adalah kota Jakarta, Bandung,Semarang, Yogyakarta dan Surabaya. Denganmengetahui prakiraan kebutuhan energi untukkendaraan bermotor maka dapat dianalisispeluang untuk mengefisienkan penggunaanenergi melalui pengalihan moda transportasi.
2. BAHAN DAN METODE2.1. Kondisi sektor transportasi danpenggunaan energi
Kondisi sektor transportasi secara nasionalserta penggunaan energinya dapat menjadi
104
 
Prakiraan Kebutuhan Energi Untuk………….(Agus Sugiyono)
Diterima 25 Juni 2012; diterima dalam revisi 10 Juli 2012; layak cetak 3 Agustus 2012
arah bagi pengembangan sektor transportasi jangka panjang, baik secara nasional maupuntingkat perkotaan. Penggunaan energi di sektor transportasi tumbuh dari 139 juta setara barelminyak (SBM) pada tahun 2000 menjadi 226 juta SBM pada tahun 2009, atau meningkatrata-rata 5,6% per tahun. Pertumbuhanpenggunaan energi di sektor transportasi lebihtinggi dibandingkan dibandingkan dengansektor lain. Ini mengakibatkan pangsapenggunaan energi di sektor transportasi jugameningkat dari 19% pada tahun 2000 menjadi25% pada tahun 2009.Saat ini jumlah kendaraan bermotor bertambah dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 14% per tahun. Komposisi terbesar adalahsepeda motor (73% dari jumlah kendaraanbermotor pada tahun 2009) danpertumbuhannya mencapai rata-rata 19% per tahun dalam 5 tahun terakhir (2000-2009).Rasio jumlah sepeda motor dan pendudukdiperkirakan sebesar 1 banding 4,5 pada akhir tahun 2009. Perkembangan jumlah kendaraanbermotor secara nasional ditunjukkan padagambar 1.
Sumber: BPS, 2010
Gambar 1. Perkembangan jumlah kendaraanbermotor nasionalData kendaraan bermotor yang tersedia diBadan Pusat Statistik baik pusat maupundaerah dikategorikan menjadi empat jeniskendaraan bermotor, yaitu mobil penumpang,bus, truk, dan sepeda motor. Data ini belummencerminkan penggunaan jenis energinyakecuali sepeda motor yang hanya mungkinmenggunakan bensin. Dengan menggunakandata dari Dinas Pendapatan Daerah makadapat diprakirakan pangsa penggunaan bensindan solar untuk masing-masing jenis kendaraanbermotor. Pangsa penggunaan bahan bakauntuk kendaraan bermotor ditunjukkan padatabel 1.Tabel 1. Pangsa penggunaan bensin dan solar dari kendaraan bermotor 
Kendaraan Pangsa Bahan Bakar (%)Bermotor Bensin Solar
Mobil Penumpang 93,08 6,92Bus 71,84 28,16Truk 10,92 89,08Sepeda Motor 100,00 0,00
Sumber: Diolah dari data Dinas Pendapatan Daerah
2.2. Perhitungan prakiraan kebutuhan energi
Perhitungan yang digunakan untuk membuatprakiraan kebutuhan energi ini berdasarkan duaparameter utama, yaitu: intensitas penggunaanenergi dan aktifitas penggunaan energi.Intensitas penggunaan energi merupakantingkat konsumsi energi per jarak tempuh satuunit kendaraan bermotor untuk waktu tertentu(liter/km). Sedangkan aktifitas penggunaanenergi dicerminkan oleh:
Jumlah unit kendaraan bermotor 
Jarak tempuh kendaraan bermotor untukwaktu tertentu
Operasi efektif untuk waktu tertentu (%).Parameter intensitas dan aktifitaspenggunaan energi ditunjukkan pada tabel 2.Sedangkan rumus yang digunakan untukperhitungan ditunjukkan pada rumus 1.Intensitas penggunaan energi dipengaruhi oleh jenis moda transportasi serta usia kendaraanbermotor. Untuk kendaraan yang baru,intensitasnya lebih rendah karena kendaraanbaru lebih efisien dalam penggunaan energidari pada kendaraan yang sudah berumur tua.Jarak tempuh dan operasi efektif dipengaruhioleh kondisi perkotaan seperti luas wilayahserta aktifitas perekonomiannya.Tabel 2. Intensitas dan aktifitas penggunaanenergi untuk kendaraan bermotor 
KendaraanIntensitasPenggunaanJarak TempuhOperasiEfektif Bermotor Energi (liter/km) (km/hari) Setahun (%)Min. Mak. Min. Mak. Min. Mak.MobilPenumpang0,1000 0,1100 40 55 28 42Bus 0,1300 0,2899 100 150 25 38Truk 0,1799 0,3300 160 200 12 27SepedaMotor 0,0300 0,0700 35 50 32 45
Sumber: Diolah dari CRE-ITB (2001), PIE (2002), danRPC (2006)Intensitas AktifitasKebutuhan Energi = Penggunaan X PenggunaanEnergi Energi(1)
105
 
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 14, No. 2, Agustus 2012, Hlm. 104-109 
Diterima 25 Juni 2012; diterima dalam revisi 10 Juli 2012; layak cetak 3 Agustus 2012
Prakiraan kebutuhan energi dihitung untuksetiap tahun dengan tahun dasar 2009 dantahun proyeksi 2010-2030. Karena kebutuhanenergi diproyeksikan untuk jangka panjangmaka perlu adanya pertumbuhan aktifitas.Parameter yang mempengaruhi pertumbuhanaktifitas penggunaan energi adalahpertumbuhan jumlah kendaraan bermotor.Pertumbuhan jumlah kendaraan ini sangatdipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi(produk domestik regional bruto - PDRB) dan jumlah penduduk. Parameter pertumbuhanuntuk masing-masing kota ditunjukkan padatabel 3.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Berikut ini dibahas secara ringkas prakiraanpertumbuhan ekonomi, jumlah kendaraanbermotor dan kebutuhan energi di kota Jakarta,Bandung, Semarang, Yogyakarta danSurabaya.
3.1. Prakiraan pertumbuhan ekonomi danpenduduk
Kelima kota tersebut di atas mempunyaikarakteristik sosial ekonomi yang berbeda. KotaJakarta mempunyai PDRB pada tahun 2009sebesar 371 triliun Rupiah (konstan 2000) dantumbuh rata-rata 5,9% per tahun (2005-2009).Jumlah penduduk pada tahun 2009 mencapai9,2 juta jiwa dengan pertumbuhan rata-ratasebesar 1,1% per tahun. Kota Bandungmempunyai pertumbuhan PDRB yang sedikitlebih tinggi dari kota Jakarta maupun Surabayayaitu 8,1% per tahun. Pada tahun 2009 PDRBkota ini mencapai 29,2 triliun Rupiah (konstan2000). Jumlah penduduk mencapai 2,4 juta jiwadengan pertumbuhan yang masih cukup tinggiyaitu sebesar 1,6% per tahun.Kota Semarang mempunyai pertumbuhanPDRB yang sedikit lebih rendah dari KotaJakarta yaitu 5,7% per tahun. Pada tahun 2009PDRB kota ini mencapai 20 triliun Rupiah(konstan 2000). Jumlah penduduk mencapai1,5 juta jiwa dengan pertumbuhan sekitar 1,5%per tahun. PDRB kota Yogyakarta tahun 2009mencapai 5,2 triliun Rupiah (konstan 2000)dengan pertumbuhan hanya 4,5% per tahunyang lebih rendah dari kota lainnya. Jumlahpenduduk hanya 388 ribu jiwa dan saat inisudah mulai terjadi penurunan jumlahpenduduk.Kota Surabaya mempunyai pertumbuhanPDRB yang sedikit lebih tinggi dari kota Jakartayaitu 6,1% per tahun (2005-2009). Pada tahun2009 PDRB kota ini mencapai 75,9 triliunRupiah (konstan 2000). Jumlah pendudukmencapai 2,7 juta jiwa dengan pertumbuhanyang relatif kecil yaitu sekitar 0,5% per tahun.
3.2. Prakiraan jumlah kendaraan bermotor
Jumlah kendaraan bermotor di kota Jakartameningkat dari 10,8 juta pada tahun 2010menjadi 18,9 juta pada tahun 2030.Pertumbuhan sepeda motor di kota Jakartadiprakirakan akan mengalami stagnasi karenamulai tahun 2020 setiap orang sudahmempunyai satu sepeda motor. Pangsa sepedamotor menurun dari 72% pada tahun 2010menjadi 61% pada tahun 2030. Pengurangansepeda motor ini akan digantikan denganpeningkatan jumlah mobil penumpang.Tabel 3. Parameter pertumbuhan (PDRB dan penduduk) tahun 2009PRDB PendudukKota Triliun Rp. Pertumbuhan Juta Orang Pertumbuhan(konstan 2000) (%/tahun) (%/tahun)Jakarta 371,40 5,90 9,22 1,10Bandung 29,23 8,10 2,41 1,60Semarang 20,18 5,70 1,51 1,40Yogyakarta 5,24 3,50 0,40 -2,30Surabaya 75,89 6,10 2,72 0,50
Catatan: Pertumbuhan PDRB dan penduduk adalah rata-rata tahun 2005-2009Sumber: BPS Jakarta (2010), BPS Bandung (2010), BPS Semarang (2010),BPS Yogyakarta (2010), dan BPS Surabaya (2010)
106

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->