Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MAKALAH KESPRO

MAKALAH KESPRO

Ratings: (0)|Views: 993 |Likes:
Published by Inda Geghe MelLzee

More info:

Published by: Inda Geghe MelLzee on Nov 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
A.Latar BelakangMelihat kondisi anak-anak yang sangat memprihatinkan dan permasalahan anak yang sangat dramatis dan memilukan, karena dialamioleh manusia yang kemampuan fisik, mental dan sosialnya masih terbatasuntuk merespon berbagai resiko dan bahaya yang dihadapinya.Dalam klaster anak membutuhkan perlindungan khusus, sepanjangtahun 2011, KomNas Anak telah mencatat 2.508 kasus kekerasan terhadapanak. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2010 yakni2.413 kasus. 1.020 atau setara 62,7 persen dari jumlah angka tersebutadalah kasus kekerasan seksual yang dilakukan dalam bentuk sodomi, perkosaan, pencabulan serta incest, dan selebihnya adalah kekerasan fisik dan psikis (www.komnaspa.or.id).Tingginya angka pengaduan kekerasan terhadap anak tersebut,menunjukkan tanda bahwa lingkungan anak yang seharusnya menjadi benteng perlindungan anak, saat ini justru menjadi pelaku utamanya.Keluarga atau orang tua yang oleh UU Perlindungan Anak adalah salah satu pilar penanggung jawab perlindungan anak ternyata telah gagal bahkanmenjadi pihak yang menakutkan bagi anak.Ironisnya, kasus-kasus kekerasan terhadap anak tersebut terjadi justru di lingkungan terdekat anak, yakni rumah tangga, sekolah, lembaga pendidikan dan lingkungan sosial anak. Sedangkan pelakunya adalah orangyang seharusnya melindungi anak, seperti orang tua, paman, guru, bapak/ibuangkat, maupun ayah/ibu tiri.
1
 
Menurut keterangan Seto Mulyadi selaku Ketua KomisiPerlindungan Anak, kekerasan seksual pada anak seringkali meninggalkan bekas traumatis yang sulit dihilangkan. Data dan informasi Komisi NasionalPerlindungan Anak (Komnas PA) yang menyebutkan bahwa sebanyak 69 persen dari kasus kekerasan seksual anak dilakukan oleh orang yang dikenal baik oleh korban. Sebanyak 17,2 persen diantara kasus yang terjadidilakukan oleh orang tua korban (incest). Pada tahun 1999, misalnya,tercatat 289 kasus kekerasan seksual terhadap anak, 129 kasus dilakukanoleh ayah korban dan 160 kasus dilakukan oleh guru si anak. “Perkosaan juga bisa terjadi antar keluarga, dalam bentuk incest. Itu bisa terjadi,mungkin oleh ayah, saudara sepupu atau paman, mungkin juga kakek, atauorang-orang terdekat seperti tetangga. Karena peluangnya sangat tinggi(Seto Mulyadi, Kekerasan Seksual Pada Anak,http:///www.sinarharapan.co.id, diakses, tanggal 4 Juli 2009,jam21.00WIB).Standar internasional juga mendefinisikan sexual abuse sebagaisuatu bentuk kekerasan. Deklarasi tentang Penghapusan Kekerasan terhadapPerempuan (The Declaration on the Elimination of Violence against Women(1993) misalnya, mendefi nisikan kekerasan terhadap perempuan meliputi,namun tidak terbatas pada “kekerasan fi sik, seksual dan psikologis yangterjadi dalam keluarga, termasuk pemukulan, [dan] penyalahgunaan anak  perempuan dalam rumah tangga.Walaupun data mengenai sexual abuse sexual abuse anak seringtidak tersedia atau sulit didapatkan, WHO anak sering tidak tersedia atausulit didapatkan, WHO menaksir bahwa 20 persen dari perempuan dan 5-10 persen laki-laki “ mengalami kekerasan seksual ketika masih berusia anak-anak 
(World Health Organization, World report on violence and health,op.cit., p. 64)
. Di Amerika Serikat, sekitar 44% korban perkosaan berusia di bawah 18 tahun, dan sekitar 15 persen berusia di bawah 12 tahun. Dalam 93 persen dari kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dilaporkan,
2
 
 pelakunya kenal dengan korban: 34 persen adalah anggota keluarga dan 59 persen adalah teman
(Rape, Incest & Abuse National Network citing Sexual  Assault of Young Children as Reported to Law Enforcement. Bureau of 
Justice
Statistics, U.S. Department of Justice, 2000).
Kekerasan seksual(sexual abuse) terhadap anak laki-laki satu dari sedikit jenis kekerasanterhadap anak yang lebih besar kemungkinannya terjadi di luar rumah di banding dengan di dalam rumah.Di Indonesia belum tersedia data kekerasan terhadap anak secarauptodate, data yang digunakan saat ini masih data Susenas 2006, datatersebut menunjukkan bahwa secara nasional selama tahun 2006 telahterjadi sekitar 2,81 juta tindak kekerasan dan sekitar 2,29 juta anak pernahmenjadi korbannya. Jumlah tersebut apabila dibandingkan dengan jumlahanak menunjukkan besarnya angka korban kekerasan terhadap anak padatahun 2006 mencapai 3 persen, yang berarti setiap 1000 anak terdapatsekitar 30 anak berpeluang menjadi korban tindak kekerasan. Di perdesaanlebih tinggi dibandingkan perkotaan yakni 3,2 berbanding 2,8 persen. Dikalangan anak-anak, angka korban kekerasan lebih tinggi pada anak laki-laki dibandingkan perempuan, yaitu 3,1 berbanding 2,9 persen. Hal inikemungkinan terkait dengan perilaku “bandel” yang pada umumnya lebihtinggi di kalangan anak laki-laki daripada perempuan.
Angka Korban Kekerasan Terhadap Anak [%]Jenis KelaminPerkotaanPerdesaanTotalLaki-laki
3.013.243.14
Perempuan
2.603.082.88
Total
2.813.163.02
3

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Rhiana Syahrul liked this
Norma Gokhil liked this
Be Angel liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->