Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Klorosis

Klorosis

Ratings: (0)|Views: 45 |Likes:

More info:

Published by: Ikhlasun Dwi Masitoh on Nov 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/04/2013

pdf

text

original

 
Klorosis
chlorosis
) adalah keadaan jaringan tumbuhan, khususnya padadaun, yang kekuranganklorofil,sehingga tidak berwarnahijau, melainkan kuning atau pucat hampir   putih.Klorosis sering kali merupakan petunjuk terjadinya kekuranganharaatau seranganpenyakityang dialami oleh tumbuhan. Klorosis tidak selalu diikuti oleh kematian jaringan,meskipun ketiadaanklorofil akan mengakibatkan jaringan kekurangan pasokanenergi.
Warna kuning daun
Keterangan
Klorosis adalah jaringan daun menguning karena kekurangan klorofil. Kemungkinan penyebabklorosis termasuk drainase yang buruk, akarnya rusak, akar dipadatkan, alkalinitas tinggi, dankekurangan gizi di pabrik. Kekurangan gizi dapat terjadi karena ada jumlah yang cukup dalamtanah atau karena nutrisi tidak tersedia karena pH tinggi (alkali tanah). Atau nutrisi tidak dapatdiserap akar karena terluka atau pertumbuhan akar miskin.Kurangnya zat besi adalah salah satu nutrisi yang lebih umum terkait dengan klorosis. Kekuranganmangan atau seng di pabrik juga akan menyebabkan klorosis. Cara untuk memisahkan kekuranganzat besi dari seng atau kekurangan mangan adalah untuk memeriksa apa dedaunan berubahklorosis pertama. Klorosis besi dimulai pada daun muda atau terminal dan kemudian bekerja kedalam untuk daun tua. Namun, kekurangan mangan dan seng mengembangkan pada bagian dalamatau daun yang lebih tua pertama dan kemudian kemajuan luar. Tanaman membutuhkan zat besiuntuk pembentukan klorofil. Klorofil memberikan warna hijau daun dan diperlukan untuk pabrik untuk menghasilkan makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sendiri. Besi juga diperlukanuntuk fungsi enzim banyak yang mengelola metabolisme tanaman dan respirasi. Besi menjadilebih larut sebagai pH tanah naik di atas 6,5-6,7 (7,0 adalah netral - di bawah 7,0, pH asam, 7,0 diatas, pH bersifat basa). Dengan kebanyakan tanaman, zat besi hanya dapat diserap sebagai ion bebas (Fe
+ +)
ketika pH antara 5,0 dan 6,5.Unsur-unsur lain seperti kalsium, seng, fosfor mangan,, atau tembaga dalam jumlah tinggi dalamtanah dapat mengikat besi sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Namun, kekurangan kaliumdalam tanaman akan mengurangi ketersediaan besi untuk tanaman. Kurangnya zat besi dalamtanah juga masalah. Di wilayah Chicagoland, sebagian besar tanah memiliki besi yang memadai.Masalahnya adalah ketersediaan zat besi dalam tanah untuk tanaman. Dalam Northeastern Illinois,sebagian besar tanah terbentuk dari batuan kapur. Jadi masalah klorosis sering disebabkan oleh pHtanah yang tinggi.Herba tanaman serta tanaman berkayu rentan terhadap klorosis.
Gejala
Gejala dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor. Bagaimana alkali tanah? PH semakintinggi, semakin klorosis tanaman. Berapa lama tanaman telah klorosis? Secara umum, semakinlama tanaman telah klorosis, yang klorosis semakin parah. Umumnya, klorosis ringan dimulaisebagai jaringan pagar (hijau lebih ringan untuk kapur warna hijau) dari interveinal (antara vena),sedangkan warna kuning menunjukkan kondisi yang lebih serius. Dalam beberapa kasus, hanya bagian dari tanaman ini klorosis. Daerah yang terkena (atau seluruh pabrik) dapat terhambat ataugagal untuk menghasilkan bunga dan buah. Selain itu, daun klorosis lebih rentan terhadap panasdan penyakit daun. Dengan klorosis berat, pembuluh darah daun akan berubah kuning, diikuti olehkematian daun, cabang yang terkena mungkin mati kembali, dan kematian dari seluruh pabrik dapat terjadi.
 
Kontrol
Pengobatan untuk klorosis bervariasi dengan penyebabnya. Jika klorosis adalah akibat pemadatantanah, drainase yang buruk, pertumbuhan akar akar yang buruk atau cedera, aerification kemudianinti, ubin, pemberian mulsa atau
praktek budaya
lainnya mungkin diperlukan. Kekurangan gizidapat dirawat di salah satu dari beberapa cara.
Aplikasi foliar
nutrisi dalam bentuk larut air atau chelate dapat memperbaiki masalah ini untuk sementara, tetapi hanya mempengaruhi daun yang hadir selama aplikasi. Daun yang tumbuh dan berkembang setelah perawatan tidak terpengaruh oleh pengobatan. Oleh karena itu, beberapa perawatan per musim tanam mungkin diperlukan untuk menjaga hijau dedaunan.Metode lain adalah
aplikasi trunk.
Batang aplikasi cepat dan mungkin beberapa tahun terakhir. Namun, Anda harus tunggu hingga tiga puluh hari untuk pohon untuk merespon aplikasi bagasi.Ada beberapa cara untuk menerapkan nutrisi melalui bagasi. Kedua metode melibatkan pengeboran lubang di bagasi - jumlah lubang didasarkan pada diameter batang. Dengan jenis pertama dari aplikasi, wadah dengan tabung kemudian melekat pada lubang. Gerakan pohonkelembaban akan membantu menarik nutrisi ke dalam bagasi. Setelah kontainer kosong, merekadilepas dan lubang terpasang. Metode lain membutuhkan kapsul plastik untuk dipalu ke dalamlubang dibor. Kapsul ini dirancang untuk ditinggalkan di pohon. Dalam kedua kasus,mempertimbangkan untuk menyewa seorang profesional untuk melakukan aplikasi trunk.Metode terakhir untuk mengobati klorosis adalah melalui
pengobatan tanah.
Tes tanah harusdiambil untuk menentukan pH tanah juga sebagai ketersediaan nutrisi yang dapat menyebabkanklorosis. Berdasarkan tes tanah, pH dikoreksi atau nutrisi yang diterapkan oleh pengeboran lubangdi tanah dengan derajat empat puluh lima sampai kedalaman dua belas inci mulai 3-5 meter dari bagasi dan pergi sejauh keluar sebagai pohon adalah garis tinggi atau properti, yayasan, jalan- jalan, dan jalan memungkinkan.
Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pulatanaman yang mati muda yang sebelumnya tampak layu dan mengering. Keadaan yang demikianakan merugikan petani dan tentu saja sangat tidak diharapkan oleh petaniA. Gejala Kekurangan Unsur Hara Makro1. Kekurangan Unsur Nitrogen ( N )Gejala sehubungan dengan kekurangan unsur hara ini dapat terlihat dimulai dari daunnya,warnanya yang hijau agak kekuningan selanjutnya berubah menjadi kuning . Jaringan daun matidan inilah yang menyebabkan daun selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan.Pada tanaman dewasa pertumbuhan yang terhambat ini akan berpengaruh pada pertumbuhan, yangdalam hal ini perkembangan buah tidak sempurna, umumnya kecil-kecil dan cepat matang.Kandungan unsur N yang rendah dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal inidikarenakan menebalnya membran sel daun sedangkan selnya sendiri berukuran kecil-kecil.2. Kekurangan unsur fosfor ( P )Sebagaimana telah dijelaskan bahwa fungsi fosfat dalam tanaman adalah: dapat mempercepat pertumbuhan akar semai, mempercepat dan memperkuat pertumbuhan tanaman dewasa padaumumnya, meningkatkan produk biji-bijian dan memperkuat tubuh tanaman padi-padian sehinggatidak mudah rebah. Karena itu defisiensi unsur hara ini akan menimbulkan hambatan pada pertumbuhan sistem perakaran, daun, batang seperti misalnya pada tanaman serealia (padi-padian,rumput-rumputan, jewawut, gandum, jagung) daunnya berwarna hijau tua/ keabu-abuan,mengkilap, sering pula terdapat pigmen merah pada daun bagian bawah, selanjutnya mati. Tangkaidaun kelihatan lancip. Pertumbuhan buah jelek, merugikan hasil biji.
 
3. Kekurangan Unsur Kalium ( K )Defisiensi Kalium memang agak sulit diketahui gejalanya, karena gejala ini jarang ditampakkanketika tanaman masih muda, jadi agak berlainan dengan gejala-gejala karena difisiensi N dan PGejala yang terdapat pada daun terjadi secara setempat-setempat. Padapermulaannya tampak agak mengkerut dan kadang-kadang mengkilap dan selanjutnya sejak ujung dan tepi dauntampakmenguning, warna seperti ini tampak pula di antara tulang-tulang daun, pada akhirnya dauntampak bercak-bercak kotor, berwarna coklat, sering pula bagian yang bercak ini jatuh sehinggadaun tampak bergerigi dan kemudian mati. Pada tanaman kentang gejala yang dapat dilihat padadaun yang mana terjadi pengkerutan dan peng-gulungan, warna daun hijau tua berubah menjadikuning bertitik-titik coklat. Gejala yang terdapat pada batang yaitu batangnya lemah dan pendek- pendek sehinga tanaman tampak kerdil. Gejala yang tampak pada buah misalnya buah kelapa dan jeruk banyak yang berjatuhan sebelum masak, sedang masaknya buahpun berlangsung sangatlambat. Bagi tanaman yang berumbi menderita defisiensi K hasil umbinya sangat kurang dankadar hidrat arangnya demikian rendah.4. Kekurangan Unsur Kalsium (Ca)Defisiensi unsur Ca meyebabkan terhambatnya pertumbuhan sistem perakara, selain akar kurangsekali fungsinyapun demikian terhambat, gejala-gejalanya yang timbul tampak pada daun, dimanadaun-daun muda selain berkeriput mengalami per-ubahan warna, pada ujung dan tepi-tepinyaklorosis ( berubah menjadi kuning) dan warna ini menjalar diantara ujung tulang-tulang daun, jaringan-jaringan daun pada beberapa tempat mati. Kuncup-kuncup yang telah tumbuh mati.Defisiensi unsur Ca menyebabkan pula pertumbuhan tanaman demi-kian lemah dan menderita.Hal ini dikarenakan pengaruh terkumpulnya zat-zat lain yang banyak pada sebagian dari jaringan- jaringannya. Keadaan yang tidak seimbang inilah yang menyebabkan lemah dan menderitanyatanaman tersebut atau dapat dikatakan karena distribusi zat-zat yang penting bagi pertumbuhan bagian yang lain terhambat ( tidak lancar).5. Kekurangan Unsur Magnesium ( Mg )Unsur Mg merupakan bagian pembentuk klorofil, oleh karena itu kekurangan Mg yang tersedia bagi tanaman akan menimbulkan gejala – gejala yang tampak pada bagian daun, terutama padadaun tua. Klorosis tampak pada diantara tulang-tulang daun, sedangkan tulang-tulang daun itusendiri tetap berwarna hijau. Bagian diantara tulang-tulang daun itu secara teratur berubah menjadikuning dengan bercak kecoklatan. Daun-daun ini mudah terbakar oleh terik matahari karena tidak mempunyai lapisan lilin, karena itu banyak yang berubah warna menjadi coklat tua/kehitaman danmengkerut. Defisiensi Mg menimbulkan pengaruh pula pada pertumbuhan biji, bagi tanaman yang banyak menghasilakn biji hendaknya diperhatikan pemupukannya dengan Mg SO4, MgCO3 danMg(OH)2.6. Kekurangan Unsur Belerang ( S )Defisiensi unsur S gejalanya klorosis terutama pada daun-daun muda, perubahan warna tidak  berlangsung setempat-tempat, melainkan pada bagian daun selengkapnya, warna hijau makin pudar berubah menjadi hijau yang sangat muda, kadang mengkilap keputih-putihan dan kadang-kadang perubahannya tidak merata tetapi berlangsung pada bagian daun selengkapnya. Perubahanwarna ini dapat pula menjadi kuning sama sekali, sehingga tanaman tampak berdaun kuning danhijau, seperti misalnya gejala-gejala yang tampak pada daun tanaman teh di beberapa tempat diKenya yang terkenal dengan sebutan ” Tea Yellows” atau ” Yellow Disease”B. Gejala Kekurangan Unsur Hara Mikro1. Kekurangan Unsur Besi ( Fe )Defisiensi zat besi sesungguh-nya jarang sekali terjadi. Terjadinya gejala-gejala pada bagiantanaman terutama daun yang kemudian dinyatakan sebagai kekurangan tersedia-nya zat Fe ( besi )adalah karena tidak seimbang tersedianya zat Fe dengan zat kapur pada tanah yang berkelebihankapur dan yang bersifat alkalis. Jadi masalah ini merupakan masalah pada daerah – daerah yangtanahnya banyak mengandung kapur. Gejala-gejala yang tampak pada daun muda, mula-mulasecara setempat-tempat berwarna hijau pucat atau hijau kekuningan-kuningan, sedang tulang-tulang daun tetap berwarna hijau serta jaringan-jaringannya tidak mati. Selanjutnya pada tulang-tulang daun terjadi klorosis yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi warna kuning dan ada pula yang menjadi putih. Gejala selanjutnya yang paling hebat terjadi pada musim kemarau, daun-

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->