Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ergonomi Dan Antropometri Ruang Kerja Tukang Ukir

Ergonomi Dan Antropometri Ruang Kerja Tukang Ukir

Ratings: (0)|Views: 698|Likes:
Published by architecturetheory

More info:

Published by: architecturetheory on Nov 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2012

pdf

text

original

 
BAB I PENDAHULUAN1.2.LATAR BELAKANGFaktor kemanusiaan yaitu ergonometric dan antropometri sudah menjadipertimbangan dalam berbagai perancangan termasuk perangcangan arsitektur.Contohnya yaitu kenyamanan ruang gerak, jangkauan batasan, , keselamatan,kenyamanan dan efektifitas dalam bekerja.Hal tersebut akan berpengaruh pada kegiatan pengukiran ornament bangunantradisional di Bali. Pekerjaan ini sangat penting bagi Bali karena menjadi salah satukarakter bali terutama arsitektur Bali yang banyak menggunakan ornament. Karenabali juga terkenal dengan orang orang yang memiliki jiwa seni yang dituangkandalam ukiran ukiran salahsatunya ukiran bangunan.Selama ini standar ergonomic lebih banyak membahas mengenai pekerjaandengan kebudayaan barat dan sedikit yang membahas mengenai spesifik pekerjaan tradisional khususnya di Bali. Mungkin jika orang bali diminta mengukir dengan rapid an standar barat, maka hasil pekerjaannya tidak akan indah, tidak akan menarik atau bahkan tidak bisa bekerja.Berbeda pekerjaan memiliki perbedaan jenis kenyamanan. Sehingga setiap jenis pekerjaan memiliki pedoman kerja tersendiri. Tetapi ada beberapa profesitertentu terutama yang tradisional dan unik. Sebagin besar standar kerja lebihbanyak didominasi oleh standar kerja dari kebudayaan barat. Kegiatanmengukir memiliki jenis kenyamanan tersendiri untuk bisa bekerja optimal. Tidak hanya sekedar duduk tapi ada spesifik tersendiri. Karena bersifat unik, hal ini tidak bisa disamakan dengan pekerjaan lain. Sehingga perlu standar yang spesifik pula.Hal tersebut akan di teliti sehingga kita bisa tau bagaimana seseorangpengukir bisa nyaman dan optimal dalam bekerja ditinjau dari segi ergonomic danantropometri.Tetapi terkadang suatu pekerjaan tidak terlalu menghiraukan kenyamananpekerjanya. Bisa karena ruang yang sempit sehingga alat kerja dan pekerjanyaberdesakan dalam satu ruangan. Tingkat kenyamanan masing
 – 
masing tempatkerja berbeda-beda pula pada tiap tempat.
 
Penelitian akan mengobservasi tukang ukir dalam bekerja. Bagaimanapenataannya sehingga tukang ukir tetap bisa bekerja. Yang terpenting adalahseberapa nyaman tukang ukir tersebut bekerja dalam ruang yang terbatastersebut. Apakah tukang ukr masih dapat menghasilkan karya yang baik dansebalikny terkait dengan tingkat kenyamanannya tersebut.Dari penelitian diharapkan suatu hasil berupa refrence atau pengetahuan bagisiapa saja yang terkait dengan profesi ini termasuk arsitek dan undagi.Pengetahuan ini akan menjadi pedoman bagaimana para pengukir.1.3. RUMUSAN MASALAH1.
 
Bagaimana ruang kerja yang diperlukan oleh pengukir bangunan style baliuntuk dapat bekerja optimal?2.
 
Bagaimana penataan ruang kerja/kios tukang ukir bangunan style Bali didenpasar?3.
 
Seberapa nyaman tukang ukir bangunan style Bali di Denpasar dalambekerja di ruang kerja/kiosnya?4.
 
Bagaimana tingkat penerapan ergonomi dan antropoetri pada ruang kerjatersebut?5.
 
Bagaimana keterkaitan tingkat kenyamanan ruang kerja dengan karya yangdihasilkan baik kualitas maupun kwantitas?1.4.TUJUANAdapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tau bagaimana settinglingkungan kerja bagi Tukang ukir bangunan tradisional agar bisa bekerja denganoptimal dan bisa berkarya dengan baik.
 
METODOLOGI RISET 2 Page 3
1.5 MANFAATAdaun manfaat yang diambil dari penelitian ini adalah:1.
 
Pengetahuan dan petunjuk bagi penerus generasi pengukir bangunanbagaimana agar ia bisa bekerja dengan nyaman, sehingga profesi tukangukir bangunan tradisional tidak punah. Sehingga bali tetap memiliki cirri khasorang bali sebagai seorang seni.2.
 
Menambah khazanah ilmu pengetahuan terutama di bidang arsitektur danhumanism. Menjadi pengetahuan bagi siapa saja yang terkait denganprofesi ini termasuk arsitek dan undagi.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->