Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
jurnal jajanan

jurnal jajanan

Ratings: (0)|Views: 345|Likes:
Published by Vina Subaidi

More info:

Published by: Vina Subaidi on Nov 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/13/2014

pdf

text

original

 
 Jurnal Gizi dan Pangan, 2010, 5(3): 148–157
 Journal of Nutrition and Food, 2010, 5(3): 148–157 
 
148
PERILAKU PENJAJA PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH TERKAIT GIZI DANKEAMANAN PANGAN DI JAKARTA DAN SUKABUMI
(
Behaviour of School-food Vendor Related to Nutrition and Food Safety in Jakarta and Sukabumi
)Ghaida Yasmin
1
dan Siti Madanijah
1
*
 
1
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Bogor 16680.*
 
Alamat korespondensi: Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian
 
Bogor, Bogor 16680. Telp: 0251-8621258; Fax: 0251-8622276, Email: smadanijah@yahoo.co.id
 ABSTRACT 
The purposes of this research were to identify and to analyze behaviour of school-food vendor related to nutrition and food safety in Jakarta and Sukabumi. This research used secondary data from Survey “National Monitoring and Verification Food Safety of Elementary Student Street-food 2008” by SEAFAST and BPOM RI. The subjects of this research are 79 school-food vendors in Jakarta and 29 school-food vendors in Sukabumi. Descriptivestatistical method is used to process all the data. Most of the subjects were elementary school graduated (46.3%) and used handcart as tool for sale of street-foods (31.5%). Only 35.2% had attended a food safety education/training program. As the result of it, 48.1% of the subjects had sufficient nutrition and food safety knowledge. There were significantdifferentiation of nutrition and food safety knowledge between the subjects which had beenclassified by vendor group, level of education, and participation in food safety education/training program. As many as 74.1% of the subjects lack of food safety practices. There weresignificant differentiation of food safety practices between the subjects which had beenclassified by vendor group, region, and level of education. Spearman’s correlative test showsthat there a positive correlation between level of education with nutrition and food safety knowledge, level of education with food safety practices. Pearson correlative test shows thatthere was no significant correlation between nutrition and food safety knowledge with food safety practices.
Key words
: Behaviour, school-food Vendor, food safety.
PENDAHULUAN
Pangan jajanan merupakan salah satujenis makanan yang sangat dikenal dan umumdi masyarakat, terutama anak usia sekolah.WHO (1996) mengartikan pangan jajanan seba-gai makanan dan minuman yang dipersiapkandan/atau dijual oleh pedagang kaki lima dijalanan dan tempat-tempat keramaian umumlain yang langsung dimakan atau dikonsumsikemudian tanpa pengolahan atau persiapanlebih lanjut. Anak sekolah biasanya membelipangan jajanan pada penjaja pangan jajanandi sekitar sekolah atau di kantin sekolah. Olehkarena itu, penjaja berperan penting dalampenyediaan pangan jajanan yang sehat danbergizi serta terjamin keamanannya.Berdasarkan hasil Monitoring dan Verifi-kasi Profil Keamanan Pangan Jajanan Anak Se-kolah (PJAS) Nasional tahun 2008 yang dilaku-kan oleh SEAFAST dan Badan POM RI, sebagianbesar (>70%) penjaja PJAS menerapkan praktikkeamanan pangan yang kurang baik(Andarwulan, Madanijah, & Zulaikhah, 2009).Perbedaan wilayah sekolah dasar seperti misal-nya antara Jakarta dan Sukabumi dapat mem-pengaruhi perilaku penjaja PJAS. Jakarta seba-gai kota metropolitan yang mewakili wilayahperkotaan dan Sukabumi yang mewakili wila-yah pedesaan memiliki kondisi lingkungan sosi-al, ekonomi, dan budaya yang berbeda yangselanjutnya dapat mempengaruhi perilakupenjaja PJAS.Perilaku gizi dan keamanan pangan pen-jaja PJAS yang baik sangat penting dalam me-nentukan pangan jajanan yang aman dan sehatbagi anak sekolah. Namun dengan adanya per-bedaan karakteristik penjaja dan wilayah ma-ka perlu dikaji lebih lanjut perilaku penjajaPJAS yang terkait dengan gizi dan keamananpangan.Penelitian ini dilakukan dengan tujuanuntuk mengetahui dan menganalisis perilakupenjaja pangan jajanan anak sekolah diJakarta dan Sukabumi, serta menganalisis per-bedaan pengetahuan serta praktik gizi dankeamanan pangan berdasarkan kelompok pen-jaja, wilayah, dan karakteristik penjaja PJAS(tingkat pendidikan dan keikutsertaan dalam
 
  Journal of Nutrition and Food, 2010, 5(3): 148–157 
Jurnal Gizi dan Pangan, 2010, 5(3): 148–157
149
penyuluhan keamanan pangan). Selain itu,penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan denganpengetahuan gizi dan keamanan pangan; ting-kat pendidikan dengan praktik keamanan pa-ngan; serta pengetahuan gizi dan keamananpangan dengan praktik keamanan pangan
METODE PENELITIANDesain, Tempat, dan Waktu
Desain penelitian ini yaitu
cross-secti-onal study 
. Penelitian ini menggunakan datasekunder yang berasal dari Survei “Monitoringdan Verifikasi Profil Keamanan Pangan JajananAnak Sekolah (PJAS) Nasional Tahun 2008”yang dilakukan oleh SEAFAST dan Badan POMRI. Data yang digunakan pada penelitian iniberasal dari SD di Jakarta dan Sukabumi. Ana-lisis data sekunder dilakukan bulan Juni 2010.
Jumlah dan Cara Pemilihan Subjek
Penelitian ini mengkhususkan pada wila-yah Jakarta dan Sukabumi dengan total 65 SDdengan rincian 18 SD di Sukabumi dan 47 SD diJakarta. Contoh dalam penelitian ini adalahpenjaja PJAS baik yang berada di kantin (pe-ngelola kantin) maupun yang berada di sekitarSD (penjaja luar). Jumlah total contoh yaitusebanyak 108 contoh dengan rincian 29 orangpenjaja PJAS di Sukabumi dan 79 orang penja-ja PJAS di Jakarta. Pemilihan penjaja luar se-bagai unit contoh dipilih berdasarkan jenis ke-lompok PJAS sedangkan pemilihan pengelolakantin sebagai unit contoh dilakukan secara
 purposive
 
sampling.
Jenis dan Cara Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan berupa data se-kunder. Dalam survei tersebut, dilakukan wa-wancara dengan teknik
 face-to-face interview 
dan observasi langsung terhadap penjaja PJASdi lingkungan sekolah dasar dengan menggu-nakan instrumen pengumpulan data berupakuesioner. Data sekunder tersebut meliputi da-ta umum yang meliputi karakteristik penjajaPJAS (pendidikan terakhir, jenis PJAS yang di-jual, sarana penjualan, dan keikutsertaan da-lam penyuluhan keamanan pangan); pengeta-huan gizi dan keamanan pangan penjaja PJAS;serta praktik penjaja PJAS meliputi higienepenjual atau penyaji makanan atau minuman,penanganan dan penyimpanan makanan atauminuman, sarana dan fasilitas, pengendalianhama dan sanitasi tempat serta peralatan.
Pengolahan dan Analisis Data
Pengolahan data sekunder meliputi
coding
dan
cleaning
data kemudian data dita-bulasi dan dianalisis secara statistik denganprogram
Microsoft Excell
2007 dan
SPSS 17.0  for Windows
. Data pengetahuan dan praktikgizi dan keamanan pangan penjaja PJAS diku-antifikasikan berdasarkan skor. Pengetahuandan praktik gizi dan keamanan pangan dikate-gorikan kurang jika skor <60%, sedang jika skor60-80%, dan baik jika skor >80% (Khomsan,2000). Uji statistik yang digunakan yaitu uji tsampel bebas dan uji
One-way Anova
untukmengetahui perbedaan rata-rata skor pengeta-huan serta praktik gizi dan keamanan pangan,serta uji korelasi
Spearman
dan
Pearson
untukmengetahui hubungan berbagai variabel.
HASIL DAN PEMBAHASANKarakteristik Contoh
Sebagian besar contoh berpendidikan SD(46.3%) sedangkan hanya 7.4% contoh berpen-didikan PT (Diploma/S1). Tingkat pendidikanpengelola kantin cenderung lebih baik daripa-da penjaja luar. Tingkat pendidikan contoh diSukabumi juga cenderung lebih baik dibanding-kan dengan contoh di Jakarta.Bagian terbesar contoh (31.5%) menggu-nakan gerobak dorong sebagai sarana penjual-an PJAS sedangkan sebanyak 27.8% dan 24.1%contoh menggunakan meja dan warung. Seba-nyak 63.9% contoh menjual makanan seping-gan, 61.1% contoh menjual makanan ringan,dan 52.8% contoh menjual minuman.Sebanyak 62.0% contoh tidak pernah me-ngikuti suatu penyuluhan keamanan pangan.Penjaja luar (73.8%) lebih banyak yang tidakpernah mengikuti penyuluhan keamanan pa-ngan dibandingkan dengan pengelola kantin(44.2%). Sebanyak 44.8% contoh di Sukabumipernah mengikuti penyuluhan keamanan pa-ngan sedangkan hanya 31.6% contoh di Jakartayang sudah pernah mengikuti penyuluhan kea-manan pangan.
Pengetahuan Gizi dan Keamanan PanganContoh
Sebaran contoh berdasarkan jawabanyang benar pada pertanyaan pengetahuan ter-kait gizi dan keamanan pangan disajikan padaTabel 1. Berdasarkan Tabel 1, sebanyak 89.8%contoh dapat menjawab benar mengenai 4 se-hat 5 sempurna sedangkan hanya 34.3% con-toh yang dapat menjawab benar mengenai de-
 
 Jurnal Gizi dan Pangan, 2010, 5(3): 148–157
 Journal of Nutrition and Food, 2010, 5(3): 148–157 
 
150
finisi pangan jajanan. Pada pertanyaan me-ngenai pengetahuan terkait keamanan pa-ngan, sebanyak 97.2% contoh dapat menjawabdengan benar pertanyaan mengenai kebiasaancuci tangan yang baik. Namun, hanya 39.8%contoh yang dapat menjawab dengan benarpertanyaan mengenai jenis pangan jajananyang sering menyebabkan sakit.Sebaran tingkat pengetahuan gizi dankeamanan contoh berdasarkan kelompok pen-jaja dan wilayah disajikan pada Tabel 2. Ber-dasarkan Tabel 2, bagian terbesar contoh me-miliki pengetahuan gizi dan keamanan panganberkategori sedang dengan persentase sebesar48.1%.Rata-rata skor pengetahuan gizi dan ke-amanan pangan pengelola kantin dan contoh diSukabumi lebih baik daripada penjaja luar dancontoh di Jakarta. Berdasarkan uji t, terdapatperbedaan rata-rata skor pengetahuan gizi dankeamanan pangan yang nyata (p<0.05) antarapenjaja luar dengan pengelola kantin. Hal ter-sebut diduga karena tingkat pendidikan penge-lola kantin yang lebih baik daripada penjajaluar.Berdasarkan wilayah, perbedaan rata-rata skor pengetahuan gizi dan keamananpangan tidak berbeda nyata (p>0.05). Hal ter-sebut diduga karena rata-rata skor pengetahu-an gizi dan keamanan pangan yang tidak ter-lalu berbeda jauh. Walaupun contoh diSukabumi memiliki tingkat pendidikan dan ke-ikutsertaan dalam penyuluhan yang lebih baikdaripada contoh di Jakarta, tetapi tidak ber-beda jauh diantara keduanya. Salah satu sum-ber pengetahuan adalah informasi yang diper-oleh seseorang. Diduga, akses informasi con-toh di Sukabumi maupun Jakarta tidak berbe-da jauh sehingga pengetahuan yang dimiliki-nya pun tidak berbeda nyata. Sebaran tingkatpengetahuan gizi dan keamanan pangan berda-sarkan karakteristik contoh disajikan padaTabel 3.Tabel 1. Sebaran Contoh berdasarkan Jawaban Benar pada Pertanyaan Pengetahuan terkait Gizidan Keamanan Pangan
Pengetahuan Gizi dan Keamanan PanganSukabumi(n=29)Jakarta(n=79)total(n=108)n % n % n %
Pengetahuan gizi1 Pangan yang bergizi 26 89.7 58 73.4 84 77.82 4 sehat 5 sempurna 27 93.1 70 88.6 97 89.83 Kandungan makanan penghasil tenaga 19 65.5 51 64.6 70 64.84 Jenis makanan penghasil tenaga 24 82.8 64 81.0 88 81.55 Kandungan sayur dan buah 23 79.3 53 67.1 76 70.46 Definisi pangan jajanan 13 44.8 24 30.4 37 34.3Pengetahuan keamanan pangan1 Akibat mengkonsumsi pangan jajanan tidak bersih dan sehat 28 96.6 72 91.1 100 92.62 Arti dari ditemukan sehelai rambut pada es cendol 19 65.5 56 70.9 75 69.43 Kebiasaan cuci tangan yang baik 29 100.0 76 96.2 105 97.24Zat yang ditambahkan dalam es jika es sirup terasa manis tetapiagak pahit sesaat setelah ditelan24 82.8 61 77.2 85 78.75Bahan tambahan yang diijinkan digunakan untukmengolah/mengawetkan pangan17 58.6 38 48.1 55 50.96 Akibat dari es batu yang dibuat dari air mentah 18 62.1 37 46.8 55 50.97 Pangan jajanan yang sering menyebabkan sakit 12 41.4 31 39.2 43 39.88 Contoh bahan bukan BTP 13 44.8 32 40.5 45 41.7
Tabel 2. Sebaran Tingkat Pengetahuan Gizi dan Keamanan Contoh berdasarkan Kelompok Penjajadan Wilayah
Kategori Pengetahuankelompok penjaja wilayah Totalpenjaja luar pengelola kantin Sukabumi Jakarta (n=108)n % n % n % n % n %
kurang 25 38.5 9 20.9 4 13.8 30 38.0 34 31.5sedang 33 50.8 19 44.2 19 65.5 33 41.8 52 48.1Baik 7 10.8 15 34.9 6 20.7 16 20.3 22 20.4Total 65 100.0 43 100.0 29 100.0 79 100.0 108 100.0Rata-rata 63.6 72.4 71.9 65.4 67.1p=0.004 p=0.056

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->