Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
seminar Nas Polban 2012.pdf

seminar Nas Polban 2012.pdf

Ratings: (0)|Views: 150 |Likes:
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Published by: Sumartono Muhammad Saring on Nov 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/01/2013

pdf

text

original

 
Kaji analisis perawatan prediktif pada unit pompa
Page 1
Kaji Analisis Perawatan Prediktif Pada Unit PompaDengan Menggunakan Sinyal Getaran
Ir.Sumartono,MT.Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri MedanJl. Almamater No.1 Kampus USU Medan -20155INDONESIA
Abstrak
Perawatan prediktif sudah mulai diimplementasikan di industri, dan ada beberapa metode yang dapat dilakukan, satudiantaranya adalah vibration monitoring untuk menilai kondisi permesinan. Monitoring getaran dilakukan padamesin dan dianalisis dengan metode sinyal getaran. Motor listrik sebagai penggerak banyak dipakai di industri untuk memutar impeller pompa dan peralatan lainnya. Kerusakan unit pompa banyak penyebabnya antara lain ditandaidengan getaran berlebihan yang ditimbulkan oleh unbalance, misalignment, bent shaft dan bantalan dampaknyasistem operasi dapat terganggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data/karakteristik kerusakan padakomponen berputar khususnya pada unit pompa rotary, pompa serie, dan bantalan motor listrik. Hasil kajian iniditemukan adanya kerusakan elemen bantalan, hal ini ditandai dengan overall spectrum velocity dan acceleration (g)tinggi, yang karakteristik kerusakannya tergantung pada berapa banyak titik yang rusak pada frekuensi masing-masing elemen. Pada motor listrik ditemukan nilai 2x FL (line frequency), hal ini timbul akibat perubahan posisi celahudara (air gap) pada rotor-stator motor AC induksi. Pada pompa rotary dan pompa serie serta motor penggeraknyaterjadi misalignment dan mechanical looseness, walaupun nilainya masih diambang batas. Kajian komponenlainnya perlu dilakukan agar fenomena kerusakannya dapat diketahui lebih dini.Kata kunci
: Perawatan prediktif, pemantauan
getaran, sinyal getaran
 
1.
 
PENDAHULUAN
Pompa air banyak dipergunakan di pabrik pengolahan kelapa sawit, pada instalasi pembangkitlistrik tenaga uap (PLTU), demikian pula diindustri pengolahan air, minyak goreng sertaindustri lainnya. Pada pompa air sering terjadikerusakan pada impeler, seal, poros dan bantalandan akhirnya dapat menghambat kinerja sistem.Motor listrik termasuk kategori mesin listrik dinamis dan merupakan sebuah perangkatelektromagnetik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor induksi merupakanmotor listrik yang paling banyak dipakai di industriuntuk memutar impeler pompa, fan atau blower,menggerakkan kompresor, mengangkat bahan,maupun keperluan rumah tangga. Dirancang dariukuran yang paling kecil s/d besar. Kerusakanmotor listrik pada umumnya disebabkan oleh 5(lima) faktor antara lain panas, kotor,lembab, kualitas supplai tegangan listrik danvibrasi. Jika ditelusur lebih sederhana, sebabkerusakannya adalah kerusakan dari luar motorlistrik yaitu kualitas masukan tenaga listrik,
misalignment, unbalance
, kondisi lingkungan kerjayang panas, lembab/tidak ada ventilasi dan kondisibeban. Sedangkan kerusakan dari dalam motorsendiri antara lain aging/penuaan dan degradasi.Vibrasi (getaran) yang tinggi merupakan indikasibahwa kondisi motor listrik sedang mengalamimasalah. Besar vibrasi yang melebihi harga yangdiijinkan dapat menimbulkan kerusakan yang lebihparah. Sumber vibrasi terdapat pada motor ataudari mesin yang digerakkan (load) bahkan dapat juga dari keduanya. Munculnya vibrasi antara laindari misalignment motor terhadap beban yangdigerakkan (pada transmisi puli-sabuk dansambungan kopling), kendor pada fondasi motorlistrik dan beban, rotor
unbalance
pada motorlistrik atau pada beban,
bantalan
aus yangmenyebabkan poros berputar tidak sentris.Kerusakan pada bantalan gelinding merupakansalah satu kasus getaran yang umum ditemui dilapangan Akumulasi karat atau kotoran padakomponen berputar. Memasang rotor dan bantalanmotor setelah
overhaul/rewinding
tidak aligment(
air gap).
Dampak kerusakan ini mengakibatkanproses produksi berhenti. Oleh sebab itu denganmetode pemeliharaan
 predictive
, diharapkansemua kerusakan peralatan/mesin tersebut dapatdiminimalkan, sehingga dapat meningkatkankeuntungan baik dari segi produksi maupun dariumur mesin yang lebih panjang. Kerusakan fataldapat terjadi dengan cepat disebabkan olehpelumas bantalan, pelumas akan mengering dansuhu bantalan makin tinggi dan akhirnya bantalan
 
Kaji analisis perawatan prediktif pada unit pompa
Page 2
rusak, dampaknya motor listrik menjadi panas danterbakar. Oleh sebab itu cara untuk meminimalkankerusakan yang terjadi adalah harus menjalankanpemeliharaan rutin (
Preventive Maintenance
) yaitumelaksanakan pemeliharaan dasar yangdibutuhkan mesin yaitu membersihkan mesin,mengencangkan baut/mur yang kendor, menyetelsabuk, memeriksa alignment kopling, memberipelumas dan mengganti pelumas sesuai denganmasa kerja operasinya. Selanjutnya memonitorkondisi operasi mesin, amati dan cermati jika adaperubahan data-data operasi mesin, misalnya adakenaikan suhu kerja mesin, suara yang tidak normal, getaran yang tidak seperti biasanya, jikahal ini terjadi, maka hentikan mesin danidentifikasi kerusakannya. Kejadian ini disebutsebagai tanda-tanda awal terjadinya kerusakanmesin. Selanjutnya agar kerusakan tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagiperusahaan, sebaiknya dilaksanakan pemeliharaan
 predictive
yang berbasis kondisi mesin. Adapunteknik 
vibration monitoring
dilakukan pada mesinyang berputar dan dianalisis dengan metode sinyalgetaran. Tingkat kerusakan dan jenis kerusakanpada pompa air, motor listrik dan khususnya padabantalan dapat diprediksi, sehingga waktupenggantian, penyetelan dan perbaikan alat yangrusak menjadi lebih singkat, sehingga
downtime
 mesin menurun dan proses produksi menjadi lebihoptimal.
1.1.
 
PERUMUSAN MASALAH
 Bertitik tolak dari uraian di atas, makadirumuskan permasalahannya sbb:
 
1.
 
Perlunya bidang perawatan memonitor kondisioperasi mesin (khususnya pompa dan motorpenggeraknya) dengan menggunakan sinyalgetaran untuk menentukan jenis dan tingkatkerusakan.2.
 
Bagaimana alat ukur (instrumen) MicrologSKF dan Micro Vibe P dapat mengukur sinyalgetaran unit pompa rotary, serie dan motorlistrik serta menganalisis sinyal getaran yangdihasilkan yang selanjutnya mungkinkanmemprediksi tingkat kerusakan dan jeniskerusakan yang ada pada peralatan tersebut.
1.2.
 
TUJUAN PENELITIAN
Mengetahui jenis kerusakan pada unit pomparotary, serie dan bantalan motor listrik denganmenggunakan sinyal getaran, agar kerusakan fataldapat dihindari.
1.3.
 
BATASAN MASALAH
Batasan masalah pada penelitian ini adalahsebagai berikut:1.
 
Pengukuran sinyal getaran unit pompa rotarydan serie di Lab.Teknik Mesin Polmed.2.
 
Melakukan kajian pada
bantalan
motor listrik yang masih bagus/standar dan
bantalan
yangsengaja dirusak pada bagian bola (
rolling
e
lement 
), sangkar (
cage
), cincin dalam (
inner race
) dan cincin luar (
outer race
) sehingganantinya dapat diperoleh fenomena kerusakanyang terjadi pada bantalan dan dapatdigunakan sebagai rujukan penelitian yangsejenis.
II.
 
TINJAUAN PUSTAKA2.1. Motor Listrik
Motor mengubah energi listrik menjadi energimekanik untuk melayani beban tertentu.Motor listrik terbagi dua jenis yaitu motor arusbolak-balik (AC) dan motor arus searah. Padamotor AC ini dibagi lagi menjadi dua jenis yaitumotor sinkron dan motor induksi. Motor induksimerupakan motor yang paling umum digunakanpada berbagai peralatan industri. Komponen utamamotor listrik terdiri dari rotor dan stator dankelengkapan alat yang lain seperti gambar dibawah ini.
Gambar 1. Konstruksi Motor Listrik
Menurut Raymond S.Beebe (2004:10), adabeberapa parameter yang relevan terhadapkerusakan pompa yang efektif dideteksi dengansinyal getaran antara lain; kerusakan impeler, sealluar, eksentrisitas impeller,kerusakan dan keausanbantalan,
mounting fault, unbalance
dan
misalignment 
. Menurut Dr.S.J.Lacey (2009)
 
Kaji analisis perawatan prediktif pada unit pompa
Page 3
getaran yang dihasilkan oleh bantalan gelindingdapat menjadi kompleks dan ini dihasilkan dariketidaksempurnaan geometri selama prosesmanufaktur, cacat pada permukaan rolling ataukesalahan geometris dalam komponen terkait.
2.2.Perkembangan Pemeliharaan di Industri
Ada 4 (empat) metode pemeliharaan yang dikenaldi industri yaitu :
 Breakdown Maintenance, preventive maintenance.Predictive Maintenance,
disebut juga dengan
Condition Based Maintenance
. Adalah suatu prosesyang membutuhkan teknologi dan keahlian orangyang menggabungkan semua data diagnostic danperformansi yang ada,
maintenance histories
, dataoperasi dan desain untuk membuat keputusan kapanharus dilakukan tindakan pemeliharaan pada
major/critical equipment.
Menurut Paresh Girdhar(2004:7-8), ada beberapa teknik atau metode yangdilakukan pada
 predictive maintenance
, antara lain
vibration monitoring
adalah teknik yang palingefektif 
 
untuk mendeteksi kerusakan mekanik padamesin berputar dengan menggunakan sinyalgetaran.
 Acoustic emissien
dapat mendeteksikerusakan
crack 
pada struktur maupun perpipaansecara kontinu.
Oil analysis
menganalisis partikelminyak pelumas yang berhubungan dengan keausanpada bantalan dan roda gigi.
Particle analysis,m
enganalisis partikel yang aus (debris) akibat kerjamesin berputar/gerak bolak-balik,
gear boxes.Corrosion monitoring
yaitu melakukanpengukuran ultrasonik pada ketebalan pipa ataustruktur lainnya untuk melihat perkembangankeausan korosi.
Thermography,
untuk mendeteksipanas akibat listrik dan mekanik pada generator,boiler, misalignment kopling dan lainnya, dan
 performance monitoring
serta teknik lainnya untuk menilai kondisi peralatan /mesin.
 Proactive Maintenance
. Dikenal sebagai
Precision Maintenance
dan
 Reliability Based  Maintanance
. Metode pemeliharaan ini lebihmenitikberatkan pada indentifikasi akarpermasalahan dan memperbaikinya untuk mengurangi kemungkinan mesin akan rusak.Memaksimalkan umur operasi mesin danmeningkatkan keandalan serta efisiensinya melaluianalisis penyebab kegagalan (
 Root cause failureanalysis
). Instalasi mesin dengan kepresisiantinggi dan pelatihan personal.
 
. Menurut
 Alexei Barkov
(1997), Saat inipemantauan terus-menerus kondisi operasi mesindianggap sebagai salah satu metode yang palingefisien untuk penilaian kondisi mesin. Sistem ini
 
banyak digunakan di perusahaan dan sekarangpeminat untuk menggunakan teknologi ini makinmeningkat. Pada metode ini terjadi pengembanganyang signifikan yaitu mampu untuk menentukancacat komponen yang dapat dideteksi pada tahapawal terjadinya kerusakan serta melakukan prosesdiagnostik. Sehingga dalam banyak kasus,permasalahan kegagalan komponen mesin dapatdiselesaikan oleh program perangkat lunak diagnostik khusus. Selain itu menurut Fathi N.Mayoof (2009) diagnosis kondisi bantalanmerupakan hal penting untuk pengurangan
downtime
dan menghemat biaya pemeliharaan,
2.3. Persamaan Kecepatan dan PercepatanGetaran Harmonik Sederhana
Untuk partikel yang bergerak lurus, apabilapercepatannya selalu sebanding dengan jarak partikel dari titik tertentu pada lintasan danarahnya menuju titik tertentu, maka partikel itudisebut mempunyai gerakan harmonis sederhana(
Simple harmonic motion
) atau disingkat SHM(Wiliam W. Seto, 1997). SHM adalah bentuk gerakan periodik paling sederhana. Gerakanperiodik getaran apakah yang sederhana ataupunyang rumit biasanya dianggap terdiri dari SHMatau beberapa SHM dari berbagai amplitudo danfrekuensi dengan serie Fourier.Persamaan gerak harmonik sederhana adalah:
…………
(1)Dengan:Y = simpanganA = simpangan maksimum (amplitudo)
ω = kecepatan sudut
 t = waktu tempuh
Kecepatan Gerak Harmonik Sederhana
Dari persamaan gerak harmonik sederhana yaitu;Y= A sin
ω
t, maka kecepatan (V) adalah:..... (2)
 
Dari persamaan kecepatan :, maka
 
:........ (3)
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->