Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manusia Menurut Alkitab Dan Pandangan Lain

Manusia Menurut Alkitab Dan Pandangan Lain

Ratings: (0)|Views: 151 |Likes:
Published by Apriyudi Hutabarat

More info:

Published by: Apriyudi Hutabarat on Nov 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/27/2013

pdf

text

original

 
MANUSIA MENURUT ALKITAB DAN PANDANGAN LAIN
BAB I
KISAH PENCIPTAAN ATAS ALAM SEMESTA
a.
 
PendahuluanDalam Alkitab hunjukan pada ajaran tentang penciptaan, tersebar luas baik dalam PLmaupun PB, dan tidak terbatas pada ps-ps pembukaan Kej. Hunjukan-hunjukan berikutnyatercatat dalam: KitabYer 10:12-16; Am 4:13;dalam Mzm 33:6,9; 90:2; 102:25;juga Ayb 38:4,  dst; Neh 9:6;dan dalam PB, Yoh 1:1 dab; Kis 17:24; Rm 1:20, 25; 11:36; Kol 1:16; Ibr 1:2; 11:3; Why 4:11; 10:6.  Titik tolak ajaran itu ialah Ibr 11:3,'Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah'. Ini berarti, bahwa ajaran Alkitab tentang penciptaan didasarkan ataspenyataan, dan dapat dimengerti hanya berdasarkan iman. Inilah yg membedakan secara tajampendekatan Alkitab dengan pendekatan ilmiah. Karya penciptaan, tidak kurang dari rahasiapenyelamatan, tertutup bagi manusia dan hanya dapat diamati oleh iman.Dalam Alkitab karya penciptaan dihubungkan dengan ketiga oknum Trinitas: dengan Bapak --Kej 1:1; Yes 44:24; 45:12; Mzm 33:6;dengan Anak -- Yoh 1:3, 10; Kol 1:16;dan dengan Roh Kudus -- Kej 1:2; Ayb 26:13.Ini tidak berarti bahwa bagian penciptaan yg berbeda-beda itu dihubungkan dengan oknum yg berbeda-beda dalam Trinitas, melainkan bahwa keseluruhanpenciptaan itu ialah karya Allah Tritunggal.Hubungan Ibr 11:3 'apa yg kita lihat telah terjadi dari apa yg tidak dapat kita lihat' dengan Kej 1:1 'pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi', menunjukkan bahwa alam semestabukanlah dijadikan dari bahan apa pun yg telah ada sebelumnya, melainkan dijadikan dari ygtidak ada, hanya oleh firman Ilahi, dalam arti, bahwa keputusan penciptaan Ilahi itu tidak didahului oleh suatu bahan apa pun yg telah ada dari macam apa pun juga. Creatio ex nihilo inimempunyai keterlibatan teologis yg penting, misalnya menghindarkan orang dari gagasan bahwabenda itu kekal(Kej 1:1 menunjuk bahwa penciptaan ada awalnya), atau bahwa mungkin ada dualisme -- entah dalam bentuk apa pun -- di alam semesta, di mana suatu bentuk eksistensi ataukekuatan lain berhadapan dengan Allah dan di luar pengawasan-Nya. Demikian juga ajaran inimenunjukkan, bahwa Allah berbeda dari ciptaan-Nya, dan alam semesta bukanlah penjelmaangejalawi atau lahiriah dari Yg Mutlak, seperti dipertahankan oleh Panteisme.Pernyataan seperti Ef 4:6,'Satu Allah ... di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua', menunjukkan bahwa Allah memiliki hubungan dengan tatanan ciptaan itu baik secara transendenmaupun secara imanen. Ia di atas semua dan 'di atas segala sesuatu'(Rm 9:5). Artinya, Allah yg
 
transenden, tidak tergantung dari ciptaan-Nya, Ia berada sendiri, maupun dalam dan oleh diriNyasendiri.Kata-kata 'oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan'(Why 4:11), bnd 'segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia'(Kol 1:16), menunjuk kepada maksud dan tujuan penciptaan. Allah menciptakan dunia 'bagi penyataan kemuliaan kuasa, hikmat dan kebaikan-Nya yg kekal' (Westminster Confession). Dengan kata lain, penciptaan bersifat Allah sentrisguna membeberkan kemuliaan Allah, seperti kata Calvin, 'menjadi panggung pementasankemuliaan-Nya'. JP/HHb.
 
Laporan Kitab KejadianLaporan dasar Kej mengenai penciptaan ialah Kej 1:1-2:4a. Laporan itu mewujudkan pernyataan agung, bebas dari unsur-unsur kasar yg terdapat pada cerita-cerita penciptaan yg tidak berdasarkan Alkitab (Iih III, di bawah). Ps ini menyajikan rentetan realitas tentang bagaimanadunia yg nyata dan nampak ini terjadi. Bentuknya adalah laporan bersahaja dari seorang saksimata, tanpa niat menyajikan rincian-rincian seperti dituntut oleh ilmu pengetahuan mutakhir.Terlepas dari soal penyataan, tiap cerita sederhana tentang penciptaan, hanya dapat menguraikanihwal asal usul dari unsur-unsur di seputar dunia yg nampak bagi mata insani. Kej 1,sejauh membicarakan gejala-gejala yg hanya dapat diamati, adalah sejajar dengan banyak cerita yg laintentang penciptaan. Cerita-cerita semacam itu membicarakan hal dunia, laut, langit, matahari,bulan dan bintang-bintang, binatang dan manusia.c.
 
Hal-hal yg diciptakanJika kita menerima Kej 1 sebagai laporan fenomenologis yg sederhana, maka hal pertama yg dilaporkannya ialah penciptaan terang. Setiap orang tahu, bahwa siang dan malam muncul dalamurutan yg teratur. Dan bahwa terang merupakan keharusan yg tak dapat dikurangi bagi segalakehidupan dan pertumbuhan. 'Siapakah yg menyebabkan semua itu demikian?' tanya penulis Kej1.Jawabannya ialah: Allah yg melakukannya(Kej 1:3-5). Suatu pengamatan sederhana yg kedua ialah, bahwa air bukan hanya ada di bawah, yg membentuk lautan dan sumber-sumber di bawahtanah, tapi bahwa air ada juga di atas yg menjadi sumber hujan. Di antara keduanya itu ada ruangangkasa (cakrawala) (raqia, sesuatu yg disusun). Siapakah yg menyebabkan ini? Allah ygmelakukannya(Kej 1:6-8). Lagi, setiap orang tahu bahwa laut dan daratan dibagi-bagi di daerah- daerah khusus -- di muka bumi ini(Kej 1:9, 10). Itu juga perbuatan Allah. Lalu bumi telah menghasilkan tumbuh-tumbuhan yg bermacam-macam (ay 11-13). Itu juga hasil karya tangan Allah.Tiada kepelikan dari perbedaan-perbedaan di bidang tanaman, dan penulis hanya tahu tigapengelompokan yg besar dari tumbuh-tumbuhan, yaitu desye' (tunas-tunas muda, baru), `esyev(tumbuh-tumbuhan yg berbiji menurut jenisnya), dan 'ets (pohon-pohon yg menghasilkan buahyg bijinya ada di dalamnya sendiri). Agaknya penulis merasa bahwa penggolongan sederhana initelah mencakup segala-galanya.Pengamatan berikutnya ialah, bahwa benda-benda langit ditempatkan di cakrawala, sepertimatahari, bulan, bintang-bintang(Kej 1:14-19). Allah yg menempatkannya di sana guna
 
menandai waktu dan musim. Akan menjadi terlalu tajam untuk mengharapkan penulismembedakan meteor-meteor, planet-planet, bimasakti, dsb. Dengan memandang kepada suasanadi mana makhluk-makhluk hidup dapat ditemukan, penulis mengamati bahwa air-airmemunculkan 'makhluk merayap yg hidup'(Kej 1:20,syerets, makhluk yg berkerumun, binatang-binatang kecil dlm jumlah yg besar), dan binatang-binatang laut yg besar dan segala jenis makhluk hidup yg bergera(Kej 1:21,tannin, binatang laut yg 'ganjil', ular). Tiada usaha untuk mengadakan pembedaan yg tepat antara jenis yg bermacam-macam daribinatang-binatang laut dalam arti zoologis. Sudah dipandang cukup untuk mengatakan, bahwaAllah menjadikan binatang-binatang laut, baik yg besar maupun yg kecil. Allah juga menjadikanburung-burung yg terbang di cakrawala(Kej 1:20-22,'of). Istilah 'of mencakup semua jenis burung. Dari manakah datangnya makhluk-makhluk dalam jumlah besar yg menghuni bumi itu?Allah juga yg menjadikannya. Kemudian bumi mengeluarkan makhluk-makhluk hidup(Kej1:24-25,nefesy khayya) yg oleh penulis digolongkan sebagai ternak (behema, binatang-binatang), binatang melata(Kej 1:24-25,remesy) dan binatang liar(Kej 1:24-25,khayya). Pembedaan zoologis di sini juga tidak ditemukan. Jelas penulis yakin bahwa penggolongannyayg sederhana itu secara memuaskan mencakup semua jenis pokok dari hidup duniawi. AkhirnyaAllah menjadikan manusia(Kej 1:26, 27,'adam) menurut gambar dan rupa-Nya, suatu ungkapan yg dengan segera diberi arti sebagai berkuasa atas segala penghuni daratan, lautan dan cakrawala(Kej 1:26, 28). Dan Allah menciptakan (bara') manusia terdiri dan laki-laki dan perempuan(Kej 1:27,zakhar dan neqeva).d.
 
Kronologi dari kejadian-kejadianPenelitian yg cermat atas ps ini menunjukkan suatu penyajian yg skematis, dimana perbuatan-perbuatan penciptaan diperas menjadi suatu pola dari 6 hari, sedang ada 8 perbuatan penjadian,yg diantarkan oleh kata-kata 'Berfirmanlah Allah'.Jika di sini kita mau melihat kronologi kejadian-kejadian yg tepat, maka sulit menerangkanmunculnya benda-benda langit yg memberi terang pada hari keempat. Persoalan ini dapatdihindari jika kita memperlakukan Kej 1 sama seperti bagian-bagian lain dalam Alkitab, yg menceritakan peristiwa-peristiwa besar tapi bukan memperhatikan kronologi (lih cerita ttgpenggodaan, Mat 4 dan Luk 4,yg menekankan fakta penggodaan-penggodaan, tapi yg memberikan urutannya yg berbeda; lih juga Mzm 78:13, 15, 24 yg menekankan fakta dari pemeliharaan Allah terhadap umat Israel yg telah dibebaskan, tapi menempatkan peristiwamanna setelah pemukulan batu karang, yg bertentangan dgn Kel). Jika kita mengerti bahwapenulis Kej 1 perhatiannya diarahkan kepada penekanan fakta penciptaan, dan bukan secara khusus kepada urutan kronologis dari kejadian-kejadian itu, kita menghindari sejumlahkesukaran.Ada suatu skema yg agak konsekuen dalam pengutaraan bahannya. Tiga hari yg pertama bersifatpersiapan. Pemberian terang dan persiapan cakrawala, lautan, daratan dan tumbuh-tumbuhan ituberfungsi sebagai pendahuluan bagi penempatan penghuni-penghuni dalam sebuah rumah ygdipersiapkan. Burung-burung menghuni cakrawala, ikan-ikan menghuni lautan, binatang-binatang dan manusia menghuni daratan. Hari-hari pertama dan keempat tidak begitu mengikutiskema, tapi ada semacam hubungan. Hari-hari ketiga dan keenam masing-masing mempunyai

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->