Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
P. 1
Isi-laporan Modul 5 Blok 17

Isi-laporan Modul 5 Blok 17

Ratings: (0)|Views: 70 |Likes:
Published by Andreas Tedi

More info:

Published by: Andreas Tedi on Nov 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2014

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Bahasa adalah bentuk aturan atau sistem lambang yang digunakan anak dalamberkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya yang dilakukan untuk bertukargagasan, pikiran dan emosi. Bahasa bisa diekspresikan melalui bicara mengacu padasimbol verbal. Selain itu bahasa dapat juga diekspresikan melalui tulisan, tanda gesturaldan musik. Bahasa juga dapat mencakup aspek komunikasi nonverbal seperti gestikulasi,gestural atau pantomim.Gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab gangguan perkembanganyang paling sering ditemukan pada anak. Keterlambatan bicara adalah keluhan utamayang sering dicemaskan dan dikeluhkan orang tua kepada dokter. Gangguan ini semakinhari tampak semakin meningkat pesat.Pada makalah ini, kami akan secara khusus membahas tentang gangguan psikiatrik pada anak dan remaja. Dari skenario kita dapat mempelajari definisi(batasan), etiologi,patogenesis, manifestasi klinis, pemeriksaan penunjang, diagnosa banding, diagnosis,serta pengobatan dan pencegahan dari gangguan pervasif, gangguan autistik, gangguanasperger, gangguan disintegrasi dan gangguan pervasif yang tidak ditentukan.
1.2 Tujuan
Manfaat pembelajaran Modul 5 Blok XVII ini adalah mahasiswa mampumengidentifikasi dan memahami definisi, epidemiologi, etiologi, psikopatologi,penegakkan diagnosis, diagnosis banding, penatalaksanaan dan prognosis dari gangguanautistik,gang. Rett, pada anak.
 
2
BAB IIPEMBAHASAN
Skenario
―Oh, Anakku Sayang!‖
 Seorang ibu membawa anaknya yang berusia 3 tahun ke dokter puskesmas.Sebelumnya anak tersebut diperisakan ke bidan di desa dengan keluhan idak bisa diajak untuk tidur siang. oleh bidan yang memeriksanya menyampikan bahwa kemungkinan anak tersebut mengalami kelainan hiperaktif karena anak tersebut tidak bisa diam dan selalubergerak.Dokter yang memeriksanya merujuk ke psikiater di kota karena kesulitan untuk menegakkan diagnosis. Psikiater di kota menemukan gejala lain yaitu ternyata anak tersebutbelum bisa beicara dengan baik, hanya sekedar suara-suara yang tidak dapat dimengertikeluar dari mulutnya.Sebelumnya pasien sudah bisa bicara mama-papa tetapi kemudian kemampuanberbahasanya hilang lagi. Anak tersebut juga terlihat aneh karena senang merobek-robek kertas. Lalu psikiater merujuk ke dokter spesialis THT untuk tes audiometri dengan berpesankalau hasil audiometrinya baik, pasien dipersilakan kembali untuk evaluasi lebih lanjut.
Step 1
“Identifikasi Istilah”
 
Hiperaktif : gerakan otot yang berlebihan, cenderung tidak bisa diam, bisa berupagerakan/pembicaraan
Step 2
“Identifikasi Masalah”
 
1.
 
Mengapa anak belum bisa bicara dan tidak bisa diam?2.
 
Mengapa senang merobek kertas?3.
 
Mengapa tidak bisa diajak tidur siang?4.
 
Mengapa kemampuan berbahasa menghilang?5.
 
Apa penyebab anak hiperaktif?6.
 
Mengapa dirujuk ke THT, bukan spesialis anak?7.
 
Evaluasi apa yang dilakukan setelah pemeriksaan audiometri?8.
 
Pemeriksaan apa yang dapat dilakukan?9.
 
DD10.
 
Penatalaksanaan untuk pasien?11.
 
Bagaimana perkembangan normal anak usia 3 tahun?
 
3
Step 3
“Brainstorming”
 
1.
 
Tidak bisa bicara dengan baik:Anak mengalami speech delayKelainan di pita suara anak Tidak bisa diam:Kelebihan gula, energi berlebih dan disalurkan melalui gerakan berlebihanGenetik Neurokimiawi (norepinefrin berkurang, peningkatan katekolamin)Psikososial (kecemasan)2.
 
Senang meronbek kertasPada anak autis cenderung menyenangi dan memiliki minat berlebih pada satu halspesifik 3.
 
Hiperaktif karena energi berlebihan, ingin selalu bergerak dan tidak bisa diajak tidur4.
 
Kemampuan berbicara hilang kemungkinan akibat gangguan Rett atau gangguandisintegrasi anak. Tergantung dari usia menurunnya kemampuan5.
 
Sama dengan nomer 16.
 
Dirujuk ke THT: dokter awal curiga dia mengalami gangguan pendengaran atau pitasuara. Oleh dokter THT lebih spesifik dari dokter anak.7.
 
Jika audiometri baik: evauasi untuk cari penyakit lain, kemungkinan penyakit psikiatriyang dinilai dari gejalanya, lakukan pemeriksaan EEGJika audiometri buruk:berarti gangguan muncul karena gangguan THT8.
 
Pemeriksaan psikiatri, EEG, dll9.
 
DD: gangguan pervasif (gangguan autistik, gangguan Rett, gangguan disintegratif anak), gangguan defisit-atensif (ADHD)10.
 
Tatalaksana:
 
Hindari makanan berkalori tinggi (untuk atasi hiperaktif)\ 
 
Temukan bakat anak 
 
Terapi bicara
 
Psikofarmako: haloperidol, litium

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Abdul Rohim liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->